#FamilyTalk #1: Kenapa Gak Punya TV?

26 Replies

Family Talk Keluarga Parenting

Yeay, ini #FamilyTalk pertama saya dan Annisa Steviani yang nantinya akan hadir setiap Sabtu 🙂

FamilyTalk #1 - Why Do We Live Without Television

Dan, tema yang pertama kali kami angkat adalah mengenai ketiadaan TV di rumah kami. Iyes, saya dan Icha sama-sama gk punya TV di rumah. Dan tentu kami punya alasannya donk. Di sini saya jabarkan alasan-alasan saya ya. Kalau mau tau alasan Icha, liat di blognya aja gih! xp

5 Alasan Hidup Tanpa TV

Anyway, ternyata Lia pun juga sama, gak punya TV juga. Dia juga punya alasan sendiri donk. Liat di sini ya: Mengapa kami tidak punya TV

1. Lebih Banyak Mudharatnya dari Kebaikannya *uhuk, batuk dulu*

Sejak saya nikah sama suami dulu, suami betul-betul paling anti sama yang namanya TV ini. Katanya sih gak mendatangkan manfaat, lebih banyak mendatangkan mudharat alias keburukan. Waktu awal menikah itu sih saya masih kekeuh mau banget punya TV, soalnya dulu saya itu setiap hari pasti nonton TV, dan masih gak setuju saja suami yang TV gak mendatangkan manfaat. Soalnya, saya pikir kalau kita bisa memilih tontonan, bisa kok menonton yang bermanfaat-bermanfaat aja. Tapiiii, acara yang bermanfaat seberapa banyak siiih? Bisa banget terhitung dengan jari kaan?

Lagipulaa sebagai istri yang baik #uhuk (cari muka dulu ya kan, namanya baru nikah xp), ya saya nurut. Eh, ternyata sampai sekarang malah keasikan gak ada TV. Dan bener aja, acara TV makin gak ada yang bagus, hiks. Adapun stasiun TV yang menayangkan acara bermanfaat juga sedikit. x(

Baca juga: Net TV Berbeda!

2. Bisa Mengontrol Apa yang Ditonton

Iya, dengan gak punya TV gini, kita bisa lebih mengontrol apa yang mau dan yang gak mau kita tonton. Coba ada TV, mau gak mau kita nonton acara yang disuguhkan kan ya, entah bagus atau enggak, ya terima aja deh, hee. Apalagi sekarang banyak situs-situs streaming. Jadi ya nonton cukup lewat internet aja deh. Makanya internetnya mesti kenceng yak, hehehe.

Selama ini paling saya dan suami hanya nonton di rumah orangtua saya atau di rumah mertua saya. Itupun kalau acaranya menarik, kalau enggak ya kita tetep gak nonton deh, milih main sama Naia 😀

3. Anak Lebih Kreatif

Dengan gak ada TV gini, Naia bisa banget mainan sendiri. Ya karena di rumah juga banyak mainan sih. Malah dia bisa menciptakan mainan sendiri, ya berfantasi lah yaa. Bisa dengan membaca buku (biasanya sih kalau ini dibacakan). Kertas digunting kecil-kecil buat jadi salju atau kembang api lah. Gelas, tempat bedak, dan apaa aja yang ada di rumah jadi mainan masak-masakan lah. Atau malah main rumah-rumahan di bawah gantungan handuk xp

Walau terkadang dia juga menonton sih lewat YouTube. Tapi, itu bukan jadi satu-satunya hiburan dia, dan itu juga kami batasi. Hiburannya gak terbatas hanya menonton. Mereka bisa mengatasi kebosanannya sendiri dan menjadi lebih kreatif. 😀

Baca juga: [Parenting] Menghilangkan kebosanan & Di-alarim-in ya mah!

4. Anak Bisa Mengenal Alam Lebih Sering

Iyees, selain hiburannya pakai mainan di rumah, saya kalau lagi bosan di rumah aja suka kepikiran spontan mau ke mana-mana. Bisa ke museum, perpustakaan, taman mini, ragunan, taman-taman yang di dekat rumah, atau yang paling deket tinggal ke kebun belakang rumah kontrakan, wkwkwk. Alhamdulillah sih ngontraknya di daerah yang masih ada kebunnya gini, jadi anak bisa berkeliaran bebas tanpa sayanya khawatir. Pun kalau gak ada kebun, masih bisa mengunjungi taman yang ada di dekat rumah. Alhamdulillah juga yah sekarang udah lumayan banyak taman kota gini di Jakarta 😀

Baca juga: Rekreasi ke Taman Mini Indonesia Indah

5. Anak Bisa Belajar Lebih Banyak

Selain anak bisa lebih kreatif, mereka juga bisa belajar lebih banyak dengan gak ada TV kan ya. Karena ya gak ada gangguan gitu. Kalau ada TV, ya pasti “terdistraksi” sama suara TV ini. Plus sayanya juga jadi lebih kreatif sih membuat mainan untuk anak belajar lebih banyak. Soalnya, beneran bisa memancing dan membuat saya berpikir “ngapain lagi ya di rumah biar anak gak bosen?”, gitu. Kalau ada TV, bukan gak mungkin saya milih nonton TV aja dibanding bikin mainan dan belajar bareng Naia 😀

Baca: Playful Wednesday

Oiya, kalaupun pada akhirnya nanti kami memutuskan untuk punya TV, itu karena kami ingin mengajarkan anak untuk bisa mengontrol dirinya. Mengontrol apa yang mereka mau tonton dan mengontrol apa-apa yang ingin mereka tau. Juga, biar mereka melihat sendiri seperti apa saja acara TV, di rumah sendiri, bukan di tempat orang lain dan bukan dari sumber lain. Kami, saya dan suami, pun mungkin akan baru menyediakan TV di rumah setelah anak-anak kami mandiri dan sudah bisa membedakan mana baik dan buruk, juga sudah bisa berpikir logis sebelum melakukan sesuatu. Istilahnya, mereka sudah “dewasa” secara emosi lah. Dengan begitu, mereka nanti yang memutuskan mau ditonton gak tuh TV yang ada di rumah? hehe. Kalau gak mau ya Alhamdulillah, kalau mau, semoga yang ditontonnya ya acara yang bermanfaat saja karena mereka sudah bisa memilih tontonannya sendiri 😉

Wokeh, kayaknya cukup segini dulu deh #FamilyTalk minggu ini, sampai jumpa minggu depan guys! Anyway, Ada yang gak punya TV juga? Share juga donk alasannya 😀

26 comments

  1. Sary Melati | @saryahd

    Di rumahku ada TV sih, langganan tv kabel juga. Tapi kita gak ada yg maniak nonton tv. Bahkan anak2 ku yg udah abege pun udah jarang bgt nonton tv. Mereka sukanya dengerin lagu, main musik atau gambar. Yg kecil2 ya saling ngikutin aja. Kalo kakaknya main musik, mereka nyanyi2 sambil nari2. Atau ikutan corat-coret. Kalaupun lagi pada bosen, pada diem2 gitu baca buku. Dulu awal diet TV rasanya berat, apalagi kl ketinggalan tayangan berseri (bukan sinetron ya.. Di rumahku gak pernah boleh nonton tv lokal 🙁 )lama2 biasa aja. Gak nonton jg gak masalah 😀

  2. IndahJuli

    Sama seperti Sary, punya tv di rumah, tapi nyaris nggak berfungsi. Ada tipi karena langganan internetnya ada tv kabelnya. Anak-anak sudah sibuk sama kegiatannya masing-masing. Mulai dari sekolah sampai les olahraga dan musik. Tipi buat bapaknya, dengarin TV Rodja :))) anak-anakku lebih milih internetan daripada nonton tipi.

  3. peter

    setuju banget sebenernya tanpa tv, tapi kadang ada yang lebih mengganggu bagi anak yaitu gadget, minta tips tips nya yaa mom agar anak terlepas dari gadged ini. makasih .

  4. Astin Astanti

    di rumah ada dua televisi, satu smart tivi sama tivi lokal. Yang sering ditonton smart tivinya, faiz yang sering lihat, lihatnya youtube sembari ngetik sendiri misalnya :mainan lego, kereta abi, boboiboy, mainan anak, cerita rakyat dan jaraang juga nonton program tivinya. Emaknya nontonnya acara masak-memasak dan berita, wes. tivi lokal yag di luar, enggak pernah dinyalakan, kalau dinyalakan kalau misalnya ada art atau datang neneknya, itupuuun enggak sering.

    Kadang, memang ada positifnya tanpa tivi, anak jadi ingin meminta lebih perhatian dari lingkungan sekitar. Minta diajari apapun yang dia ingin mengetahui dan giliran orangtua yang mau dan harus kreaif untuk mengajari dan mengenalkan kepada anak secara lebih. Anakku kalau bosen nonton tivi, juga ingin diceritakan dongeng, dibacakan buku atau sekedar bermain dengan mainannya sembari berbicara sendiri..maksudnya dia menceritakan apa yang sedang dimainkannya. Beberapa hari ini, kudengar dia bermain dengan mainannya…ngobrolin 5+3 berapaa? 6+6 berapa..lalu, kasih pertanyaan ke aku…hehee… so far, tergantung orangtua yang mencontohkan fungsi tivi kalau menurutku ya.

    Eh, kok jadi panjang kali lebar komentarku..gpp ya Maaaak cantik.

  5. liandamarta.com

    Aku aku aku gak punya TV juga. Pas pindahan ke rumah baru gak kepikiran mau beli TV. Kalo pun butuh banget nonton (terutama suami, soalnya dia hobi nonton bola dan lagi ada premiere league tiap Sabtu malam) ya streaming di laptop/hp atau ngabur nginep di rumah orang tua/mertua.

  6. Faisal

    Setuju sekali dengan point Satu. Lebih banyak mudharatnya kalau nonton tv, acara tv sudah banyak yang tidak mendidik. Banyak yang tidak layak untuk di tonton oleh anak’.

  7. Nadia Khaerunnisa

    Nice point of view, darls! 🙂
    Kalo buat saya pribadi sejauh ini masih… TV is TV, just a media. Gak ada waktu nonton rutin, acara favorit, tapi gak yg anti banget juga.
    Yg masih jadi main concern saya adalah ya itu deh apa yg kita tonton dan durasinya. Bisa diatur apa engga. Gak ada TV tapi saya malah tenggelam browsing yg gak penting, streaming reality show, ato kegiatan lain yg sifatnya gak produktif, ya sama aja. Media pembunuh produktifitas dan sarana tontonan yg kurang baik kan gak cuma TV doang, di youtube lebih luas aksesnya.
    Jadi, sekarang masih belajar mengendalikan pola kegiatannya aja hahaha
    *sebenernya sih krna masih enjoy nonton download-an d layar gede* 😛

  8. fida

    Setuju banget maak. Cuma di rumahku, TV nya ada, antenanya aku buang. jadi itu tv yang tetap nggak bisa dipake buat nonton siaran, Alias tv nya dipakai kadang-kadang kalau aku mau download film tontonan keluarga lalu nonton bareng. Tapi … ya jarang bangettt.
    Sampai dengan hari ini, terhitung sudah 12 tahun anak-anakku tidak menonton televisi. kecuali kalau kami mudik ke Medan setahun sekali. nggak enak kalo minta nenek mereka matiin tipi. 😀

  9. Pingback: #FamilyTalk #9: Kenapa Semua Ibu Harus Sama? | Momopururu

Leave a Reply

%d bloggers like this: