Momopururu » June 2014

Monthly Archives: June 2014

Keluarga Lomba Blog Review

Pantaskah Kita Mencintai Ibu?

Bentuk Cinta Ibu

Pernah menonton film korea berjudul “Hello Ghost?“. Film itu bercerita mengenai seseorang yang mengalami amnesia, hidup seorang diri, dan hanya ditemani oleh 4 sosok hantu yg mengikutinya kemanapun. Di akhir cerita, barulah ia sadar dan teringat bahwa keempat hantu tersebut ternyata adalah keluarganya. Ia baru ingat kalau dalam suatu kecelakaan yang membuatnya amnesia itu, semua keluarganya meninggal dan hanya ia yg tersisa untuk hidup di dunia ini. Ia masih hidup sampai saat itu tidak lain tidak bukan adalah berkat jasa ibunya yg melindungi dengan mendekapnya saat terjadi kecelakaan tersebut.

Hello Ghost

image credits

Kisah yg sama juga pernah kita dapati pada kejadian seorang ibu di Cina yg melindungi anaknya saat terjadi gempa. Saat itu, ia bahkan tidak peduli nantinya ia akan selamat atau tidak. Yg terpenting baginya adalah anaknya masih tetap bisa hidup dan masih bisa menikmati dunia. Pertaruhan hidup dan mati sekali lagi selain saat melahirkannya dahulu.

Baca selengkapnya…

Published by:
Pribadi Review

Bersyukur

Konon katanya bersyukur itu adalah menerima keadaan yang sekarang tanpa banyak menuntut. Apa iya sesederhana itu? Apa iya kita semua pasti bisa benar-benar memahami dan menjalani rasa syukur ini segenap hati?

Beberapa waktu lalu saya baru saja menonton ulang serial Nodame Cantabille, serial Jepang yang bercerita mengenai Nodame dan Chiaki yang mengejar mimpinya masing-masing dalam bidang musik sampai ke Eropa. Chiaki ingin menjadi Conductor profesional, Nodame ingin menjadi pemain piano dalam orkestra yang dipimpin Chiaki.

Yang menarik adalah, Chiaki sejak kecil sudah memiliki ‘guru’ dalam bidang memimpin orkestra tadi di Eropa bernama Vieira dan berjanji begitu dewasa akan kembali untuk berguru dengannya. Tapi karena suatu kecelakaan pesawat yang membuat Chiaki trauma, dia jadi tidak yakin dan tidak bisa kembali ke Eropa.

Di episode pertama, Chiaki sangat putus asa karena mimpinya sejak kecil tidak bisa ia capai. Keinginan untuk berguru lagi pada Vieira sensei dan menjadi conductor profesional rasanya sudah jauh sekali dengan keadaan yang sekarang. Apalagi sekarang, dia bukan berada di jurusan conducting tapi justru nyasar ke jurusan piano. Walaupun permainan pianonya sangat baik, bahkan menjuarai kompetisi, tetap tidak menjadikannya puas. Bahkan, ia tidak hanya menguasai alat musik piano, biola pun sangat fasih ia mainkan. Tapi, karena bukan 2 hal itu yang ia tuju, ia tetap tidak menjadi apa-apa. Ia tetap menjadi Chiaki, seorang murid sekolah musik biasa. Dengan talenta yang luar biasa padahal.

Sejak bertemu dengan Nodame,

Published by:
Hobi Review

Tetangga Masa Gitu di Net TV

Kalau beberapa bulan lalu saya sudah membicarakan acara-acara favorit saya yang ada di Net TV, sekarang acaranya nambah lagi, hihi. Yaa, berhubung acara ini juga baru muncul sih, sekarang malah baru sampe episode 28 dan tayang setiap hari Sabtu-Minggu jam 18.30 malam. Sudah tau serial apa? Yaa, dari judul juga udah tau kalii XP

Iyes, “Tetangga Masa Gitu?”. Ini serial lucu deh. Gak komedi-komedi banget sih, tapi cukup menghibur. Menghibur saya dan suami sih khususnya. Nah, suami tadinya gak aware tiap kali saya ngomongin ini. Tapi, 2 minggu terakhir malah dia yang keranjingan nonton. Terlebih karena ada si Chelsea Islannya -_- Etapi dia emang lucu imut gitu sih, haha.

Tersebutlah ada dua pasangan suami istri tetanggaan. Yang satu baru saja menikah, yaa mungkin 1 bulanan laah. Yang lainnya sudah 10 tahun menikah. Yang lucu adalah, si Adi (suami dari pasangan 10 tahun menikah) ini sering belajar bagaimana caranya bersikap romantis pada Bastian (si suami dari pasangan baru menikah).

Nah, berhubung kita gak ada TV, kita jadinya nonton dari YouTube deh, hihihi. Di situ ada channelnya tersendiri, lengkap loh dari episode 1. Jadi, sekarang saya dan suami kalo mau menghabiskan waktu santai yang tidak begitu lama, tinggal nonton Tetangga Masa Gitu aja, hihi.

Btw, ada playlist YouTube-nya juga lho:

Sebenernya ada 1 lagi sih serial yang lucu. Judulnya “Keluarga Masa Kini”. Kalau yang ini menceritakan keluarga yang unik gitu deh. Walaupun sama-sama lucu, tapi saya gak bisa bercerita banyak, karena jarang-jarang nonton ini, lebih kepincut sama Tetangga Masa Gitu soalnya, hehe.

Makin demen deh mantengin Net TV kalo begini, hihi.

 

Published by:
Hobi Keluarga Kid's Activity

Rekreasi ke Taman Mini Indonesia Indah

Hari Kamis awal bulan, kira-kira tanggal 5 Juni 2014 kemarin saya berinisiatif ngajak Naia pergi ke TMII. Yaah, daripada Naia bosen ya kan main di rumah mulu. Sebenernya tadinya antara mau ke rumah teman, ke taman kota, atau ke TMII. Akhirnya pilihannya jatuh ke TMII deh. And yap, suami gak ikut karena kerja. It’s mother and daughter’s tiime, yeaa. XP

Seperti biasa, saya kalo pergi-pergi berdua sama Naia ya naik angkot. Angkot yang saya tumpangi adalah S15 A dengan rute Pasar Minggu – TMII. Tapi, masuk Taman Mini-nya bukan dari pintu Utama, melainkan pintu 2. Sama aja lah yaa, yang penting masuk TMII. Sepanjang perjalanan di angkot ini Naia tidur dengan pulas. Alhamdulillah, sesampainya di pintu 2 TMII dia bangun. Dan semoga dia segar saat kita berkeliling nanti.

Tiket masuk untuk 1 orang hanya 10.000 rupiah, gak mahal ya? Hihi, lagi-lagi rekreasi yang murmer. Oh iya, saya bayar angkot juga cuma 4.000 rupiah lho.

Jujur saja, saya belum punya rencana bakal ngapain aja di TMII ini saat berangkat tadi, pun saat sudah sampai di sana. Yaa, saya mengunjungi apa yang saya bisa temui saja deh. Tanpa peta dan tanpa rencana sepertinya lebih asik. Anjungan pertama yang terdekat dari pintu 2 ini adalah anjungan daerah Jambi. Berhubung Naia juga harus minum susu dan di anjungan biasanya ada tempat untuk beristirahat, saya masuk deh. Saat berada di anjungan itu saya melihat kereta gantung dan langsung berpikir selanjutnya naik itu saja untuk memperlihatkan TMII dari atas ke Naia. Semoga Naia gak takut yaa.

Continue reading

Published by:
Hobi Kid's Activity

Mengenal Warna dengan Kardus Bekas

Kira-kira lebih dari setahun lalu, yaa setahun 4 bulanan yang lalu lah, kita sekeluarga ikut Cikal main-main. Cikal main-main itu semacam kegiatan bermain bersama yang diadakan oleh sekolah Cikal, playground dan TK gitu deh di daerah Cilandak. Di acara itu ada salah satu mainan dimana harus memasukkan bola-bola berwarna ke kardus besar dengan warna yang sesuai. Biru ke kardus biru, kuning ke kardus kuning, dan merah ke kardus merah.

Berhubung waktu itu umur Naia baru setahun lebih 1 bulan, jadi dia belum faseh banget sama yang namanya warna. Yaa, masih asal gitu masukin bolanya. Bola biru ke kardus kuniing, bola yang warna lain ke kardus lainnya gituu, hehehe. Kalaupun ada bola yang dimasukkan di kotak yang sesuai, itu cuma kebetulan :p

Naia memasukkan bola

Naia memasukkan bola

Sekarang, Naia sudah 2 tahun lebih. Dan saya yakin dia sudah mulai bisa mengenal warna. Keseharian sih suka ditanya ini warna apa dan itu warna apa, dan dia hafal sekali dengan warna hitam dan merah. Tapi, apa cuma itu? Saya ceritanya mau sekedar “ngetes” kemampuannya mengenal warna. Apa ia juga tau warna-warna lainnya selain hitam dan merah itu?

Continue reading

Published by:
Hobi Review

Lampu Teman Berimajinasi Anak dari Philips Disney

Terkadang saat menjelang tidur, kami suka menceritakan Naia kisah-kisah apa saja. Bisa dongeng, bisa membacakan buku yang Naia punya, bisa juga ngarang sendiri. Lumayan, memancing imajinasinya Naia menjelang tidur gitu, siapa tau tidurnya bisa lebih nyenyak plus mimpi indah.

Nah, kalau kita mau bercerita gitu tetapi lampu kamar sudah dimatikan *yes, kita tidur dengan lampu mati*, biasanya kita menyalakan lampu satu lagi yang lebih temaram. Lampu tidur gitu istilahnya. Lampu tidur yang kami punya itu walaupun untuk menghidupkan dan mematikannya mudah, cukup sentuh saja, tapi karena bahan rangkanya terbuat dari besi serta lampunya bukan lampu LED, jadi saya cukup takut juga kalau-kalau Naia kena setrum atau panas lampu tidur. Karena jujur saja, Naia senang sekali memainkan lampu itu. Bahkan kalau saya dan suami sudah sangat mengantuk, tapi dia masih mau main, dia memilih memainkan lampu itu. Sayanya kan jadi gak tenang dan gak bisa tidur  -_-

Kemudian, hari Rabu kemarin, tanggal 11 Juni 2014, Philips mengadakan acara Launching Imaginative Lighting Philips Disney

Published by:
%d bloggers like this: