Momopururu » July 2012

Monthly Archives: July 2012

Keluarga

Tarif Melahirkan

Baca yang terbaru: Tarif Melahirkan 2016

Total Biaya Melahirkan

Total Biaya Melahirkan

Sebelum melahirkan, mungkin 3 atau 4 bulan sebelum melahirkan, saya sempat galau akan pilihan rumah sakit tempat saya nantinya melahirkan. Sempat periksa ke rumah sakit Harapan Bunda ~di pasar rebo~, ke rumah sakit Bunda Margonda, dan pilihan akhirnya jatuh pada rumah sakit JMC.

Sewaktu saya mendengar saudara sepupu melahirkan di rumah sakit JMC ~awal masa kehamilan~, saya pikir “wah, mahal tuh pasti biayanya” soalnya saya lihat dari penampakan luar rumah sakitnya terkesan mewah. Maka dari itu dari awal periksa kehamilan, saya ~dan suami sih~ gak berani periksa di situ 😛

Tapi, begitu dikasih tau sama sepupu kalo ternyata murah, kita berniat juga di situ dan setelah survey ternyata bener murah, akhirnya milih di JMC deh 😀

~tentang galaunya saya memilih rumah sakit pernah saya ceritakan di sini dan sini, hehe

Nah, pas ke sana, kita dikasih daftar tarif melahirkan di sana. Lumayan lengkap informasinya, soalnya ada daftar dari lahiran normal sampai lahiran caesar dari kelas III sampai kelas suite room.

Saya tadinya mau normal, jadi saya benar2 mengacu pada daftar tarif yang ini:

Daftar Tarif Melahirkan Normal

Daftar Tarif Melahirkan Normal

Ini daftar tarif normal dengan tindakan ~maksudnya induksi~:

Daftar Tarif Melahirkan dengan Induksi

Daftar Tarif Melahirkan dengan Induksi

Nah, terus ada lagi untuk meminimalisir kesakitan, pake ILA (dibius), tarifnya segini:

Daftar Tarif Melahirkan dengan ILA

Daftar Tarif Melahirkan dengan ILA

Yang gak saya liat itu tarif caesar, padahal akhirnya saya harus caesar. Daftar tarifnya itu:

Daftar Tarif Melahirkan Caesar

Daftar Tarif Melahirkan Caesar

Dengan tarif yang lumayan itu, saya memutuskan pengen di kelas utama ~karena saya gak punya indikasi gimana2, jadi saya PD banget bisa normal~. Tapi, dengan kelahiran yang lebih awal, pas suami mau pesen kelas utama, udah gak ada, penuh semua, akhirnya ada yang kosong di kelas II. Dan, ternyata saya juga harus caesar, jadi sedikit lega juga adanya yang kelas II bukan yang kelas utama 😛

Daftar tarif itu belum termasuk Alkes n obat-obatan, jadi begitu pulang, pasti nanti ada  biaya tambahan lagi, mungkin sekitar 1-2 juta biaya tambahan untuk obat2an dsb.

Dibandingkan tarif Bunda Margonda, tarif JMC ini jauuh lebih murah. Waktu itu pernah minta ke rs. Bunda Margonda dan dikasih lembaran daftar tarifnya.

Daftar Tarif Melahirkan Bunda Margonda

Daftar Tarif Melahirkan Bunda Margonda

Dan, dengan tarif yang murah itu, kualitas dan fasilitas rumah sakit JMC hampir sama dengan rs. Bunda Margonda. Bahkan, dengan fasilitas yang lebih bagus, JMC masih lebih murah dari rs. Harapan Bunda.

Bukti JMC lebih murah dari Harapan Bunda adalah, saya melahirkan dengan caesar dan di kelas II dengan biaya akhir 10jutaan. Nah, teman saya cerita dia lahiran secara caesar dan di kelas II juga di rs. Harapan Bunda dengan biaya akhir 15 jutaan, lumayan kan bedanya? hehe

Jadi, saya bener2 gak nyesel akhirnya melahirkan di rs JMC 😀

~jadi kaya iklan rumah sakit JMC dah 😛

Published by:
Keluarga

Menikah Harus Siap Mental

Sebenernya banyak sih yang harus dipersiapkan sebelum menikah, siap fisik pastinya, siap hati harus, siap finansial apalagi. Tapi di sini saya mau ngomongin tentang persiapan mental menghadapi kehidupan setelah pernikahan. Karena di situlah yang paling penting -> kehidupan setelah pernikahan.

Gimana gak jadi yang paling penting, kehidupan setelah pernikahan kan akan dijalani insyaAllah seumur hidup. Maka dari itu, mentalnya bener2 harus siap sesiap-siapnya karena pernikahan benar2 menjadi perubahan terbesar dalam hidup.

Kalo dari pengalaman saya sih (pengalaman saya baru sedikit yak, maklum, baru juga 1 tahun menikah :P), yang bener2 perlu diperhatikan dan berhubungan dengan kesiapan mental itu ada beberapa. Saya list aja deh 😀

1. Sampaikan harapan sebelum menikah.

Yap, penting nih. Harapan-harapan kita terhadap pasangan harus disampaikan kepada yang bersangkutan sebelum menikah. Biar sang pasangan bisa sedikitnya berusaha untuk memenuhi harapan tersebut. Atau, kalaupun si pasangan sudah memenuhi harapan2 itu, bisa jadi semakin yakin kalau ia memang pasangan yang tepat ~PD banget yak~

2. Buang jauh harapan yang tinggi-tinggi.

Kenapa? Karena biar hati kita tenang dan jadi gak kecewa kalau pasangan ternyata jauh dari harapan.

Kalau misalkan ia bisa memenuhi harapan kita sih Alhamdulillah bangeet, tapi kalau enggak kan kita bakal kecewa berat, betul?

Contoh nih, misalkan kita berharap suami kita ~karena saya perempuan, jadi saya nyontohinnya ya harapan perempuan, hehe~ bakal rajiin banget ngurusin rumah dan gak segan-segan buat bantu2 istri. Nah, kalau misalkan ternyata setelah tinggal serumah dan ketauan aslinya kalau si suami itu malesss banget dan gak mau sama sekali buat bantuin istri kan jadinya kita ngedumel mulu tiap hari karena capek semua-muanya dikerjain sendiri 😛

Tapi harapan2 terhadap pasangan itu jangan dilupain juga ya. Bisa diusahakan sedikit demi sedikit kok untuk menjadikan pasangan kita sesuai harapan.

Tapi satu lagi, jangan dipaksain juga, let it go with the flow aja, hehe. Buatlah ia berubah dengan kebaikan dan kesungguhan kita ~jyaah~ 😉

3. Siap berusaha mewujudkan harapan pasangan.

Yap, selain kita tadi menyampaikan harapan-harapan kita, dia juga harus menyampaikan harapan-harapannya biar kita bisa bersiap dan berusaha untuk mewujudkan harapan itu demi kelangsungan pernikahan *jyah, bahasanyaa*

Dengan kita bersungguh hati ~lagi2 bahasanyaaa~ berusaha mewujudkan harapan pasangan, bukan gak mungkin kan dia pun jadi berusaha mewujudkan harapan kita, hehe.

Intinya dimulai dari diri sendiri. Susaaah banget ngubah orang tanpa diawali dari kita 😉

4. Bersiap untuk hidup berdua saja

Kita harus siap kalau nantinya harus hidup bener-bener terpisah dengan kedua orang tua. Kaya saya dan suami sih. Walaupun masih deket sama ortu suami, intinya kita tinggal terpisah.

Yang tadinya ~mungkin~ enak di rumah yang lega bin nyaman, sekarang harus membiasakan diri hidup dengan suami di rumah yang sempit.

Kalau udah mampu beli rumah yang lega dan nyaman sih enak, tinggal membiasakan diri hidup berduanya 😛

Nah, tapi yang jadi permasalahan itu ngurus rumahnya nih, hihi. Tadinya bisa kerja bakti seisi rumah, sekarang kerja bakti berdua saja 😛 ~kalau punya pembantu sih ya bertiga, hehe~

Kalau akhirnya bukan tinggal terpisah dari ortu, katakanlah di ortu kita atau mertua, kita tetap harus membiasakan diri.

Kalau tinggal di rumah ortu kita, ya berarti kita harus membiasakan diri ada tambahan orang di rumah. Selain itu, harus pinter2 meng-klop-kan ~bahasanya apa ya yang pass~ pasangan dengan ortu kita dan saudara2 kita yang tinggal serumah.

Kalau di rumah mertua, ya kita harus berusaha biar klop dengan mertua dan saudara2 ipar yang tinggal serumah.

5. Bersiap untuk kebiasaan baru pasangan

Sebenernya bukan kebiasaan baru, tapi kebiasaan yang baru kita tau setelah menikah. Kita mungkin akan terkaget2 banget dengan kebiasaan yang belum kita tau itu, jadi bener2 harus siap dengan segala kemungkinan 😛

Yang ini emang abstrak banget, karena kita bener2 gak bisa ngira2 kebiasaan apa yang bakal muncul dari pasangan.

Bukan hal yang gak mungkin juga kalau kebiasaannya itu kebiasaan yang bertolak belakang banget dengan kebiasaan kita.

Contohnya, saya dan suami 😛

Saya tidur dengan lampu menyala, suami tidur dengan lampu yang harus mati. Saya gak bisa tidur kalau sunyi senyap, suami gak bisa tidur kalau ada suara2. ~ini sih cuma kebiasaan kecil~ hehe

6. Jadi orang yang lebih komunikatif

Setidaknya sama pasangan ya.

Kenapa? Karena yang saya dapet dari pengalaman-pengalaman rumah tangga yang pernikahannya langgeng2 itu dan dari pengalaman-pengalaman ortu kita, komunikasi itu hal yang paling pentiing banget..

Karena, dalam berumah tangga, kepala kita bukan cuma satu. Kita gak bisa ngurus rumah tangga sendirian. Harus berdua, dan segala sesuatu harus disampaikan, komunikasii.

Jadi, kalau kita orang yang malu-malu untuk menyampaikan sesuatu. Atau selalu memendam sesuatu, segeralah berubah..!!

Latihan aja sama sahabat terdekat atau saudara (kakak / adik) kita untuk selalu cerita, biar terbiasa menyampaikan apapun yang kita alami atau kita pikirkan.

Saya dan suami yang sama-sama komunikatif aja kadang2 masih suka misskomunikasi, hehe.

Jadi, segeralah jadi orang yang komunikatif 😉

Heheh, baru segitu aja kayanya yang ada di pikiran saya saat ini untuk persiapan mental menuju pernikahannya, semoga bermanfaat untuk yang mau dan sedang merencanakan pernikahan yak 😀

Daaan semoga rumah tangga saya dan suami bisa langgeng seumur hidup serta dipertemukan di akhirat kelak. Amiiiin ^^

Terakhir, I looove this picture soo much 😛

~Ada artikel menarik mengenai komunikasi nih: http://littlerosetrove.blogspot.com/2012/03/relationships-always-show-love.html *dapet waktu gugling gambar terakhir 😛

Published by:
Keluarga

Nina

Hehe, akhir-akhir ini saya nontonin video-video Nina lagi. Lumayan, buat acuan belajar pengasuhan anak. Apalagi, anak saya cewe juga, kaya Nina 😀

Awalnya sih waktu itu entah kenapa saya saangat bosan, jadinya saya liat-liat hal yang mungkin bisa bikin suasana hati saya berubah. Dan, saya ingat dengan video-video Nina ini, jadilah saya nonton-nontonin ulang hehe

Nina itu siapa?

Kalo ada yang sering nonton Nina di youtube sih tau yaa, hehe. Buat yang ga tau, ini video terakhirnya Nina dari channel http://www.youtube.com/user/geofg

Selama 6 tahun, papanya Nina selalu meng-upload video aktifitas Nina sehari-hari. Mulai dari nina belajar ngomong, baca, sampai akhirnya bisa merekam dirinya sendiri.

Nah, videonya sekarang sudah gak ada karena Nina sudah besar dan butuh privasi. Kalau mau tau alasannya sih, nonton video terakhirnya aja.

Saya bisa belajar banyak dari pola pengasuhan orang tuanya. Kapan-kapan saya ceritain apa aja yang bisa saya pelajari dari video-video itu ya tentang pengasuhan orang tuanya yaa 😀

The point is I am so admire her parents and so glad to get the lesson for raising up a child.

Published by:
Uncategorized

Lomba Ngeblog

Haha, akhir-akhir ini saya lagi demen lomba ngeblog 😛

Baru 2 siih blog yang dilombain, dan kebetulan munculnya gak diselingin postingan lain, heheh.

Jadi ceritanya yang BCA itu saya disaranin ikutan sama suami. Terus saya pikir ya kenapa enggak, apalagi deadline-nya waktu itu masih jauh, sekitar akhir Juni ~ditawarinnya di pertengahan Juni.

Terus, iseng-iseng lagi browsing eh nemu lomba ngeblog lagi, kali ini dari bloggerplusindonesia. Tadinya saya pikir cuma blog dari platform blogspot aja yang bisa, taunya dari semua platform bisa ikutan, yaudah deh. Dan baru saja postingannya saya buat kemarin, hihi 😛

Published by:
Lomba Blog

Pizza Hut Kapan Saja

Pizza Hut, itulah tempat makan favorit saya yang tidak tergantikan 😀

Pizza Hut

Pizza Hut

Jadi, diawali sejak saya SMA dan mengikuti kegiatan beladiri Kempo. Di kelas 2 SMA (tahun 2003), saya mengikuti kejuaraan Kempo antar Dojo (tempat latihan) di mana itu pertama kalinya saya mengikuti kejuaraan Beladiri. Nah, Alhamdulillahnya Dojo kami, Dojo SMA13 jadi pemenang di kejuaraan tersebut.

Untuk merayakan kemenangan, Sempai (pelatih) kami, Sempai Nasrul mengajak kami ke Pizza Hut. Kalau tidak salah waktu itu di Pizza Hut Mall Kelapa Gading 1 😀

Pizza Hut

Pizza Hut Kelapa Gading 1

Pada saat Sempai Nasrul lulus dan masuk kuliah di UNJ, dia mendirikan Kempo di sana dan menjadi pelatih Dojo UNJ juga. Akhirnya Dojo SMA kami berhubungan baik dengan Dojo UNJ dan biasa merayakan kemenangan bersama. Dan pilihan tempat perayaannya lagi-lagi di Pizza Hut 😀

Selain itu, sejak saya lulus SMA dan tetap mengikuti Kempo sampai akhirnya menjadi atlet daerah Jakarta Utara, tempat perayaan kami tetap di Pizza Hut. Selalu di Pizza Hut walaupun cabangnya beda-beda.

Akhirnya setiap ada kejuaraan, gak peduli tim kami menang atau kalah selalu kami rayakan di Pizza Hut.

Pizza Hut Kelapa Gading 5

Waiting List di Pizza Hut Kelapa Gading 5

Karena itulah saya pribadi juga akhirnya menjadikan Pizza Hut sebagai tempat makan favorit. Selain memang makanannya enak, harganya terjangkau, juga tempatnya enak untuk ngumpul-ngumpul. Yup, Pizza Hut di mana aja emang enak buat ngumpul dan ngobrol-ngobrol 😀

Setiap saya dan teman-teman berkumpul juga memilih Pizza Hut, biasanya sih di Pizza Hut Mall Artha Gading. Saya jadi merasa tidak terpisahkan dengan restoran itu 😛

Ngumpul-ngumpul di Pizza Hut

Ngumpul-ngumpul di Pizza Hut

Ngumpul-ngumpul di Pizza Hut

Ngumpul-ngumpul di Pizza Hut

Pernah sekali waktu saya ceritanya keranjingan main ice skate di Mall Taman Anggrek. Nah, sehabis main itu juga pilihan tempat makannya lagi-lagi di Pizza Hut. 2 foto di atas diambil pada saat saya dan kawan-kawan berkumpul setelah bermain ice skate setelah kejuaraan di Pizza Hut Mall Taman Anggrek 😀

Pernah juga saya dan sahabat-sahabat saya belanja bersama ke ITC Cempaka Mas, lagi-lagi makannya ya di Pizza Hut yang ada di lantai dasar, hehe.

Berhubung saya kuliah di UI, Depok, Pizza Hut yang terjangkau dari kampus adalah Pizza Hut Margo City. Jadi, kalau ada teman yang ulang tahun dan ingin dirayakan, lagi-lagi ke Pizza Hut 😀

Pizza Hut Margo City

Setelah Makan2 di Pizza Hut Margo City

Pada saat saya melaksanakan KP (Kerja Praktek) di daerah Buncit juga pernah bertandang ke Pizza Hut Buncit. Jadi ceritanya waktu itu saya ulang tahun dan 2 teman yang KP bareng minta traktir, yaudah jalan deh kita ke sana.

Terus, pernah juga salah seorang teman kuliah ceritanya mau belanja ke Mangga Dua. Saya kebetulan mau beli sesuatu juga dan akhirnya ikut. Dan ternyata kawan saya itu mau mentraktir Pizza, yeay, jadilah kita makan siang di Pizza Hut Mall Mangga Dua.

Makan Pizza

Waktu nganterin temen belanja di mall mangga dua

Begitu saya sudah menikah, hampir setiap bulan saya dan suami makan di Pizza Hut walaupun tidak ada event tertentu yang spesial.

Pernah di akhir bulan, saya ceritanya udah gajian tapi suami belum tau. Saya langsung ngajak makan di Pizza Hut, dan kita langsung meluncur deh ke Pizza Hut Cilandak, soalnya yang terdekat dari rumah sekarang ya di situ, hehe. Dia bingung kenapa tiba-tiba saya ngajakin makan Pizza. Setelah selesai makan dan bayar, baru deh saya bilang kalau saya sudah gajian *ceritanya sih a little surprise gitu deh* 😛

Setelah suami bekerja di daerah kuningan, tepatnya di Epicentrum Walk di belakang Pasar Festival, saya dan suami kalo sedang ingin Pizza jadinya makan di situ deh. Berhubung suami pulangnya malem, jadinya saya yang nyamperin ke Pizza Hut Pasar Festival 😀

Ada tradisi di keluarga suami, setiap hari ulang tahun salah satu anggota keluarga dirayakan dengan makan bersama, entah di luar atau delivery. Dan pilihannya juga sebagian besar ke Pizza Hut. Tapi disini saya udah gak berperut karet pastinya *jaga image bok* 😛

Pizza Hut PGC

Ulang Tahun Saudara Ipar di Pizza Hut PGC

Nah, itu waktu lagi ngerayain ultah adik suami saya. Kita memilih makan di Pizza Hut PGC, pernah juga di Pizza Hut Cilandak. Benar-benar gak lepas dari Pizza Hut 😀

Pizza Hut Cilandak

Ulang Tahun Saudara Ipar di Pizza Hut Cilandak

Begitu saya cari-cari di Streetdirectory, ada keterangan restoran dengan lengkap dan alamat cabang-cabangnya lengkap juga. Ini dia peta salah satu cabang Pizza Hut di Mall Kelapa Gading 1, tempat pertama kali saya dan tim Kempo Dojo SMA13 merayakan kemenangan kejuaraan 😀

Kalo iseng-iseng didaftar cabang-cabang mana saja yang pernah saya kunjungi itu kurang lebih seperti ini:

  1. Pizza Hut Mall Kelapa Gading 1
  2. Pizza Hut Mall Kelapa Gading 5
  3. Pizza Hut Mall Artha Gading
  4. Pizza Hut Mall Taman Anggrek
  5. Pizza Hut ITC Cempaka Mas
  6. Pizza Hut Margo City
  7. Pizza Hut Buncit
  8. Pizza Hut Mall Mangga Dua
  9. Pizza Hut Atrium Senen
  10. Pizza Hut Cilandak
  11. Pizza Hut Pasar Festival
  12. Pizza Hut PGC
  13. Pizza Hut Pesona Khayangan, Depok
  14. Pizza Hut Plaza Semanggi

Banyak juga ya. Pizza Hut emang ada di mana-mana siih 😀

Published by:
%d bloggers like this: