Kenapa Perbaikan Jalur Pantura Tidak Pernah Selesai?

5 Replies

Review

Sebetulnya waktu di bulan puasa kemarin, tepatnya tanggal 17 Juli 2014 saya kebetulan menghadiri acara dari kementrian PU berupa launching website untuk mengawal para mudikers pulang ke kampung masing-masing. Website-nya menarik, walaupun punya kementrian, webnya gak kaku. Yaa biasanya apa sih yang kita harapkan dari jajaran pejabat? hihihi. Tapi kali ini sungguh di luar ekspektasi lho.

Ayo Mudik 1

Ayo Mudik 1

Kalau mau lihat dan nyobain langsung webnya, coba ke ayomudik.com saja, seriusan keren!

Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Menteri PU, Joko Kirmanto, lho. Beliau menjadi pembicara utama dan bersedia menjawab semua pertanyaan wartawan serta para blogger yang hadir saat itu. “Wah mantap nih”, dalam hati saya. Saya sudah 2 kali melihat pemimpin jajaran langsung menghadiri pertemuan dengan para blogger, saat pertemuan dengan PU ini dan saat pengumuman lomba blog dari KPK beberapa waktu lalu. Hal ini sangat membuktikan bahwa peran blogger saat ini sudah sangat penting sebagai media online, ya tidak kalah pentingnya dengan para jurnalis yang bekerja pada media-media online lainnya gitu 🙂

Btw, dengan launchingnya web ini diharapkan masyarakat semakin aware akan keselamatan dan pentingnya mempersiapkan segala sesuatunya saat ingin mudik. Selain itu, dengan adanya penghargaan dari kita sebagai masyarakat, kinerja para karyawan kemenPU bisa semakin meningkat karena tau banyak yang menghargai mereka. Dan karena mereka tau bahwa hal yang mereka lakukan itu sangatlah bermanfaat bagi masyarakat banyak.

Ayo Mudik 2

Ayo Mudik 2

Kinerja yang meningkat ini terbukti dengan adanya kasus jembatan yang ambruk saat puncak arus mudik kemarin. Sehari setelah saya menghadiri acara dari kemenPU ini, saya mendengar dan menonton sendiri kalau jembatan Comal di Pemalang sana ambruk sehingga jalur pantura di sepanjang jembatan itu terpaksa tidak bisa dilalui oleh kendaraan apapun. Menurut saya hal ini bisa menjadi pembuktian buat PU akan kinerjanya. Saya melihat yang bertanggung jawab di sana menyatakan kalau akan semaksimal dan secepat mungkin memperbaiki jembatan itu. 6 hari lah kira-kira waktu yang dibutuhkan bagi mereka untuk memperbaiki jembatan itu. Saat itu saya sempat berpikir, “apa iya 6 hari bisa?”. Yaa sempet gak yakin lho saat ia sesumbar menyatakan 6 hari akan bisa dilalui lagi.

Tapi ternyata, 6 hari setelahnya, betul saja jembatan itu sudah bisa dilalui lagi. Walaupun baru 1 jalur, dari Pemalang menuju arah Semarang, tapi tetap saja ia menepati janjinya dan betul-betul terlihat kerjanya dengan jalur yang sudah bisa dilalui lagi untuk mudik. Bukti bahwa jembatan tersebut betul diperbaiki dalam 6 hari adalah adanya update dari situs-situs berita online maupun berita di TV. Ini salah dua bukti tersebut:

Berita tanggal 18 Juli 2014:  Jembatan Comal di Pemalang Ambles, Lalu Lintas Macet Parah
Berita tanggal 24 Juli 2014: Jembatan Comal Sudah Dapat Dilintasi Kendaraan Kecil, Lalin Ramai Lancar

Oiya, apakah perbaikan jalur ini dilakukan setiap tahun?

Kok sepertinya setiap mudik ada saja yang diperbaiki ya? Nah, pertanyaan tersebut muncul saat pertemuan dengan KemenPU itu. Dijawab langsung oleh Bapak Joko bahwa bukan setiap tahun, melainkan setiap saat ada titik-titik tertentu yang memang diperbaiki demi semakin nyamannya jalan utama yang dilalui. Malah sebetulnya perbaikan pantura dilakukan sejak awal tahun, justru mendekati lebaran dikurangi agar tidak mengganggu pemudik. Seperti manusia, jalan pun memiliki “umur”, rata-rata usianya itu sampai 10 tahun saja. Dan, di sepanjang jalur pantura tersebut tidak semua titik jalan memiliki umur yang sama.  Bayangkan saja, panjang jalur pantura mencapai 1.430 km.  Jadi, memang akan terus ada perbaikan jalan, titik-titik perbaikannya lah yang berbeda-beda.

Begitulah, kemenPU memang semakin meningkatkan kinerjanya serta meningkatkan transparansinya kepada masyarakat. Hal itu dilakukan demi meningkatkan kenyamanan dan kepercayaan masyarakat pada pemerintahan.

Satu lagi, jangan lupakan juga video yang tidak kalah menariknya mengenai kampanye keselamatan pulang kampung yang judulnya “Selamat Pulang Kampung” ya. Naia sampe demen banget itu videonya dan ditonton berkali-kali-kali, hahaha. Saya aja ampe hafal dengan liriknya akhirnya -_-

Kira-kira begini deh liriknya: *isengbanget, hihi*

jalan2 pulang kampung
bersama dengan keluarga
waspada di jalan selalu
agar sehat selamat ceria

ingatlah! waspada selalu
silaturahmi harus berlanjuut
selamat pulang kampung, pulang kampung harus selamat!

mengemudi dengan hati2
jauhkan alat komunikasi
cek selalu segala kondisi
barang bawaan dibatasi

ingatlah! waspada selalu
silaturahmi harus berlanjuut
selamat pulang kampung, pulang kampung harus selamat!

jalan raya harus dijaga
karena milik bersama
patuhi rambu lalu lintas
jangan lewati batas
pilih kendaraan yang aman
nikmati perjalanan

jangan lupa! keluarga menunggu di rumah
pelan2 asal selamaaat

ingatlah! waspada selalu
silaturahmi harus berlanjuut
selamat pulang kampung, pulang kampung harus selamat!

Tenang, tenang. Saya gak cuma ngasih liriknya kok, nih video yang keren nan lucu itu. Bravo deh buat kementrian PU kali ini. Enjoy! 🙂

5 comments

  1. Tita Bunda Aisykha

    Emang sih mba,,kliatannya setiap tahun kok pd rusak yaa,,kyk ngga tahan bgt tuh jalan,,soalnya yg lewat jg truk2 dg muatan raksasa he he,,tp bener jg kata pak joko,,setiap saat rusak biasanya ada perawatan kok,,aku tiap kerja lwt jalur pantura,,sering ada perbaikan ampe macet jg siiih he he 🙂

  2. Pingback: Pentingnya Memanjakan Blogger | momopururu

Leave a Reply

%d bloggers like this: