Momopururu » February 2015

Monthly Archives: February 2015

English Pribadi

[EF #8] Hey Icetea!

Hey you!

Yea, you, the 17 years old Isti. Or should I called you icetea, huh? Yea, it’s the name you’ve created. Looks like all the teenagers have their own “alay” name. And you, you chose icetea, heheh. Such a good nickname I thought 😀

Icetea, please go on being you. I know that you still crazy about him, your first crush from junior high school. How long it has been? 5 years? Waw! Be patient for about 5 years again, will you? I just want you to keep those feeling until you’ve married. Is it him you will be marrying, you say? No, I won’t tell you who is my (or your) husband now. I’ll keep it a secret, heheh. The most important is: I am so happy now, so stay the same, stay be whatever you wanted to be.

Actually, I want you to do a lot of things when you are in the college later, such as apllying for scholarship or going somewhere new. But do whatever you wanted to do. As long as you’re happy, it will bring you to be me right now. The happy mother of cute little girl and a happy wife of a handsome (and anime look?) family man. xp

Good luck for whatever you will do this year. For your exam, SNMPTN, and PORDA (waw, it’s quite a busy year for you). Just remember to stay healthy, both your body and mind. Just take it easy. Keep going on satisfying your father. He want the best for you. If you still wanted to take an intensive lesson at NF, just go on. Ask your parents to still allowing you to take that intensive course.

But, if they ask you to stop KEMPO, please say NO, not now. You’ll find the right time to stop it, so please keep doing it until you find that right time 🙂 Don’t forget to prove that you can handle your study and Kempo. In your state now, I believe you can 😉

Remember one thing. There is always Allah beside you! Thanks for being yourself all this time. Thanks for giving me such a happy life right now.

I love you :*

BEC’S #8 Weekly Challenge. First time doing challenge in BEC 😀

Published by:
Hobi Pribadi

Heartache – One Oke Rock

Lagi kepincut banget banget sama lagu ini. Gegara nonton Rurouni Kenshin movie nih, haha. Awalnya sih gak engeh, tapi pas suami nyetel berulang kali ending song-nya, kok saya juga jadi demen juga. Akhirnya malah sampe sekarang nih lagu nempell banget di otak, hee. Here’s the song:

PS: kalau mau dengerin berulang kali, ganti youtube.com dengan listenonrepeat.com, hihihi. xp

Oiya, saya juga mau menyertakan liriknya, soalnya saya seneng juga ikutan nyanyi. Liriknya saya dapet dari sini. Enjoy 😉

Continue reading

Published by:
Hobi Lomba Blog

Ke Jepang Tahun 2015, Bisa!

Yes, yes, udah hampir semingguan ini, malah postingannya emang pas seminggu yang lalu deng, saya bener bener lagi keingetan negara impian yang satu ini, Jepang. Dulu, iya, duluu banget saya memang punya cita-cita ke Jepang, sebetulnya bukan cuma mau liburan, tapi mau melanjutkan belajar di sana, sekolah lagi. Malah, saat SMA, sekolah saya gak ngasih pelajaran tambahan berupa bahasa Jepang. Sayanya malah nyari-nyari kursus bahasa Jepang sendiri dan berhasil nemu di dekat rumah. Sayang, waktu itu sudah kelas 3 dan sudah mau lulus, jadilah saya gak nerusin kursus itu.

Kecintaan Terhadap Jepang

Ah iya, jauh sebelum saya SMA, sedari kecil saya memang suka dengan kartun-kartun Jepang. Tapi dulu sih tidak menyangka kalau akan jatuh cinta sampai segininya terhadap negara ini. Nah, jatuh cintanya itu dimulai sebetulnya karena gebetan belajar bahasa Jepang plus menyukai anime juga. Ditambah saya menonton dorama Jepang yang aktornya ganteng banget saat itu, “Itazura na Kiss” judulnya. Sejak saat itu lah saya jadi tambah freak buat nonton anime, baca manga, juga gak ketinggalan dorama. Sekarang sih udah tinggal baca manga-nya aja, nonton anime + nonton dorama udah suseh cari waktunya, haha. Maklum yah, udah punya anak, mau begadang nonton maraton kayak dulu rasanya sayang badan 😀

Nah, saat kuliah itu saat saya memanfaatkan untuk selalu datang ke acara tahunan UI, pastinya yang berbau Jepang ya, Gelar Jepang. Malah pernah mikir buat pakai Yukata ke sana, itung2 ikut-ikutan cosplay, haha. Tapi akhirnya pergi ke sana selalu dengan pakaian biasa. Eh, pernah deng sekali memakai kostum jaket Prince of Tennis, hihihi. Sekarang sih jaketnya udah dipake sama keponakan yang meneruskan jejak saya mencintai hal-hal yang berbau Jepang. Sekarang saya juga jarang menghadiri event-event gini, hee.

Gelar Jepang 2014

Gelar Jepang 2014 – foto dari sini

Kempo

Saking cintanya sama negara yang satu ini, saya juga sampai ikutan bela diri asal Jepang. Waktu itu sih sebetulnya mau ikutan bela diri apa saja, karena saya ingin bisa melindungi diri sendiri di manapun. Nah, ketemu deh sama Kempo di SMA.

Saya ikutan Kempo ini sampai ikut kejuaraan tingkat nasional, paling tinggi sih cuma antar kota. Tapi, Kempo memberi saya banyak. Ya persahabatan, ya jalan-jalan, ya penghasilan, banyak. Saya sempat membayar kuliah saya sendiri pakai penghasilan dari Kempo ini malah, Alhamdulillah banget.

Kempo

Kempo

Tapi, saya terpaksa berhenti akhirnya. Karena saya akhirnya menyadari kalau saya gak bisa fokus di 2 hal, makanya harus pilih salah satu, either selesaikan kuliah atau melanjutkan Kempo. Mungkin bagi sebagian orang ya gampang melaksanakan keduanya. Tapi buat saya, saya sudah mencoba 2 semester untuk fokus di keduanya, dan berhasil bikin saya gagal wisuda, hehe. Makanya dengan sangat sangat sangaaat berat hati banget saya memutuskan berhenti jadi atlet dan berhenti latihan di tahun 2010 :'(

Terakhir, setelah saya keluar, saya malah iri ngeliat atlet-atlet PON 2012 sparing ke Jepang, huaaa. Tetiba saat itu menyesal saya berhenti dari Kempo, haha. Tapi, akhirnya setelah berpikir kembali, ya saya gak jadi menyesal. Soalnya dengan semangat mengubah diri dan memutuskan untuk berhenti latihan, saya jadi bisa fokus ke kuliah. Malah jadi bisa menikah, wkwkwk. Setiap orang punya rejeki masing-masing, begitu deh yang saya yakini. Jadi, kalau ada rejeki ke Jepang, ya pasti saya juga akan bisa nantinya 🙂

Nah, untuk mencapai impian saya ke Jepang itu, saya udah melakukan beberapa hal di bawah ini:

1. Berusaha Lewat Beasiswa

Waktu kelas 3 SMA itu sebetulnya saya sudah sempat cari-cari informasi lengkap buat meneruskan sekolah ke Jepang, maunya sih S1-nya di Jepang gitu. Tapi orangtua sama sekali gak mau saya pergi jauh-jauh. Berhubung saya anak terakhir, cewek pula, jadi ya gak gitu antusias setiap saya cerita tentang melanjutkan sekolah ke sana. Yasudah deh, saya akhirnya kuliah di UI, jurusan Ilmu Komputer.

Sayangnya, sewaktu kuliah itu saya tidak benar-benar memanfaatkan kesempatan belajar serius. Saya terhalang oleh perasaan galau saya. Untungnya sebelum kuliah berakhir, saya segera sadar dan bisa memaksimalkan tahun terakhir kuliah. Makanya sempat mau mengajukan beasiswa lagi ke Jepang. Tapi, seperti yang telah saya ceritakan juga di sini, saya sudah keburu dilamar, hihi. Jadilah ya saya menikah dulu dan ikut suami serta mendukungnya mengembangkan diri di sini, di Indonesia.

2. Menabung

Iyap, saya juga menabung sedikit demi sedikit, tepatnya baru mulai menabung sih, haha. Yes, dulu pengaturan keuangan saya buruk banget, dapet uang langsung habis begitu saja, huhu. Sejak menikah saya gak bisa gitu lagi karena ya banyak yang harus dipikirkan. Terlebih punya anak, yang sudah saatnya mempersiapkan untuk masa depan mereka juga kelak. Makanya menabung buat ke Jepang ini yang selalu kalah prioritasnya dibanding lain. Yaiya, punya keluarga kan gak bisa mikirin diri sendiri lagi yaa, jadi saya gak bisa egois deh dengan cuma mikirin impian saya saja 😀

3. Ikut Lomba Blog

Nah, yang ini nih yang membuat harapan untuk bisa ke Jepang dalam waktu dekat ini bisa direalisasikan. Saya tau lomba ini dari newsletter yang diberi BBlog setiap ada project blog baru. Karena saya juga lagi fokus ngeblog, ya saya sama sekali gak mau melewatkan kesempatan ini deh. Makanya jadi semangat banget. Tulisan saya juga penuh semangat 45 kalau kalian baca, hehehe.

Lomba blog tersebut mengenai “My Ideal Japanese Winter Vacation“. Dan saya sudah menuliskannya dengan sepenuh hati. Malah setiap hari tulisan itu selalu saya share di media sosial yang saya punya, ya Facebook, twitter, instagram, path, pokoknya semua deh. Saking niatnya, saya sampai meminta teman-teman saya juga buat ikutan ngeshare postingan itu. Sekarang, saya minta yang baca postingan ini untuk ikutan share postingan itu juga ya *sekalian* xp

4. Berdoa

Iya donk. Usaha tanpa doa itu rasanya ada yang kurang. Makanya impian ini selalu saya sebut dalam doa-doa saya, hehe. Semoga dalam waktu dekat ini terlaksana yaa. Aamiin 😀

Postingan ini diikutsertakan dalam #evrinaspGiveaway: Wujudkan Impian Mu”

Published by:
Hobi Pribadi Review

Anime Favorit Part III

Huaah, kelewat 2 hari deh buat lulus tantangan #3 dari mbak Ani. Harusnya sih sekarang sudah memasuki hari ke-6, tapi saya baru nulis total 4 sama tulisan ini, huhu. Yasudahlah ya, mari lanjutkan sampai hari terakhir, semoga gak bolong lagi 🙂

Oiya, penasaran judulnya part III? Part I dan part II bisa dibaca dulu ya. And yes, postingan ini masih terpengaruh oleh keinginan saya yang menggebu untuk bisa liburan ke Jepang 😉

Buat yang udah penasaran lanjutan anime yang jadi favorit saya, sekarang mau ngelist anime yang tokoh utamanya perempuan. Gak melulu tentang superhero sih ya, anime yang bercerita keseharian juga ada. So, enjoy this 3rd part of my favorite anime 😉

Published by:
Parenting Pribadi

[Parenting] Menghilangkan Kebosanan

Hari ini jeda dulu aah dari Jejepangan, hihihi. Mau ngomongin hal lain yang sekarang-sekarang makin terlihat di Naia, berhasil menyibukkan diri sendiri saat sedang bosan. ^^

Keahlian menghilangkan kebosanan saat sendirian gini emang perlu dilatih banget nih dari kecil. Secara sampai dewasa pun akan lebih banyak waktu yang dihabiskan sendirian kan ya? Jadi ya sebisa mungkin waktu yang dihabiskan sendirian itu tidak terlewat begitu saja malah kalau bisa digunakan untuk hal yang bermanfaat.

Saya sih ngeliatnya sedikit demi sedikit Naia sudah memiliki kemampuan ini. Emang dari kecil agak dibiasakan sih. Dulu, waktu 6 atau 8 bulanan gitu, dia saya biarkan sendirian di box bayinya sambil diberi beberapa mainan yang bisa dia pegang atau teether. Udah deh, dia bisa anteng main, saya bisa ngapa-ngapain (biasanya nyuci atau masak). Tapi kalau sudah terlalu lama dia bermain sendiri ya bosan juga sih. Biasanya dia nangis dan merengek minta ditemenin. Atau malah saat lapar dan mengantuk juga bisa. Kalau dia sudah menangis, ya saya langsung menghampiri dan melihat deh dia mau apa. Kalau lapar dan ngantuk, ya saya nenenin langsung tidur deh, hehe.

Naia di box

Naia di box

Sekarang-sekarang sih sudah lebih banyak hal yang bisa dilakukan sama Naia demi menghilangkan kebosanan karena sendirian gitu. Biasanya bisa membaca, menggambar, menggunting dan menempel-nempel, main masa-masakan, atau yang paling sering dilakukan akhir-akhir ini, bermain playdoh bikinan sendiri. Awal saya menyadari dia bisa ditinggal sendiri gini saat saya mengepel rumah dan dia dengan lucunya berinisiatif mengambil buku mewarnai dan langsung mewarnai sendiri di kasur, haha.

Oiya, tapi gak bisa terlalu lama juga sih dia sendirian gini. Ya kita aja ada bosennya dan mulai mencari kawan kan ya. Ya dia juga gitu. Kalau sudah bosen dan mau bermain sama saya, ya dia cari-cari perhatian deh sama saya. Mulai dari nyolek-nyolek sampai melempar barang (ini udah ekstrim sih, hehe). Tapi tetap, kalau dia sudah mulai melempar barang gitu, saya ingetin lagi dengan bilang “Mama tau Naia lagi cari perhatian (atau lagi senang atau apapun emosi yang mendorong dia melempar2 gitu). Tapi bukan gitu caranya, coba peluk mama aja ya lain kali”. Dan betul deh, di kesempatan lain dia bisa ujug2 meluk2 saya buat mengekspresikan kegembiraannya atau buat mengalihkan perhatian saya kepadanya, hihi.

Published by:
Hobi Pribadi

Anime Favorit Part II

As promised, kali ini saya melanjutkan postingan kemarin tentang anime favorit. Jadi, kemarin belum cukup? Ya beluuum, masih banyak yang saya sukaaa, hehehe. Oke, langsung aja yaa 🙂

Detective Conan

Sebetulnya sih saya kenal manganya lebih dulu dibanding animenya. Pertama kali saya kenal komik ya kenalnya ini. Makanya kalau sampe sekarang gak abis-abis juga, ya saya tetep gak bisa berhenti baca, karena kayak One Piece, ini jadi “teman” beranjak dewasa, hehe. Terlebih lagi saya emang suka teka tekinya. Suka beberapa kali ikutan nebak juga siapa pelakunya setiap ada kasus yang terjadi.

Detective Conan

Detective Conan – gambar dari sini

Cerita awalnya sih agak gak masuk akal yaa. Ada seorang detektif SMA bernama Shinichi Kudo yang mengecil dan menjadi seperti anak kelas 1 SD. Walau begitu, tubuhnya saja yang mengecil, otak dan kemampuan berpikirnya masih tetap sama seperti Shinichi kelas 2 SMA. Dia tinggal sendirian di rumahnya. Tapi, karena akan aneh kalau anak kecil juga tinggal sendiri, akhirnya dia dititipkan ke rumah teman sejak kecilnya, Ran Kogoro. Kebetulan ayahnya Ran, Mouri Kogoro adalah seorang detektif swasta, akhirnya dia suka ikut2an deh menyelidiki kasus yang ditangani oleh Kogoro sambil menyelidiki organisasi yang membuat tubuhnya mengecil. Karena tidak ingin diketahui identitasnya, akhirnya Shinichi menyamarlah jadi Conan Edogawa, detektif cilik dan membentuk group detektif di sekolahnya bersama Genta, Mitsuhiko, Ayumi, dan Ai.

Continue reading

Published by:
%d bloggers like this: