Momopururu » November 2013

Monthly Archives: November 2013

Parenting

[Parenting] Kebiasaan Buruk 1, Menyalahkan Orang Lain

Saat Naia berumur 10 bulan pernah dia main di rumah ibu saya. Saking asiknya bermain, kepalanya sampai kejedot *bahasa bagusnya sih terbentur, hehee* lemari lalu menangis. Ibu saya lalu mendiamkannya sambil memukul2kan lemari itu dan bilang “lemarinya nakal ya, uh, uh. dah, udah dipukul ya lemarinya”.

Miris ya dengan pola pengasuhan yang sebagian besar ada di Indonesia ini. Dari kecil sudah diajarkan untuk selalu menyalahkan orang lain atau menyalahkan keadaan, bukannya introspeksi diri. Saat sudah dewasa, ya mau menyadari kesalahan bagaimana, lha wong dari kecil sudah terbentuk bahwa dirinya gak pernah salah kok.

Walaupun saya gak tau kata-kata yang seharusnya itu bagaimana, tapi saya selalu menghindari dan menjelaskan kalau tidak ada yang bisa disalahkan. Jadi saat itu saya langsung bilang gak ada yang nakal dan gak ada yang bisa disalahkan. Lemari kan gak bisa kemana-mana dan gak bisa memukul Naia, jadi lemari gak salah. Sakit? Ya sakit kalau kepala kita terbentur sesuatu yang keras.

Di lain waktu saat Naia bermain dengan senang baru saya “iklanin” pentingnya berhati-hati. Ya mengajarkan kehati-hatian ini memang tidak mudah juga dan tidak cukup sekali sih, perlu di”iklan”kan berulang-ulang kali, maka itu kita perlu cadangan sabar yang tak terhingga, hehe. Sampai sekarang walaupun Naia terkadang masih terjatuh dan kejedot, dia cuma cerita tanpa menyalahkan hal lain dan saya juga cuma bilang sakit sambil mengobati yang sakit tadi.

Tidak lupa saya juga bicara baik-baik dengan ibu saya kalau tindakannya bisa mengakibatkan Naia selalu menyalahkan orang lain. Pelan-pelan ibu saya mengerti juga dan Alhamdulillah sekarang sudah tidak seperti itu terhadap Naia :).

Mengajarkan untuk menjadi orang yang tidak pernah salah ini termasuk salah satu kebiasaan salah orangtua di buku karangan Ayah Edi berjudul “Mengapa anak saya suka melawan dan susah diatur?”. Di postingan 37 kebiasaan saya sudah menyebutkan apa-apa saja kebiasaan-kebiasaan yang salah itu dan kebiasaan ini disebut paling pertama dengan judul “Raja yang tak pernah salah”.

Berjudul seperti itu karena kebiasaan kecil yang sering tidak kita (orangtua) sadari bisa menjadikan dia seperti raja yang sombong yang tidak pernah mau disalahkan. Jadi yuk, para orangtua, hindarkan kebiasaan kecil yang menyebabkan anak selalu menyalahkan orang lain atau keadaan ini. Saat menjadi orangtua saatnya berhati-hati dengan segala yang kita lakukan :D.

Published by:
Keluarga Parenting

[Parenting] Cara Berjuang

Mengajari anak cara berjuang adalah dengan memperlihatkan kemampuan terbaik kita sebagai orangtua. Disaat kita melakukan segalanya secara maksimal, barulah kita mengerti dan tau bagaimana cara mengembangkan dan mengajarkan anak kita bagaimana cara berjuang. Di milis yang saya ikuti ada kata-kata dari admin yang saya sukai.

Orang tua yang gak mau berjuang untuk dirinya sendiri, gak bisa diandalkan untuk menemani anaknya berjuang.

Berjuang untuk diri sendiri adalah awal untuk bisa mengajarkan dan menemani anak berjuang. Kalau kita tidak pernah tau rasanya berjuang secara maksimal, kita tidak akan pernah bisa mengajarkan hal itu pada anak kita kan?

Beberapa hari yang lalu juga saya melihat ada iklan komersial yang maknanya sangat bagus. Iklan tersebut akhirnya menjadi video favorit saya sekarang karena secara tidak langsung memberikan pengajaran parenting bagi kita para orangtua. Disaat anak ingin berkompetisi, baik dalam hal olahraga atau sekedar permainan biasa, saya ingin kita (saya dan suami) tidak mengalah. Ada kan orangtua yang mengalah demi anaknya senang? Saya tidak mau begitu. Saya ingin dia merasakan rasa kecewa karena kalah dan rasa ingin terus berjuang agar akhirnya berhasil mengalahkan kita. Disaat dia sudah memiliki karakter berjuang, karakter itu akan dibawanya di lingkungan yang akan dihadapi kelak.

Saat dia berhasil mengalahkanku, saat itulah aku menang.

Pertama kali saya belajar agar tidak mengalah dengan anak adalah saat saya menonton video nina from japan. Sampai saat ini cara pengasuhan ayah dan ibunya masih kami jadikan salah satu role model dalam gaya pengasuhan kami.

Jadi orangtua memang jadi punya banyak kesempatan untuk belajar banyak lagi.

Published by:
Hobi Review

NET TV Berbeda!

Saya dan suami masih belum sepakat masalah adanya TV di rumah, walaupun sampai sekarang masih belum ada juga sih, hehe. Hal itu terjadi karena suami merasa TV itu lebih banyak membawa kerugian daripada kebaikan. Menghindari 1 mudharat memang lebih baik kan? Tapi saya merasa saya banyak tau karena saya banyak menonton, selain membaca juga sih pastinya. Dan saya percaya kalau tontonan TV bisa kita saring sendiri. Acara-acara yang tidak bagus dan penting, apalagi yang tidak menambah wawasan, ya tidak perlu kita tonton. Ditambah, kita perlu mengajarkan anak cara menyaring tontonan itu dengan menghadirkan TV di rumah. Tapi suami tetap tidak setuju akan hal itu, menurutnya semua stasiun TV itu sama, isinya gak jauh-jauh dari gosip, perdebatan politik, berita kriminal, sampai sinetron.

Tapi buat saya, saya percaya pasti ada acara yang bermanfaat. Karena ya jujur saja, saya memang dibesarkan oleh TV. Bukan karena orangtua saya sangat sibuk, bukan sama sekali. Ibu saya malah ibu rumah tangga kok, tapi ya memang kalau di rumah, TV selalu menyala seharian *gak patut dicontoh sih*. Nah, saya itu entah sejak kapan, sepertinya sejak SMP sih, sudah tidak tertarik dengan yang namanya sinetron. Saya lebih memilih film kartun daripada sinetron *yaiyalah*. Saya suka kuis2 juga dibanding berita politik :P, karena itu sedikit banyak menambah pengetahuan saya. Gosip artis? Saya sih gak tertarik, tapi tetap aja gak munafik yaa, tiap hari nonton karena penasaran *itu juga kalau sempat sih, kalau enggak,  yaudah gak nonton lah toh saya gak rugi, hehe*. Jadi saya benar-benar memilah-milah acara TV yang saya tonton dan bisa kok!

Nah, beberapa bulan lalu, saat saya dan suami sedang menginap di rumah mertua, saya nonton channel random dan nyasar di NET TV dan langsung tertarik dengan acaranya. Kebetulan waktu itu saya nyasar di acara entertainment news. Saya pikir itu salah satu acara infotainment yang konsepnya sedikit berbeda dibanding stasiun TV lain, walaupun saya pikir masih tetap gosip juga sih. Akhirnya saya pantengin deh tu entertainment news. Ternyata isinya pun berbeda dibanding stasiun TV lain. Penasaran sama acara-acara lainnya yang saya tau dari iklan, di lain waktu pun saya terpancing untuk menonton di channel tersebut. Dari setelah menonton beberapa acara sampai sekarang mantaplah hati ini menyebutkan kalau NET TV memang beda dari stasiun TV yang lain. Beberapa acara andalannya pun menjadi acara favorit saya.

