Mimpi yang Takumi

7 Replies

Lomba Blog

Pagi itu aku terbangun sebelum alarm membangunkanku. Segar rasanya setelah bermimpi panjang yang menyenangkan. Mimpi menjelajahi gudang yang penuh dengan mesin cuci dan kulkas. Apakah ini sebuah pertanda? Entahlah. Hanya ada perasaan senang yang tersisa setelah bermimpi hal tersebut.

Mungkin juga mimpi itu adalah memang sebuah pertanda. Pertanda kalau aku memang harus mencuci pagi ini. Pakaian yang menumpuk di keranjang pakaian kotor itu rasanya sudah tidak sabar dan memanggil-manggil untuk segera dibersihkan. Setelah mencuci muka di kamar mandi yang kecil dalam rumah kontrakan yang aku tinggali ini, aku lalu mengambil keranjang pakaian kotor tadi untuk dipisahkan berdasarkan jenis dan warna. Dan dalam sekejap, kontrakan yang juga imut, yang memiliki luas hanya sekitar 5×5 meter persegi ini penuh dengan pakaian kotor yang sudah dipisah-pisahkan. Ada pakaian dalam menjadi satu tumpuk, pakaian putih satu tumpuk, pakaian anak satu tumpuk, dan pakaian berwarna serta yang berat-berat satu tumpuk lagi. Fyuh, pekerjaan yang tidak sebentar, pikirku.

Mulailah aku memasukkan tumpukan pertama ke mesin cuci Sharp ES-T75E yang aku punya. Setelah menunggu hampir 3 tahun pernikahan, mesin cuci itulah yang akhirnya kami beli. Syukurlah kami akhirnya memutuskan membeli mesin cuci itu, karena aku merasa sangat terbantu dalam urusan cuci mencuci ini. Bisa dibilang, mesin cuci adalah separuh nyawa ibu-ibu sepertiku. Selain itu, bentuknya yang juga kecil dan imut sangat pas sekali diletakkan di dalam kamar mandi kecil kami.

DSC_2594(1)

Setelah tumpukan baju tadi sudah tercuci semua dan sarapan sudah terhidang dengan sempurna, -(Ya, aku mencuci sambil memasak. Hal ini lah yang membuatku tambah mensyukuri adanya mesin cuci. Aku jadi bisa mengerjakan pekerjaan lainnya selagi mencuci!)-, ini waktunya aku menikmati waktu sendiri pikirku. Aku lalu membuat secangkir kopi hangat untuk kunikmati sambil menikmati indahnya pagi. Selagi menikmati kesendirian itu, aku mulai teringat mimpi tadi, mimpi di mana aku dibawa ke suatu gudang besar yang penuh dengan peralatan berat.

Aku hanya bisa bertanya-tanya sedang berada di mana saat itu dan bagaimana aku bisa sampai di sana. Namun, setelah memperhatikan sekeliling dan melihat adanya tulisan Sharp dengan huruf besar, aku baru sadar, ternyata aku berada di pabrik Sharp Takumi Factory yang baru didirikan sejak tahun 2012 yang berada di kawasan Karawang. Kenapa aku tiba-tiba berada di sini? Entahlah. Kamu sendiri tidak pernah tahu bagaimana akhirnya kamu sampai pada suatu tempat saat mulai bermimpi kan?

facility

gambar dari sini

Aku lalu melihat beberapa orang lainnya. Mereka sangat bersemangat dan terlihat sedang melakukan pemanasan. Kenapa mereka bersemangat sekali seperti itu? Lalu, kita mau apa di sini? Setelah melihat ada suamiku yang juga sedang pemanasan, aku bertanya padanya, “Kita mau ngapain sih di sini?”. “Lho, masa kamu lupa sih, kan hari ini kita lomba berpasangan untuk mendapatkan emas”, jawabnya. Hah? Emas? Kebingunganku bertambah. Yah, aku ikuti sajalah, pikirku.

Kami lalu dipandu oleh seseorang yang tidak kukenal, mungkin ia adalah pegawai Sharp, entahlah. Ia memberi arahan bahwa akan ada 3 game untuk mendapatkan emas yang disembunyikan di dalam pabrik ini. Game pertama adalah menjawab pertanyaan. Namun, pasangan yang bisa menjawab pertanyaan dengan benar satu saja, langsung menuju game berikutnya. Wah, menarik!

takumiKami berhasil menjawab pertanyaan mengenai Takumi karena aku pernah membacanya. Dan Takumi yang berarti ahli inilah yang menjadi faktor penting kenapa produk-produk Sharp bisa benar-benar memiliki standar kualitas yang tinggi. Ya karena tuntutan akan kualitas yang tinggi itulah, pegawainya juga dituntut ahli dalam melakukan pekerjaannya. Mereka harus melakukan training yang dilatih langsung oleh Takumi Sharp Corporation, yang memang berdedikasi penuh melatih para karyawan di lebih dari 26 negara. Selain faktor Takumi tadi, faktor lainnya yang membuat produk Sharp berstandar kualitas tinggi adalah terintegrasinya quality control pada bagian produksi yang memungkinkan pengawasan secara langsung akan kualitas-kualitas produk.

Ah ya, Takumi sendiri adalah budaya yang dicontoh dari Jepang. Takumi selalu menjadi panutan dalam melakukan setiap pekerjaan. Mereka selalu ingin mempersembahkan karya terbaik. Itulah mengapa akhirnya diartikan sebagai ahli.

takumi1

Usai menjawab pertanyaan tersebut, kami lalu diarahkan menuju game selanjutnya. Ternyata game kedua ini adalah membawa sebanyak-banyaknya mesin cuci dari bagian produksi ke gudang dalam waktu singkat. Terserah bagaimana caranya.

Aku dan suamiku lalu bergegas melaksanakan putaran kedua itu dengan semangat sambil memperhatikan bagaimana canggihnya pabrik Sharp terbaru ini. Dengan Production Control System baru dan teknologi canggih seperti Automated Guided Vehicle (AGV), serta berbagai fasilitas pendukung lainnya. Begitu melihat AGV, “Aha! Inilah alat yang dibutuhkan agar bisa mengangkut banyak mesin cuci dalam satu kali jalan”, pikir kami. Dan, dalam sekejap, kami telah menyelesaikan game kedua. Dan entah bagaimana aku sesaat seakan-akan terbang melintasi pabrik mesin cuci ini untuk menuju game selanjutnya. Aku jadi bisa melihat bagaimana semua mesin cuci dibuat dan dirakit serta diawasi kualitasnya. Ah, beruntung sekali aku ini, bisa melihat tempat dimana kehidupan sebuah mesin cuci dimulai. Tempat dimana barang yang akan sangat bermanfaat diproduksi. Tempat ini begitu lega!, pikirku. Dengan luas 11.627.888 M2, pabrik ini bisa menghasilkan mesin cuci sebanyak 1.680.000 per tahunnya. Aku begitu kagum melihatnya.

Kami lalu melaksanakan game ketiga, yaitu game mencari petunjuk akan tempat dimana emas tersebut berada. Dan petunjuk itu disembunyikan pada salah satu kulkas yang sedang diproduksi. Wah, kami harus memeriksa satu-persatu kulkas! Hal ini terasa menyenangkan, karena kami jadi tau bagaimana proses produksi kulkas di pabrik seluas 27.616.300 M2 ini. Ternyata setiap tahunnya Sharp bisa menghasilkan 2.640.000 buah kulkas, waw! Oke, setelah terkagum akan betapa luasnya pabrik ini, kami lalu mencari satu demi satu kulkas yang ada demi memeriksa petunjuk di dalamnya. Dan, entah bagaimana, di kulkas ke 2678, kami sudah menemukan kertas petunjuk itu. Aku sendiri tidak merasa sudah membuka pintu kulkas sebanyak itu. Kebingunganku bertambah, tapi yasudahlah, ini artinya selangkah lagi kami menuju emas. Lanjutkan saja! Pikirku.

Petunjuk itu menyebutkan kalau emas yang kami cari ada si suatu sudut dan bentuk emas tersebut adalah bentuk yang sudah sangat kami kenal. Kami lalu mencarinya di setiap sudut dan akhirnya menemukan kulkas dan mesin cuci emas ini. Dan ternyata, kamilah yang pertama kali menemukannya! Dan karena itulah kami akhirnya diberi hadiah masin cuci dan kulkas ini secara cuma-cuma. Huaah, bahagianya kami.

CYMERA_20140302_233245

 gambar oleh Mira Sahid

Namun, pada saat aku membuka mesin cuci emas hadiah tersebut, aku sangat kaget. Di dalamnya sudah tertumpuk baju-baju kotor! Dan ternyata baju-baju itu adalah baju kotor milikku yang belum sempat aku cuci. Saat itulah aku tersentak dan terbangun.

Sungguh, bisa berkeliling dan melihat secara langsung bagaimana sesuatu diproduksi itu rasanya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Hanya bisa selalu berdecak kagum akan keahlian pembuatan dan kemutakhiran teknologi yang digunakan. Kagum dengan pabrik Takumi yang memiliki ribuan pekerja Takumi dan membuat lomba dalam mimpi secara Takumi juga. Mimpi indah yang diakhiri dengan indah. Aku selalu tersenyum saat mengingat mimpi itu.

Akhirnya lamunanku dan ingatan mimpi tadi berakhir karena anak dan suamiku akhirnya terjaga dari tidur malamnya. Kami ingin memulai hari dengan segar dengan sarapan yang tadi telah terhidang. Ah, indahnya hidup ini.

Gambar pabrik dan seisinya dari sini

Tulisan ini diikut sertakan pada Takumi Blog Competition yang diadakan oleh PT SHARP Electronics Indonesia.

7 comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: