Momopururu » October 2014

Monthly Archives: October 2014

Parenting Review

Play IQ: Mainnya Mereka Bukan Sekedar Main

Menjadi orangtua, (terlebih orangtua baru yaa, yang baru melahirkan gituu) itu gak enak tapi enak. Lhoo, kok kontradiksi sih, hahaha. Gak enaknya sih saat menghadapi anak yang rewel atau saat kita terjaga sepanjang malam demi anak, atau saat-saat membersihkan kotorannya yaa. Tapii enaknya lebih banyaaak. Salah satunya itu kita seakan-akan punya “mainan” baru. Malah, saat anaknya sudah bisa diajak bermain, kita jadi ikutan mainan deh ama mereka. Asik kaan? Udah segede gini masiih aja mainan dan terkadang melakukan hal konyol demi anak kita ketawa dan ceria lagi, hihi.

Ya habiis, dunia mereka kan memang dunia bermain yaa? Mereka bermain bukan sekedar main sih, tapi lebih dari itu. Mereka belajar dan mengembangkan keterampilannya serta mengasah kemampuan otaknya lewat bermain. Iya, anak-anak mengembangkan dan mengasah kemampuan otaknya tidak hanya saat mereka tidur, tapi juga saat mereka bermain. Karena, aktivitas paling penting dari anak itu adalah tidur, bermain, dan mengobrol. Jadi, pastikan deh anak kita maksimal dalam ketiga aktivitas tersebut.

Aktivitas Utama Anak

Aktivitas Utama Anak

sumber gambar

Fisher-Price Play IQ Workshop

Saya jadi gak heran kalau jaman sekarang makin banyak orangtua yang sanggup memberikan waktu berkualitasnya untuk bermain sama anak. Ya demi itu tadi, demi memaksimalkan perkembangan otaknya. Malah banyak juga yang bikin mainan sendiri untuk anaknya. Saya juga pernah sih beberapa kali bikin mainan sendiri dari barang bekas, ya sambil iseng juga gitu di rumah, hehehe. Alhamdulillahnya sih dimainkan sama Naia. Tapi namanya dari barang bekas, ya umurnya juga gak lama. Paling lama itu seminggu mainannya juga udah gak dimainkan lagi, hahaha.

Tapi banyak juga kok mainan yang beli. Kebanyakan sih bukan kita sendiri yang beliin, tapi hadiah dari yangti-utinya. Tau kan ya kalo nenek-nenek itu emang sayaaang banget sama cucunya, hihihi. Jadi ya gitu deh, jarang banget kita membeli mainan untuk Naia, keseringan buku, karena kami ingin merangsang Naia agar suka membaca juga. Nah, saat saya mudik ke Semarang bareng keluarga suami, ada sepupu yang membelikan anaknya story book rhymes -semacam buku tapi ada lagu-lagunya gitu deh-. Sejak itu saya kepincut banget, pengen beliin juga buat Naia. Dasar emang saya orangnya pelupa pake banget, ya ampe sekarang gak terlaksana deh niat itu, huhuhu.

Continue reading

Published by:
Hobi Lomba Blog

Pesta Blogger Paling Berkesan: Selamat Hari Blogger Nasional!

Pesta Blogger 2010

Pesta Blogger 2010

Pesta blogger di tahun 2010 yang lalu, tanggal 30 Oktober 2010 kalau tidak salah, merupakan event yang paling berkesan. Berkesan karena saya sedang berproses (baca: merencanakan pernikahan) dengan calon suami saya *yang sekarang sudah sah menjadi suami xp* yang kebetulan seorang blogger juga dan pendiri anakUI.com. Saat itu kami janjian untuk datang ke sini dengan memakai warna baju yang sama-sama kami sukai, warna biru. 😀

Di event ini juga saya baru tau kalau sepupu saya, mas Heru (Aris Heru Utomo) adalah ketua blogger bekasi. Taunya juga karena beliau maju untuk mewakili komunitas blogger bekasi untuk menerima penghargaan Blog Komunitas Wilayah Terbaik *ngerasa kudet banget deh jadinya, heu*. Mengetahui suami dan sepupu adalah blogger yang cukup aktif dan bermanfaat bagi lingkungannya, membuat saya semakin semangat ngeblog dan semakin gak mau kalah memberi dan menyebarkan manfaat lewat blog.

Selamat #HariBloggerNasional!!

Semoga kebermanfaatan blogger makin besar ke depannya. Aamiin ^^

Published by:
Pribadi Review

Pentingnya Memanjakan Blogger

Saya ngeblog udah lama juga ya, dari tahun 2006 euy. Tapi, baru akhir-akhir ini aja, kayanya baru setahunan terakhir, ngikut acara-acara blogger yang lumayan rutin. Gak rutin juga sih, ya kalau ada event aja. Tau info event-event tersebut juga gara-gara saya masuk komunitas Emak-emak blogger. Alhamdulillah yah, makasih banyak loh KEB 😀

Biasanya sih setelah mengikuti acara tersebut saya tulis reviewnya di blog. Bukan kewajiban sih, ya hanya memenuhi rasa tanggung jawab aja. Lha brand2 atau institusi ngadain acara blogger dan ngundang blogger buat apa? Ya buat ditulis sama blogger itu kan? Biar mereka makin terkenal di dunia maya, hehehe. Jadi saya merasa bertanggung jawab aja gitu buat menulis review acara-acara tersebut. Simbiosis toh. Apalagi kalau konten acara yang dibawakan memang sesuai dengan hati saya, wah tambah merasa bertanggung jawab buat menyebarkannya lewat blog deh. Mereka udah memberi saya pengetahuan lebih serta terkadang hadiah yang cukup lumayan, saya memberi mereka nama baik di dunia maya deh 😀

Tapi dari sekian event blogger yg saya datangi itu, ada 1 hal yg saya amati, khususnya buat para brand yang emang menjadikan acara blogger begitu sebagai salah satu upaya peningkatan atau promosi diri di internet ya. Kalau ternyata:

Memanjakan blogger itu penting!

Supaya apa?

Published by:
Keluarga Lomba Blog

Bijak Merencanakan Masa Depan

Memang yah setiap keluarga punya pengaturan keuangan yang berbeda-beda. Ada yang memiliki penghasilan hanya 4,5 juta saja tapi sudah mampu membeli kendaraan bahkan rumah (sebut saja keluarga A). Tapi ada juga yang memiliki penghasilan 9 juta per bulan masih saja belum mampu membeli rumah bahkan dengan mencicil (yang ini yaa keluarga B lah yaa :P). Apa yang membedakan keduanya? Salah duanya sih jelas gaya hidup dan kebutuhan yang dimiliki. Keluarga B punya kebutuhan lebih banyak dengan memiliki 2 orang anak sedangkan keluarga A baru memiliki anak 1.

Tapi.. Ada 1 lagi yang membuat mereka berbeda. Keluarga A lebih pintar mengatur keuangan serta mau berusaha melalui jalan apapun *yang halal pastinya* untuk menambah penghasilan mereka. Penghasilan sampingan utamanya sih jual beli properti yang keuntungannya memang besar. Tapi dengan keuntungan yang besar seperti itu kalau tidak diatur dengan baik tetap saja akan habis begitu saja kan? Jadi, hal terpenting yang membedakan kedua keluarga ini adalah dalam pengaturan keuangan. Keluarga A jauh lebih bijak dalam mengatur keuangan mereka. Setiap kali mereka mendapat penghasilan lebih, sebagian uang itu akan diputar lagi untuk mendapat keuntungan lebih dan sebagian lagi ditabung hingga akhirnya mereka mampu membeli kendaraan layak serta rumah tinggal.

Nah, sekarang tanya deh ke diri kita sendiri, khususnya yang sudah berkeluarga, apakah kita sudah bijak dalam mengatur keuangan keluarga selama ini?

Published by:
Hobi Keluarga Kid's Activity

Quick Escape to Kawah Putih, Bandung

Saat hari pertama menikah dulu, kami (saya dan suami) langsung menuju Bandung untuk ceritanya sih berbulan madu. Saat itu semua rencana kami tinggallah rencana. Karena apa? Kecapekan berdiri terus di pelaminan sepanjang acara pernikahan plus perjalanan ke Bandung (perjalanan ke hotel lebih tepatnya) yang menghabiskan waktu hampir 4 jam x(. Akhirnya yah kami pasrah saja dan menjadikan itu pelajaran. *Lain kalii, kalo bulan madu gak usah langsung juga kale, nunggu seminggu dulu juga boleh, biar badannya lebih fit dan sehat gituu! hihihi. Tapi kan namanya bulan madu gak ada lain kali yaa xp

Tapi kali ini, setelah tertunda hampir 3,5 tahun, suami saya tetiba mengajak untuk melakukan apa yang belum bisa kami lakukan dulu. Mengunjungi tempat wisata di Bandung. At least satu atau dua tempat wisata juga sudah cukup laah. Dia sebetulnya ingin refreshing dari aktivitas pekerjaan sebelum memulai pekerjaan baru di kantor barunya hari senin nanti. 😀

Beberapa minggu lalu akhirnya suami mulai memesan hotel yang sama seperti bulan madu itu, yaitu Galeri Ciumbuleuit serta merencanakan perjalanan ke kawah putih dan situ patenggang. Alhamdulillah di hari Rabu-Kamis kemarin akhirnya terlaksana walaupun akhirnya tetap gagal juga sih ke situ patenggang karena sudah terlalu sore, huhu. Tapi, akhirnya tergantikan dengan petik Strawberry, ihihi.

Ah iya, sebetulnya saya mau cerita lengkap perjalanan kemarin secara singkat. Silakan disimak yaa 😀

Published by:
Lomba Blog

Ideku Untuk PLN: Meningkatkan Kebermanfaatan untuk Masyarakat

Malam itu hujan tidak begitu deras mendera rumah mertua yang kami inapi. Karena hujannya hanya rintik-rintik, mertua tidak begitu khawatir dengan anggota keluarga yang belum lengkap di rumah karena belum pulang dari aktivitasnya masing-masing. Pun tidak begitu khawatir dengan adanya kemungkinan mati listrik karena petir menyambar. ~ya karena gak ada petir juga, judulnya aja hujan rintik-rintik xp~

Namun, kami dikagetkan dengan kabar dari adik ipar kalau terjadi kebakaran di rumah depan tepat di kabel listrik yang membentang di atas rumah tetangga kami. Saat kami ikut menyaksikan kejadian itu, kebakarannya ternyata tidak besar, hanya terjadi percikan api sedikit-sedikit dan sering serta terbakarnya kabel dekat tiang listrik. Namun demikian, bahaya kan kalau tidak segera dihentikan apinya. Kejadian seperti itu berpotensi menyebabkan kebakaran rumah bukan? Akhirnya suami pun menelepon PLN agar mereka mengirimkan orang untuk memeriksa kabel-kabel tersebut. Setelah menelepon, tidak sampai 15 menit, terlihat mobil PLN datang. Mereka segera bergerak untuk mematikan api yang ada. Keesokan harinya mereka mengganti kabel yang terbakar itu.

Melihat cepatnya pelayanan PLN ini, saya sungguh punya rasa optimis bagi perkembangan pelistrikan. Pasalnya, saya merasakan pelayanan yang cepat dan ramah ini sudah beberapa kali, bukan hanya hari itu saja. Namun, seperti kutipan yang sudah sering kita dengar “No body’s perfect”, begitu pula PLN. Masih cukup banyak yang perlu PLN benahi dan tingkatkan.

Saya cukup bangga juga karena PLN sudah banyak berupaya demi meningkatnya kualitas serta pelayanannya. Mereka terus berupaya mensosialisasikan gerakan penghematan listrik serta mengupayakan beberapa energi alternatif. Bahkan, tahun kemarin, PLN juga mengkampanyekan PLN bersih. Hal itu menandakan PLN ingin selalu memperbaiki wajahnya serta meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Untuk menyambut hari listrik nasional tanggal 27  Oktober nanti, kita diberi kesempatan memberi ide dan gagasan untuk PLN demi semakin meningkatnya pelayanan, kualitas, serta pelistrikan di Indonesia. Mengetahui hal itu dada saya langsung berdebar. Bukan karena banyaknya ide yang muncul, tapi karena semakin kagum akan kinerja PLN dan sebisa mungkin saya ingin berpartisipasi dalam memberikan ide tersebut yang saya tuangkan dalam postingan blog kali ini.

Mempersering Perawatan Infrastruktur Listrik

Kejadian yang saya ceritakan di atas, bisa disebabkan mungkin karena kabelnya sudah terkelupas sedikit sehingga mudah terjadi arus pendek yang mengakibatkan munculnya percikan api. Bukan tidak mungkin hal itulah yang sering menjadi penyebab banyaknya kebakaran saat terjadi hujan. Nah, infrastruktur yang kurang terjaga tersebut sungguh banyak perlu diperbaiki.

Maintenance

Maintenance

Image Credits

Demi menghindari kejadian serupa, ada baiknya PLN memperbanyak kunjungan ke berbagai wilayah demi merawat kabel-kabel atau tiang listrik yang ada. Memang sih akan membutuhkan waktu yang panjang serta karyawan yang banyak untuk sering-sering merawat dan mengecek sambungan-sambungan kabel apakah masih baik atau tidak. Namun demikian, hal tersebut lebih menurunkan resiko kerugian para masyarakat sekitar bukan? Kebermanfaatan PLN akan lebih terasa dan lebih dinikmati oleh banyak masyarakat kan? 😉

Memperbanyak Sosialisasi Penghematan Listrik

Sampai saat ini sih saya sudah pernah mendengar PLN melakukan sosialisasi ke berbagai lapisan masyarakat demi menghemat listrik. Tapi, saya masih belum pernah merasakan apalagi mendenger cerita langsungnya. Oleh sebab itu keluarga saya serta lingkungan sekitar masih susah untuk menghemat listrik. Masih banyak sekali yang menggunakan listrik pada alat yang sebetulnya tidak terpakai. Seperti televisi  yang terus menyala sepanjang malam dan lampu yang terus menyala di dalam rumah juga sepanjang malam.

Untuk itu, rasanya perlu sekali PLN memperbanyak sosialisasi penghematan listrik seperti ini. Selain hemat listrik menghemat biaya, sumber energi untuk menghasilkan listriknya juga bisa semakin lama umurnya. Lagi-lagi kebermanfaatan PLN akan semakin terasa dan PLN bisa semakin dikenal baik oleh masyarakat.

Membuat sayembara sosialisasi

Bisa juga PLN membuat semacam sayembara atau lomba sosialisasi. Peserta adalah tim yang melaksanakan sosialisasi ke tempat-tempat terdekat mereka. Setiap peserta yang melakukan sosialisasi terbanyak dalam sebulan bisa mendapat kompensasi atau hadiah yang cukup menarik. Selain membuat semakin menyebar dan semakin banyaknya masyarakat yang sadar akan pentingnya penghematan listrik, cara ini juga menghemat waktu, tenaga, serta biaya dari PLN sendiri untuk melakukan sosialisasinya kan? 😉

Lakukan Pengawasan Teratur

Pengawasan ini dilakukan demi menghindari terjadinya banyak listrik yang “dicolong”. Dengan teratur mengawasi dan menangkap pelaku-pelaku pencuri listrik ini, PLN telah membuktikan juga kalau mereka tegas dan semakin bersih. 🙂

—–

Rasanya hanya itu ide sederhana yang terbersit dalam kepala saya saat ini. Semoga dengan begini, PLN bisa terus maju dan bisa semakin dipercaya oleh masyarakat.

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba “IdeKU Untuk PLN

Lomba Blog Ideku untuk PLN

Lomba Blog Ideku untuk PLN

Published by:
%d bloggers like this: