Momopururu » October 2013

Monthly Archives: October 2013

Lomba Blog Review

Kotornya Mencuci Sepeda

Tulisan ini diikutsertakan dalam Laiqa & Rinso Writing Competition

Suatu hari Minggu di bulan Juni *hayah* saya, suami, dan Naia berdiam diri di rumah sekedar bersantai untuk merecharge kembali tenaga kami untuk menghadapi minggu berikutnya, family time laah istilah kerennya ūüėÄ

Etapi bersantai dan family time itu juga diisi dengan membereskan rumah dan mengerjakan segala sesuatu yang berguna kok, hehe. Jadi ya gak nganggur-nganggur banget gituu. Saya sekalian membereskan cucian dan tumpukan pakaian serta membereskan rumah, si suami juga gak ketinggalan untuk mencuci sepeda yang biasa digunakannya untuk kerja. Iya, suami pulang pergi kantor naik sepeda lho, cuma 15 menit soalnya, hihi.

Nah, di saat suami mencuci sepeda itu, Naia kepo *seperti anak kecil lainnya yang serba ingin tahu* papanya itu sedang apa dan kalau bisa dia ikutan deh. Berhubung saya dan suami memiliki pemahaman yang sama, tidak melarang segala kegiatan¬† yang dilakukan Naia kecuali yang berbahaya, jadi ya kita mempersilakan saja dia kalau ingin main membantu, hehe. Dan berhubung waktu itu juga si Naia belum mandi ya sekalian saja deh. Bukan sekalian mandinya lho, tapi sekalian kotornya ūüėÄ Iya, kita tau dia pasti akan terkena kotoran, terlebih dia memakai celana putih waktu itu. Tapi, apalah artinya pakaian kotor kalau dibandingkan dengan kebahagiaan anak *lebay*. Berani kotor itu baik kan? Gak kotor gak belajar ūüėÄ

nyuci sepeda

nyuci sepeda

Dan  hasilnyaa, ya sepedanya bersih doonk *bangga*. Nih terlihat foto sepedanya dengan si Naia yang seneng dan bangga sudah membantu ngerecokin papanya nyuci sepeda. Berhasil deh membuat Naia senang sekaligus belajar caranya merawat barang yang kita punya, hehehe.

Tapi gimana dengan celananya yang super duper kotor itu? Nah, kali ini giliran saya deh yang berperan. Saya tidak khawatir mencucinya akan susah lho, berhubung saya menggunakan Rinso cair, ya langsung saja saya oleskan di celananya yang kotor itu lalu direndam selama 15 sampai 30 menit. Selanjutnya saya tinggal menguceknya sebentar saja *tanpa kekuatan penuh juga XP* dan hasilnya langsung kelihatan bersih. Benar-benar tidak tertinggal lho nodanya *banggalagi*

image

Ah iya, saya dan suami juga cukup sering membiarkan Naia bermain di luar. Karena dengan begitu dia bisa bergerak dan tidak selalu berdiam diri di depan TV *gak punya TV juga sih, hihi*. Kami berpikir dengan membiarkannya bermain di luar, dia bisa belajar banyak, belajar tentang alam, binatang, juga permainan fisik seperti bermain pasir, ayunan, juga bola. Saya benar-benar tidak peduli dengan pakaiannya yang akan menjadi kotor nantinya. Ya karena nantinya akan diatasi dengan Rinso cair, karena Rinso cair 2x lebih efektif, meresap lebih ke dalam serat kain saat perendaman, untuk seluruh cucian sehari-hari. Jadi, buat apa khawatir kan? ūüėÄ

Sebelum menikah sih saya belum menggunakan Rinso cair jadi sewaktu mencuci pakaian yang terkena lumpur tidak bisa sebersih celana Naia itu. Jadi, saya pernah mengikuti reli sepeda dan kebetulan saat itu hujan deras mengguyur saat kira-kira baru 45 menit start. Nah, karena sepeda saya tidak berbemper belakang, jadilah kaos putih yang saya kenakan saat itu penuh dengan cipratan lumpur. Tidak tanggung-tanggung, cipratannya sampai kerah *hiks, nangis T_T*. Tapi karena waktu itu saya mencuci masih dengan deterjen bubuk, ya noda lumpurnya masih aja ada walaupun sudah dicuci berkali-kali. *mau ngasih gambarnya e kaosnya udah gak ada XP*.

Begitu nikah, saya kok ya tertarik sama Rinso cair, yaudah ampe sekarang pakainya itu deh. Apalagi sekarang tersedia web http://www.rinso.co.id/ tempat mencari segala info dan tips mencuci, jadi makin cinta deh sama Rinso :*

image

*yak, hari ini hari paling produktif ngeblog kayaknya. udah 3 postingan diposting pada hari yang sama, ahaha. 2 untuk lomba, 1 pengumuman lomba, fyuh*

Published by:
Lomba Blog

Pengumuman Giveaway Idul Adha Hijaiya

Yak, Alhamdulillah giveaway sudah selesai dan ternyata ada 30 peserta *sayangnya 1 blog tidak ditemukan, hiks*

Nah, setelah penilaian dari saya dan juri satunya *yang tidak lain tidak bukan adalah suami saya XP*, kami akhirnya memutuskan 3 orang inilah yang menjadi pemenangnya. Kami memilih mereka karena cerita yang bagus, alurnya sangat mengalir, memberi inspirasi tanpa terkesan menceramahi, serta memberi tips singkat yang bermanfaat.

  1. Yanuarty Paresma Wahyuningsih. Berhijab Syar’i dengan Double Paris
  2. Intan Novriza Kamala Sari. Solusi Cantik Berhijab Tanpa Banyak Biaya
  3. Inna Riana. Tips Hijab Gaya Tanpa Banyak Biaya

Selamat yaa untuk para pemenang. Buat semua peserta, nanti saya akan meng-email kupon diskon yang bisa digunakan untuk belanja online di hijaiya *berlaku sampai 31 Desember 2013*.

Sekali lagi terima kasiiih untuk para peserta yang bersedia meluangkan waktu dan tenaganya untuk mengikuti giveaway saya ini. Semoga kalian selalu diliputi keberkahan yaa ūüėČ

Published by:
Lomba Blog

Kepraktisan Membuat Semakin Profesional

Melanjutkan tulisan saya sebelumnya tentang Acer, dengan penampilan yang lebih tipis dan ramping serta desainnya yang menawan itu, selain bisa semakin produktif kemana-mana, saya pastinya bisa lebih gaya dengan bawaan yang semakin praktis lho *eaa*.

Jadi kalau kemana-mana yah *yang berhubungan dengan pekerjaan*, saya harus membawa¬†at least¬†2 tas yang sama besarnya. Satu untuk tas notebook beserta chargernya, satu lagi untuk bawa barang bawaan Naia. Belum kalau ada bawaan lain seperti tempat minum yang tidak muat di manapun, jadi harus bawa 3 tas deh. Kalau pergi berdua saja sama Naia kan jadi ribet karena tidak ada yang membantu membawa tas berat itu. ūüôĀ

Apalagi saya pakai jilbab *lha terus hubungannya apa?*. Dengan bawaan yang banyak plus saya yang kalau kemana-mana mesti ngangkot karena tidak memiliki kendaraan ingin menambah jumlah mobil di jalan raya, baju dan jilbab saya terkadang bisa tertarik ke sana kemari untuk membetulkan posisi tas yang saya bawa. Jadi terkadang sudah berdandan rapi-rapi dari rumah, e belum sampai tempat yang dituju sudah berantakan lagi. Mau naik taksi juga kok ya agak sayang yaa kalau masih bisa dicapai dengan ngangkot, hihi. Dandanan jadi berantakan itu menyedihkan? Enggak juga sih, cuman ya gak enak aja, jadi gak keren gituh XP.

Dengan memiliki notebook yang lebih tipis dan lebih ringan, saya jadi tidak perlu lagi memisahkan tas pakaian dengan tas notebook. Ya karena notebook Acer Aspire E1-432 lebih tipis *30% lebih tipis dengan ketebalan hanya 25,3 mm*, pastinya lebih ringan dari notebook yang lain. Jadi kalau digabung menjadi 1 tas saja, berat dan ruang yang terpakai dalam tas tidak bertambah secara signifikan. Apalagi, Acer Aspire E1 series ini tidak meninggalkan fitur esensial berupa optical drive alias DVD-RW-nya. Jadilah saya tidak perlu lagi membawa-bawa DVD driver tambahan, makin praktis kan?, hehe #ngilerr

30% lebih tipis

perbandingan ketebalan

gambar dari sini

Kalau bawaan saya udah praktis dengan hanya membawa 1 tas saja, saya bisa makin terpercaya. Baju dan jilbab jadi gak tertarik ke sana kemari karena sering membetulkan letak tas. Dengan penampilan yang keren dan tidak berantakan itu, saya bisa menampilkan first impression yang baik saat bertemu klien.

Iya,¬†first impression¬†itu penting lho. Setidaknya hal pertama yang dilihat adalah penampilan bukan? Dengan¬†berpenampilan rapi dan bersih, poin pertama akan kepercayaan tidak tercoreng ūüėÄ

Kalau penampilan sudah terjaga seperti itu, selanjutnya yang dilihat adalah senjata yang saya gunakan. Seperti telah saya sebut sebelumnya, senjata utama saya bekerja adalah notebook. Dengan notebook Acer E1 Slim Series yang canggih dan tampilannya yang elegan dengan 2 pilihan warna, piano black dan silky silver, saya jadi semakin terkesan keren profesional deh, hehehe. *nyengir puas*

gambar dari sini

Nah, first impression dan senjata canggih yang didapat dengan memiliki Acer Aspire E1-432, selain menambah kepercayaan diri, juga membuat praktis saat saya melakukan presentasi di hadapan klien. Karena ya, saya kan tidak bisa menebak kapan akan presentasi ditampilkan langsung melalui proyektor. Nah, kalau ujug-ujug saya diharuskan menampilkan presentasi di layar besar ya saya tidak usah capek-capek memindahkan datanya dulu ke komputer yang terhubung, tinggal hubungkan langsung saja proyektornya ke Acer Aspire E1-432 milik saya nanti *PD*. Semakin terlihat profesional kaan? *cling* #benerinkacamata

Oh iya, saya juga tidak perlu khawatir gambar akan pecah donk kalau ditampilkan di layar yang lebih lebar. Karena eh karena Acer Aspire E1-432  dilengkapi dengan HDMI port yang mampu menampilkan gambar pada LCD/LED eksternal dengan ukuran dan resolusi yang lebih besar. Semakin praktis saja yah? #makinngilerdeh

Ah, dengan memiliki notebook Acer Aspire E1 series, saya baru membicarakan kepraktisan secara harfiahnya ya. Padahal, ada kepraktisan dari sisi lainnya lho.

Misalnya saja dalam hal melakukan pekerjaan sekaligus banyak alias multitasking. Saya itu punya kebiasaan tidak bisa hanya mengerjakan satu hal. Selagi ngerjain web tiba-tiba kepikiran ide untuk ditulis ke blog, ya secepatnya saya buka blog. Nah, kalau sudah ngeblog begitu biasanya saya juga butuh gambar, entah gambar dari internet atau gambar koleksi sendiri. Bekerja deh photoshop untuk mengedit-edit foto yang saya perlukan itu. Nah, Acer E1 Slim Series sangat memungkinkan saya untuk melakukan itu semua karena prosesor serta RAMnya sangat memadai sehingga tidak membuat notebook saya jadi lemot.

multitasking

ceritanya multitasking XP

Selain itu, dengan adanya memori yang cukup sangat banyak, akan sangat praktis kalau saya ingin menyimpan berbagai macam file, baik file-file office, multimedia, bahkan game sekalipun. Yaa berhubung saya suka nonton dan menyimpan foto dari kamera saya, jadinya kebanyakan file-file (film dan gambar) itu deh yang ngejogrog di tempat penyimpanan notebook saya. Film dan gambar memerlukan tempat yang cukup banyak kan? Terlebih lagi ditambah file-file mengenai kerjaan yang juga tidak kalah banyaknya. Nah, karena Acer Aspire E1-432 dilengkapi harddisk SATA berukuran 500GB, saya jadi merasa itu sudah cukup dan jadi tidak perlu membawa penyimpanan data tambahan lagi deh.

Kalaupun ada file yang harus dibagi dengan klien, saya tinggal langsung mengirimnya lewat email, karena bisa langsung terhubung dengan internet di tempat-tempat yang menyediakan wi-fi atau menggunakan kabel LAN (kabel sambungan internet). FYI, Acer Aspire E1-432 memiliki port LAN (RJ-45) yang dapat digunakan tanpa converter apapun serta wireless adapter Acer Nplify 802.11b/g/n. Kedua kelengkapan itulah yang memungkinkan mudahnya terhubung dengan internet. Praktis yah untuk bisa tetap online? #ngilermenjadi-jadi

Lalu bagaimana kalau sama sekali tidak memiliki akses ke internet? Saya masih bisa tenang kok, karena Acer Aspire E1-432 memiliki 3 port USB yang salah satunya USB 3.0, yang memungkinkan pertukaran data dengan sangat cepat. Jadi ya saya tinggal minta flashdisk klien aja tanpa pikir panjang dan tanpa takut akan menghabiskan waktunya untuk sekedar memberi atau bertukar data :D. FYI lagi ya, USB 3.0 memiliki proses transfer data yang 10x lebih cepat dibandingkan USB 2.0 lho.

Huah, membicarakan notebook Acer E1 Slim Series ini benar-benar membuat saya semakin ngilerr pengen punya.¬†Ôľą¬ĮÔĻɬĮÔľČ

Bagaimana tidak? Selain kepraktisan dalam hal barang bawaan yang ditenteng saat mobile, Acer E1 Slim Series ini juga memberikan kepraktisan dalam hal pekerjaan serta kepraktisan untuk selalu online. Dan itu semuaa membuat saya bisa semakin keren dan gaya profesional, hihi.

Tulisan ini diikutsertakan dalam event ‚Äú30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis‚ÄĚ yang diselenggarakan oleh¬†Kumpulan Emak Blogger (KEB)¬†dan¬†Acer Indonesia

Published by:
Hobi Pribadi

Inflasi Itu Nyata!

Hihi, contoh kecil banget yang menunjukkan kalau inflasi itu nyata. Naiknya harga roti tawar setiap tahun! XP

perubahan harga roti tawar

perubahan harga roti tawar

Dan saya tau persis kapan setiap perubahan harganya. Karena, karena… kan pernah saya posting juga kalau saya koleksi segel roti tawar itu di sini, hehehe ūüėÄ Emang barang koleksi yang bener-bener gak penting sih ini, tapi jadi bener-bener ngerasain sendiri kalau inflasi itu nyata adanya.

Daan, tempat saya menyimpan sudah tidak memadai rupanya, harus sesegera mungkin cari kotak kecil lagi, hihi.

tempat yang sudah tidak memadai

tempat yang sudah tidak memadai

Published by:
Lomba Blog Pribadi

PLN Bersih Demi Indonesia yang Bersih

Beberapa waktu lalu saya dan suami berbincang mengenai susahnya hidup “bersih” di Indonesia. Pasalnya, saat itu saya dan suami baru saja membaca mengenai pembuatan SIM yang sangat dipersulit. Bayangkan saja, untuk bisa membuat SIM pada jalur yang benar, terkadang si pengemudi selalu gagal pada tes pertama dan harus mengulangnya berkali-kali *yang di percobaan pertama sudah lulus beruntung sekali*. Suami saya pun mengalaminya sendiri. Para orang awam yang tidak tahan akan repotnya akan langsung saja menuju ke petugas terdekat agar dipermudah dan dipercepat *bisa saat itu langsung jadi lho dengan memberikan sejumlah uang*.

Pun dalam instansi PLN. Kalau dilihat dari upaya¬†PLN dalam membuat sistem pelayanan yang transparan, bisa disimpulkan kalau terkadang dalam pengajuan pasang baru, tambah daya, dan pasang sementara, pemohon memberikan “uang pelicin” agar urusannya cepat selesai dan tidak dipersulit. Tampaknya senjata yang harus dimiliki oleh semua warga adalah “uang pelicin” alias suap demi mempermudah dan mempercepat segala urusan.

Membuat sistem pelayanan yang transparan dengan meminimalkan pertemuan tatap muka pelanggan dengan pegawai PLN.
Contoh : layanan pasang baru, tambah daya, pasang sementara secara online melalui website http://www.pln.co.id/pbpd/index.php

Hal tersebut rasanya sudah mendarah daging, sudah menjadi hal yang sangat lumrah. Bahkan dalam pemikiran anak kecil yang baru mempelajari mana yang benar dan salah pun menganggap hal itulah hal yang benar. Maka, tidak heran saat mereka menyandang jabatan sebagai apapun suatu saat kelak, akan sangat mungkin terkena kasus suap dan korupsi serupa seperti kasus-kasus yang beredar sekarang. Itu karena yang mereka pelajari adalah suap dan korupsi itu bukan suatu kesalahan, melainkan suatu hal yang lumrah dan benar. Kalau ingin mudah dan cepat mengurus segala sesuatu, maka pergunakanlah uang untuk membayar pihak yang berwenang. *sediih melihatnya*

uang suap

uang suap

Gambar didapat dari sini

Saya percaya kalau setiap tindakan kita itu selalu diawasi oleh Tuhan, maka saya selalu ingin melakukan hal yang benar. Mulai dari pengurusan surat nikah yang sama sekali tidak memberikan uang tambahan selain tarif resmi *yang dipersulit dengan tidak adanya cap dari kantor KUA setempat*, sampai pembuatan KTP yang bebas biaya. Berharap pada pemerintah juga kok ya rasanya sia-sia saja karena ya itu tadi, sudah mendarah daging, generasi yang ada sekarang adalah generasi yang selalu menghalalkan segala cara demi pengurusan yang cepat, mudah, dan lancar.

Maka dari itu saya hanya ingin berharap pada diri sendiri saja dulu, pada pasangan, dan juga keluarga yang saya bentuk. Berharap lebih sih pada pemuda-pemuda seumur saya yang sudah menjadi orangtua agar mendidik anaknya dengan nilai yang benar, bukan nilai yang kebanyakan dianut masyarakat sekitar yang terkadang salah.

Tetapi harapan kosong pada pemerintah lambat laun mulai memudar. Mulai muncul secercah titik terang disaat satu per satu organisasi pemerintahan mulai berbenah. Mulai dari terkuaknya banyak kasus korupsi, kepolisian yang berbenah, hingga kelurahan-kelurahan yang mulai memasang tarif yang seharusnya di meja pelayanan demi mencegah pungutan-pungutan liar.

Begitupun saat BUMN semacam¬†PLN mendeklarasikan instansinya ingin bebas dari korupsi dengan mencanangkan gerakan “PLN bersih“, no suap, no gratifikasi. Saat saya mengetahui gerakan “PLN bersih” tahun lalu melalui lomba blog yang diadakan *saat itu temanya harapanku untuk PLN*, tanpa berpikir panjang saya ikut serta demi mendukung gerakan¬†PLN bersih itu.

lomba blog PLN 2012

lomba blog PLN 2012

Saya sangat antusias lho dengan siapapun yang terus menerus berusaha melakukan perbaikan tanpa terkecuali, termasuk PLN. Dan sebisa mungkin saya melakukan berbagai cara untuk menunjukkan dukungan itu. Maka, saat tahun ini pun¬†PLN mengadakan lomba¬†blog lagi, saya sangat antusias ingin berpartisipasi lagi. Bukan apa-apa, saya hanya ingin menyebarluaskan perbaikan yang ingin dan terus menerus dilakukan oleh PLN. Hitung-hitung ikut menjadi salah satu dari empat pilarnya program¬†PLN bersih juga lah dengan berpartisipasi ūüėÄ

Iya, PLN sampai membuat empat pilar demi melangsungkan gerakan PLN bersih. Ya salah satunya adalah partisipasi itu. Pilar-pilar lainnya adalah integritas (kualitas pegawai yang semakin baik), transparansi, serta akuntabilitas (pelayanan yang semakin responsif). Bisa dilihat di tentang PLN bersih.

Miris sekali saat lomba blog tahun ini dimulai terdapat beberapa orang yang memandang sinis PLN. Mereka bilang tidak akan mau ikut dan kalau mau lombanya diikuti oleh banyak peserta, perbaiki dulu layanannya. Saya hanya heran, terlepas dari listrik yang memang masih sering mati *saya percaya, dalam hal layanan pun PLN masih terus menerus berbenah*, mengapa niat baik menyebarluaskan gerakan PLN bersih disambut dengan pemikiran negatif seperti itu?

Padahal, kalau saja mereka tahu, PLN sudah selalu melakukan inisiatif dalam upayanya melakukan gerakan PLN bersih. Seperti membuat empat pilar yang telah saya sebut, bekerja sama dengan Transparency International Indonesia (TII), juga menerapkan Good Corporate Governance (GCG), bahkan sampai membuat lomba blog seperti ini demi mendapatkan partisipasi dari semua masyarakat, khususnya blogger. Usaha yang sudah cukup banyak bukan?

Jadi, ayo donk kita sebagai blogger bersama-sama mendukung gerakan PLN bersih ini demi Indonesia yang bersih juga. Ya perubahan gak akan bisa berlangsung dengan cepat, diperlukan waktu bertahun-tahun untuk mengubah sesuatu yang tampaknya sudah mendarah daging, tidak ada yang instan istilahnya. Maka dari itu kita harus mendukung segala perubahan menuju kebaikan tersebut dengan cara kita masing-masing.

Mudah-mudahan saja gerakan semacam¬†PLN bersih ini tidak hanya dilakukan oleh¬†PLN saja, tapi semua BUMN dan instansi pemerintahan demi terbentuknya Indonesia yang lebih bersih lagi. Dengan begitu, saya jadi semakin optimis akan kemudahan hidup “bersih” di Indonesia nantinya.

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomb “Blogger Dukung PLN Bersih

Blogger Dukung PLN Bersih

Blogger Dukung PLN Bersih

Published by:
Lomba Blog

Notebook Tipis Membuat Produktif Nge-Freelance

Sudah cukup lama saya memutuskan untuk tidak bekerja kantoran. Yaa, semenjak 1 bulan sebelum lahiran lah, itung2 ingin mendedikasikan diri untuk anak, hehe.

Nah, tapi saya di rumah juga gak mau benar-benar lepas dari kerjaan saya alias gak mau nganggur-nganggur banget laah XP. Saya akhirnya memutuskan untuk menjadi freelancer aja, bisa dikerjakan dari mana saja tanpa mengurangi waktu interaksi dan kebersamaan saya sama anak. Berhubung pengalaman kerja saya sebelumnya di web consultant, jadilah saya nge-freelance sebagai web developer, menerima proyekan web secara lepas atas nama pribadi ūüėÄ

Dengan profesi sebagai web developer yang saya sandang, otomatis senjata utama saya dalam bekerja adalah notebook tercintah. Waktu masih bekerja kantoran, saya harus setiap hari membawa notebook saya ini ke kantor *walaupun harus sabar banget dengan beratnyah, huhu*. Apalagi kalau di jalanan macet dan di dalam bus saya tidak mendapatkan tempat duduk. Ya walhasil saya harus rela deh berdiri dan menahan berat beberapa kg di tas yang saya bawa. Maka dari itu saya excited banget waktu pertama kali lepas dari kerja kantoran alias nge-freelance.

ASpire-E1-432

senjata utama nge-freelance

Tapi dengan menjadi freelancer begitu, saya sebenarnya cukup sering pergi juga untuk ketemuan sama klien entah di mana. Waktu sebelum lahiran sih oke-oke aja bawa notebook saya yang cukup berat kemana-mana. Tapii setelah lahiran dan punya anak bayi, kok ya males yaa bawa-bawa notebook berat kemana-mana. Berhubung saya gak punya kendaraan pribadi dan gak punya pengasuh juga, jadi si bayi harus saya ajak doonk. Dengan mengajak bayi, bawaan jadi lebih banyak dan lebih berat karena selain harus membawa notebook, saya juga harus membawa perlengkapan tetek bengeknya anak saya dari baju, tisu basah, minum, sampai cemilan, huhu. Saat itu berpikir alangkah enaknya kalo punya notebook yang lebih ringan.

Untuk mensiasati bawaan saya yang berat itu akhirnya saya biasanya mengusulkan tempat ketemuan yang dekat rumah, atau malah di rumah saja sekalian, dan waktunya pun sehabis suami pulang kerja agar bisa ditemani suami. Alasannya ya itu tadi, bawaan saya terlampau berat kalau saya sendirian, huhu. Kalau ditemani suami kan bisa suami yang membawakan tas perlengkapan si bayi, hihihi.

Saya itu juga punya kebiasaan kerja dari tempat yang menurut saya enak. Bisa nongkrong di warung kopi atau di tempat makan yang ada hotspotnya biar ngirit biaya internet gak kerja dari rumah aja gitu, ganti suasana lah agar jauh dari kebosanan. Tapi dengan sambil membawa anak dan laptop yang cukup berat, ya saya mikir 2 kali deh untuk melakukan itu, hehehe.

Tapii keinginan untuk sering pergi keluar dan bisa kerja di tempat yang disuka kok ya masiiih aja ada, masih tersimpan rapat di hati gitu *halah*. Saya jadi masih sering kepikiran dan memimpikan notebook yang ringan dan tipis yang gak memberatkan saya kalau pergi kemana-mana.

Suami sendiri malah punyanya netbook yang ringan dan tipis, netbook Aspire 1 series,  yang masih setia dipake sampai sekarang *kok ya tebalik yak, saya yang kecil gini punyanya notebook yang gede dan berat, suami yang lebih besar punyanya malah netbook yang kecil :P*. Saya jadi penasaran, kok ya dia setia banget sama Acer? *sebelum punya netbook Aspire 1 series, suami juga punya notebook Acer*. Dan saya kepikiran pengen deh sekali-sekali punya juga notebook Acer.

Eeeh, pucuk dicinta ulam pun tiba. Beberapa hari lalu, saya baru tau kalau Acer baruu saja meluncurkan produk barunya berupa notebook yang tipis banget *30% lebih tipis dibanding notebook 14″ lainnya*, Acer Aspire E1series, saya jadi ngilerr banget mau punya biar saya bisa makin produktif.

Acer_E1 series

Acer_E1 series

Dengan bentuknya yang ringan dan tipis benar-benar membuat saya berpikir asiknya pake notebook Acer Aspire E1 series. Saya jadi bisa diajak ketemuan kapan aja dan di mana aja, serta saya bisa memupuk kebiasaan saya untuk kerja di mana aja selain di rumah tanpa harus merasa keberatan. *Udah cukup lah berat bawaan barang keperluannya Naia aja, jangan ditambah notebooknya yang berat doonk* #suarahati

Berhubung yang saya tahu itu kalau notebook semakin tipis semakin mahal, saya jadi membayangkan betapa mahalnya¬†Acer E1 slim series ini. Tapi ternyata hal itu gak berlaku. Selain fiturnya yang juga masih lengkap untuk ukuran laptop setipis dan seringan itu, ternyata Acer Aspire E1-432 terbilang cukup murah, yaitu hanya Rp.4.749.000,- saja. Sangat terjangkau kan? Apalagi modelnya itu lho, elegan banget dan tersedia dalam 2 warna, Piano Black dan Silky Silver *pssst… yang membuat tampilannya elegan ternyata desain pattern bintang-bintang yang dinamakan Starry Swirls pada casing dan keyboardnya*. #makinngilerr

2 pilihan warna Acer Aspire E1-432

2 pilihan warna Acer Aspire E1-432

Tiga tahun yang lalu saya membeli notebook saya ini dengan harga sekitar 5,3 juta *udah lama juga yak ternyata umur notebook saya ini*. Cukup jauh juga ya perbedaan harganya, apalagi notebook yang saya beli masih terbilang cukup tebal dan berat. Apalagi *lagi* dengan harga segitu, Acer memberikan kita notebook ringan dengan spesifikasi yang canggih. Spesifikasi yang dimiliki itu memungkinkan saya bisa multitasking (ini akibat prosesor Intel 4th Gen terbaru atau bisa disebut Haswell dan Ram 2GB yang bisa di-upgrade sampai 8GB), punya space data yang buanyak karena dilengkapi harddisk SATA berukuran 500GB, enak bertukar data karena terpasang DVD RW serta port USB, skype-an sama suami kalo lagi jauh-jauhan karena dilengkapi Webcam HD, juga  presentasi di depan klien dengan memasang kabel ke proyektor langsung di notebook saya kalau diperlukan *jaman sekarang masih ada loh notebook yang gak ada colokan ke proyektornya*. Selain itu, Acer memberikan garansi FULL 3 tahun (termasuk service dan spareparts) kalau membeli sebelum 31 Oktober 2013 ini. *Yaampun jadi makin ngilerr deh :P*

Semoga saja keinginan saya untuk punya¬†Acer Aspire E1-432 ini bisa terpenuhi dalam waktu dekat *ngarepp* biar saya bisa makin produktif ngeblog kerja di mana saja, hehe. #ilernyaudahbleweran Ôľą¬ĮÔĻɬĮÔľČ

sumber gambar

Tulisan ini diikutsertakan dalam event ‚Äú30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis‚ÄĚ yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia

Published by:
%d bloggers like this: