Mommychi: Demi Anak dan Waktu Yang Tidak Akan Pernah Kembali

30 Replies

Keluarga Lomba Blog

Sejak umur 12 bulanan, Naia memiliki berat badan jauh di bawah rata-rata berat badan anak seusianya. Saat itu saya dan suami masih tenang-tenang saja karena orangtua saya mengatakan saya pun dulu seperti itu. Jadi, saya dan suami menganggapnya hal genetik yang mungkin diturunkan oleh saya.

Tapi nyatanya hal tersebut salah. Kami (saya dan suami) mulai menyadari kalau Naia ‘ada apa-apa’ pada saat usianya menginjak 16 bulan. Memang sih, porsi makan Naia sangat imut dan sedikit sekali. Awalnya dokter hanya memberi vitamin penambah nafsu makan dan menyarankan untuk memberinya susu tambahan. Tapi akhirnya kamipun mulai mengikuti prosedur dari dokter untuk mencari tau ada apa sebenarnya di dalam tubuh Naia yang membuat beratnya jauh di bawah rata-rata itu, mulai dari tes urin, tes feses, sampai tes mantu (tes untuk melihat ada atau tidaknya penyakit TBC). Alhamdulillah tes mantunya ternyata negatif. Namun, dari tes feses, ternyata Naia mengalami penyerapan gizi yang kurang, karena terlihat dari banyaknya serat dan lemak baik yang keluar lagi melalui fesesnya. Akhirnya, selain diberi vitamin penambah nafsu makan, Naia juga diberi enzim tambahan untuk membantunya menyerap gizi dengan sempurna.

Pertanyaannya adalah, kenapa bisa sampai terjadi hal demikian? Kami sadar, salah satu sebabnya adalah karena kami luput memantau kesehatannya di 1000 hari pertama kehidupannya, dihitung sejak anak berada dalam kandungan sampai usianya 2 tahun. Sungguh kami tidak melakukan pencatatan beratnya setiap bulan, bahkan tidak menimbangnya setiap bulan. Kami juga hanya mencatat beratnya setiap imunisasi saja, itupun kami suka terlambat mengimunisasi Naia *orangtua macam apa ini, huhu*. Yang rutin kami lakukan hanya mencatat perkembangan motoriknya. Selama perkembangan tersebut normal, kami merasa tidak ada masalah. Dan Alhamdulillahnya selama ini perkembangannya normal. Namun, kami benar-benar luput kalau ternyata pertumbuhannya berada di bawah rata-rata batita lainnya.

Saat ini (Naia sudah berumur 21 bulan) kami sedang berusaha untuk berkonsultasi dengan dokter ahli gizi agar Naia bisa kembali pada ‘jalurnya’ dan agar kami bisa mengejar ‘ketertinggalan’ ini sebelum dia berumur 2 tahun.

PERIODE KRITIS

Tahukah kalian para orangtua, bahwa 1000 hari pertama kehidupan anak adalah waktu yang sangat penting dan harus selalu dipantau karena pemenuhan gizi, kecerdasan otak, juga pertumbuhan badannya terjadi sangat pesat di periode kritis ini. Periode kritis adalah masa di mana perkembangannya akan muncul secara maksimal, akan berhenti di waktu tertentu, dan tidak akan kembali lagi nantinya. Sehingga periode kritis ini tidak akan bisa diulang.

“Keunikan periode kritis ini terletak pada dua hal yaitu periode ini merupakan masa saat sirkuit jaringan otak terbentuk hingga 80 persen dan periode kritis ini hanya terjadi sekali dalam seumur hidup, sehingga selama periode ini Si Kecil harus benar-benar terpantau kemampuannya supaya tidak terjadi kegagalan pembentukan sirkuit otak yang berakibat permanen sepanjang usianya,“

DR. Dr. Ahmad Suryawan, Sp.A(K), Ketua Divisi Tumbuh Kembang Anak & Remaja Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSU Dr. Soetomo/FK Unair Surabaya

Yang paling krusial sih otak yaa, karena perkembangan otak yang paling pesat itu ya pada saat anak berada di dalam kandungan. Dan berat otak saat bayi lahir itu sudah mencapai 25% dari berat otak dewasa, 80% saat umur 2 tahun, dan mencapai 95% saat dia berumur 6 tahun. Bayangkan! Di umur 6 tahun, otak kita sudah hampir sempurna. Perkembangan otak sejak 6 tahun sampai seterusnya walaupun membutuhkan waktu lama tapi tetap hanya mencapai angka maksimal 5%.

Maka dari itu, kesehatan dan tumbuh kembang 1000 hari pertamanya harus selalu terpantau. Karena tidak sedikit juga orangtua yang kurang memperhatikan hal ini. Terbukti dari kasus anak kami sendiri, Naia. Dan terbukti juga dari banyaknya kasus anak stunting, balita yang memiliki tinggi badan di bawah normal, yang mencapai 35,6% dari balita Indonesia *data RISKESDAS 2010*. Kebanyakan dari mereka padahal lahir dengan panjang dan berat badan yang normal. Naia pun memiliki berat badan normal saat lahir, yaitu 2,9 kg.

MOMMYCHI

mommychi

Untuk membantu orangtua memantau kesehatan dan tumbuh kembang anak, PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) berbaik hati membuat aplikasi Mommychi dan diluncurkan pada tanggal 15 Januari 2014 kemarin, yang kebetulan saya hadiri :D. Aplikasi ini selain bermanfaat untuk mencatat seluruh perkembangan anak, juga bisa bermanfaat untuk mencatat semua perkembangan janin. Ya, karena 1000 hari pertamanya dihitung saat berada dalam kandungan, jadi faktor kesehatan ibu hamilpun sangat dipengaruhi dan sangat penting untuk dipantau.

Berhubung saya ‘tobat’ dan mulai saat ini mau memantau segala perkembangan Naia, sayapun mencoba aplikasi ini. Memang untuk Naia waktunya sebentar lagi, tapi tidak ada kata terlambat kan? Juga kelak di kemudian hari, untuk anak kedua dan seterusnya saya bisa memantaunya mulai dari hari-hari pertama perkembangannya dalam janin 😉

Untuk menggunakannya juga tidak sulit. Daftar hanya membutuhkan alamat email dan password yang kita pilih sendiri, simple.

Profil pribadi dan buah hati

Setelah terinstall, yang paling pertama saya lakukan pastinya adalah mengisi profil saya sendiri. Berhubung mau memantau perkembangan Naia mulai sekarang, jadi ya saya juga mengisi data anak donk 😀

Pemantauan pertumbuhan

Nah, sesuai tujuannya, mommychi dibuat agar kita para orangtua bisa memantau pertumbuhan dan perkembangan anak dengan lebih menyenangkan. Pemantauan tersebut dilakukan melalui menu-menu yang terdapat di dalam profil buah hati. Ada imunisasi, jurnal kesehatan anak, deteksi kesehatan anak, ensiklopedia, sampai album foto anak kita. Nah, berhubung saya ingin memantau pertumbuhannya, saya larinya ke menu ‘deteksi kesehatan anak’. Di deteksi kesehatan ini, terdapat 4 menu lagi. Dan karena fokus saya di pertumbuhannya yang kurang, maka saya menuju menu pertumbuhan anak. Nah, di bagian ini kita bisa memantau pertumbuhan anak kita setiap bulannya, karena kita harus mengisi berapa berat badannya, tinggi, dan lingkar kepala anak kita. Data ini nantinya dibandingkan dengan grafik pertumbuhan rata-rata  yang tersedia dan diambil dari WHO.

Jadwal imunisasi

Beberapa bulan yang lalu, saya dan suami sempat lupa jadwal imunisasi untuk Naia, huhu. Hal ini cukup menyebalkan sih, karena kan di umur berikutnya akan ada imunisasi lainnya. Nah, di mommychi ini terdapat jadwal imunisasi yang disesuaikan dengan umur si anak. Imunisasi yang tercatat adalah imunisasi yang lengkap sejak imunisasi pertama. Ada alarm pengingat juga untuk mengingatkan saya kalau waktu imunisasi selanjutnya sudah dekat. Huah, yang ini sangat berguna bagi saya dan suami yang sangat pelupa ini.

Btw, ternyata dokter saya tersimpan dalam direktori dokter di mommychi ini, hihihi. Jadi seneng deh, jadi merasa gak salah pilih dokter, ada di mana-mana soalnyah 😀 Plus, bisa ada live chat juga lho ke dokter yang ada di klikdokter.com. Iyap, mommychi bekerja sama dengan klikdokter.com di bagian fitur tanya dokter.

Namerator

Selain kemudahan yang diberikan seperti di atas, terdapat hal yang menurut saya cukup menghibur , yaitu adanya namerator. Namerator itu semacam generator nama yang digunakan untuk mendapatkan inspirasi nama anak yang diinginkan yang diambil dari nama kedua orangtuanya. Ini saya kasih contohnya, inspirasi nama anak perempuan hasil penggabungan dari nama saya dan suami. Entah bagaimana caranya, tapi bagus juga sih untuk orangtua yang kebingungan mencari nama, hehehe.

Sebenarnya masih banyak sih fitur-fitur lainnya, tapi kalau saya jabarkan satu-satu di sini bisa gak habis-habis deh ini tulisannya 😛

Namun, jangan berharap aplikasi sebagus dan sebesar ini bisa berjalan dengan cepat ya, hehe. Karena ya tidak sedikit data yang harus dimasukkan dan tidak sedikit juga fitur yang dimilikinya. Dan juga data-data yang tidak sedikit itu semua tersimpan secara online, bukan di gadget, walhasil data yang harus diload jadi sangat banyak.

Yap, mommychi agak sedikit ‘lemot’ jika dijalankan di koneksi yang biasa-biasa saja. Kita harus memiliki koneksi internet yang sangat cepat agar kita tidak menunggu lama untuk menjalankan fitur tertentu.

Semoga dengan adanya aplikasi mommychi ini, saya bisa lebih rajin lagi memantau gizi serta kesehatan Naia sebelum semuanya terlambat. Demi Naia dan waktu yang tidak akan pernah kembali 😉

Download aplikasinya:

download-android

download-ios

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba buzz & blogger competition dari kalbe

30 comments

    1. istianasutanti

      hehe. waktu itu juga ada yang nanya nih. sebenernya bisa kok untuk lebih dari 2 tahun, di tabel pantauan pertumbuhan yang ada grafiknya tersedia sampai umur 61 bulan, alias 5 tahun. ^^

  1. Heni Puspita

    Sorry Mak kalau boleh tanya, BBnya Naia pas 16 bulan berapa ya? Urusan BB ini kadang untuk beberapa Emak bisa jadi urusan sensitif sih. Anakku sudah 15 bulan, Pas 12 bulan memang jauh banget ya dari berat yang katanya ideal yaitu 3x berat lahir. Lahir 4 kilo sekarang cuma 9 kiloan kalau nimbang dirumah. Karena anaknya aktif & ceria-ceria aja, skor KPSPnya juga bagus jadi aku & suami nggak khawatir. Tapi baca tulisan ini jadi kepikiran juga soal penyerapan zat gizinya. Aku pernah dengar kasus serupa, ada anak yang kurang bisa menyerap lemak.

  2. Pingback: Video Mommychi | momopururu

  3. nidya

    masalah BB anak ini buat saya never ending drama, selepas anak2 umur 12 bulan buat naikin BB koq rasanya bagai mencari jarum dalam jerami sampai saat inipun sulung berusia 5 tahun saya masih berkutat di masalah BB *gigit timbangan*,lanjut ke masalah BB si middle yg umurnya 4 tahun
    sudah ketahuan penyebab BB naia tersendat mbak?jika berkenan ditunggu sharing selanjutnya

  4. eriek

    artikelnya ini bermanfaat sekali. kebetulan naurah (15bln) belum ditimbang sejak genap umur 12bln. jadi ngga tahu berapa berat badannya sekarang. sepertinya saya mau coba aplikasi itu nanti.
    terima kasih sharing nya mbak 🙂

  5. Pingback: Weaning Alias Menyapih | momopururu

  6. Pingback: Ngeblog Dengan Jujur | momopururu

  7. Pingback: Pentingnya Memanjakan Blogger | momopururu

  8. Pingback: Prinsip Ngeblog | momopururu

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: