Belajar Jualan Online: Menjadi Spesialis di Produk, bukan Toserba

5 Replies

Hobi

Belajar dari pengalaman, pengkhususan produk dalam toko online itu lebih memudahkan dan menguntungkan.

Jadi, beberapa bulan lalu, saya dan sahabat saya membuka toko online baju muslimah, kerudung, serta pernak-perniknya bernama Hijaiya. Konsep kami awalnya semua yang dibutuhkan wanita bisa didapat di toko kami dengan harga murah. Gamis yang harganya berkisar 50ribu – 80ribu saja, kerudung yang berkisar 15ribu-35ribu, dompet yang berkisar 60ribu-80ribu, dan barang-barang lainnya, termasuk baju renang dan dompet.

Produk-produk tersebut bisa murah karena kami belanja secara grosir dan mengambil untung hanya sedikit sekali. “Untung sedikit asal perputarannya cepat”, begitu pikir kami. Tapi sayangnya, modal kami sangat terbatas. Jadi, satu jenis produk hanya bisa menampung 5-6 model saja, sedikit kan untuk toko online? Apalagi perempuan lebih menyukai toko online dengan model yang banyak agar pilihannya tidak terbatas. Tapi kami tetap melaju dengan konsep semua ada ini. Yaa sesuai namanya, hijaiya yang diambil dari huruf hijaiya. Dari alif sampai ya, yang mengartikan dari gamis sampai dompet pun ada.

*sebenarnya celana panjang, rok, manset, serta legging pun ada, hanya saja tidak sempat kami bikin foto untuk promosinya 😀

Baru memasuki bulan kedua, penjualan tidak begitu meningkat, padahal momennya pas dengan momen Idul Fithri. Hal ini dikarenakan model yang tidak update dan sedikitnya channel penjualan serta servis yang masih ‘angot-angotan’ *apa ya bahasa bagus untuk ‘angot-angotan’?*. Model yang tidak update tersebut karena kurangnya modal. Diawali dengan banyaknya jenis produk sangatlah menguras modal kami sehingga kami mengharapkan stok yang ada habis semua dalam 1 atau 2 bulan. Nyatanya, dalam waktu 3 bulan tidak sampai 30% barang kami terjual.

Di awal pembuatan toko online tersebut, kami sempat disarankan oleh teman yang lebih berpengalaman dengan toko online. Menurutnya pengkhususan produk lebih baik dan lebih bagus dalam hal SEO. Entah kenapa saya dulu tidak mendengarkan saran itu dan terus melaju dengan beragamnya produk namun dengan modal yang terbatas. Sampai beberapa bulan kemudian kami melihat kenyataannya. Akhirnya kami pun sempat vakum dalam melakukan bisnis ini dan selama beberapa bulan tidak melakukan penjualan satupun. Namun, sejak 3 bulan yang lalu saya mulai berpikir untuk mengkhususkan produk seperti disarankan oleh teman saya yang sudah memiliki omset kira-kira 500 juta tersebut. *dibilangin sama orang berpengalaman kok ya gak didengerin dari awal sih* #toyorpalasendiri

Akhirnya sejak awal tahun ini, saya memulai lagi untuk gencar menjual dan mulai fokus untuk menjadikan hijaiya sebagai toko online besar yang khusus menjual gamis dan dress murah. Iya, murah, sekarang harganya hanya berkisar 70ribu-200ribu saja. Terlihat lebih mahal dari sebelumnya? Karena produk yang sekarangpun kualitasnya lebih bagus. Di bawah ini saya berikan contoh-contoh produk hijaiya yang sekarang.

Lalu, bagaimana nasib barang-barang lama seperti dompet, jilbab dan baju renang yang tersisa? Masih saya jual juga kok, namun hanya untuk menghabiskan stok saja dan tidak akan membeli model baru lagi.

Hasilnya? Selain menjadi lebih mudah dalam mengatur stok, omset yang didapat juga meningkat hampir 100% 😀

Yuk, buat yang mau belanja, boleh lhoo, liat langsung ke http://hijaiya.com/ atau ke page facebooknya dan langsung pesan ke:

  • sms: 087878886017
  • whatsapp: 085694681563
  • BBM: 767D3D52
  • inbox facebook page hijaiya
  • website, langsung melalui cart

*sekalian promosi, hehehe*

Dari apa yang saya ceritakan disini, kesimpulannya adalah apabila didukung oleh modal yang cukup banyak serta sudah memiliki pasar tersendiri, boleh laah menjual beragam produk seperti yang dilakukan oleh situs-situs besar Zalora, Berrybenka, dan situs-situs jualan lainnya. Tapi, kalau baru mulai ‘belajar’ jualan online, lebih baik jenis barangnya khusus dan fokus untuk meningkatkan penjualannya terlebih dahulu sebelum merambah ke produk lainnya.

Selamat belajar berbisnis online juga yaa 😉

5 comments

  1. Leni

    Selain membenahi produk, coba konsen jg ke chanel pemasarannya. Utk awal pastinya butuh pasar dulu. Kalo produk bagus tp pasar kurang bisa jd gak jalan hehe.. atau kalau sudah banyak pemain produk sejenis juga biasanya sulit.. imho skrg yg termudah nyari pasar di instagram. Bisa melalui endorse, sfs personal, sfs group, dll.. sekedar saran hehe

Leave a Reply

%d bloggers like this: