Momopururu » August 2010

Monthly Archives: August 2010

Pribadi

Greatest Birthday Ever…

Aaah,,sangat-sangat tidak cukup mengucapkan terima kasih yang banyaak kepada Allah SWT… Rasanya tahun ini benar-benar ulang tahun yang sangat-sangat membahagiakan buat sayaa…Entah bagaimana saya harus menunjukkan rasa syukur yang sangat-sangat besar ini (selain dengan menangis bahagia sih).

Yap, semenjak hari Rabu, 25 Agustus 2010 kemarin, umur saya sudah menginjak 23 dan umur yang sudah cukup dewasa bukan? (seharusnya). Tapi, saya merasa saya masih jauh dari dewasa, sampai sekarang masih merasa seperti anak kecil yang masih berusaha untuk mencapai kedewasaan dalam berfikir. Mudah-mudahan dengan berkurangnya umur saya ini, saya bisa belajar lebih banyak lagi, tentang kedewasaan, tentang keinginan, dan tentang komitmen.

Sangat, sangat bahagia sekali di ulang tahun kali ini. Sejak hari Rabu itu, saya tidak henti-hentinya bersyukur atas kehidupan yang telah diberikan dan juga atas hadiah yang banyaak sekali tahun ini. Hadiah yang saya maksudkan ini bukan dalam berbentuk barang yang nilainya bisa dihitung. Bukan, bukan sama sekali. Tapi hadiah-hadiah yang saya dapatkan tahun ini benar-benar tak terhingga nilainya, entah dengan apa saya bisa menebusnya. Hanya bisa berharap dengan hadiah sebanyak ini, bisa semakin menjadikan diri saya untuk berfikir dewasa, lebih dekat lagi denganNya, dan bisa menjadi diri yang jauuuh lebih baik lagi dari sekarang.

Beberapa hadiah yang tak ternilai harganya yang saya dapatkan tahun ini:

  1. Wisuda. Yak, tepat tanggal 26 Agustus kemarin saya akhirnya wisuda… (foto bareng rektornya sih pas ulang tahun saya, ihihi :p), akhirnya saya bisa menyelesaikan tugas belajar (yang sebenarnya kurang saya manfaatkan untuk belajar sebanyak-banyaknya karena kedodolan saya sendiri) di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia tercinta ini *agak lebay. Yeay, akhirnya nama saya menjadi Istiana Sutanti, S.Kom :p
  2. Hadiah istimewa yang sangat-sangat tak ternilai harganya (yang menurut saya ini hadiah yang terbaik tahun ini) yang tidak bisa saya sebutkan, ehehe… :p
  3. Kakak saya mengenakan jilbab, yeay. Sangat-sangat bahagia ketika melihat dia pulang ke rumah dengan mengenakan jilbab. Huaaah,,air mata saya benar-benar keluaar lagii..
  4. Kesehatan dan kebahagiaan. Ahahah, sangat berbeda sekali dengan tahun lalu. Ulang tahun ke-22 saya waktu itu (bukannya tidak membahagiakan) cukup membuat saya menyesali hidup hahah. Tahun lalu kepala saya dipenuhi oleh hal-hal negatif yang insyaAllah sepertinya tahun ini sudah bisa saya rubah. Saya sangat merasa tahun ini kepala saya dipenuhi oleh hal-hal positif dan membahagiakan, jadi sama sekali tidak ada alasan lagi untuk menyesali hidup, hehe..
  5. Banyaknya ucapan dan doa dari semua kawan-kawan terbaik.

Betapa banyak hadiah yang saya dapatkan ini dan walaupun tidak ada sama sekali yang berbentuk barang, saya sangat-sangat bahagia. Alangkah bahagianya ketika saya diwisuda, yang artinya saya telah melaksanakan kewajiban mengenyam pendidikan, walaupun belum selesai sampai disini, setidaknya ini terakhir kalinya saya menyusahkan kedua orang tua (belum terakhir sih, ketika saya menikah nanti pasti saya masih menyusahkan orangtua :p) dan alangkah bahagianya lagi melihat my beloved sister mengenakan jilbab.. Aaaah,,entah bagaimana lagi saya harus mengungkapkan kebahagiaan ini. Ungkapan kebahagiaan yang banyak dan rasa terima kasih yang sangat banyak juga benar-benar tidak cukup untuk mengeluarkan semua kebahagiaan yang saya alami ini..

Alhamdulillah ya Allah..

Oh, dan ada beberapa hal (yang menjadi harapan) yang ingin saya kerjakan di umur yang sekarang ini. Beberapa hal itu:

  1. Lebih mencintai Allah, The One and Only God. 1 langkah saya mendekat padaNya, 1000 langkah Ia mendekat. Beribadah lebih lagi, belajar lebih banyak lagi, dan berbuat baik lebih banyak lagi. Dengan lebih mencintai Allah, saya bisa memiliki pikiran yang lebih positif dan bisa lebih bahagia lagi.
  2. Lebih konsisten lagi dalam merubah diri menjadi lebih baik lagi dari sekarang.
  3. Tidak menyusahkan kedua orangtua lagi. Sudah cukup saya merepotkan mereka, sekarang saatnya saya yang memberi segalanya demi kebahagiaan mereka.
  4. Menabung..!!
  5. Bisa melanjutkan kuliah, yang kali ini benar-benar akan saya manfaatkan. Saya benar-benar berniat sangat untuk bisa belajar lagi, dan sebenarnya ada yang lebih menarik hati saya dari bidang yang sekarang saya geluti ini, ihihi. Saya sangat berharap bisa kuliah di bidang yang saya inginkan itu. Hmm,,bisa sih, tapi bisa dengan beasiswa gak yaa (thinking) :p
  6. Berhubungan dengan hal kedua yang membuat saya bahagia setelah wisuda ^_^

Hope those wishes will come true..

Oh, dan tidak lupa saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih atas ucapan dan doa-doa dari semua kawan-kawan yang saya miliki.. Sungguh, semua ucapan dan doa dari kalian merupakan salah satu hadiah yang sangat tak ternilai harganya..

~huhuh, ingin menangis bahagia lagi.. (tears)

TERIMA KASIH SEMUANYAAA…MARI TERUS SEMANGAAAT..!!!

Published by:
Keluarga Pribadi

Papa..

Baru saja usai membaca email yang berisi cerita ini.. Dan, saya tidak kuat untuk menahan air mata ini keluar.. Mungkin sudah pernah denger juga kali ya cerita kaya gini, tapi saya hanya ingin berbagi saja. Thanx to my friend who forwarded it to me..

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..

Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.

Lalu bagaimana dengan Papa?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,

tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,

tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil……

Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.

Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu…

Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya” ,

Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka….

Tapi sadarkah kamu?

Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.

Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”

Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :

“Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”.

Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.

Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja….

Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”.

Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?

Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga..

Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu…

Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama….

Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,

Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia…. :’)

Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..

Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.

Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir…

Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut…

Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?

“Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa”

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.

Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti…

Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa

Ketika kamu menjadi gadis dewasa….

Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain…

Papa harus melepasmu di bandara.

Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?

Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .

Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.

Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.

Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.

Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan…

Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak…. Tidak bisa!”

Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”.

Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.

Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.

Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.

Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..

Karena Papa tahu…..

Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya….

Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia….

Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?

Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa….

Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik….

Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik….

Bahagiakanlah ia bersama suaminya…”

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…

Dengan rambut yang telah dan semakin memutih….

Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya….

Papa telah menyelesaikan tugasnya….

Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita…

Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…

Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…

Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .

Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal..

Published by:
%d bloggers like this: