Momopururu » August 2013

Monthly Archives: August 2013

Uncategorized

Menuruti Orangtua

Menuruti orangtua itu banyak hikmahnya. Dan juga berkah. Saya dan suami membuktikannya malam ini.

Jadi malam ini ada acara pernikahan teman di taman mini. Alangkah lebih dekat kalau kita berangkat ke acara itu dari rumah kontrakan kita di pasar minggu.

Tapi… Karena kita sudah cukup lama tidak berkunjung ke rumah orangtua saya di priuk, jadilah saya dan suami memutuskan untuk menginap di priuk saja sampai besok dengan tetap akan ke acara tersebut dari priuk. Jauuh yah. Apalah artinya jarak untuk menyenangkan orang yang kita cintai *cieeeh*.

Nah, saat saya menyampaikan ke ibu saya kami mau ke acara pernikahan itu, ibu saya menyarankan agar kami berangkat setelah sholat ashar saja agar tidak pulang terlalu malam. Awalnya saya dan suami mau berangkat setelah maghrib, tapi dipikir2 benar juga sih sarannya. Dengan mempertimbangkan lalu lintas juga, kami menuruti saran itu deh, walaupun akhirnya tetap berangkat jam 5 sore.

Alhamdulillah lalu lintas saat kami berangkat itu lancaar jaya, jadi sampai di taman mini baru jam 6.15 sore. Suami bisa sholat dulu *kebetulan saya sedang libur sholat :D* dan kita bisa bersantai sejenak.

Ngomong-ngomong berkah, banyak banget yang kami dapatkan karena berangkat lebih awal. Kalau dituliskan, inilah berkah yg kami dapatkan malam ini:

1. Jalan2. Hihi, jalan2 sekeluarga itu memang sesuatu banget xp. Jadi merasa family time banget.
2. Malam mingguan. Haha, awalnya gk engeh kalau sekarang malam minggu, tapi pas bersantai sejenak karena datang awal jadi terpikir dan senyum2 berdua deh πŸ˜€
3. Reuni/ silaturahmi. Iya banget nih, jadi kaya reuni fasilkom, secara berhubung yg menikah itu “orangtua” dan “anak” kita, hehe. Sesama angkatan ganjil, yg satu mendidik angkatan saya dan suami, yg satu lagi angkatan yg kita didik.
4. Makan enak. Acara pernikahan itu emang satu paket dengan makan enak kan? Hehehe
5. Kembang api. Ini salah satu acara yang bikin acara pernikahan ini beda dari yang lain.
6. Boneka. Ini satu lagi yang bikin beda dari yg lain. Mereka bagi-bagi 10 buah boneka dan saya dapet satuuu, buat Naia doonk pastinya πŸ˜€

image

Boneka Gratisan XP

Yg terakhir, pernikahannya berbeda dari biasanya jadi memberikan kesan tersendiri dan pastinya akan diingat terus πŸ˜‰

Nah yg paling utama…

Kalau kita berangkat sedikit lebih lama saja, kita tidak akan sampai secepat itu dan tidak bisa bersantai deh. Berhubung yang mengadakan acara pernikahan di taman mini itu banyak, jadi sedikit lebih lama lagi akan lebih banyak mobil dan membuat lalu lintas menjadi macet. Dan memang itu yang terjadi, jalanan macet cet cet.

Ada seorang teman yang menghabiskan waktu 2 jam untuk menuju tempat acara padahal hanya dari daerah Depok. Ada lagi 2 orang yang akhirnya terpaksa membatalkan kehadirannya, padahal mereka sudah berada di sekitaran taman mini.

Karena menuruti orangtua,kami jadi tidak terkena macet sama sekali. Jalanan pergi dan pulang lancaar jaya jadi kami bisa mendapatkan berkah sebanyak itu *malam penuh berkah doonk xp

Alhamdulillah yah.

Published by:
Parenting

[Parenting] Tujuan Pengasuhan

Pertama-tama saya mau mendeklarasikan kalau saya pengen secara aktif memposting hal yang berhubungan dengan parenting. Tujuannya, selain lahan saya belajar ~jadi kalo baca-baca hal parenting dari artikel-artikel mana aja langsung aja saya simpen linknya dan saya reblog dengan bahasa saya sendiri biar lebih paham~ bisa juga lahan buat pengunjung blog saya untuk belajar ilmu parenting juga. Mudah-mudahan dengan bertambahnya konten parenting gini makin banyak orangtua-orangtua muda yang aware akan pentingnya pengasuhan anak.

Kenapa sih pengasuhan anak penting banget? Iya donk, anak itu masa depan kita, masa depan bangsa juga. Mau dibawa kemana bangsa kita kalau kita mengasuh anak dengan sembarangan?

Saya punya tujuan untuk membentuk Indonesia yang lebih baik lagi dari sekarang dengan pelan-pelan menghilangkan KKN dan segala hal buruk yang terjadi di Indonesia. Nah, saya gak bisa sendirian, jadi saya ingin generasi setelah saya juga seperti itu, saya ingin melatih mereka menjadi orang yang lebih bertanggung jawab, peduli, serta mementingkan kebenaran BUKAN mementingkan diri sendiri. Jadi di tangan generasi peneruslah bisa kita serahkan Indonesia dengan tenang. Dengan membentuk generasi masa depan yang baik, yang benar, yang bertanggung jawab, mungkin insyaAllah ke depannya kita bisa jadi negara yang bebas korupsi. “Indonesia strong from home”, begitu kira-kira kata ayah Edi πŸ˜€

Nah, mengenai judul, beberapa waktu lalu suami saya nge-share note facebook seseorang yang menuliskan summary dari seminar parenting ibu Elly Risman. Intinya adalah mengenai tujuan pengasuhan anak.

Kenapa tujuan pengasuhan itu diperlukan? Kalau kita bepergian, kita juga pasti punya tujuan, kalau tidak, kita akan berjalan entah kemana yang akhirnya nyasar dan ketika balik lagi ke rumah, kita tidak mendapat hasil apa-apa, nihil, nol, tidak bermanfaat. Begitulah kalau pengasuhan tidak memiliki tujuan πŸ˜€

direction

Karena itu, sebagai orangtua, kita, ibu dan ayah harus terlebih dahulu menyelaraskan tujuan pengasuhan dalam keluarga kita. Seminar tersebut menjelaskan pentingnya tujuan pengasuhan dan menyebutkan beberapa tujuan pengasuhan yang bisa diterapkan. Nah, di bawah ini saya menjelaskan mengenai tujuan-tujuan pengasuhan yang didapat dari seminar itu.

  1. Hamba Allah yang taqwa. Pada anak, yang pertama matang adalah systemlimbic di belakang kepala, system limbic ini berkaitan erat dengan PERASAAN. Jadi ajarkan pada anak rasa beragama dan rasa memiliki Allah. Sama halnya dengan mengajarkan padanya kecerdasan emosi terlebih dahulu. Anak yang dari kecil dikenalkan dengan berbagai macam emosi akan tumbuh menjadi anak yang memiliki empati serta rasa kepedulian tinggi terhadap sesama. Maka, untuk mereka tidaklah penting mengajarkan sebanyak-banyaknya pengetahuan ini-itu, tapi lebih penting mengajarkan PERASAAN. “Indonesia Neuroscience Society merekomendasikan, anak di bawah 4 tahun, salah satu ibu atau bapaknya HARUS dirumah, mendidik anak. Tanggung jawab mendidik agama berada ditangan AYAHNYA, ayah harus β€˜alim, dialah penentu GBHK ( Garis Besar Haluan Keluarga), ibu hanya unit pelaksana teknis.”[1]
  2. Calon suami/ istri yang baik. Hal ini berkaitan dengan ketaqwaan tadi, dengan bertaqwa, kita juga mengajarkan bagaimana membentuk rumah tangga yang harmonis dengan menjadi suami/ istri yang baik.
  3. Calon ayah dan ibu yang baik. Nah, hal ini untuk membentuk generasi berikut-dan berikutnya untuk lebih baik lagi. Mereka harus diajarkan dan ditunjukkan peran ibu dan tanggung jawab ayah. Perlu juga untuk mengajarkan fungsi laki-laki dan perempuan atau ibu dan ayah itu berbeda. Yang sangat penting untuk diperhatikan lagi adalah “jangan berantem depan anak”.
  4. Membantu mereka mempunyai ilmu dan keahlian. Inilah yang menjadi fokus perhatian kita selama ini. Banyak rumah tangga yang menjadikan poin inilah satu-satunya tujuan pengasuhan mereka, padahal ini harusnya hanya salah-satu tujuan saja.
  5. Pendidik istri dan anak. Banyak hal buruk yang menjadi akibat dari kurangnya perhatian ayah kepada anak-anaknya. Contohnya saja terjadi pada artikel ini: http://nelotte.wordpress.com/2013/08/22/saya-sudah-ga-perawan-di-usia-sekolah. Hasil studi di harvard: “anak yang ayahnya involved dalam pengasuhan akan tumbuh menjadi anak yg dewasa dan suka menghibur orang, punya harga diri yang tinggi, prestasi akademis di atas rata-rata dan lebih pandai bergaul.”Β Setidaknya luangkan waktu minimal 30 menit untuk anak tanpa gangguan apapun termasuk gadget, quality time istilah kerennya. Dengan begitu ayah bisa menjalin kedekatan emosi secara langsung dengan anaknya.
  6. Pengayom keluarga. Didik anak laki-laki kita untuk menjadi pengayom orangtua, istri, serta anak-anak mereka. Di pundak laki-laki ada tanggung jawab terhadap 4 wanita yang harus mereka lindungi. 4 wanita tersebut adalah ibu, istri, anak perempuan, dan adik perempuannya, maka penting untuk menekankan hal ini kepada mereka.
  7. Manusia bermanfaat bagi orang lain atau sebagai pendakwah ( penyampai kebenaran). Sama halnya dengan tujuan hidup saya pribadi untuk menjadi manusia yang bermanfaat, saya ingin juga anak-anak saya kelak menjadi orang yang kebermanfaatannya dapat dirasakan banyak orang.

Tulisan lebih lengkap mengenai seminarnya bisa dibaca di sini.

Dari situ, kita bisa belajar kalau tujuan pengasuhan itu penting, biar kita sebagai orangtua punya bayangan akan bagaimana anak kita ke depannya. Dan dengan punya tujuan pengasuhan itu juga, kita jadi bisa merumuskan bagaimana cara pengasuhan yang harus diterapkan ke anak nantinya.

Jadi sebelum melakukan apa-apa, kita memang perlu merumuskan tujuan kita melakukan itu.

So, punya anak emang gak gampang, harus punya ilmunya biar anak gak terbengkalai terabaikan, hehe. Dan anak juga merupakan amanah langsung dari pencipta kita, jadi makin gak bisa sembarangan kita menjaga dan mendidiknya.

Sudahkah kalian menentukan tujuan pengasuhan bagi anak-anak? πŸ˜€

Published by:
Pribadi

Terbangun Tengah Malam

Pernah gk sih terbangun tengah malam dan terpaksa tidak bisa tidur lagi? Bukan terpaksa karena kerjaan masih menumpuk atau emang pengen iseng mengerjakan sesuatu, tapi sekadar memang tidak bisa tidur lagi. Mata yg tadinya terpejam, terbangun karena mimpi buruk atau sekedar ingin buang air kecil tapi kemudian tidak bisa dipejamkan lagi.

Yea, saya sudah beberapa kali mengalaminya. Dan bagi saya hal itu cukup menyebalkan sih. Kecuali saat saya memang memutuskan untuk bangun dini hari untuk mengerjakan sesuatu.

Seperti sekarang, detik ini juga. Saya terbangun di jam 00.38 dan tidak bisa tertidur kembali walaupun sangat ingin (sekarang sudah jam 02.20). Saat – saat seperti ini yg saya sebut saat-saat menyebalkan. Memang sih bisa digunakan untuk mengerjakan banyak hal, tapi sekarang saya sedang merasa takut, huhu.

Iya, saya orangnya memang penakut, takut dengan hal-hal berbau horor. Kalau sedang santai sih saya santai juga, gk ngerasa takut dan akan memanfaatkan waktu seperti sekarang dengan melakukan pekerjaan yg belum selesai. Tapi kalau rasa takut itu muncul, jadinya ya seperti sekarang deh, gk berani beranjak dari tempat tidur, huaah.

Sudah beberapa cara saya lakukan untuk mengundang kantuk kembali, tapi tetap belum berhasil, huhu.

Pertama, saya coba menyalakan kipas angin karena saya cukup gerah dan berpikir mungkin dengan begitu tidur saya menjadi nyaman. Namun belum berhasil.

Selanjutnya, saya membalik bantal yang saya gunakan. Berhubung tadi saya terbangun karena
bermimpi aneh, saya berpikir kalau membalik bantal bisa berguna, haha. Belum berhasil juga.

Lalu saya menukar posisi tempat tidur dengan suami, kali2 aja dengan begitu saya menjadi lebih nyaman. Ternyata belum berhasil juga.

Akhirnya mencoba bermain permainan sederhana dari hp saya. Namun, beberapa kali bermain, saya belum ngantuk juga.

image

Lalu, saya mencoba blogwalking, mungkin dengan membaca, saya mulai mengantuk. Lama blogwalking, tetap belum mengantuk dan akhirnya mencoba memutuskan untuk update blog. Tapi, sampai saya hampir selesai menulis ini saya masih belum ngantuk juga T_T

Sewaktu mudik ke Semarang beberapa waktu lalu, saya juga mengalami hal ini di saat saya benar-benar merasa takut. Apalagi waktu itu kamar yg saya gunakan letaknya jauh di belakang dan agak terpisah dari bangunan utama, walhasil rasa takut saya semakin menjadi-jadi.

Waktu itu saya ditemani oleh majalah bobo. Bahkan saat majalah bobo yang saya baca sudah habis dan ingin mengambil yg lain yg letaknya di sebelah kasur dan hanya berjarak 1m saja saya tidak berani waktu itu. Jadi saya membangunkan suami dan minta tolong padanya. Hiks, penakut sekali.

Akhirnya setelah 2 jam terbangun dan menghabiskan 2 majalah bobo, saya baru bisa tertidur kembali. Cukup menyebalkan. Untungnya pagi harinya saya tidak yg diharuskan masak untuk suami atau melakukan hal yg biasa saya lakukan di rumah, kalau iya, bisa tepar saya, huhu.

Published by:
%d bloggers like this: