[Parenting] Bersepakat

11 Replies

Uncategorized

Untuk melatih kedisiplinan Naia saya lebih suka dengan kesepakatan, bukannya hukuman. Karena menurut saya sendiri sih, bersepakat itu komunikasi yang paling baik yang dilakukan oleh orangtua. Soalnya dengan kesepakatan, kita memikirkan perasaan anak serta menentukan dan membuat anak berusaha dengan keinginannya sendiri. Malah kalau anak sudah lebih jago lagi, dia deh yang mengajukan kesepakatan itu, hehehe.

Sudah cukup lama saya menerapkan ini ke Naia, sejak umur 1 tahunan lah *apa kurang ya, lupa*. Pokoknya, sebelum dia lancar berbicara dan berkomunikasi seperti sekarang, saya memperhatikan ekspresi mukanya saja. Kalau ia senang berarti ia setuju dengan kesepakatan yang saya ajukan. Tapi, kalau mukanya terlihat BT, ya kesepakatannya berarti tidak cukup bagus, saya harus merevisinya deh.

Seperti pelajaran kecewa yang pernah saya tulis juga, kesepakatan sebetulnya mengajarkan tentang kekecewaan, tentang tanggung jawab, dan usaha. Kekecewaan apabila “upah” akan usahanya tertunda atau terpaksa tidak diberikan karena tidak tuntas berusaha. Tanggung jawab saat ia bisa melakukan yang memang seharusnya dilakukan dan usaha saat ia betul-betul melakukan apa yang disepakati untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan.

*****

Kemarin misalnya, Naia mengajak saya bermain di kamar. Sebelumnya, ia merobek-robek kertas dan menyebarnya di kamar dan belum dibereskan. Jadi, saya ajukan kesepakatan, saya mau menemaninya bermain di kamar kalau dia sudah mengumpulkan kertas-kertas tersebut dan membereskannya. Awalnya dia tidak mau dan ber”strategi” dengan melakukan hal-hal lucu sampai merengek. Tidak saya hiraukan. Akhirnya dia diam dan bergegas ke kamar. Setelah selesai membereskan, ia menghampiri saya sambil bilang “udah maa”. Saya lalu bergegas ke kamar dan melihat. Alhamdulillaah betul, dia sudah membereskan kertas-kertas yang berserakan tadi. Langsung saya cium dan ucapkan terima kasih atas usaha dan tanggung jawabnya itu, hihihi. Kami lalu lanjut bermain deh ^^

Pada kesempatan lainnya, saya yang butuh Naia untuk menemani saya saat sedang bepergian. Karena bosan di rumah setiap hari, jadi setiap ada kesempatan pergi seperti event blogger atau hal-hal yang memang menarik perhatian saya ya saya pergi. Tentunya dengan mengajak Naia selalu, karena tidak akan ada yang menjaganya di rumah. Makanya setiap pergi, saya selalu bilang sebelumya ke Naia, bisa hari sebelumnya atau beberapa jam sebelum pergi. Agar dia aware kalau mau saya ajak dan agar dia aware juga dengan acara yang saya datangi. Biasanya saya mengajukan tawaran hadiah, Naia menginginkan apa atau ingin membawa mainan apa untuk menemani mama datang ke acara ini. Bisa dengan membawa puzzle atau buku, bisa juga dengan memberinya es krim. Terserah Naia maunya apa sih karena saya yang butuh dia, hehe.

Alhamdulillah saat datang ke acara #MDLunch minggu lalu yang diadakan oleh mommiesdaily, acara bincang-bincang santai seputar sekolah, Naia bisa anteng karena dia membawa puzzle. Tapi sebelum itu dia juga memang meminta es krim kalau menemani saya sepanjang acara sih, hehehe. Beberapa menit sebelum acara selesai *sekitar 15 sampai 20 menit mungkin*, dia terlihat sudah bosan dan mengantuk, jadi dia hanya menyandarkan kepalanya saja di badan saya tanpa meminta pulang. Mungkin karena tau kalau ia bisa bertahan sebentar lagi saja, ia akan mendapat es krim, hihihi. Betul saja, ia bisa bersabar sampai acara selesai, Alhamdulillaah. Setelah acara selesai saya lalu peluk cium sambil bilang makasih sudah mau bersabar menemani saya ikut acara bincang-bincang santai itu. Pulangnya saya membelikannya es krim deh, mukanya terlihat senang, yeay. Puas deh kalau sudah bisa membuat anak bersabar dan berusaha 😀

MD Lunch

MD Lunch

*****

Saya cukup senang dengan kesepakatan yang sudah saya terapkan ini. Semoga ke depannya Naia makin mengerti mengenai betapa ia harus berusaha untuk mendapatkan sesuatu yah, agar bisa menjadi anak yang pantang menyerah dan anak yang selalu sabar. Aamiin

Because Discipline is about teaching – not about punishment 😀

Happy parenting ^^

11 comments

  1. indah nuria Savitri

    setuju…disiplun tidak melulu tentang hukuman …rasanya kalau bisa selalu sepakat dengan anak enak bangeeet mak…tapi saya juga begitu kok, coba berbicara dengan anak-anak, get the middle ground, dan saling menghormati kesepakatan bersama. Acaranya asyik yaaa :). cheers..

  2. myra anastasia

    Saya sering dan selalu melakukan kesepakatan seperti itu dengan anak-anak. Tapi, kadang anak juag suka melanggar kesepakatan dan minta kesepakatan ulang. Saya sih gak bergeming. Apa yang sudah jadi kesepakatan awal harus dijalankan. Biasanya memang manjur, sih.

    Tapi, kalau gak manjur juga, maka sesekali saya pun menghukum anak. Intinya sih ada tahapan-tahapannya 🙂

    1. istianasutanti

      mungkin buat saya istilahnya beda ya mak, hehe. di kesepakatan juga disebut2 gitu kalo melanggar dan gak melakukan kesepakatan yang dimaksud, konsekuensinya apa, hee. mungkin itu yang sering disebut hukuman yak.

      buat aku itu konsekuensi mereka melanggar dan udah dijelaskan di awal, kalau mereka kecewa ya salah sendiri udah melanggar itu 😀

      makasih banyak mbaak sharingnyaa 😉

Leave a Reply

%d bloggers like this: