Parenting

#FamilyTalk #14: Menjadi Ibu Terbaik

Baca juga #FamilyTalk lainnya ya!

Beberapa hari lalu saya tertarik dengan video yang dishare oleh mbak Jihan tentang jawaban Jada Pinkett Smith atas pertanyaan “How hard is it being a wife and mom?”. Tanpa sadar saya pun mengiyakan jawabannya tentang bagaimana kita sebagai ibu tetap harus menciptakan bahagia sendiri, tetap harus mengurus diri sendiri terlebih dahulu di atas keluarga kita. Bukan karena egois, tapi karena dengan begitulah kita tetap akan bisa memenuhi kebutuhan keluarga dan membahagiakan mereka. Ya akhirnya saya ajak aja Icha untuk ngobrolin itu aja di sini, #FamilyTalk #14 ini. 😀

Baca punya Icha di:

#FAMILYTALK Menjadi Ibu Terbaik

Menjadi Ibu Terbaik
Menjadi Ibu Terbaik

So, gimana jadi ibu terbaik itu? Ibu terbaik menurut saya adalah yang bisa tetap menjaga kebahagiaan dan menjaga pribadinya sendiri sebelum mengarahkan keluarganya untuk menciptakan kebahagaiaan mereka. Tapi, bukan dengan berkorban dan mengesampingkan kebutuhan diri sendiri ya.

Jadi gini, kita sebagai ibu memang sih boleh banget ngeklaim kalau keluarga -suami dan anak- lah yang menjadi kebahagiaan kita. Begitu ada mereka rasanya kita bisa merelakan apa saja demi mereka bahagia. Masa bodohlah gitu dengan kebahagiaan kita sendiri, karena kalau mereka bahagia, kita pasti bahagia. Bener begitu?

Buat saya sih enggak ya. Memang punya keluarga membuat kita lebih bahagia. Tapi, bukan dengan membahagiakan mereka terlebih dahulu dan mengesampingkan apa yang kita mau dan apa yang membuat kita bahagia. Karena, kitalah yang harus menciptakan kebahagiaan kita sendiri supaya bisa berdaya untuk membuat suami dan anak bahagia juga. Kita yang harus bertanggung jawab atas diri kita sendiri terlebih dahulu. Dengan begitu kita baru bisa membahagiakan suami dan anak kita.

Egois? Enggak tuh. Gini deh, kalau kita mengesampingkan urusan dan kebahagiaan kita, maka jangan heran kalau suatu saat kita merasa terpuruk, kita bisa menunjuk suami dan anak kita dan berkata “gw udah berkorban banyak loh buat kalian, jadi seharusnya kalian bisa bikin gw bahagia donk!”. Akhirnya kita malah menyalahkan mereka kan atas apa yang kita pilih sendiri. Catet ya, atas apa yang kita pilih SENDIRI!

When you stop taking care of yourself, you get out of balance and you really forget how to take care of others – Jada Pinkett Smith –

Makanya buat jadi ibu terbaik, kita harus mengusahakan yang terbaik dulu untuk kita sendiri dulu. Masalahnya gimana kita bisa mengeluarkan yang terbaik dari pasangan dan anak kalau kita sendiri gak bisa mengeluarkan apa-apa yang terbaik dari kita? Saat kita sendiri paham bagaimana menjadi pribadi yang lebih baik, kita baru bisa mengarahkan anak-anak untuk menjadi yang terbaik juga, memaksimalkan diri mereka.

Persis seperti yang pernah saya bahas juga. Gimana mau mengajarkan anak berjuang kalau ibunya gak tau cara berjuang untuk diri sendiri itu bagaimana? Kita baru bisa mengarahkan seseorang kalau kita sudah pernah merasakannya kan? Dan dengan memperjuangkan kebahagiaan dan mimpi kita sendiri dululah, kita baru bisa membantu anak dan suami memperjuangkan kebahagiaan dan mimpi mereka. 🙂

Baca: Cara Berjuang

Anyway, here’s the video that inspired this post. Enjoy!

https://www.facebook.com/omeletocom/videos/10153819590839494/

 

Ples, happy mom raise happy kids yes? What do you think?

istianasutanti

Halo, salam kenal ya.

Aku Istiana Sutanti, seorang ibu dari 3 orang perempuan yang hobi sekali mengajak anak-anak untuk traveling bersama.

Di blog ini aku sharing pengalaman traveling kami sekeluarga plus pelajaran parenting yang aku dapatkan, baik dari pengalaman pun dari seminar parenting.

Semoga kalian suka membaca pengalaman traveling kami dan semoga membantu untuk menentukan tujuan traveling kalian berikutnya! ;)

You may also like...

21 Comments

  1. kok pendek? aku nulisnya emosional banget hahahaha

    1. huahuaa.. kan aku bilang gak bisa laptopan lama2, punggung puegelll banget cyiin… Di hp segini aja udah panjang Cha, hahaha

    2. Setuju isti…. seorg ibu hrs sehat dan bahagia spy bisa membahagiakan anak suami dan klrgnya 🙂

      Jd pengen nulis ttg ini jg spy di baca hubby wkwkwkk

      1. ayoo mbaak nuliss.. hihi

  2. anneadzkia says:

    saya setuju banget mbak. memaknai kebahagiaan itu adalah pilihan kita. bukan orang lain yang menentukan. kerasa banget oleh saya pribadi, ketika kita fokus pada tujuan dan menganggap apa yg terjadi di sekitar adalah tantangan, maka rasanya hidup lebih enteng.

  3. Sering juga ngeliat anak, suami atau keluarga bahagia itu aja udah cukup, beneran udah cukup. Mungkin yang penting jangan sampai melupakan diri sendiri, me time, istirahat yg cukup..hihi tapi kan agak susah kadang kondisinya,itulah perlunya kerja sama yaa sama suami, insya Allah bahagia selalu yah mba.. Amin

    1. iyaa.. emang perlu kerja sama banget yaa sama suami. Aamiin, makasih ya mbaak 🙂

  4. Baru baca sebentar kok udah habis. Hehe

  5. Ibu yg bahagia anak n keluarga bshagia

  6. turiscantik says:

    Saya sih lebih suka jd ibu yg baik aja dr pd yg terbaik kdng melabeli diri jd yg ter membuat kita kyk terperangkap dg label itu sendiri.

  7. iyak. kalau mamanya nggak bahagia, gimana si papa sama si anak bisa nyaman dan ikutan bahagia..

  8. seperti quote di film Rio 2, “Happy Wife, Happy Family” Jadi memang harus ibu dulu yang senang hatinya hehe

    1. iyaa banget ya mbaak 🙂

  9. mba istii,, aku baru liat video nya. hihihi bener emang yaa,, responsible for my happiness 🙂
    semoga kita selalu jadi emak- emak yang bahagia yaaa

  10. happy mom happy family ya bener, bagaimana bisa membuat orang bahagia kalau kita gak bahagia? tapi kalau dengan melihat senyuman anak atas pengorbanan seorang ibu kemudian ibu itu jadi bahagia, gpp juga yang penting happy 🙂 asal jangan kelewat berkorban.

  11. Aku suka bagian ini, Isti. Ibu terbaik menurut saya adalah yang bisa tetap menjaga kebahagiaan dan menjaga pribadinya sendiri sebelum mengarahkan keluarganya untuk menciptakan kebahagaiaan mereka. Tapi, bukan dengan berkorban dan mengesampingkan kebutuhan diri sendiri ya.

    Daaan… Feelnya emang lebih dapet kalau kita ngomongin apa yang udah kita lakukan, ya.
    Nice quote ^_^

  12. Makanya buat jadi ibu terbaik, kita harus mengusahakan yang terbaik dulu untuk kita sendiri dulu. <—- SETUJU!
    Semua berawal dari diri sendiri dulu ya mba isti hihihi…

  13. Sebetulnya terlambat sih kalau mulai dari diri atau mencari jati diri ketika sudah berkeluarga…harusnya sebelum2nya….sudah fixed. Tapi memang kebanyakan dari kita nggak dibesarkan dengan cara demikian. Semoga anak-anak kita bisa lebih baik…yaa

    1. iyap, tapi untuk belajar gak ada kata terlambat kaan, hehe 😉

      aamiin, semoga anak2 kita bisa lebih baik yaaa

  14. kalo hati ibu senang rasanya semua senang gitu hehhe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.