Indonesia Morning Show -> Berita Beragam

Indonesia Morning Show

Nah, ini saya suka banget. Waktunya memang panjang, dari jam 6 pagi sampai jam 9 pagi. Tapi sama sekali tidak membuat kita bosan untuk menontonnya karena beritanya beragam. Jadi gak melulu mengenai berita-berita politik, berita kriminal, sampai berita bencana.

Iya, ada kan stasiun TV yang isinya politiik melulu. Ada juga yang isinya berita kriminaal melulu. Kayak gak ada yang bagus di Indonesia ini. Padahal kalau saja media-media mau melirik, ya banyak banget yang baik-baik yang terjadi di Indonesia. Seperti komunitas-komunitas apa saja yang ada, trend anak muda yang sedang in, sampai prestasi-prestasi yang dicapai yang luput dari media.

Ada salah satu episode yang paling saya ingat mengenai prestasi yang dicapai, yaitu mengenai angklung otomatis. Yang biasanya permainan angklung itu dimainkan oleh banyak orang, kali ini cukup masukkan lagu di komputer, lalu dikonversi lagi ke suatu alat, nah alat itu lah yang menggerakkan tiap-tiap angklungnya. Sangat menarik lho.

Kalau komunitas yang paling saya ingat adalah yang baru saja kemarin (26 November 2013) ditampilkan, komunitas levitasihore. Levitasihore ini komunitas fotografi yang menampilkan foto-foto levitasi (anti gravitasi). Kalau mau bukti lebih banyak mengenai beritanya yang beragam banget dan menunjukkan Indonesia yang berbeda, liat aja di webnya: http://www.netmedia.co.id/program/indonesia-morning-show/ atau ya tonton langsung aja setiap hari jam 06.00-09.00 *kayak iklan jadinya :P*.

Entertainment News -> Bukan Gosip

Entertainment News

Saya baru kali ini mendapatkan informasi dunia hiburan yang benar-benar informasi, bukan gosip. Entertainment news menyajikan update terbaru dari artis-artis Indonesia, luar negeri juga sih sedikit. Tapi benar-benar jauh dari yang namanya gosip. Update-nya itu sekitar kegiatan apa yang sedang dijalani sekarang atau prestasi artis. Bahkan pernah memberitakan artis Indonesia asal Bandung yang sudah sering aktif di beberapa film anak-anak di Amerika. Dia memang mengawali karirnya di Amerika sana. Sayangnya saya lupa namanyaaa, huhuhu.

Tapi beneran deh, entertainment news beneran berita seputar selebritis, hal yang mereka sedang kerjakan dan hadapi sekarang, bukannya gosip apalagi sensasi.

Sarah Sechan

Sarah Sechan

Sarah Sechan ini acara talkshow gitu, satu episode ada beberapa tamu yang dibagi ke dalam beberapa segmen. Bukan beberapa tamu digabung dari segmen satu sampai segmen terakhir. Jadi ya satu segmen satu tamu. Saya sih termasuk yang gak suka dengan talkshow yang menghadirkan beberapa tamu sepanjang acara. Karena jadi gak fokus. Karena kan tiap orang kegiatannya belum tentu sama, jadi ya pertanyaannya juga gak bisa disamain.

Saya liat setiap hari Sabtu adalah harinya anak-anak, hehe. Cukup menghibur lho di hari Sabtu ini. Karena anak-anak yang hadir itu ya yang unyu2, hihihi. Anak-anak yang diundang itu juga berbagai macam. Ada yang menginspirasi, juara little miss Indonesia, punya prestasi tertentu, sampai yang punya hobi unik *memilin-milin bantal misalnya*. Daan Sarah Sechan ini muncul tiap hari lho jam 19.00, exist banget kan?

The Comment -> Hiburan Berbeda

The Comment

Ini acara hiburan  yang beda. Biasanya kan acara hiburan kaya komedi gitu gak jauh-jauh dari sketsa panggung dengan skenario tertentu. Kalau ini, namanya aja the comment, isinya ya komen, haha. Jadi the comment menayangkan beberapa video yang selanjutnya dikomentari oleh pembawa acaranya, Bung Dharto dan Mas Danang. Mereka berdua ini cocok banget, bisa baca pikiran satu sama lain kayaknya. Soalnya terkadang saya bingung dengan garingan yang dimaksud oleh Mas Danang misalnya, tapi Bung Dharto bisa aja menebak dengan benar. Ah, jodoh memang kalian berdua! Nikah gih! #eh

Sebenernya masih banyak lagi sih acaranya, tapi yang sering banget saya tonton ya acara-acara itu aja, hehe. Maklum, kalo nonton juga bisanya di rumah orang tua atau di rumah mertua, di rumah sih kebanyakan laptopan :P. Sayangnya belum ada acara tausiyah-tausiyah yaa, hehehe. Yup, acara tausiyah atau ceramah islami begitu salah satu acara favorit saya di stasiun TV lain.

Adanya NET TV yang berbeda ini bisa jadi salah satu bahan pertimbangan lagi nih buat suami kalau ada lho TV yang berbeda, hehehe.  Keren lah pak Wishnutama sebagai salah satu pemiliknya.

Terakhir, sampai sekarang NET TV gak ada iklan komersil lho, masih iklan acara-acara mereka. Just wondering, emang konsepnya tanpa iklan atau memang belum ada yaa? hehe

Btw, postingan ini bukan postingan berbayar lho ya *walaupun gak keberatan kalau dibayar, ahaha*, bukan juga untuk lomba blog, hee.

image credits

Published by:
Lomba Blog

Ngeblog Membuat Notebook Tipis

Siapa yang masih ingat pengalaman pertama punya notebook? Saya masih lhoo, karena notebook yang saya punya sekarang ya notebook pertama saya, ihihi. Apapun yang pertama pasti diingat kan, seperti cinta pertama laah #eh.

first love

cinta pertama

image credit

Sama dengan saya, saya juga selalu mengingat apapun yang serba pertama. Pertama kali punya hape, pertama kali punya penghasilan sendiri, termasuk pertama kali punya notebook. Nah, notebook saya ini saya dapatkan dari tempat terakhir saya bekerja. Bukan, bukan dengan menabung lalu membelinya, bukan juga melalui doorprize. Tapi dengan metode kredit yang diberikan oleh kantor selama 6 bulan, ihihi.

Jadi, di tempat saya terakhir bekerja itu ingin agar karyawannya merasa memiliki fasilitas kantor agar selalu menjaganya dengan baik. Maka dari itu alih-alih dipinjamkan fasilitas kantor (termasuk notebook), karyawannya ya diberikan dahulu lalu kemudian menggantinya melalui uang gaji. Jadi gajinya dipotong sesuai dengan kesepakatan kantor dan si karyawan tersebut. Berapa besar yang ingin dikurangi dari gaji dan berapa lama ingin melunasinya tergantung kesepakatan tadi. Kebetulan waktu itu saya memilih waktu 6 bulan karena gak mau ngutang lama-lama sisa gaji masih mencukupi hidup saya, terlebih karena saya sudah menikah XP.

Ada perasaan yang sangat tidak tergambarkan saat akhirnya gaji saya tidak dipotong lagi, seperti baru saja terbebas dari belenggu hitam *lebay*, hehe. Itu karena artinya notebook yang saya pakai telah lunas dan telah sepenuhnya menjadi milik saya, horeee! #lompatgirang

freedom

bebaas..!!

ballheads_freedom by sheldon

Tetapi notebook saya ini setelah dipakai selama 2,5 tahun ini kok ya lama-lama bikin saya capek juga yaa. Capek selain karena tampilan fisiknya berat, juga karena tidak tahan panas. Baru dinyalakan sebentar saja tanpa diberi kipas sudah langsung panas dan jadi lemot. Yap, rasanya saya butuh notebook baru yang lebih bisa memenuhi kebutuhan saya yang aktif. Dan iya, saya selalu ngiler kalau sudah membicarakan notebook Acer seri terbaru, yaitu Acer Aspire E1 Series.

Kenapa saya bisa sengiler ini? Kalau tentang merk Acer-nya sendiri sih karena melihat pengalaman suami yang memang punya netbook Acer dan masih awet sampai sekarang. Sudah sekitar 4 tahun umur netbook yang dimiliki suami dan masih digunakan untuk memenuhi kebutuhan pekerjaan suami yang tidak ringan setiap harinya.

Nah, kalau untuk seri E1-nya sih karena itu merupakan seri notebook yang paling terbaru yang dikeluarkan oleh Acer. Dan seperti telah saya ceritakan di sini, Acer E1 Slim Series bisa membuat saya lebih produktif dengan mudahnya dibawa kemana saja. Dengan pekerjaan freelance yang bisa dikerjakan dari mana saja, saya bisa seenaknya berganti suasana, dan pergantian suasana tersebut bisa membuat otak saya refresh sehingga saya bisa lebih produktif dan semangat saya bisa ngeboost lagi dalam ngeblog bekerja. 

Kalau di rumah, hiburan utama saya adalah tidur, selain bermain dengan anak tentunya. Jadilah berhubung saya orangnya juga cepat bosan, saya bisa lebih banyak tidur malahan daripada kerjanya #ups. Maka dari itu, dengan asiknya notebook yang bisa ditenteng kemana-mana, saya bisa sering-sering berganti suasana dan jadi tidak cepat bosan deh. *hehe, ngiler kan tuh*(¯﹃¯)

lebih tipis dan ringan

lebih tipis dan ringan lebih enak ditenteng

Terlebih lagi saya ingin bisa tampil lebih profesional. Hal-hal yang mendukung agar bisa tampil lebih profesional telah saya jelaskan pada tulisan saya sebelumnya di sini. Singkatnya, tampilan profesional tersebut bisa saya dapatkan dengan menampilkan first impression yang baik dan dengan menggunakan senjata yang elegan, yang bisa saya dapat dengan membawa Acer Aspire E1-432. First impression yang baik itu bisa saya dapatkan kalau penampilan saya bisa terjaga saat dari rumah hingga di tempat tujuan saat bertemu klien. Yang menambah lebih profesional lagi adalah dengan bisa langsung mencolokkan kabel proyektor ke notebook untuk proses presentasi yang lebih cepat. Mantap lah pokoknya si notebook tipis yang didukung performa Intel® Processor di dalamnya inih.

Selain membuat saya bisa lebih produktif dan lebih profesional lagi, saya bisa membuat keluarga lebih harmonis dengan bisa menonton film lebih tenang. Lebih tenang karena punya banyak pilihan film *psst, sudah sering saya sebut kan kalau Acer Aspire E1 Series, khususnya E1-432 dilengkapi harddisk SATA berukuran 500GB* dan lebih tenang kalau saya lupa mencolokkan charger baterai. Yap, kalau lupa mencolokkan charger baterai kita bisa lebih tenang karena baterainya bisa tahan sampai 6 jam (359 menit) untuk memutar konten multimedia (film HD). Terlebih notebook yang saya pakai sekarang itu sangat cepat panas, makanya harus selalu diberi kipas angin seperti di postingan yang ini.

kipas laptop saya

kipas laptop saya

Untung notebook gk bisa masuk angin yak, kalau bisa isinya sudah angin semua kayak gini deh, :P.

*ceritanya* notebook masuk angin

*ceritanya* notebook masuk angin

Maka dari itu, saya kok ya merasa pantas untuk memiliki notebook baru sekelas Acer Slim Aspire E1, yang didukung oleh  prosesor Intel®, mulai dari Intel® Celeron® dan Core™ i3, dan 30% lebih tipis  ya. Tapi mau minta ke suami gak enak karena beliau sedang sibuk banget memikirkan tesis yang sedang dikerjakan, terlebih karena biaya S2nya tidak sedikit sehingga harus menyelesaikan S2 secepatnya, jadi saya tidak mau menambah kepusingan suami. Tapi sekarang saya juga sudah tidak bekerja lagi di kantor, jadi ya gak bisa kredit lagi deh, huhu.

Dasar ya emak-emak, demennya kredit. Karenaa kalau kredit kan setidaknya pengeluaran kita per bulan masih bisa dikontrol, kalau ujug-ujug mengeluarkan uang yang tidak sedikit bisa kacau deh siklus keuangan keluarga, hehehe. Iya sih, notebook Acer Aspire E1 Series tergolong murah untuk ukuran notebook yang bisa memenuhi kebutuhan saya untuk bisa tampil keren dengan notebook slim yang paling tipis di kelasnya. Tapii dengan harga yang berkisar antara 4,7 sampai 7,6  jutaan (mengacu pada daftar harga notebook Acer E1 slim series di sini) untuk keluarga kecil kan lumayaan. Maka dari itu alangkah lebih baik enak kalau bisa mendapatkannya secara gratis, ehehe. #berdoasungguh-sungguhsambil*pastinya*ngilerr XP

Semoga saja tulisan ini bisa menghantarkan notebook Acer E1 slim series itu ke tangan saya sehingga keinginan saya memiliki notebook baru yang slim, praktis, canggih, dan bisa memenuhi segala kebutuhan saya bisa tercapai. Aamiin 😀

Note: ada yang engeh gak yaa kalau tulisan saya selau berjudul _ _ _ membuat _ _ _, hihihi. #pentingbanget 😛

Tulisan ini diikutsertakan dalam event “30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis” yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia

Published by:
Uncategorized

Ketulusan

Beberapa waktu lalu saya sedang mengurus baju-baju yang sudah menumpuk dan minta segera dilipat agar bisa segera masuk lemari lagi. Lemari sampai kosong waktu itu karena bajunya sampai terpakai semua karena saya sedang malas mencuci, huhu.

Selayaknya anak kecil yang serba ingin tau dan serba ingin menolong, si Naia beraksi untuk membantu saya. Yasudah saya berikan saja satu baju saya, itung2 menyenangkan hatinya. Daan, yak, dia mengikuti gaya saya untuk melipat-lipat baju *padahal mah diuwel-uwel gak jelas sama dia, ihihi*. Saya jadi senyum-senyum sendiri dan memperhatikan mukanya.

Subhanallah yah, mukanya itu lho! Tuluuus banget, gak ada yang bisa menandingi deh, raut mukanya benar-benar menunjukkan rasa ingin menolong tanpa pamrih. Rasanya dia itu bekerja keras demi membuat kita (orangtua) senang, huaah.

Tapi begitu Naia mulai bosan, yaudah ditinggalin gitu aja deh, hahaha. Saya pengen deh mempelajari bagaimana caranya menjaga ketulusan itu dan bagaimana nantinya menjaga mood. Menjaga mood sih udah tingkatan atas lagi yah, namanya anak kecil ya tingkat konsentrasinya masih sebentar-sebentar, jadi gak heran sih kalau mereka masih cepat bosan, hehe.

Satu hal yang pasti, saya ingin selalu menghargai Naia dalam melakukan segala hal. Menurut saya dengan menghargainya, Naia jadi sangat merasa bermanfaat untuk kita. Bukan buat Naia aja sih, buat adik-adiknya juga kelak *emang mau punya anak berapaaa?* XP Menghargainya saya lakukan dengan selalu menyampaikan rasa terima kasih setiap dia melakukan hal baik, termasuk dalam membantu melipat-lipat pakaian ini. Terima kasih ya nak atas bantuannya, ciuum :*

Sejak saat itu saya baru sangat percaya kalau ketulusan sudah dimiliki sejak kecil. Tinggal tergantung orangtua serta lingkungan sekitar yang punya andil dalam perubahan ketulusan tersebut. *gak ngerti yah perubahan ketulusan itu gimana? sama! XP* Intinya, anak kecil itu tuluss banget, dan saya mau banget belajar untuk menjaga ketulusan itu pada mereka! Semoga bisa. Aamiin

Published by:
Lomba Blog

Performa Maksimal Membuat Keluarga Harmonis

Yak, lagi-lagi saya melanjutkan tulisan mengenai Acer. Sudah ketiga kalinya ini saya menuliskan mengenai produk Acer terbaru, sebelumnya ada di sini dan sini 😀

Berhubung saya freelancer, ya jadinya saya lebih sering untuk bekerja di rumah sambil jagain Naia. Iya, masih kepengen kok bisa sering-sering kerja di mana saja tapi ya alasannya sudah saya kemukakan di tulisan sebelumnya toh?, hehe. Nah, kalau di rumah gini, untuk bekerja di depan laptop saya harus mencuri-curi waktu *mencuri waktu halal kok XP*. Soalnya, Naia (19m) itu kalau belum tidur ya dia gak mau berhenti bergerak, apalagi kalau saya sudah mulai membuka notebook saat dia bermain sendiri. Walaupun bermain sendiri, dia itu maunya saya perhatikan, jadi saat melihat notebook saya terbuka dan saya mulai sedikit bekerja biasanya dia menghampiri lalu menutup notebook saya sambil memasang muka lucu, hahaha. Yaudah, gagal deh pencurian waktu di saat dia bermain sendiri ini. Maka dari itu biasanya saya menunggu dia sampai tertidur saja.

Tapi suatu hari belum lama ini, saat saya bekerja *baru sebentaaar banget*, Naia terbangun dan tidak lama hujan turun begitu derasnya diiringi dengan petir dan gledek. Biasanya kalau Naia tertidur pulas dalam keadaan capek, dia gak peduli tuh dengan suara sebising dan seramai apapun, termasuk petir dan gledek yang saling menyambar. Tapi kali ini berhubung dia baru bangun, jadilah dia menangis keras karena takut akan petir dan gledek itu.

Nah, berhubung notebook belum saya matikan, akhirnya saya ajak dia untuk menonton film kartun. Saya itu punya kebiasaan menghapus film yang sudah selesai saya tonton demi menjaga tersedianya tempat penyimpanan. Tapi untungnya film-film kartun tersebut masih saya simpan jadi bisa dipakai untuk menenangkan Naia deh *Alhamdulillah yah*. Saya lalu memutar film Ratatouile saat itu, kartun seekor tikus yang menjadi juru masak. Di adegan awal terdapat rumah yang diguyur hujan besar dan diiringi petir dan gledek. Nah, saat itulah dia berhenti menangis lalu mengatakan “ama”, yang maksudnya sama sambil menunjuk-nunjuk keluar rumah. Huaa, dia sudah bisa menyamakan keadaan ternyata. Dan yes, saya berhasil menenangkan Naia. *senyum puas*

Jadilah akhir-akhir ini saat saya ingin bekerja disaat Naia bangun, saya lalu memutar film tersebut di setengah layar notebook, dan setengahnya lagi saya lanjut bekerja, hihihi.

Berbagi Notebook

Berbagi Notebook

Tapiii, notebook saya ini gak tahan kalau lama-lama mengerjakan banyak hal sekaligus begitu. Pasalnya, suhu notebook saya cepat sekali menjadi panas, terlebih lagi kalau multitasking yang memang membutuhkan kinerja maksimal. Jadilah kalau suara atau gambar di film sudah mulai sedikit melambat, yang bisa saya lakukan adalah mematikan notebooknya lalu lanjut bermain dengan Naia. Pekerjaan, yaa gampanglah nanti lagi, sekarang saatnya mengistirahatkan laptop dulu, pikir saya. Nah, begitu pula kejadiannya saat saya dan suami sedang menikmati waktu berdua untuk menonton film romantis action di notebook saya ini. Film belum habis, e laptop sudah keburu panas, huaa. Yasudah terpaksa disambung nanti deh nontonnya *gak enak yeuh* :(.

Biasanya sih sekarang untuk mensiasati suhu yang panas itu, saya akhirnya memberi kipas di samping laptop. Bukan, bukan kipas khusus untuk laptop kayak gini.

kipas laptop seharusnya

kipas laptop seharusnya

credit

Tapi kipas angin kayak gini XP.

kipas laptop saya

kipas laptop saya

Soalnya pakai kipas angin kayak gini lebih langsung memberi angin di prosesornya, hehehe. Padahal gak punya kipas khusus laptop.

Apalagi kalau saya kelupaan untuk mencolokkan charger. Baru sebentar menonton bisa-bisa sudah kehabisan baterai. Apalagi kalau sedang menonton begitu, biasanya ya tidak terdengar peringatan baterainya sudah mau habis, hiks. Naia bisa marah lagi kalau film yang asik-asik ditonton eh selesai di tengah jalan, huhu. Enak banget yah kalau hidup notebook bisa tahan lama dan bisa menjaga suhu sedemikian rupa. Sifat pelupa saya ini kan bisa sedikit terobati gitu dengan daya yang lebih tahan lama. Jadi ya begitu film selesai baru deh baterai kedap-kedip *mengkhayal sambil ngiler*.

Ah, jadi inget Acer Aspire E1-432 lagi deh. Dengan didukung performa Intel® Processor di dalamnya, yaitu Intel 4th Gen terbaru (Haswell) yang dikombinasikan dengan baterai 4-cell (2500mAh), daya tahan baterai notebook Acer Aspire E1-432 dipastikan akan menjadi jauh lebih maksimal lho. Bayangkan saja, notebook ini bertahan hingga 6 jam (359 menit) untuk memutar konten multimedia (film HD), dan berkisar 3-4 jam saat menjalankan game. See, saya tidak perlu khawatir lagi kan kalau saya kelupaan mencolokkan charger. Selesai sudah, ketemu deh solusinya, saya harus punya Acer E1 Slim Series ini. *semangat berkobar*

Apalagi kalau lama-lama dipakai multitasking, saya bekerja sambil Naia menonton, Acer E1 Slim Series sangat bisa diandalkan. Pasalnya, notebook Acer Aspire E1 Series ini tidak cepat panas. Selain bisa tampil keren dengan notebook slim yang paling tipis di kelasnya, dengan dimensi yang tipis itu, notebook Acer memberikan solusi pendinginan yang memadai. Yaa, asalkan ditempatkan di tempat-tempat rata dan menghantarkan panas sih (seperti meja kayu atau lantai, bukannya di atas kain atau karpet), suhu kerjanya dapat terjaga dengan baik. Jadi, jauh-jauh deh gambar dan suara yang tiba-tiba melambat disaat saya sekeluarga menonton :D.

Nah, menonton film juga enaknya yang HD kan? HD itu dari segi gambar dan kualitas videonya lebih bagus, maka dari itu biasanya film-film HD membutuhkan space yang cukup banyak juga di harddisk, maka dari itu juga saya suka menghapus film yang telah saya tonton, takut harddisknya kepenuhan euy. Tapi kalau saya punya space yang lebih banyak, ya gak usah pusing-pusing menghapusnya kan? Saya jadi bisa menyimpan film-film favorit deh. Btw, Acer Aspire E1-432 dilengkapi harddisk SATA berukuran 500GB. Huwhuw, saya jadi tenang menyimpan file film HD itu, hehehe. Apalagi ya, Acer Aspire E1 Series ini bisa tetap menampilkan film HD yang saya simpan dengan tajam dan terang dengan resolusi yang tinggi. Wajar sih, itu karena Acer Aspire E1-432 menggunakan monitor LED berukuran 14” dengan resolusi 1366×768 px. *tuh kan ngiler lagi*(¯﹃¯)

Tuh kan saya jadi gak henti-hentinya ngiler akan kehandalan notebook Acer E1 Slim Series. Selain handal untuk kerja dengan membuat saya semakin terlihat profesional, asik juga untuk bermain bersama keluarga dengan menonton. Naia bisa menonton disaat saya kerja, suami pun senang saat menonton tidak diganggu oleh gambar yang tiba-tiba melambat atau mati saat film belum selesai. Keluarga jadi lebih harmonis deh, hehehe. *PD*

Tulisan ini diikutsertakan dalam event “30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis” yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia

Published by:
%d bloggers like this: