Momopururu » January 2012

Monthly Archives: January 2012

Uncategorized

Keinginan

Lagi pengen banget liburan

Lagi pengen jalan-jalan

Lagi pengen ngumpulin foto2, dicetak, terus masukin album ~kebetulan ada hadiah pernikahan berupa album foto~

Lagi pengen belanja-belanja segala kebutuhan baby ~gak sabaran~

Lagi pengen segera menyelesaikan pembuatan web ~usaha online~ dan segera launching

Dan sekarang, lagi pengen banget makan ketoprak 😛

Published by:
Kehamilan

TORCH

Hehehe, lagi-lagi saya ngomongin tentang TORCH. Ini sih kumpulan twit saya waktu itu, lupa hari apanya. Lagi bersantai di rumah, keingetan tentang TORCH, akhirnya cuap-cuap deh di twitter 😛

  • @momopururu jadi beberapa hari lalu, nonton di salah satu stas TV, lupa kapan dan acara apa. Ada designer kecil yang ikutan jakarta fashion week.
  • @momopururu namanya Rafi, dan dia tuna rungu, ini ada blog yang nampilin hasil2 designnya: http://www.welovejakarta.com/jakarta-fashion-week-2012-day-7-echoes-of-heritage-by-rafi/
  • @momopururu eh, yang mau saya omongin sebenernya bukan desain2nya atau bakatnya yaa, bakatnya sih udah sangat diakui yaa
  • @momopururu tapi saya mau ngomongin kenapa dia bisa tunarungu. emang bukan dia yang mau kan keadaan kaya gitu
  • @momopururu ibunya ditanya, kira2 begini: (gk pst sih, seinget saya aja), “dari rafi lahir ibu udah tau kalau rafi ini tunarungu?”
  • @momopururu ibunya jawab, malah sejak hamil trimester pertama, dia udah tau kalau anaknya akan punya kekurangan.
  • @momopururu nah, ibunya tau dan udah menyiapkan diri anaknya itu akan punya kekurangan karena ibunya terinfeksi salah satu virus TORCH, yaitu Rubella
  • @momopururu kata dokter virus itu nanti akan mempengaruhi pendengaran, penglihatan atau yang lainnya. intinya pertumbuhannya gk sempurna di kandungan
  • @momopururu dari situ saya jadi makin concern dgn virus TORCH dan paham kalo hamil itu gak gampang, dr sebelum hamil pun calon bumil harus bener2 sehat
  • @momopururu sebelum nikah, saya pernah tes TORCH, gak lengkap sih, cuma Tokso dan Rubella aja
  • @momopururu tes tokso virus lama hasilnya positif tapi virus barunya negatif, agak khawatir juga saat itu.
  • @momopururu jadi wondering sendiri, kalo2 abis nikah nanti langsung hamil gimana? bahaya gak ya?
  • @momopururu eh, saya jadi baca2 tentang TORCH sendiri. ini yang lagi saya baca:http://kumpulan.info/sehat/artikel-kesehatan/48-artikel-kesehatan/203-waspada-toksoplasmosis-rubela-herpes-torch-saat-hamil.html#Definisi
  • @momopururu dan bener aja, setelah sebulan nikah, saya dinyatakan ternyata hamil.. 😀
  • @momopururu mengingat pas tes Tokso, IgG saya positif, saya memastikan ke dokter kalo saya bisa hamil
  • @momopururu dan kata dokter, saya bisa hamil karena saya terjangkit virus itu udah lebih dari setahun lalu dan saat ini udah punya antibodinya
  • @momopururu itu karena tes Tokso yang IgM saya negatif
  • @momopururu bener aja kalo untuk hamil itu emang perlu persiapan, terutama persiapan kesehatan calon bumil..
  • @momopururu pas tes tokso IgG saya +, kaka saya yang kebetulan suster di RSB blg saya kebanyakan makan junkfood n makanan gak mateng ~sushi contohnya~
  • @momopururu jadi sejak itu saya disuruh ngejaga makanan deh dan memperbanyak makan sayur… *karena saya gak suka sayur, jadi bener2 mesti belajar
  • @momopururu pas itu kesimpulan saya, berarti kalo gak mau terjangkit, ya makanan kita harus sehat..
  • @momopururu oiya, selain makanan gak sehat, toksoplasma itu bisa dari kotoran kucing, anjing atau unggas..semua itu mengandung parasit Toxoplasma gondii
  • @momopururu kalo virus Rubella (campak Jerman), Alhamdulillahnya sih IgG n IgM saya negatif waktu itu. Penularannya dari hubungan langsung ama penderita
  • @momopururu oiya, lupa. Kalo bumil menderita Toksoplasma, akibatnya bisa keguguran janin atau bayi lahir meninggal
  • @momopururu nah, kalo Rubella, akibatnya bisa menyebabkan bayi lahir cacat (kerusakan otak, kebutaan, tuna rungu, atau bisu)
  • @momopururu kesimpulan dari penularan Rubella, pencegahan kedua itu menjaga jarak dengan penderita
  • @momopururu eh, ada satu lagi pencegahan yang kelewat
  • @momopururu karena tadi toksoplasma bisa ditularkan melalui binatang peliharaan, jadi kurangi kontak dengan mereka
  • @momopururu 2 virus lagi yang termasuk TORCH itu CMV (cytomegalovirus) dan HSV (Herpes Simpleks tipe II)
  • @momopururu 2-2nya sama-sama famili herpes dan penularannya juga sama-sama melalui kontak langsung
  • @momopururu yang HSV bisa juga melalui hubungan seksual
  • @momopururu Nah, kalo bumil terinfeksi virus CMV bisa mengakibatkan bayinya beresiko mengalami pembesaran kepala, pengapuran otak…[1]
  • @momopururu pembesaran hati, tuli, atau bentuk kaki dan tangan yang tidak normal [2]
  • @momopururu karena CMV n HSV sama2 ditularkan dengan kontak langsung, jadi pencegahannya ya hindari penderita 😉
  • @momopururu nah, infeksi virus HSV menyerang alat kelamin. ciri-ciri penderita HSV itu keputihan n ada bintik pada alat kelamin
  • @momopururu akibat yang timbul kalo bumil terinfeksi HSV?
  • @momopururu bayinya lahir dengan kelainan kulit, kulitnya melepuh
  • @momopururu pencegahan HSV tadi salah satunya dengan menghindari si penderita, termasuk gak berhubungan seksual *yaiyalaah*
  • @momopururu pencegahan lainnya? dengan menjaga kebersihan alat kelamin, menjaga kebersihan di sini cukup pake air aja sebenernya
  • @momopururu gak perlu pake sabun2 tambahan / cairan pembersih kaya yang diiklan-iklan :P, dan usahakan tetap kering.
  • @momopururu nah, sekarang saya mau ngeringkas pencegahan TORCHnya nih 😀
  • @momopururu dari penjelasan-penjelasan tadi, pencegahannya ada beberapa: 1. makan makanan yang sehat dan bergizi (pastinya), dan matang
  • @momopururu 2. hindari kontak langsung dengan hewan peliharaan yang membawa virus Toxoplasma gondii (biasanya kucing atau anjing) ~untuk virus Tokso
  • @momopururu 3. hindari kontak langsung dengan penderita
  • @momopururu 4. jaga kebersihan diri, termasuk kebersihan alat kelamin
  • @momopururu nah, buat yang mau hamil, sebaiknya periksa TORCH
  • @momopururu Kalau ternyata terinfeksi salah satu virusnya biasanya nanti pengobatan dulu atau dikasih vaksin sampai virusnya bener2 bersih
  • @momopururu walaupun harus menunda kehamilan, yang penting pada saat hamil, bumil bener-bener sehat, biar janinnya juga sehat. 😉
  • @d_prihandoko:@momopururu tante gw punya tokso. Tp smpt nglahirin anak pertama. Lalu 4 kali keguguran. She need 10y programing to have 2nd son..
  • @momopururu Lanjut ngomongin TORCH aaah..tapi sekarang ngomongin baca hasil tesnya 😀
  • @momopururu Tes TORCH ada 2 jenis, IgG dan IgM. Kalo bahasa gampangnya sih IgG itu virus lama IgM virus baru
  • @momopururu Artinyaa, kalo hasil tes nunjukin IgG positif dan IgM negatif, itu berarti pernah terinfeksi virus setahun yang lalu atau lebih
  • @momopururu dan karena IgM negatif, artinya saat ini udah gk terinfeksi lagi, tubuh udah mengembangkan kekebalan terhadap virus tokso ini
  • @momopururu eh, bukan virus tokso aja, segala virus TORCH (tokso, rubella, CMV, HSV) deng :p
  • @momopururu Kalo hasil tes nunjukin 2-2nya positif, artinya udah 2 tahun terjangkit virus dan saat ini masih terjangkit, butuh pengobatan atau vaksin
  • @momopururu Kalo IgG negatif dan IgM positif, artinya baru aja terjangkit, belum setahun dan belum hilang virusnya. Butuh pengobatan atau vaksin juga
  • @momopururu Nah, yang paling aman 2-2 (IgG dan IgM)nya negatif *yaiyalaaah* kan artinya sama sekali gak terinfeksi n belum pernah terjangkit virus TORCH
  • @momopururu Jadi kesimpulannya, hasil tes yang nunjukin aman dan udah boleh hamil itu yang IgG dan IgMnya negatif atau IgGnya positif dan IgMnya negatif
  • @momopururu Dan yang perlu pengobatan lebih lanjut serta menunda kehamilannya itu yang IgG dan IgMnya positif atau IgGnya negatif dan IgMnya positif
  • @momopururu Huehue, sekian aja deh. Semoga twit2 saya hari ini bermanfaat 😀

Oke, segitu aja. Panjang juga yah, fyuh. *lap keringet*

Published by:
Kehamilan

Ternyata Begini Rasanya

Hamil udah gedean alias hamil tua..!! haha

Gimana tuh rasanya?

Jadi semakin sesak. Yap, napas saya lumayan semakin sesak. Dulu-dulu sih penasaran rasanya gimana, dibilangin orang-orang dan baca-baca kalo semakin besar hamilnya akan semakin sesak karena baby yang membesar juga, jadinya si baby semakin menekan ke atas.

Pas kehamilan saya memasuki bulan ke-6, jadi gak penasaran lagi deh rasanya kaya gimana. Ya sesaknya kaya gini ini 😛 *gak menjelaskan*

Ulu hati terkadang sakit. Kalo yang ini, gak ada yang memperingatkan. Jadi, waktu pertama kali merasa ulu hati saya sakit, saya bingung, takut kenapa-kenapa. Begitu googling dan tanya kakak saya yang sudah punya 3 anak, ternyata hal ini juga wajar untuk ibu hamil ~yaa, asal cuma nyeri-nyeri sedikit laa~.

Perut kencang. Waktu hamil saya belum besar, saya punya temen yang lagi hamil juga tapi udah lumayan gede. Dia bilang perutnya lagi kencang. Nah, saya wondering juga perut kencang itu rasanya kaya gimana. Dan sekarang saya ngalamin sendiri 😛 Kadang-kadang perut saya kencang banget.

Gimana rasanya perut kencang? Kalo menurut saya sih, perut kencang kaya gini itu kaya perasaan waktu makan kekenyangan sampe perut membuncit, hehehe.

Perut bagian bawah kram. Yang ini sih gak penasaran banget kaya apa sih, cuma waktu itu ngebayanginnya kaya kram perut pas lagi datang bulan aja. Dan ternyata emang bener. Kram perut ini karena kulit perut melebar untuk membesarkan ruangan di dalam perut untuk si baby.

Sering buang air kecil. Jadi semakin sering buang air kecil, karena si baby menekan ke bawah juga ~bagian kandung kemih~. Jadi, kandung kemih gak bisa menampung banyak-banyak urine.

Walaupun rasanya hamil udah gedean itu kaya yang saya sebutin, tapi saya tetep bahagia. Rasa gak nyaman kaya gitu selalu terkalahkan waktu baby ini bergerak-gerak, apalagi waktu babynya merespon saat diajak ngobrol. Rasanya seneeeng banget..!!

Saat-saat beginilah seninya hamil *halah*

Published by:
Kehamilan Pribadi

Hamil Ini Bikin Saya Bisa Menelan Obat..!!

Saya itu orangnya jarang sakit, jadi jaraaang banget minum obat. Nah, karena itu saya orangnya gak bisa nelen obat deh.

Image by me @momopururu

Jadi, dulu waktu kecil kalo sakit dikasihnya obat puyer atau sirup. Tapi begitu sakit lagi, saya udah lumayan gede dan gak mungkin kalo saya masih minta puyer atau sirup ~ini gengsi doank sebenernya, dan malu juga si~. Walhasil saya dikasih obat berupa pil ~apa tablet yak~ pokonya yang mesti ditelen langsung.

Tadinya saya bingung gimana cara minumnya karena begitu saya coba masukin ke mulut dan minum air, obatnya masih nempel di lidah, gak keikut air masuk ke kerongkongan. Jadinya yang ada saya malah kembung, 1 pil/kapsul/tablet, airnya 1 gelas. Jadi, mulai saat itu saya kalo minum obat biasanya digigit dulu (pait sih pastinya) atau saya gerus dulu sampai halus baru saya campur dengan air di sendok (yaa, kaya obat puyer gitu deh cara minumnya :P)

Sampai trimester pertama kehamilan, saya masih aja begitu kalau minum obat. Jadi, suplemen yang dikasih dokter yang berupa kapsul itu saya keluarin isinya aja, dicampur air di sendok baru diminum. Tapi dengan cara begitu rasa suplemennya jadi kuat banget dan saya jadi ngerasa eneg banget. Akhirnya pelan-pelan saya belajar biar bisa nelen obat.

Awal-awal nyobain nelen langsung masih sama kaya waktu sebelum hamil. Obatnya satu, airnya segelas, kembung kan?

Pemeriksaan kandungan terakhir, HB saya rendah, jadi suplemen saya ditambah 1 yaitu penambah darah dan itu juga lumayan bikin eneg. Jadi, saya semakin mulai membiasakan diri buat nelen obat pake air. Sekarang sih lumayan, 1 gelas buat 2 suplemen 😛

Alhamdulillahnya sih sekarang udah terbiasa, walaupun belum jago2 amat ~halah, minum obat aja jago~ dan masih kembung-kembung juga. Tapi lumayan laah, saya udah bisa nelen obat. Terima kasih yaaa babykuu :*

Published by:
Pribadi

Our Home

Not our own home yet, this is our rented home.

Yea, since we (My husband and I) were married, we lived separately from our parents. The reason is, we want to learn about how to make an independent living, just the two of us. We started this family from the bottom, so the both of us will have the same feeling about how hard the struggle is to build the family  ~the great one~. 😀

And, here is the pictures of our rented house. Home sweet home for us ~for now~

Images by me @momopururu, click the image to view larger 🙂

Hope we can afford to buy our own home soon 🙂

Published by:
Kehamilan Pribadi

Pindah Rumah Sakit (lagi?)

Haha, kali ini saya memutuskan untuk lahiran di Rumah Sakit yang lain lagi. Di sebelumnya, saya memutuskan untuk lahiran di RS. Bunda Margonda dengan dr. Shinta Utami.

Tapii, setelah dikasih tau sama sepupu suami saya kalau di RS. JMC (Jakarta Medical Center) itu biaya lahirannya lumayan lebih murah dari RS. Bunda Margonda dan ternyata ada dr. Shinta Utami juga, which is dokter kandungan yang sama dengan sekarang, saya dan suami akhirnya kepikiran untuk pindah Rumah Sakit lagi 😛

Kebetulan tanggal 9 Januari 2012 kemarin adalah jadwal periksa kandungan ke dr. Shinta. Nah, itu saya masih periksa di RS. Bunda Margonda. Alasannya karena nanti sekalian tanya langsung ke dokternya bener gak dia juga praktek di JMC.

Ternyata bener, yaudah akhirnya kita bilang kalau bulan depan mau periksanya di situ aja. Dokternya juga bilang di JMC emang lebih murah, dan kalo mau pindah RS, silakan aja katanya. Terus dijadwalin untuk pertemuan selanjutnya deh, tanggal 6 Februari 2012, sekalian dia ngasih jadwalnya dia di JMC.

Terus, sekalian aja kita liat-liat kondisi kamar di dua RS itu, survey gituu 😛

1. RS Bunda Margonda

Image by indoplaces

Setelah tanya-tanya di RS. Bunda Margonda, kita diijinin buat ngeliat kamarnya, tentunya kamar yang kosong yaa, kalau gak ada yang kosong kan nanti ngeganggu pasien, hehe. Ruangan yang saya liat itu kelas utama dan kelas Perdana.

Begitu liat ruangan Perdananya, dalam pikiran saya: “enak bener ini ruangannya, sendirian, gede, fasilitasnya lumayan lengkap (AC -pastinya-, TV, kulkas, telepon, kursi dan meja tamu, sofa bed -untuk tidur suami-, n kamar mandinya enak)”, tapi pengennya yang utama aja. Eh sayangnya yang kelas utama itu 1 kamar untuk 2 orang (saya kan pengennya yang sendiri, huhu), tapi ada kulkasnya sih yang bikin lumayan, walaupun kulkasnya juga berdua.

Ok, cukup deh liat-liat kamar di RS. Bunda Margondanya. ~Sayang kemarin batere kamera saya habis, jadi gak sempet buat fotoin kamarnya, huhu~

Nah, mumpung sekalian keluar, akhirnya kita ke RS. JMC juga buat liat-liat kamar juga. Saya pikir tadinya karena kita bukan pasien situ, gak akan dibolehin untuk liat-liat kamarnya, ternyata dibolehin, yeay.

2. RS JMC

Image by JMC from http://rsjmc.com

Di sini, kita liat kamar yang kelas Utama dan VIP. Oiya, kelas Perdananya RS. Bunda Margonda itu maksudnya kelas VIP, tapi di sana nyebutnya Perdana. Kelas Utama yang di sini dibagi lagi jadi 3, pembagiannya sesuai luas kamarnya. Yang kemarin kita liat itu yang kelas Utamanya paling gede.

Di kelas utama ini aja kita udah ngerasa kaya kelas VIPnya Bunda Margonda, soalnya fasilitasnya hampir sama. Yang ngebedain itu di kelas Utama JMC ini gak ada kursi dan meja tamunya, ya gapapa lah yaa, yang penting ada sofabed untuk suami tidur. Di kelas VIP RS JMC ini yang bikin beda itu kamar mandinya lebih gede banget. Tapi saya pikir buat apa lah ya kamar mandi gede2 banget, di kelas utama saya rasa udah cukup nyaman kamar mandinya 😀

Eiya, mantepnya, di JMC ada paket kamar yang namanya “Suite Room”. Harga paket kamar Suite Room ini gak beda jauh ama harga kamar kelas Utamanya RS. Bunda Margonda.

Paket Suite Room ini maksudnya itu kita dapet khusus 1 lantai sendiri, udah beneran kaya rumah. Ada ruang tamu, ruang keluarga, dapur, dsb, pokonya beneran kaya rumah jadinya ~hotel lebih tepatnya~. Kemarin pas ke lantai 3, kita nyasar ke Suite Room orang 😛 Kayanya Suite Room ini cocoknya buat pasien yang penyakitnya berat dan dirawatnya lama banget kali ya. Yang jelas, kita gak milih ini 😛

Oiya, di JMC ini tapi gak ada kamar bayi, jadi semua pasiennya harus rooming in ama babynya. Saya pikir, baguss..!! Karena yang saya baca-baca ~di sini~, rooming in yang emang perlu banget. Karena bayi baru lahir emang butuh selalu deket ama orang tuanya.

Kalo di RS. Bunda Margonda, walaupun mereka juga mengharuskan rooming in, tapi tetep ada kamar bayi, dan harga paket tiap kamarnya itu udah termasuk kamar bayi. Jadi, walaupun nantinya rooming in, bayarnya tetap sama dan tetap bayar biaya kamar bayi jadinya. Ini yang bikin kita tambah yakin buat lahiran di JMC aja.

Mudah-mudahan setelah ini gak labil lagi 😛 ~yup, it’s the final decision~

Published by:
%d bloggers like this: