Nusantara Sehat Membuat Indonesia Semakin Sehat

10 Replies

Infografis Review

Ada sebuah cerita di salah satu sudut Indonesia, daerah terpencil Kalimantan Timur, kecamatan Long Pahangai lebih tepatnya. Di sana mereka menemukan cara baru meminum pil KB, yaitu dengan menghancurkannya terlebih dahulu baru dibagi-bagikan untuk dikonsumsi bersama, lebih hemat dan berpikir akan sama saja efeknya menurut mereka. Namun, begitu ada yang “kebobolan” mereka lalu protes dan teriak kalau pil tersebut gak manjur, dan akhirnya menyalahkan pemerintah akan obat yang tidak ampuh tersebut. 🙁

Kita gak bisa menyalahkan siapa-siapa sih ya dalam hal ini. Karena mereka melakukan hal tersebut juga kan karena kurangnya pengetahuan akan kesehatan ya. Pemerintah juga susah sih untuk menjangkau penduduk-penduduk yang seperti itu. Tapi kan hal tersebut sangat mungkin terjadi bukan hanya di satu daerah saja, tapi pedalaman-pedalaman lainnya pun bisa melakukan hal yang sama. Pemerintah makin bingung deh gimana cara menjangkau mereka untuk meningkatkan pemahaman kesehatan serta meningkatkan awareness akan pencegahan penyakit pada mereka.

Gerakan Nusantara Sehat

Dalam kebingungan itu, Kementrian Kesehatan RI (Kemenkes) periode 2015-2019 mulai melakukan sebuah perubahan, mereka mulai merancang sebuah gerakan untuk menguatkan pelayanan kesehatan (Yankes) primer yang merata ke seluruh Indonesia, “Membangun dari Pinggiran” istilahnya. Mereka membuat gerakan Nusantara Sehat yang utamanya bertujuan untuk menjembatani gap pengetahuan masyarakat tentang kesehatan. Ya biar penduduk-penduduk daerah terpencil seperti tadi bisa mendapat fasilitas dan layanan kesehatan yang sama dengan yang di daerah perkotaan. Atau setidaknya, mereka bisa mendapat pengetahuan kesehatan yang sama.

Program Nusantara Sehat ini disampaikan oleh Diah Saminarsih (@Adetje) dalam acara temu blogger #SahabatJKN selasa minggu  yang lalu tanggal 13 Oktober 2015 di Hotel Artotel Menteng, Jakarta Pusat. Beliau adalah perwakilan dari kementrian kesehatan untuk menjelaskan apa itu Nusantara sehat lebih rinci kepada kami para blogger #SahabatJKN. Hadir juga eyang Anjar (@anjarisme) selaku moderator dan kang Maman (@maman1965).

kang Maman, mbak Diah, dan eyang Anjar

kang Maman, mbak Diah, dan eyang Anjar

Dalam kesempatan itu juga disampaikan kalau istilahnya nih, di negara Indonesia ini ada 3 jenis “negara”, maju, berkembang, dan tertinggal. Nah, daerah terpencil ini yang dianggap negara “tertinggal”. Tercatat ada 120 puskesmas yang tersebar di 44 Kabupaten di daerah tertinggal ini, Perbatasan, dan Kepulauan. Mereka mengalami ketertinggalan setidaknya dalam pengetahuan dan pelayanan kesehatannya, bahkan fasilitas kebersihan standarnya. Ada sih MCK atau jamban yang telah disediakan oleh pemerintah juga, malah terlihat bersih dan terawat. Tapi ternyata MCK yang bersih dan terawat tersebut bukan karena sengaja dirawat dan dijaga kebersihannya, melainkan tidak pernah dipakai. Penduduk-penduduk masih memilih untuk membuang kotorannya di sungai-sungai atau tempat-tempat yang sudah biasa. Sedih kaan, maunya sih menolong dan memberi fasilitas yang baik, tapi tanpa diberi pengetahuan dan arahan yang jelas ya jadinya gak bermanfaat juga kaan.

Tim Nusantara Sehat

Itulah salah satu tugas relawan Nusantara Sehat nantinya, ikut membantu “menyadarkan” penduduk-penduduk tersebut untuk bisa lebih memahami pentingnya kebersihan dan kesehatan mereka. Nantinya mereka akan bertugas di daerah terpencil tersebut selama 2 tahun dan melalui pendekatan berbasis tim. Iya, nantinya relawan Nusantara Sehat tidak dikirim seorang diri ke daerah terpencil tersebut, tapi 1 daerah 1 tim. Timnya sendiri terdiri dari 9 profesi dalam bidang kesehatan. 9 bidang kesehatan itu sendiri mencakup dokter umum, perawat, bidan, dokter gigi, tenaga gizi, tenaga kesehatan lingkungan, ahli teknologi laboratorium medik, tenaga farmasi, serta tenaga kesehatan masyarakat.

Nusantara Sehat

Tim yang lengkap dan sudah diberi pelatihan sebelumnya ini nantinya diharapkan bisa membaur bersama masyarakat untuk bisa memberi sedikit demi sedikit pengetahuan kesehatan sehingga mereka bisa lebih aware lagi akan kebersihan dan kesehatan mereka. Malah mereka nanti akan bekerja sama dengan petugas kesehatan setempat. Jadi, bukannya menggantikan peran petugas kesehatan setempat lho ya si tim Nusantara Sehat ini, tapi bersama-sama dan berkolaborasi gitu demi menciptakan penduduk yang lebih melek kesehatan dan lebih menjaga kebersihan.

Persyaratan Relawan Nusantara Sehat

Tapi, apa semua yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan itu tadi bisa menjadi relawan? Enggak juga ternyata. Ada beberapa persyaratan lagi yang harus dipenuhi untuk menjadi relawan Nusantara Sehat ini. Ya namanya juga mau dikirim ke daerah terpencil yaa, untuk jangka waktu yang tidak bisa dibilang sebentar pulak, makanya harus bisa memenuhi persyaratan yang diajukan oleh Kemenkes RI.

Beberapa persyaratannya itu sebagai berikut:

  1. Warga Negara Indonesia
  2. Usia maksimal  30 (tiga puluh) tahun untuk dokter umum dan dokter gigi dan untuk tenaga kesehatan lainnya usia maksimal  30 ( tiga puluh) tahun
  3. Status belum menikah bersedia untuk tidak menikah selama  6 bulan dalam masa penugasan
  4. Sehat jasmani dan rohani
  5. Bebas narkoba
  6. Berkelakuan Baik
  7. Mempunyai STR yang masih berlaku
  8. Bersedia ditempatkan dimana saja sesuai kebutuhan Kementerian Kesehatan

Proses Implementasi Nusantara Sehat

Kalau sudah memenuhi berbagai persyaratan tadi, baru deh bisa mendaftar. Setelah melakukan pendaftaran, para calon relawan nantinya juga akan diseleksi lagi dan baru diberangkatkan setelah terpilih yang betul-betul pas untuk bisa jadi tim Nusantara Sehat ini. Di kloter pertama saja, waktu bulan Mei 2015 yang lalu, dari 6000 pendaftar, yang akhirnya diberangkatkan daerah terpencil tersebut hanya sekitar 143 orang.

Proses implementasi lengkapnya mulai dari pendataan daerah oleh Kemenes sendiri kira-kira seperti ini:

Proses Implementasi Nusantara Sehat

Semua Karena Cinta

Sudah tertarik belum untuk jadi relawannya? hehe. Kalau belum, begini deh, kalau kalian para pekerja di 9 bidang kesehatan tadi mengaku cinta terhadap Indonesia, program Nusantara Sehat ini adalah kesempatan pembuktian cinta itu. Istilahnya, kalian mau gak mengorbankan waktu 2 tahun demi cinta kalian itu, demi “memberi” kepada Indonesia? Dengan cinta, harusnya bisa melakukan apa aja donk ya, hehe.

Atau kalau belum punya jiwa cinta Indonesia, setidaknya kalian memiliki kecintaan terhadap profesi masing-masing. Nah, dengan menjadi relawan Nusantara Sehat ini kalian berkesempatan memberi manfaat kepada masyarakat terpencil itu demi meningkatkan kesadaran kesehatan mereka, demi menjadi tenaga kesehatan yang lebih profesional lagi gituu 😉

Soalnya cukup sedih juga sih saya sewaktu mendengar kalau dari sekian banyak pendaftar di kloter kedua ini, dokter umum yang mendaftar baru 13 orang saja. Kemana donk kalian? Mendaftar juga yuk. 😀

#SahabatJKN Nusantara Sehat

Semoga dengan adanya program ini, segala fasilitas dan pengetahuan mengenai kesehatan sudah menyeluruh ke semua bagian negara Indonesia ya. Nusantara Sehat membuat Indonesia semakin sehat 😉

10 comments

  1. evrinasp

    dulu ada perdesaan sehat dari kementerian desa dan daerah tertinggal, sekarang nusantara sehat ya dari kemenkes, saya dukung gerakan ini demi pembanguan sdm berkualitas

  2. Pingback: Membawa Anak ke Acara Blogger – Momopururu

Leave a Reply

%d bloggers like this: