Momopururu » June 2013

Monthly Archives: June 2013

Form Checkout Didn’t Displayed

So, I have a problem with my website yesterday. The problem is, the form checkout at checkout page didn’t displayed. Even though the products and the shipping was showed up, the checkout form which contain the information of customer was not visible or it was being hidden.

I’ve tried to look up the style.css to see if I made something’s visibility is hidden then would make it visible. But it didn’t worked. I’ve tried to changed the themes into the older version of it ~off course I backed up the themes first~. But it didn’t worked either.

So I tried to googled those error and I found something funny. The simple solution of the error. How is it?

Go to the settings -> store from your dashboard, then pick the shipping tab. Choose no in “Use Shipping”. Yap, I thought it was impossible too, but there was worth trying. So, I’ve got a little surprise that it was worked for my website too.

Then I was deactivating my shipping plugin to reactivated it again to refresh the plugin. After that, I changed the status in “Use Shipping” into yes. And now, there is no hidden content at checkout page anymore 😀

Checkout Page

Checkout Page

Published by:
Keluarga

2 Hari Lagi

Yak, gagal sudah target saya untuk menulis selama 30 hari. Waktu itu 4 hari berturut-turut saya nulis blog, sekedar mengisi waktu sekaligus memang ada yang ditulis. Karena itu, saya jadi menargetkan jadi 30 hari berturut-turut mau nulis di blog. Etapi ternyata cuma bertahan sampai hari senin minggu lalu saja, waktu baru 7 hari berturut-turut.

Lumayan sih, seminggu bisa saya jalani. Tapi kalau terputus begini, ya jadinya mesti ngulang lagi 😛

Oke, bukan itu yang mau saya omongin, hehehe. 2 hari lagi ada apa?

2

2 tahun yang lalu, hari ini jantung berdegup sangat kencang membayangkan 2 hari lagi akan berganti status. Hari ini, jantung masih berdegup kencang membayangkan apa yang sudah dan yang akan kita lalui setelah 2 tahun pernikahan ini ~2 hari lagi~.

2 tahun bukan waktu yang lama. Dalam 2 tahun ini kami diberikan anugerah yang begitu besar yang membuat waktu terasa cepat sekali berlalu. Naia namanya. Melihatnya dan mendidiknya selama setahun ini membuat kita benar-benar merasakan betapa besarnya kasih sayang orangtua terhadap kita dan membuat kita semakin sayang kepada orangtua.

Dan bukan juga waktu yang cepat. Banyak hal yang berubah selama 2 tahun ini, status, pekerjaan, tanggung jawab, juga pola pikir. Lamanya waktu 2 tahun membuat kita belajar banyak hal lagi. Tanggung jawab lebih berat lagi karena sejak 1 tahun yang lalu status saya bertambah, selain menjadi istri, saya juga menjadi ibu. Pola pikir berubah menjadi semakin realistis.

Sudah 2 tahun ternyata, dan waktu sangat cepat berlalu. Semoga pernikahan ini bisa selalu dipenuhi keberkahan dan bertahan selamanya. Aamiin

Published by:

Beberapa Plugin WordPress

Saya jaraaang banget ngomongin tentang kerjaan di blog ini. Tapi, sekali-sekali mau ah ngomongin hal yang berhubungan sama kerjaan 😀

Kebetulan saya sedang membuat e-commerce web untuk teman saya, Restu Anggraini. Dan, kebetulan juga webnya menggunakan WordPress dengan bantuan plugin WP-eCommerce. Yap, dia adalah seorang muslimah fashion designer dan yang saya kerjakan adalah web untuk brandnya sekaligus toko online.

restuanggraini.com

restuanggraini.com

Nah, saya gak mau panjang lebar memberi kuliah bagaimana cara membuat website ecommerce, saya cuman mau sharing plugin-plugin yang bisa berguna dalam pembuatan ecommerce web seperti ini, khususnya plugin yang compatible dengan WP-eCommerce itu sendiri yaa. Karena bisa dibilang plugin utamanya ya WP-eCommerce.

  1. JNE-IndoshippingPlugin JNE-Indoshipping ini berguna untuk menampilkan tarif JNE, tapi pake database sendiri yang bisa diimport filenya. Pokoknya enak pakenya dan pengaturannya gampang deh. Bisa mengakomodir multiple tarif juga. OKE, Reguler, dan YES maksudnya, karena itu termasuk dalam pelayanan JNE kan? hehe
  2. WP-eCommerce Dynamic Gallery. Plugin ini fungsinya untuk menampilkan galeri yang ciamik *halah*. Galerinya ditampilkan dalam bentuk slider dan ada kontrolernya. Lalu, galerinya juga bisa memuat banyak gambar. Pada pembuatan web ecommerce saya sebelumnya, di salsabeelashop, saya gak pake plugin ini tapi coding sendiri, dan hasilnya juga lumayan sih. Tapi, kalau ada yang lebih mudah dan tidak merepotkan akan lebih baik kan? 😛

Eh, untuk yang compatible sama WP-eCommerce ternyata cuma 2 itu deng, selanjutnya ini plugin yang menurut saya menarik, berguna, dan bagus, hehe.

  1. Contact Form 7. Plugin ini bisa digunakan untuk membuat form-form apa saja di dalam halaman wordpress. Dalam pembuatan web ecommerce, biasanya saya menggunakan plugin ini untuk membuat form konfirmasi pembayaran.
  2. Content Slide. Plugin ini biasanya saya gunakan untuk membuat halaman home yang memiliki slider gambar. Sebenarnya untuk memudahkan saja apabila saya menggunakan themes yang tidak mengakomodir adanya slider di homepage. Cukup mudah dan pengaturannya lengkap banget walaupun gratis, hehe.
  3. Follow. Yap, sesuai dengan namanya, plugin ini untuk menampilkan tombol follow di web kita. Fungsinya mirip-mirip lah dengan subscribe 😀
  4. jQuery Lightbox For Native Galleries. Plugin ini untuk memberikan efek fancybox ke dalam galeri yang kita buat. Seperti yang telah kita tau, WordPress memang menyediakan pengaturan galeri. Nah, plugin ini bisa berfungsi di galeri default-nya WordPress.
  5. WP Maintenance Mode. Hehe, sesuai namanya lagi, plugin ini dimaksudkan untuk menampilkan tampilan maintenance. Jadi, misalkan kita sedang mengedit themes baru dan ingin men-disable web kita sementara, gunakan saja plugin ini agar tampilan yang muncul itu pemberitahuan kalau web kita sedang dalam pemeliharaan 😀
  6. Youtube Channel Gallery. Yang ini untuk menampilkan beberapa video dari channel youtube tertentu. Jadi kalau untuk membuat video, kita tidak perlu menghabiskan ruang di hosting, tinggal upload ke youtube, lalu pakai deh plugin ini untuk menampilkan video-video youtube dari channel kita itu di website kita, mudah lho. Ini contoh tampilan video di web restuanggraini.com yang diambil dari channel hijup. Oiya, channel hijup di web itu cuma sementara aja, sebagai pengisi konten sebelum webnya resmi diluncurkan, hehe.
Halaman Video restuanggraini.com

Halaman Video restuanggraini.com

Kalau untuk webstore yang saya miliki, yaitu hijaiya, saya menggunakan WordPress juga, namun plugin storenya menggunakan woocommerce. Yang itu sebenernya saya coba-coba etapi ternyata bagus juga, gak kalah dengan WP-eCommerce 😀

Published by:

Sekedar Update Blog

Yap, demi memenuhi keinginan buat jadiin 30 hari berturut-turut ngeblog, saya sempatkan menulis hari ini di penghujung hari 😀

Jadi, hari ini adik ipar saya berulang tahun ke-18 dan seperti tradisi di keluarga suami, setiap ada anggota keluarga yg berulang tahun, kami sempatkan untuk makan bersama, entah di restoran ataupun delivery ke rumah. Biasanya kami melakukan itu di malam hari, tapi karena hari ini ada motoGP dan mertua saya sama sekali tidak ingin melewatkan itu, jadi jadwal makannya diimprovisasi jadi makan siang, hehehe.

Berhubung hari ini hari minggu juga dan belum ada yg punya rencana apa2, ya akhirnya jalan deh siang tadi ke pejaten village. Dari rumah belum memutuskan ingin makan dimana, baru saat sampai di sana kita memutuskan untuk makan di restoran secret recipe.

Saya dan suami baru 1 kali pernah makan di situ dan kami sangat puas akan makanannya, jadi kamilah yg merekomendasikan itu ke mereka, hehe. Dan, mereka mau, horee.

Kali ini Naia sudah bisa makan sendiri, hihi. Di secret recipe ada menu untuk anak kecil juga, jadi kami pesan menu kids itu deh, fish & chips kids judulnya. Kami putuskan makanan yg bisa dipegang karena Naia suka banget makan sendiri dan baru bisa menggunakan tangan.

Karena daging ikannya lembut banget, dan ada kentang gorengnya, Naia memegang kentang goreng sambil saya suapi daging ikannya, dan dia hampir menghabiskan makanannya. Alhamdulillah, Naia suka 🙂

Published by:
Keluarga

Naia’s Update

Selain sudah resmi bisa jalan, dia sekarang udah banyak banget lho ngocehnya. Walaupun gak sejelas anak tetangga sih ngocehnya, tapi tetep aja anak sendiri paling lucu! 😛

Jadi, anak tetangga itu seusia Naia, belum bisa jalan, tapi ngomongnya itu loh, udah hampir faseh *halah*. Tapi Naia itu emang gak suka ngomong yang ngikutin kata-kata orang, tapi dia lebih ke ngoceh-ngoceh atau nyanyi-nyanyi sendiri aja. Nah, anak tetangga bisa ngikutin kata-kata orang, dan nyarisss sama, yaa cadel-cadelnya anak kecil laah.

Balik lagi ke Naia. Si Naia kalo nemu bukunya dia, suka langsung dibuka di halaman random dan langsung ngoceh-ngoceh dan setelah itu tertawa sambil melihat saya, hihihi. Gayanya itu kaya nunjukin kalau dia sedang menceritakan sesuatu ke saya dan melihat respon saya sambil tertawa lucu.

Dan Naia sekarang sudah dengan pasti mengerti perkataan orang.! Contohnya apa? Kalau saya misalnya bilang “makan yuuk Naia, Naia duduk yaa tapinya”, dia langsung menuju kursi makannya.

Berikutnya lagi, kalau dia nemu sampah di tengah jalan, dia langsung nunjukin ke saya atau papanya lalu kita bilang “apa itu? sampah ya? buang yuk di tempat sampah”, dia langsung menuju dapur rumah.! Iya, walaupun dia di luar rumah, dia akan jalan ke dapur rumah untuk membuang sampah di tempat sampah kita, hihi.

Terus lagi, kalau kita bilang “tiger dimana yaa?” *tiger itu nama mainannya*, dia langsung nunjuk2 dan dengan tampang bingung sambil nengok-nengok atau nyari di sekitar rumah. Begitu juga dengan gulingnya. Kalau sudah mau tidur, kita bilang “gulingnya mana?” dia menunjuk ke arah guling kecilnya dan disamperin untuk akhirnya dimainin di kakinya, haha.

Oiya, tandanya dia mengerti perkataan kita juga terlihat dari kalau kita tanya ke dia “kepala mana kepala?” atau “kaki mana kaki?”, dia akan langsung menunjuk kepala atau kakinya. Begitu juga dengan anggota tubuh yang lainnya sih, tapi ya belum semua, baru sedikit 😀

Punya anak itu bener-bener pencerah hati yah, penyejuk mata ^^

Published by:
Hobi Pribadi

Baju Kantor Untuk di Rumah

Jadi ceritanya saya ikutan kuliah online ibu profesional hari Rabu kemarin. Nah, di kuliah itu sebenarnya bertema komunikasi produktif dan membicarakan seputar komunikasi, ya terhadap pasangan maupun terhadap anak.

Tapi, saya tertarik dengan 1 ide yang dimunculkan saat itu, yaitu menggunakan pakaian kerja ketika di rumah. Idenya sih 7to7, maksudnya jam 7 pagi sampai jam 7 malam kita, para ibu-ibu profesional ini, menggunakan pakaian kerjanya kembali walaupun sudah bekerja dari rumah.

Awalnya saya gak percaya, masa ada sih ibu-ibu yang kayak gitu. Males banget kan pake-pake baju pergi saat di rumah, gerah, gak nyantai gitu 😛

Etapi ternyata yang ngikut kuliahnya ada yang cerita dia sudah mempraktekkan hal itu lumayan lama. Dan yang memberi kuliahpun juga begitu, haha. Terus, alasannya bagus juga sih, kalau ada tamu, kita langsung bisa menyambut tanpa repot-repot nyari jilbab kesana-kemari, hihihi.

Dan ternyata itu emang programnya ibu profesional dari bulan April, hahaha. Pantes aja udah ada yang mempraktekkan. Dan lagi, sebenarnya itu dijadiin kompetisi juga, aaak, saya kelewatan..!! hiks.

7to7

7to7

Terus saya juga jadi berpikir, “bener juga si, mungkin dengan begitu bisa jadi lebih produktif juga di rumah, saya praktekkan aah”. Walaupun kelewatan event-nya, biar aja ah, memulai kebiasaan baik gak ada kata terlambat, hehe. Hari Rabu itu setelah kuliah saya mulai berpakaian lebih rapi di rumah, tapi masih ragu, hehe.

Hari kamis, kemarin, saya kembali mencoba mempraktekkan itu kembali. Berhasil, tapi belum pake jilbab, hihi. Masih males, jadi kalo ada orang tinggal ambil bergo ~jilbab instan~

Naah, mulai hari iniii, saya mau mulai deh nambahin pakai jilbab juga. Yaa, itung-itung mengantar suami yang berangkat kerja dengan cantik. Mudah-mudahan nanti menyambut kepulangan suami pun masih cantik *PeDeee* 😛

Baju Pergi

Baju Pergi

Ah iya, sebenernya bukan baju kantoran juga sih, saya cuman pake baju untuk pergi aja. Ya secara saya sebelum-sebelumnya ngantor juga di tempat yang bajunya bebas, gak strict baju kantor super rapih. Dan itu cuman buat difoto aja saya tambahin jilbab biru, padahal aslinya, di rumah cuma pakai jilbab yang hitamnya saja 😛

Published by:
%d bloggers like this: