Momopururu » October 2012

Monthly Archives: October 2012

Lomba Blog

Harus Kerja Keras Lebih Mengagumkan Lagi

Saya gerah, gerah sekali melihat begitu lekatnya negara kita dengan korupsi. Korupsi seperti sudah menjadi bagian dalam kehidupan keseharian. Ya, selain kasus-kasus korupsi besar yang tengah dikerjakan dan diselidiki saat ini, betapa banyaknya kebiasaan dalam keseharian yang mengandung sikap korupsi.

Lihat saja dalam pengurusan surat apapun yang berhubungan dengan aparat pemerintahan. Masih saja saya sering mendengar dikenakan pungutan-pungutan dan semacamnya yang tidak resmi.

Maka, andaikan saja saya menjadi ketua KPK, insyaAllah saya akan menjalankan tugas-tugas yang diberikan sejalan dengan visi dan misi KPK.

Visi KPK 2011-2015:
“Menjadi lembaga penggerak pemberantasan korupsi yang berintegritas, efektif, dan efisien”.

Misi KPK adalah sebagai berikut:

  1. Melakukan koordinasi dengan instansi yang berwenang melakukan pemberantasan TPK;
  2. Melakukan supervisi terhadap instansi yang berwenang melakukan pemberantasan TPK;
  3. Melakukan penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan terhadap TPK;
  4. Melakukan tindakan-tindakan pencegahan TPK;
  5. Melakukan monitor terhadap penyelenggaraan pemerintahan negara

Ya, saya akan bertindak sesuai dengan misi KPK tersebut. Tindakan-tindakan saya antara lain:

1. Menyelesaikan kasus-kasus korupsi yang belum terselesaikan.

Case Closed

Case Closed

Seperti kasus korupsi simulator SIM, kasus korupsi wisma atlet yang melibatkan Angelina Sondakh, dan kasus-kasus besar lainnya. Lebih tegas lagi dengan segala peraturannya agar semua kasus terselesaikan secepatnya dan tidak terbengkalai terlalu lama sehingga dilupakan. Hal ini termasuk ke dalam misi KPK pertama, kedua, dan ketiga.

2. Meminta presiden yang nanti terpilih untuk mengganti seluruh jajaran kabinet yang dipimpinnya dengan orang-orang yang sama sekali tidak atau belum pernah terkena kasus korupsi.

Kabinet

Kabinet

Memang ketua KPK tidak berhak untuk menentukan siapa-siapa saja  yang berhak menduduki jajaran pemerintahan. Namun, dalam upaya menciptakan pemerintahan yang bersih, saya akan berusaha sekuat tenaga dan dengan segala upaya untuk merealisasikannya, salah satunya dengan menyarankan kepada presiden langsung.

Dan, mudah-mudahan presiden tersebut satu hati dengan saya sehingga pemerintahan yang bersih dan tegas dapat segera diciptakan. Kunci dari masyarakat yang bebas korupsi adalah pemerintahan yang bebas korupsi. Lingkaran setan korupsi harus diputus mulai dari pihak yang berwenang.

Dalam hal ini saya menyarankan agar Presiden dapat mencontoh kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz yang pada kepemimpinannya mengatasi korupsi dengan mengubah seluruh jajaran pemerintahannya. Dengan begitu, dalam 2 tahun kepemimpinannya, rakyatnya terbebas dari korupsi serta kemiskinan. Ya, dengan kata lain, korupsi juga dapat menyebabkan kemiskinan. Karena itulah korupsi harus segera ditangain dan dimusnahkan.

Jajaran pemerintahan tersebut juga harus mau merepotkan diri mengawasi secara langsung dengan melakukan sidak (inspeksi mendadak) ke jajaran pemerintahan di bawahnya. Tidak hanya mendengar laporan yang bisa dipalsukan, melainkan terjun langsung melihat realitas. Hal ini termasuk ke dalam misi KPK kelima mengenai monitor terhadap penyelenggaraan pemerintahan negara.

3. Melindungi masyarakat yang tegas terhadap petugas pemerintahan yang memungut uang bayaran lebih dengan alasan pengurusan administrasi yang lebih cepat.

Pungutan

Pungutan

Kita dapat menghimbau agar masyarakat dapat lebih tegas lagi dengan petugas2 pemerintahan. Apabila dimintai bayaran yang tidak termasuk ke dalam pungutan resmi, haruslah diabaikan. Hal tersebutlah yang membuat korupsi makin menjamur dan menjadi kebiasaan yang dimaklumi.

Saya punya pengalaman mengurus surat-menyurat seperti itu yang dimintai pungutan dengan alasan administrasi. Saat itu saya sudah mengecek bahwa hal yang saya urus tersebut seharusnya tidak membutuhkan biaya sama sekali. Maka ketika saya tanya apakah itu pungutan resmi atau bukan, petugas tersebut gugup dan tidak menjawab. Akhirnya saya tidak memberikan apa yang diminta dan langsung keluar begitu urusan sudah selesai.

Ada yang bilang anggap saja sebagai uang jasa. Tidak, saya tidak mentolerir sikap seperti itu. Sudah seharusnyalah petugas tersebut mengurus segala keperluan surat pemerintahan. Dan, petugas tersebut memang digaji untuk tugas itu. Jadi, tidak ada alasan apapun untuk memberikan uang lebih kepadanya demi alasan apapun ~apalagi alasan lebih cepatnya pengurusan surat tersebut 🙁

4. Memperbanyak penyuluhan-penyuluhan kepada masyarakat atas bahayanya korupsi. 

Penyuluhan

Penyuluhan

Dengan penyuluhan-penyuluhan tersebut, diharapkan masyarakat semakin menyadari akan bahayanya korupsi baik yang besar maupun yang kecil. Dari korupsi kecillah lahir korupsi yang lebih besar dan merugikan negara. Kegiatan penyuluhan seperti ini masuk ke dalam misi KPK yang keempat, yaitu melakukan pencegahan TPK.

5. Membuat program pemantauan sekolah-sekolah dan penyuluhan kepada murid-murid sekolah.

Anti-korupsi

Anti-korupsi

Bukan korupsi yang dipantau, melainkan kelakuan buruk seperti mencontek, mengambil uang bayaran/ gedung, dan kegiatan lain yang tidak jujur. Ya, dari sikap-sikap seperti itulah melahirkan sikap korupsi di masa depannya.

Dengan kegiatan pemantauan dan penyuluhan kepada murid-murid sekolah diharapkan akan tercipta generasi yang bersih dan selalu bersikap jujur dalam bermasyarakat. Tindakan seperti ini juga termasuk ke dalam misi KPK keempat.

6. Membuat penyuluhan kepada setiap kepala keluarga untuk selalu mengajarkan kejujuran dalam lingkungan keluarga maupun lingkungan bermasyarakat.

Ya, karena dari lingkungan keluargalah sikap seseorang dibentuk. Lingkungan terkecil ini menjadi titik awal dalam berperilaku di masyarakat. Lagi-lagi ini merupakan tindakan pencegahan yang mengacu kepada misi KPK keempat.

Kenapa saya lebih banyak memikirkan tindakan pencegahan? Karena lebih baik mencegah daripada mengobati bukan?

Saat ini, Indonesia sedang butuh diobati dalam hal korupsi. Namun, selain mengobati kenapa tidak untuk melakukan tindakan pencegahan juga? Demi menciptakan masa depan yang lebih baik, diawali dari menciptakan generasi yang lebih baik pula 😀

Dan, 6 hal tersebut bukanlah hal  yang mudah dilakukan. Sulit, ya akan sangat sulit sekali mengurusi begitu banyak kasus korupsi dan pencegahannya. Sulit bukan berarti tidak bisa. Akan membutuhkan tekad yang teguh serta kerja keras yang mengagumkan untuk menghasilkan Indonesia yang bersih dari korupsi.

Tapi, tidak ada hasil yang megagumkan tanpa kerja keras yang mengagumkan juga bukan?

Lomba Blog KPK

Published by:
Hobi

Bestfriends Ever

Ichigo

Ichigo ~Gema, me, Boay, Pipit, Ero, Dita~

Yup, we are bestfriends forever 😀

I met them since in highschool and we were having a lot in common, such as our thoughts, our attitudes, and also our activity in martial art. Yup, we were are doing Kempo.

Since it was a lot of fun to hang out together, we keep doing it trough the years. So no matter where we are, no matter how far we are, we still do the thing. Even though there is no chance to hang out, we still keep in touch everyday.

But now I’m married and be the most distant from anybody else. Yeah, they all are live in North Jakarta while we ~my husband and I~ are live in South Jakarta. ~not so far huh? :p

I do missing a lot of things we do together.

I miss having midnight shopping, I miss going to the carnival or any existing festival or something like that, I miss going somewhere spontaneously, I miss having holiday feast to somewhere, and any other things we do together.

OK, I still can do those things but not every single time they asked me, hehe.

Just keep ask me to hangout with you guys, once in a while I do really want to come and join you. Just like the last week when I spontaneously join you to eat at DBC Bogor 😀

DBC

DBC

Now, three of us has already married and two of us has already having a child ~hope Gema will having it too, soon, heheh~

Two of us who already have a child

Two of us who already have a child 😀

But you know what, those things really doesn’t change the fun of hang out together. Instead, we have more fun then before 😀

Published by:
Hobi Keluarga

MariPro Margonda, Depok

Foto Keluarga

Foto Keluarga

Berhubung kemarin kita foto keluarganya di sini ~mariPro Margonda~, saya cuma mau sharing pengalamannya aja ya. Ini kumpulan twitnya adik ipar saya semalem, pas dia lagi kesel-keselnya, hihihi.

Enjoy 😉

chirpstory

chirpstory

Sebenernya ini pelajaran juga sih buat kita. Ya pelajaran buat kita, pelajaran juga buat si pelaku bisnis ~dalam hal ini MariPro~

Buat kita, pelajarannya adalah, sebelum deal harus bener-bener ditanyain sampai detail banget.

Kesalahan kita kemarin itu kan karena gak nanya juga yang dikasih di CD nanti itu semua foto atau cuma yang dicetak makanya jadi kesel begini. Tapi, kita ga nanya hal itu karena berasumsi semua studio foto akan memberi copy-an foto yang mereka ‘jepret’ walaupun yang mau dicetak hanya beberapa. Soalnya pengalaman saya selama ini, di semua studio foto yang pernah saya datangi memang begitu sistemnya. Sebelumnya saya dan keluarga saya pernah foto keluarga 2x pun begitu, mereka ngasih copy-an semua fotonya ke kita walaupun yang dicetak cuma 1.

Buat si pelaku bisnis, harusnya mereka menjelaskan selengkap-lengkapnya kan yang bakal didapet si pelanggan itu apa aja.

Kalau kaya begini, menurut saya bukan infonya yang abu-abu, tapi malah gak lengkap. Karena mereka cuma menjelaskan foto 25x + 4x dicetak 5R + 1x dicetak 14R dan diframe + dapet CD foto. Mereka berasumsi pelanggannya akan mengerti CD foto yang didapet itu berisi hanya foto yang akan dicetak.

Guys, coba baca "Liburan Musim Dingin ke Jepang? Saya Mauu Melakukan 5 Aktivitas Wisata ini!" juga ya. Mohon bantuan untuk ngeshare postingan tersebut. Terima kasih ;)

Oh, ada 1 pelajaran lagi, jangan mengandalkan asumsi. Baik untuk kita maupun untuk si pelaku bisnis.

Eh, tapi beneran recommended banget loh ini MariPro buat hasil fotonya. Baguuusss… Adik ipar saya pun bilang begitu kan? heheh.

Published by:
Hobi

Good Bye Pink Touch 2

Yea, it was my last blog’s theme.

Actually, I’m still like it but I kind of want to change the scene of my blog. Does it change already?

pinktouch 2

pinktouch 2

Doesn’t change much ha? Yea, still the same tone, but the new theme is just more “girly”, haha. And yea, I have turned into more and more “girly” already, heheh.

Anyway, whatever the themes, this is me and this blog will always represents me, momopururu 😀

So, good bye pink touch 2 and welcome vintage camera ^^

Published by:
Keluarga

The Family Time

The big family time actually, hihi

Last weekend, my husband, Naia, and I were having a really good time with my husband’s family family in Kebagusan.

All was started at Saturday morning when we attended the ceremony of my husband’s cousin’s proposal ~Sarah~. Even though my father-in-law was at Semarang that time, the rest of us could still be there with my husband as a driver 😛

~She looked so pretty in pink.

Sarah's Proposal

Sarah’s Proposal

Sunday morning, my father-in-law has already home and we all planned that in the evening, we would have a family picture at professional photo studio.

There is a sad funny story about having a family picture. The plan of having family picture was already a month, since my sister-in-law having her graduation ceremony.

My father-in-law could not attend the graduation, so he promised to my sister-in-law to having her picture with parents on the other day along with family picture. Then, my mother-in-law we started to plan on having family picture on the weekend and started to pick the best professional photo studio.

So, last week we were having ourselves dressed up and going to photo studio, ready to have photo shoots. But, we were already too late for the shoot, the photo studio was already closed and finally we all just eat some dinner, haha. Yea, my sister-in-law was a bit disappointed. It showed from her face.

But, last Sunday was a GREAT day.

There were some fruits that haven’t been eaten, so in the afternoon we were having “rujakan”. After that, my husband and I made some instant noodles for the whole family.

Then, in the evening, we, once again, all dressed up for the photo shoot. These time, we were did the photo shoot, yeay. It was a fun time to having the photo shoot. The photographer was funny and easy going. We were felt satisfied.

After that, we managed to go to have some dinner. My father-in-law have already decided where to go, Margocity. Yap, we have some dinner at Margocity, yeay.

Having “rujakan”, instant noodles together, photo shoot, and some dinner. What a great weekend. 😀

~waw, writing in English is quite difficult now. I do really need to practice more.

Published by:
Lomba Blog

PLN Penerang Nusantara

Pada tahun 2010, saya pernah membaca CEO notes pak Dahlan Iskan yang berjudul “Resiko Dihujat” ketika beliau masih menjabat sebagai Dirut PLN. Yang paling tertanam saat itu ialah ceritanya mengenai petugas yang sedang memulihkan tiang listrik di bibir jurang yang dalam di tengah kegelapan malam yang berhujan.

Oke, mungkin gambarnya gak pas ya, hehe 😛

Kala itu, setiap di rumah saya terjadi pemadaman (kalau kata kami sih mati lampu :D), kami sekeluarga hanya bisa menghujat PLN. Tidak puas dengan hanya menghujat, kami pun selalu menghubungi PLN meminta kejelasan kenapa terjadi pemadaman dan sampai kapan pemadaman akan berlangsung.

Saat itu sama sekali tidak terbersit dalam benak saya bahwa mungkin saja terjadi kerusakan yang sangat sulit diperbaiki atau bahwa mungkin saja di luar sana petugas PLN sedang berupaya sekuat tenaga dan bersusah payah memperbaiki kerusakan yang ada.

Sejak membaca postingan tersebut, saya langsung merasa bersalah dan berpikir apabila yang sedang memperbaiki listrik di tepi jurang yang dalam dan di tengah hujan lebat seperti itu adalah keluarga saya, betapa sedih dan terharunya saya. Dan saya pastinya tidak akan serta merta menyalahkan dan menghujat PLN setiap kali ada pemadaman.

Ada satu lagi yang teringat juga sampai sekarang, yaitu semangat pak Dahlan Iskan dalam membuat PLN lebih terkenal dari Bandara Soekarno-Hatta.

Saya harus membuat PLN lebih terkenal daripada bandara Soekarno-Hatta. Dengan demikian kalau suatu saat ada mati lampu lagi di Bandara Soekarno-Hatta, orang tidak lagi menghujat PLN.

Dahlan Iskan

Dalam benak saya, terkenal di sini bukanlah sekedar terkenal, namun terkenal karena PLN berhasil bangkit dan menjadi perusahaan BUMN yang bersih dari korupsi serta kinerjanya sangat cemerlang.

Ya, semangat membara seperti itu tercermin dari tulisan dan hasil kerjanya.

Beliau menjadikan tulisannya sebagai bahan renungan dalam pedoman perilaku yang digunakan untuk dokumen pendukung diterapkannya Good Corporate Governance (GCG).

Bebaskan Indonesia dari kegelapan,

Bebaskan konsumen dari keluhan,

Bebaskan warga PLN dari cap yang hina ini:

Cap sebagai sarang korupsi

Cap sebagai pengemis subsidi

Penghisap uang negeri

Dahlan Iskan

GCG merupakan tata kelola suatu perusahaan secara baik. Dengan kata lain, GCG merupakan sistem dan cara suatu perusahaan dikelola dengan benar dan bersih. Sistem tersebut menyangkut berbagai aspek dan merupakan salah satu upaya dalam menjadikan perusahaan bebas dari korupsi.

Sampai saat ini, upaya PLN dalam menerapkan GCG sudah cukup baik dan transparan. Bukti ketransparanannya adalah disebarkannya dokumen-dokumen pendukung GCG dalam situsnya: http://www.pln.co.id/?p=6498. Dengan begitu, yang menjadi pengawas dalam penerapan GCG nantinya bukan hanya jajaran direksi PLN sendiri, melainkan semua yang membaca serta yang mempelajari dokumen tersebut.

Harapan saya? Pasti ada, apalagi untuk pemasok listrik negara seperti PLN ini. Namun, harapan saya tidaklah secemerlang harapan pak Dahlan Iskan juga bukanlah harapan yang muluk-muluk. Saya hanya berharap agar komitmen serta semangat PLN dalam menerapkan GCG akan terus terjaga. Jajaran direksi, staff, serta karyawannya dapat bertindak sesuai dengan pedoman perilaku yang telah dibuat dan disepakati.

Dan, saya juga terus berharap agar lebih banyak lagi karyawan-karyawan serta pemimpin-pemimpin berdedikasi seperti petugas yang memulihkan tiang listrik di bibir jurang yang dalam di tengah malam yang berhujan tersebut dan seperti pak Dahlan Iskan selaku mantan Dirut PLN.

Yap, harapan tersebut saya buat agar PLN dapat terus menjadi penerang nusantara kita ini dan menjadi sumber pelita di tengah kegelapan negeri ini 🙂

Published by:
%d bloggers like this: