Momopururu » December 2012

Monthly Archives: December 2012

Hobi

2012 in review

It’s WordPress annual report for my blog. Thanks WordPress 😉

Here’s an excerpt:

4,329 films were submitted to the 2012 Cannes Film Festival. This blog had 26,000 views in 2012. If each view were a film, this blog would power 6 Film Festivals

Click here to see the complete report.

Published by:
Keluarga

Kesalahan dalam Berkomunikasi dengan Anak

Sungguh tidak menyesal kemarin ikut workshop parenting bunda Elly Risman mengenai komunikasi pengasuhan anak yang efektif.

Jadi ceritanya hari Rabu atau Kamis kemarin suami nemu iklan workshop parenting yang diadain hari Sabtu mengenai komunikasi pengasuhan anak yang efektif. Nah, awalnya kita cuma mau menginformasikan kaka saya yang sudah punya anak 3 untuk ikutan itu. Lumayan kan, toh bayarnya gak mahal-mahal amat, cukup 50ribu.

Workshop Parenting

Workshop Parenting

Begitu kaka saya daftar, kita pikir kenapa kita juga gak ikutan aja, gak ada salahnya tuh. Oke, jadi kita bertiga deh yang ikutan. Dan kebetulan saya dan suami juga belum pernah hadir di workshop atau seminar parenting kaya gini.

Jangan remehkan workshop2 atau seminar2 parenting loh. Karena, gak ada kan sekolah untuk jadi orangtua? Jadi darimana lagi kita bisa dapet ilmu parenting kaya gini. Dari orang tua, oke. Tapi ada beberapa hal yang perlu diubah sih dari pengasuhan orangtua. Karena, orangtua mengasuh kita pada zamannya, sedangkan kita mengasuh anak-anak kita untuk zaman mereka nantinya, yang kita sendiri belum tau akan seperti apa. Dari internet juga banyak sih. Tapi menurut saya seminar2 parenting kaya gini lebih melengkapi lagi.

Sebetulnya saya cuma mau sharing tentang apa yang paling saya inget kemarin, tapi sekalian aja ah, summarize materi workshopnya kemarin 😀

Jadi, intinya kemarin itu membicarakan mengenai 10 kekeliruan dalam berkomunikasi dengan anak dan cara mengatasinya. Ini dia 10 hal itu:

1. Bicara tergesa-gesa. Gaya seperti ini menyebabkan anak tidak mengerti dan menangkap maksud dari pembicaraan kita sehingga mereka akan mengacuhkan apa yang kita bicarakan. Nah, untuk mengatasinya ya pastinya bicara pelan-pelan dan di waktu yang tepat.

2. Tidak kenal diri sendiri. Nah, kalau tidak kenal diri sendiri bagaimana kita mau mengenal anak kita kan? hehe. Intinya kita harus mengenal diri kita sendiri dulu. Tau siapa kita, apa kelebihan dan kekurangan kita, serta hal-hal kecil yang membentuk pribadi kita. Dengan begitu, kita bisa mengenal dan bisa mengerti anak kita nantinya.

3. Lupa: Setiap individu unik. Yap, kadang-kadang sebagai orangtua kita lupa kalau setiap individu itu unik jadi sering membanding-bandingkan anak yang satu dengan yang lainnya. Padahal ya gak bisa dibandingkan, karena setiap anak ya pasti berbeda karena mereka unik. Jadi, selalu tanamkan dalam otak kita bahwa setiap individu itu unik.

4. Perbedaan: “Needs & Wants!” Terkadang kita juga gak bisa membedakan mana yang menjadi kebutuhan mereka dan mana  yang menjadi keinginan kita sehingga kita sering memaksakan apa yang kita mau terhadap anak. Ada baiknya kita harus lebih memahami bahwa keinginan dan kebutuhan itu sebenarnya berbeda.

5. Tidak membaca bahasa tubuh. Yap, bahasa tubuh adalah salah satu cara untuk menyampaikan perasaan. Jadi, kalau kita mengacuhkan bahasa tubuh anak, bagaimana kita bisa mengerti dan anak itu bisa berkomunikasi dengan kita? Pelajarilah bahasa tubuh orang lain untuk bisa memahami perasaannya.

6. Tidak mendengar perasaan. Nah, yang ini agak berhubungan dengan no. 5. Kalau kita sudah tidak membaca bahasa tubuh, kita jadi tidak bisa mendengar apa yang mereka rasakan. Maka, jika bahasa tubuh sudah bisa kita kenali, kita bisa mengetahui apa yang mereka rasakan sehingga bisa membuka jalur komunikasi. Tanya dan tebak perasaan yang sedang mereka rasakan. Contoh: “Capek ya?” “Kesal?” “Wah, tega ya?”

7. Kurang mendengar aktif. Biasanya sebelum anak menyampaikan atau cerita mengenai dirinya, kita sudah memotong pembicaraannya dengan aturan2 kita. Inilah yang membuat mereka jadi tidak membuka komunikasi dengan kita, kita duluan yang menutupnya. So, jadilah pendengar yang lebih aktif, sabarlah mendengarkan cerita-cerita dan keluhan-keluhan anak.

8. Menggunakan 12 gaya populer. Yang termasuk dalam 12 gaya populer itu adalah: a.) memerintah, b.) menyalahkan, c.) meremehkan, d.) membandingkan, e.) mencap / label, f.) mengancam, g.) menasehati, h.) membohongi, i.) menghibur, j.) mengkritik, k.) menyindir, l.) menganalisa. Nah, kalau kita menerapkan itu semua, akibatnya anak jadi tidak percaya diri. Jadi, hindari 12 gaya populer ini ya 😀

9. Tidak memisahkan masalah siapa. Seringkali kita ikut campur masalah anak dan menyelesaikannya. Padahal dalam masalah itulah mereka bisa belajar bertanggung jawab dan memutuskan yang terbaik. Anak perlu dilatih untuk BMM (Berfikir – Memilih – Mengambil keputusan). Jadi kitapun harus belajar memisahkan masalah anak dan masalah kita sendiri.

10. Selalu menyampaikan pesan “Kamu”. Hal itu mengesankan dia akan selalu salah. Walaupun maksud kita benar, tapi yang ditangkap oleh mereka adalah mereka salah. Belajarlah menyampaikan pesan “Saya”. Contohnya: “Saya (mama/papa) marah kalau kamu pulang larut malam karena mama khawatir ada apa-apa dengan kamu.”

Heheh, itu semua kira-kira yang kemarin disampaikan, sedikit sih. Emang paling enak ikutan workshopnya, jadi semuanya bisa lebih jelas 😀

Nah, yang paling saya ingat dari workshop kemarin saya pisah aja ah, kepanjangan dijadiin satu postingan 😛

Published by:
Hobi Pribadi

Working Home Mom

Apakah sekarang saya sukses? Tentu saja.!

Sekilas mengenai masa lalu *hayah*

Saya lulus dari Universitas Indonesia jurusan Ilmu Komputer pada tahun 2010 lalu. Pada waktu kuliah, saya adalah orang yang tidak begitu serius menjalani segalanya.

Kenapa begitu?

Karena saya memiliki 1 perasaan yang sangat mengganjal, yaitu tidak memiliki tujuan hidup atau impian selanjutnya :(. Ya, sejak kecil impian saya adalah bisa memasuki bangku perkuliahan di Universitas Indonesia, bahkan ada tingkatan-tingkatannya. Sejak dari SD, saya sudah berangan-angan untuk bisa masuk SMP 30 (SMP favorit di daerah saya, Jakarta Utara), SMA 13 (SMA favorit juga di daerah saya :D), serta kuliah di Universitas Indonesia ~jurusannya terserah~, hehe.

Dan, semuanya tercapai. Jadilah waktu itu saya terlalu senang hingga tidak bisa lagi memikirkan impian saya selanjutnya.

Selain itu, saya juga orang  yang kurang bisa membagi waktu. Jadi, selama kuliah pun saya tetap mengikuti kegiatan bela diri Kempo yang saya ikuti sejak SMA dan akhirnya 2-2nya keteteran, hiks.

Begitu memasuki semester terakhir dan harus memilih ingin lulus dengan jalur apa (di Fasilkom ada 3 jalur kelulusan, Tugas Akhir (TA), Student Project (SP) berkelompok, atau hanya menggenapkan SKS yang ditentukan), saya bingung. Akhirnya saya memilih untuk mengambil Tugas Akhir yang bisa dikerjakan sendiri.

Tapi sayangnya pembuatan Tugas Akhir itu berbarengan dengan diterimanya saya menjadi tim Pelatda Kempo DKI. Jadilah saya jarang sekali mengerjakan TA dan akhirnya harus diulang. Tapi, semester selanjutnya, mengulang TA tidak berpengaruh apa-apa. TA saya tetap belum selesai dan sayapun tidak terpilih menjadi salah satu atlet yang bertanding di Bali (waktu itu ada kejuaraan Indonesia open). Sediih banget waktu saya tidak terpilih itu. Tapi akhirnya saya tetap diberangkatkan ke Bali untuk mempelajari situasi kejuaraan besar. Apalagi ada kejuaraan internasional juga selain Indonesia open itu 😀

Akhirnya saya mengambil 1 semester tambahan lagi sambil bertekad untuk harus bisa lulus. Tapi kali ini saya menyerah dengan TA dan memutuskan untuk menggenapkan SKS saja sambil bekerja di perusahaan web consulting milik teman saya. Selain itu saya akhirnya mengundurkan diri dari tim Pelatda DKI. Di sini saya hanya ingin membebaskan diri dari hal-hal yang telah memberatkan sih sebenarnya. Jadi, semuanya saya lepas dan mencari lingkungan baru.

Nah, selama menjalani semester inilah saya berpikir nantinya saya ingin bisa menjadi freelancer web developer saja dan bekerja dari rumah sambil mengurus anak dengan tangan saya sendiri. Saya membayangkan betapa enaknya bekerja seperti itu 😀

Daan, di tahun 2010 akhirnya saya lulus. Tahun berikutnya, 2011, saya akhirnya menikah dengan teman saya, Ilman Akbar, salah satu pemilik usaha web consultant tempat saya bekerja itu, hehe. Oiya, sayangnya usaha web consultant itu sekarang sudah tidak ada, hiks T_T

Sekarang, setahun lebih saya telah menikah dan inilah saya, menjadi freelancer web developer dan sudah memiliki anak serta mengurusnya dengan tangan saya sendiri. Impian saya waktu itu rasanya sudah tercapai dalam waktu singkat, senangnyaaa.. (^_^)/

Yap, hal tersebut adalah kesuksesan untuk saya, bisa menjadi working home mom buat anak saya dan menjadi manajer keuangan buat keluarga saya 😀

Tapi sekarang saya sudah mempunyai impian lain lagi dan semoga saya bisa bekerja lebih keras lagi untuk menggapainya, Amiiin 😀

Published by:
Uncategorized

Ibu Ainun Habibie

It’s the note of mrs. Ainun Habibie 😀

Mengapa saya tidak bekerja?
Bukankah saya dokter? Memang.
Dan sangat mungkin saya bekerja waktu itu.
Namun saya pikir : buat apa uang tambahan dan kepuasan batin yg barangkali cukup banyak itu jika akhirnya diberikan pada seorang perawat pengasuh anak bergaji tinggi dengan resiko kami kehilangan kedekatan pada anak sendiri? Apa artinya tambahan uang dan kepuasan profesional jika akhirnya anak saya
tidak dapat saya timang sendiri, saya bentuk pribadinya sendiri ? Anak saya akan tidak memiliki ibu.
Seimbangkah anak kehilangan ibu bapak, seimbangkah orang tua kehilangan anak, dengan uang dan kepuasan pribadi
tambahan karena bekerja? Itulah sebabnya saya memutuskan menerima hidup pas-pasan. Bertahun- tahun kami bertiga hidup begitu.”
Jangan biarkan Anak-anak mu hanya bersama pengasuh mereka.

Bagaimana bila dibantu pengasuhan dengan kakek neneknya?

~ Sudah cukup rasanya membebani orangtua dengan mengurus kita sejak lahir sampai berumah tangga.
Kapan lagi kita mau memberikan kesempatan kepada orangtua untuk penuh beribadah sepanjang waktu di hari tuanya.
Mudah2an ini bisa jadi penyemangat dan jawaban utk ibu-ibu berijazah yang rela berkorban demi keluarga & anak2nya.
Karena ingin Rumah Tangganya tetap terjaga & anak2 bisa tumbuh dgn penuh perhatian, tdk hanya dalam hal akademik, tp jg utk mendidik agamanya, karena itulah sejatinya peran orangtua.

Belajar dari kesuksesan orang2 hebat, selalu ada pengorbanan dari orang2 yang berada dibelakangnya, yang mungkin namanya tidak pernah tertulis dalam sejarah.

Berbanggalah Engkau sang Ibu Rumah Tangga, karena itulah pekerjaan seorang wanita yg paling mulia. 🙂

Published by:
Hobi

Beberapa Lomba Blog yang Saya Ikuti

Urutin dari yang pertama kali saya ikutin aah 😀

  1. Lomba blog BCA, berbagi cerita bersama BCA. Yap, ini percobaan pertama saya ikutan lomba blog dan berhasil menang jadi juara 3, senangnyaa. Gara-gara ini nih saya jadi ketagihan ikutan lomba blog 😛 Oiya, tulisan yang saya buat judulnya “Rumah Impian“.
  2. Restoran favorit dari streetdirectory. Saya kurang beruntung nih, hehehe. Padahal hadiahnya cukup banyak, tapi gak dapet satupun 😛 Gapapa lah yaaa, toh saya memang hobi ngeblog plus pizza hut memang restoran favorit saya, asli, suer, gak boong *penting*. Judul tulisan yang saya bikin “Pizza Hut Kapan Saja“.
  3. Lomba blog Indonesia Berkibar. Temanya guruku pahlawanku dan saya menulis tentang Bapak Anies Baswedan. Lagi-lagi saya belum beruntung, hehe. Tapi berhubung saya benar-benar sangat mengidolakan Pak Anies Baswedan, jadilah saya menulis tentang beliau walaupun saya tidak pernah diajar ataupun dibimbing olehnya. Saya puas menulis tentang dia, dan walaupun gak berhasil menang, saya senang 😀
  4. Lomba blog PLN. Hadiahnya lumayan banget, motor scoopy. Saya bikin tulisan “PLN Penerang Nusantara” tapi lagi-lagi saya gak beruntung. Tapi lagi-lagi gapapa, yang penting ngeblog 😀
  5. Andai aku jadi ketua KPK. Yup, lomba ini dari KPK, dan saya kemarin termasuk yang diundang ke acara temu bloggernya. Kayanya yang di Jakarta emang diundang semua ya 😀 Lagi-lagi belum beruntung. Tapi saya menulis postingan kali ini dengan sepenuh hati dan sungguh-sungguh loh, beneran pengen ngelakuin itu semua deh. Semoga ketua KPK yang sekarang bisa membaca aspirasi saya yah dari blog itu. Oiya, judulnya “Harus Kerja Keras Lebih Mengagumkan Lagi
  6. Kali ini lomba yang diadain VOA. Saya membaca artikel VOA dan mengulasnya di artikel “Belajar Bahasa Inggris Sejak Dini“.
  7. Yang ini sebenernya lomba SEO, tapi yaa kan di blog juga yaa, hehehe. Lomba dari situs jual beli baru ~one stop shopping online sih~ ekiosku.com. Nah, berhubung lomba SEO, jadi judulnya saya samain dengan keyword deh, “Ekiosku.com Jual Beli Online Aman Menyenangkan

Ikut lomba-lomba blog begini cukup mengasah kemampuan menulis sih sebenernya. Dengan begini, saya pengen ikutan lomba blog lagi kalo ada ah. Hitung-hitung saya harus terus mengasah kemampuan menulis, berhubung udah jadi hobi 😀

*lagi iseng bener padahal banyak kerjaan ‘-_-

Published by:
Uncategorized

Recently Liked

Running man 😀

Running Man

Running Man

http://kshowonline.com/category/2/running-man

I heard this show from my bestfriends, they said I should watch the show because it’s so funny and so entertaining. The episode I watched for the first time is not so funny at the beginning, so I skipped those and loosing the will to watch the show. But, there is sometimes I feel so bored, then I tried another episode of them. And, the result is, I completely fall in love with the show XP

The guest that I like so much is Yong Hwa, hihi

Published by:
%d bloggers like this: