Pantaskah Kita Mencintai Ibu?

33 Replies

Keluarga Lomba Blog Review

Bentuk Cinta Ibu

Pernah menonton film korea berjudul “Hello Ghost?“. Film itu bercerita mengenai seseorang yang mengalami amnesia, hidup seorang diri, dan hanya ditemani oleh 4 sosok hantu yg mengikutinya kemanapun. Di akhir cerita, barulah ia sadar dan teringat bahwa keempat hantu tersebut ternyata adalah keluarganya. Ia baru ingat kalau dalam suatu kecelakaan yang membuatnya amnesia itu, semua keluarganya meninggal dan hanya ia yg tersisa untuk hidup di dunia ini. Ia masih hidup sampai saat itu tidak lain tidak bukan adalah berkat jasa ibunya yg melindungi dengan mendekapnya saat terjadi kecelakaan tersebut.

Hello Ghost

image credits

Kisah yg sama juga pernah kita dapati pada kejadian seorang ibu di Cina yg melindungi anaknya saat terjadi gempa. Saat itu, ia bahkan tidak peduli nantinya ia akan selamat atau tidak. Yg terpenting baginya adalah anaknya masih tetap bisa hidup dan masih bisa menikmati dunia. Pertaruhan hidup dan mati sekali lagi selain saat melahirkannya dahulu.

Kita sering mendengar cerita serupa juga bukan? Itulah bukti cinta seorang ibu. Dengan melindungi buah hatinya segenap jiwa dan raganya. Pun saat anaknya belum terlahir atau masih di dalam kandungan.

Sebelum hamil, kakak saya dan suaminya cukup sering mengunjungi rumah mertuanya di Serang. Jakarta-Serang adalah jarak yg tidak bisa dibilang dekat. Nah, karena ia baru saja dikaruniai seorang anak di tahun pernikahannya yg ke-5, jadilah ia dan suaminya sangat-sangat menjaga kehamilannya itu. Bahkan mereka sampai memutuskan untuk tidak mengunjungi mertuanya selama ia hamil. Alasannya sederhana, agar kakak saya tidak terlalu capek. Dan itu semua bertujuan hanya satu, melindungi janin yg tumbuh di dalam perutnya.

Saya sendiri, sebelum hamil dulu pernah terinfeksi virus TORCH. Tubuh saya juga sudah mengembangkan antibodinya sih sehingga virus tersebut tidak lagi membahayakan. Namun, begitu hamil, ketakutan akan masihnya saya terinveksi virus itu masih ada. Karena itu, saya menjalani tes TORCH sekali lagi. Alhamdulillah hasilnya negatif. Lega rasanya mengetahui janin yang kita kandung ini masih aman 🙂

Our Baby in Week 21st

Seiring berkembangnya janin dalam perut, suami betul-betul menjaga asupan gizi saya. Saya bukanlah orang yang menyukai sayuran. Tapi karena suami mengharuskan untuk makan sayur sebanyak-banyaknya, saya tidak bisa menolak. Suami juga mengingatkan agar tidak lupa mengkonsumsi vitamin lainnya. Padahal, saya juga bukan orang yang bisa dengan lancar menelan obat berbentuk tablet atau pil. Tapi, demi perkembangan dan perlindungan jabang bayi yang ada dalam perut, saya membiasakan diri untuk bisa. Karena usaha yang cukup keras, akhirnya saya pun bisa melewati rintangan tersebut dan bisa menelan obat dengan mudah sekarang. Semua itu saya dan suami lakukan agar janin saya tetap sehat dan terlindung dari berbagai macam penyakit. Malah, sebulan menjelang lahiran, saya tidak lagi bekerja, baik ke kantor ataupun dari rumah, agar pikiran saya tidak terbebani dengan hal-hal yang bisa membuat saya stress. Pikiran seorang ibu berpengaruh ke janin kan ya?

Sebagai ibu, kita memang akan cenderung berusaha sekuat tenaga agar janin yg kita punya terlindung dari segala macam gangguan dan agar tumbuh secara optimal. Naluri alami kita sebagai ibu didapat bahkan sebelum kita melahirkan, naluri untuk melindungi.

Terlebih saat buah hati kita baru saja dilahirkan. Pengalaman saat melahirkan itu memang pengalaman yang paling mendebarkan. Saat saya pertama kali menyentuh Naia, ada sedikit rasa tidak percaya kalau ialah yang selama ini saya lindungi dalam rahim. Serta ada perasaan takjub akan diri sendiri karena telah berhasil melewati saat-saat antara hidup dan mati. Terbersit rasa kekhawatiran, apakah dia akan tetap terlindung sebagaimana saat di dalam rahim dulu begitu memasuki dunia luar? Yaa, kira-kira rasa kekhawatiran yang sama seperti yang dialami oleh beberapa ibu dalam video “From Womb to World” ini.

Sempat ada perasaan kecewa pada diri sendiri sih karena harus melahirkan Naia secara caesar, padahal waktu itu saya udah PD banget bisa melahirkan normal. Tapi yah, apa daya, air ketuban saya sudah sangat keruh. Air ketuban yang sangat keruh itu cukup berbahaya bagi bayi, apalagi kalau sampai tertelan. Dan, sekali lagi, saya ingin melindungi Naia dengan melahirkannya sesegera mungkin dengan operasi. Alhamdulillah Naia belum sempat menelan air ketuban yang sudah kotor itu dan bisa lahir dengan sehat wal afiat 🙂

Dan saat pulang ke rumah, mendengar omongan tetangga kalau ketuban yang keruh masih bisa diselamatkan dengan melahirkan normal, membuat saya kembali menyesal. Akhirnya saya mencari tau kenapa ketuban saya bisa keruh? Setelah  saya curhat di blog masalah penyebab ketuban menjadi keruh, tidak sedikit ibu-ibu yang berkomentar dan menceritakan pengalaman yang sama. Bahkan anaknya ada yang meninggal saat baru berumur 4 hari  *semoga di anak berikutnya tidak mengalami kejadian yang sama, Aamiin*. Perasaan saya membaca itu, wuiiih, merasa sangat bersyukuur banget Naia sehat bahkan tidak sampai dirawat. Alhamdulillah keputusan saya dan suami saat itu tepat untuk segera melakukan operasi caesar.

Setelah mengetahui rasanya menjadi ibu dengan melewati proses melahirkan, saya jadi makin sayang dan cinta pada ibu saya sendiri. Terlebih lagi saat memiliki perasaan “saya akan berbuat apapun demi kebahagiaan Naia”. Saya langsung berpikir, pastilah ibu dulu juga begitu, akan melakukan apapun demi kebahagiaan kita.

We will do anything for you, Naia :*

We will do anything for you, Naia :*

Lalu, pantaskah kita mencintai ibu? Ooh, lebih dari pantas saya rasa. Tidak akan ada yang mengalahkan besarnya cinta ibu pada anaknya. Beliau mengekspresikan cintanya itu dalam berbagai cara dan berbagai rasa, salah satunya ya dengan cara melindungi kita.

Blogger Gathering “From Womb to World”

Memahami besarnya cinta ibu yang diberikan dalam bentuk perlindungan itu, Pampers dan Mommies Daily mengadakan acara blogger gathering bertemakan “From Womb to World” (Dari Kandungan ke Dunia). Saya sebagai blogger diundang untuk menghadiri acara tersebut. Acara yang dilangsungkan pada tanggal 21 Juni 2014 kemarin merupakan acara peluncuran video “Dari Kandungan ke Dunia” dan membahas mengenai perlindungan dan perawatan pada bayi, khususnya perlindungan akan kesehatan kulitnya. Narasumber yang datang adalah dr. Rini Sekartini, Sp.Ak.

10406782_10204272920731955_755652730294714436_n

Blogger gathering “From Womb to World”

Photo by mak Mia

Menjaga kesehatan kulit bayi

Dokter Rini mengatakan bahwa menjaga kesehatan kulit bayi tidaklah sulit. Cukup dengan memandikannya secara teratur, membersihkan rambutnya, serta mandi dengan suhu air yang sesuai dengan suhu tubuh bayi. Itu berarti, mandi tidak perlu selalu menggunakan air hangat ataupun memaksakan dengan air dingin.

Saya sendiri memandikan Naia dengan air hangat dan terkadang air dingin. Jujur saja, sebetulnya saya bukan termasuk orangtua yang peduli suhu air, yang katanya harus disesuaikan dengan tubuh bayi tadi. Mungkin ketidakpedulian saya itu yang menyebabkan kulit Naia terkadang iritasi dan merah-merah. Biasanya sih kalau sudah begitu saya memberinya lotion bayi setelah mandi. Alhamdulillahnya, beberapa hari biasanya merah-merah itu hilang.

Kalau kata orang kebanyakan, setelah mandi bayi atau balita sebaiknya dibalur dengan minyak telon agar badannya hangat. Ini membuat saya bingung. Saya harus memberinya minyak telon agar badannya hangat, lotion agar kulitnya tetap lembut, atau keduanya? Kalau keduanya bagaimana caranya? Nah, kemarin pertanyaan serupa diajukan oleh salah seorang peserta blogger gathering dan mendapat jawaban dari dr. Rini. Beliau menyatakan sebetulnya minyak telon berfungsi untuk mencegah perut kembung sehingga tidak perlu diaplikasikan di seluruh tubuh, cukup di bagian perut saja. Sedangkan lotion agar menjaga kulitnya tetap lembut bisa diaplikasikan di daerah lain selain perut tadi. Akhirnya kebingungan saya terjawab untuk hal yang satu ini 🙂

Naia Habis Mandi

Naia Habis Mandi

Tapi, saya masih memiliki kebingungan lainnya, seperti bagaimana cara menentukan sabun bayi yang cocok untuk digunakan oleh Naia.

Di beberapa bulan pertama, Naia saya mandikan dengan menggunakan sabun-sabun hadiah pemberian rekan dan keluarga. Karena sabun hadiah tersebut berasal dari berbagai merk, saya jadi suka gonta-ganti. Begitu stok merk tertentu habis ya saya menggantinya dengan stok merk lain yang masih ada. Ternyata, dalam memilih sabun, kita sebaiknya memilih sabun yang PHnya netral. Dan walaupun hampir semua merk sabun bayi memiliki kandungan yang sama dengan PH yang netral, tidak serta merta menjadikan kita berganti merk sabun seenaknya. Karena, seringnya ganti merk sabun malah bisa menyebabkan timbulnya masalah kulit pada bayi.

Jangan berganti-ganti sabun

Jangan berganti-ganti sabun

Yang tadinya mau menjaga kesehatan kulit Naia, saya malah akan menimbulkan masalah. Ya tidak heran kalau setiap saya mengganti merk sabun, timbul ruam di punggungnya, huhu.

Masalah Kulit pada Bayi

Masalah kulit pada bayi ini tidak bisa dianggap sepele loh, karena akan mengganggu kenyamanan si kecil. Naia sih gak betah. Dia akan selalu menggaruk bagian yang terkena ruam atau biang keringat. Dan masalah kulit tersebut tidak hanya muncul di bagian punggung saja seperti Naia, tapi di beberapa tempat lainnya. Biasanya masalah kulit tersebut terdapat pada bagian kedua pipi sebagai akibat dari ASI kering yang tidak dibersihkan (eksim susu), lekuk siku, lekuk lutut, dan pantat karena ruam popok. Nah, kemarin dr. Rini juga memberi sedikit tips dan cara bagaimana mengatasi beberapa masalah kulit tersebut.

Untuk menghindari atau mengobati eksim susu, kita cukup membersihkan ASInya dengan air hangat dan tidak menggosoknya. Sedangkan untuk mengobati ruam, baik ruam popok atau ruam di bagian lainnya adalah dengan cara mengolesi daerah terkena ruam tadi dengan lotion atau cream bayi. Alhamdulillah cara saya sudah betul selama ini 🙂

Namun, apabila 1-2 hari ruam tersebut belum pulih, segera bawa ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut. Ternyata berbagai masalah kulit bayi ini memiliki penyebab yang berbeda-beda. Untuk itu, perlu pengamatan dari dokter untuk mengetahui penyebabnya terlebih dahulu sehingga bisa diberi pengobatan yang sesuai.

Pampers 5 Star Skin Protection

Nah, masalah yang sering terjadi pada bayi baru lahir adalah ruam popok. Saya pun sering menemuinya saat melihat keponakan saya lahir dulu. Karena itu, saya jadi sedikit khawatir Naia akan mengalami hal serupa. Dan, ternyata bukan hanya saya saja yang khawatir. Berdasarkan hasil survey yang didapat oleh Pampers, dari 700 ibu, sebanyak 85,55% sangat khawatir akan hadirnya masalah kulit yang satu ini.

Lalu, bagaimana donk cara mengatasi ruam popok? Kita pasti kebingungan, apalagi kalau kita benar-benar baru saja menjadi ibu yang sama sekali belum berpengalaman. Langkah-langkah berikut ini bisa dicoba lho, merujuk pada artikel di Mommies Daily:

  • Segera mengganti merk pospak yang dipakai si kecil. Karena, ruam popok erat sekali dengan pospak, apalagi pospak yang tidak cocok di kulit bayi yang baru lahir. Malah, terkadang, kulit bayi ada yang sangat sensitif sehingga tidak sembarang merk pospak yang bisa digunakan.
  • Beri lotion atau cream seperti yang telah dijelaskan di atas. Yap, gunakan cream diaper rush. Selain untuk menghilangkan ruamnya, penggunaan cream juga bisa membuat si kecil nyaman dari gangguan gatal-gatal. Jadi, kerewelan yang terjadi karena gatal bisa diminimalisir 🙂
  • Kurangi penggunaan pospak. Kalau kita memakaikan pospak sepanjang hari pada bayi, coba kurangi menjadi hanya pada malam hari saja dan saat bepergian. Dengan berkurangnya interaksi kulit anak dengan pospak, kita jadi bisa menghindari kemungkinan munculnya ruam.

Lebih mudah sih dengan menghindari terjadinya ruam popok yaa. Sederhana kok caranya, cukup dengan menggunakan popok yang ukurannya sesuai, tidak kebesaran atau kekecilan, serta gunakan popok yang mengandung aloe vera agar kulitnya tetap terjaga kelembabannya. Lebih baik dihindari kan daripada diobati? Alhamdulillahnya saya sudah melakukan langkah tersebut, jadi Naia tidak pernah terkena ruam popok. ^^

Kabar baiknya, Pampers memiliki solusi dengan menghadirkan Pampers 5 star skin protection. Yap, 5 star, yang artinya bintang 5. Bukan cuma hotel dong yang bisa berbintang 5, hehe.

1911704_669248493113525_2047458108_n

image credits

Maksudnya 5 star skin protection adalah adanya 5 kelebihan Pampers yang mampu menjaga kesehatan kulit bayi. Apa saja kelebihan-kelebihannya itu?

Yang pertama sih, mengandung lidah buaya sehingga kelembaban kulit bayi dapat selalu terjaga. Selain itu, karena memiliki sirkulasi udara, Pampers 5 star skin protection jadi tidak gerah saat dipakai. Malah, bisa bertahan sampai 12 jam sehingga tidak mengganggu tidur malamnya. Waktu tidur untuk anak terlebih bayi yang baru lahir itu adalah waktu yang krusial. Karena, saat tidur itulah bayi kita otaknya berkembang secara maksimal. Terlebih lagi, kelembutannya seperti kapas dan desainnya yang tipis serta fleksibel mengikuti bentuk tubuh bayi membuatnya nyaman digunakan. Anak jadi serasa memakai pakaian sehari-hari saja dan tidak terganggu karena popoknya.

Nah, Pampers tidak hanya menghadirkannya untuk bayi baru lahir saja, tapi juga dalam bentuk pants, sehingga bisa digunakan oleh anak seusia Naia yang sudah menjalani toilet training. Kebetulan Naia sekarang menggunakan Pampers hanya saat terdesak alias hanya saat bepergian. Kita bisa bepergian jauh, saat mudik misalnya, tanpa Naia merasa tidak nyaman dengan popoknya. Dan model pants sangat memudahkan anak saat tahap belajar memakai pakaian. Dengan begitu mereka bisa membuka dan memakai popoknya sendiri.

Pampers betul-betul memahami dan membantu ibu yang ingin memperhatikan kesehatan kulit anak ya. Karena Pampers mengerti, salah satu bentuk cinta ibu yang paling utama adalah melindungi. Tiada yang bisa mengalahkan ibu dalam mencintai dengan bentuk perlindungan ini.

Betapa banyak hal-hal yang ibu lakukan hanya demi melindungi kita, anaknya, buah hatinya. Itupun baru salah satu bukti cintanya saja, masih banyak lagi bukti cinta lainnya selain melindungi. Jadi, masihkah kita bertanya “pantaskah kita mencintai ibu?” Sekali lagi, ya, bahkan jauh melebihi kata pantas 🙂

15290575952738277974

***

Credits:

Gambar bayi keramas
Gambar bayi mandi 3
Gambar masalah kulit

33 comments

  1. phau2

    Thoriq kmrn2 suka ada ruam merah di kedua pundahknya, trus lama2 jd keriiing bht dan ngelotok. Udh dikasih lotion, bahkan udhnke dokter, tp dokter gak menjelaskan sakitnya apa, cm dia bilang salah di sabunnya,jdnya dia kasih sabun lactacyd baby. Awalnya bigung, “bukannya lactacy buat daerah kewanitaan ya?” Ternyata ada yg buat baby(norak bgt gw). Tp gak ngaruh tuh, ttp aja merah2. Akhirnya gw rutinin pake lotion aja.alhamdulillah skrg udh gak muncul lg.

  2. Indah Juli

    Waktu anak-anak masih kecil (sampai 2 tahunlah), pampers jadi popok siap pakai favorit. Dan sepertinya yang terpatri di otak tuh, nyebut pampers setiap lihat popok siap pakai 🙂

    1. istianasutanti

      hehe.. sekarang banyak yang pilih clodi ya emang. saya juga sempet makein Naia clodi, tapi berhubung punyanya cuma dikit plus waktu itu belum pake mesin cuci, jadi kesusahan. akhirnya campur deh clodi + pospak 😀

  3. E. Novia

    aku baru tau kalo minyak telon hanya untuk menghangatkan perut. Selama ini dibalurin ke semua badan sampai akhirnya beberapa waktu lalu, arfan ga mau lagi dipakaikan di tengkuk karena gatel2. hehe

    Ah,, Pampers tuh tipis banget yaks. tapi daya tampungnya itu lho, luar biasa 😀

  4. Pingback: Pentingnya Memanjakan Blogger | momopururu

Leave a Reply

%d bloggers like this: