Tujuan Memiliki Rumah

Comment

Blog
Sebagian besar orang ingin memiliki rumahl, seperti saya. Tujuannya jelas, untuk tempat tinggal yang layak untuk keluarga kecil kami sebagai kebutuhan dasar manusia. Namun, seiring perkembangan properti yang meningkat pesat serta kemampuan beli properti di Indonesia yang juga meningkat, harga rumah semakin lama semakin mahal. Memang ada sih beberapa cara untuk membelinya secara kredit, namun suku bunga di Indonesia semakin lama juga semakin merangkak naik.
Belum lama ini, diadakan survey properti online oleh iProperty – pemilik dan operator jaringan situs properti No.1 di Asia-  mengenai kepemilikan properti, alasan membeli properti (tujuan kepemilikan properti), sampai mengenai investasi di negara tetangga.
Kebetulan saya waktu itu tidak sengaja ikutan surveynya, dan ternyata sekarang sudah ada hasilnya. Saya pribadi sih cenderung ingin memiliki rumah tapak, karena kepemilikan tanah pun ya dimiliki sendiri. Beda kan dengan apartemen atau kondominium yang tidak memiliki kepemilikan tanah? Hasil survey menunjukkan di Indonesia memang sebagian besar meminati rumah tapak (sekitar 86% dari responden).
Namun, kepemilikan rumah di Indonesia masih sangat rendah (sekitar 60% dari responden belum memiliki rumah), walaupun sudah semakin banyak perumahan-perumahan atau cluster-cluster baru. Kenapa demikian? Ya, hal ini sangat dipengaruhi oleh daya beli masyarakatnya. Selain itu sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan suku bunga yang semakin lama semakin meningkat, seperti ditunjukkan oleh hasil survey juga, sekitar 58% dari responden merasa suku bunga masih terasa memberatkan.
Ada juga yang memiliki rumah untuk tujuan investasi. Iya, investasi jangka panjang. Rumah tersebut bisa disewakan atau ditinggali untuk kemudian berpuluh tahun kemudian dijual dengan harga yang pastinya lebih tinggi,. Yap, rumah jadi salah satu pilihan berinvestasi, tidak terkecuali di Indonesia sendiri.
Kebanyakan orang Indonesia (sekitar 41% dari responden) bahkan ingin berinvestasi memiliki rumah di negeri tetangga, seperti di Singapura, Malaysia, dan Australia. Alasannya ya itu tadi, karena harga bangunan terutama rumah semakin lama semakin tinggi. Apalagi di Singapura sekarang penduduknya mulai meminati kondominium dikarenakan tanah yang semakin langka sehingga bangunan tapak pun semakin mahal.
Saya pun nantinya juga ingin ikutan berinvestasi dalam bidang properti. Bukan  yang keren-keren seperti membangun cluster atau perumahan baru sih, ya cukup memiliki properti yang kemudian bisa disewakan atau dikontrakkan, untuk penghasilan pasif bulanan 😀
Nah, di bawah ini hasil survey online yang saya sebut-sebut itu.

Artikel penuh di situs jual rumah di Indonesia, Rumah123.com.

Leave a Reply

%d bloggers like this: