#FamilyTalk #16: Mainan Edukatif

12 Replies

Family Talk Parenting
Mainan Edukatif

Baca #FamilyTalk lainnya!

Yuhuu.. Sudah seminggu berlalu dan saya baru nulis 2 tulisan di blog sama ini, huhuhu. Padahal targetnya seminggu seenggaknya 3 tulisan. Yaudah, marii lanjut nulis, huehue.

Hokeh, kali ini Icha ngasih ide buat ngomongin mainan edukatif, lanjutan tentang #FamilyTalk anak dan mainan beberapa waktu lalu ih ini, hehehe.

Baca punya Icha:
Mainan Edukatif dan Buku

Mainan Edukatif

Di postingan tersebut saya nyebutin kan ya kalau saya jaraang banget membelikan mainan untuk Naia. Paling-paling ya kalau ada mainan edukatif aja, yang bisa membuatnya gak sekedar bermain, tapi juga belajar. Padahal setelah dipikir-pikir lagi ya, semua hal di sekeliling anak itu bisa banget loh jadi mainan edukatif, hee. Coba aja deh, waktu mereka lagi seneng-senengnya manjat, sofa bisa jadi mainan banget kan buat mereka? Itu melatih motorik kasarnya!

Terus lagi, saat seumuran Naia gini, saat mereka udah tertarik dengan angka dan huruf, kalender bisaaa buat jadi latihan berhitung. Lha, Naia jadi bisa berhitung sampai 31 ya gara-gara kalender, hahahaha. Tapi anyway, kebanyakan dari kita melihat mainan yang edukatif itu ya yang semacam kayak yang sering saya bikin ya, huihihi *membanggakan diri sendiri*. Lha saya bikin mainan itu biar saya gak garing juga sih di rumah, biar ada kerjaan di rumah *padahal kerjaan rumahan numpuk, wkwkwk*.

Jujur aja ya, lebih enak main sama anak lah daripada ngerjain kerjaan rumaaah, hahaha *yaeayalaaah*. Lagian kan saya mah emang tujuan jadi ibu rumah tangga ya biar bisa bareng-bareng terus sama anak, bukan biar bikin rumah rapi setiap saat, huehehe.

Baca: #FamilyTalk #3: Jawaban Saya Sebagai Stay At Home Mom

Suami aja pernah bilang saat kami berdebat perlu atau gak perlunya IRT “itu mah bukan kerjaan kamu maah, kamu terlalu berharga untuk ngerjain kerjaan rumah kayak gituu” *langsungmeleleh*. Dan akhirnya sekarang pakai IRT pulang pergi biar cucian baju gak numpuk-numpuk lagi seperti sebelumnya, haha.

Eeh, tapi tapi kan nulis ini sebenernya mau ngomongin mainan edukatif apaan yang selama ini saya kasih ke Naia, huee.

Buku

Okeh, pertamaaa banget sebelum Naia lahir itu, kami sudah membelikan dia buku cerita. Bukan buku cerita islami atau yang paket berjuta-juta sih, ya yang kami pikir bisa dijadikan bahan cerita aja plus gambarnya banyak tulisannya sedikit, hehehe. Jadilah waktu masih dalam perut aja Naia emang udah sering dibacain buku. Lucu banget waktu di trimester ketiga, saat dibacain buku cerita ya dia bergerak-gerak di dalam perut ini, serasa ngerti dan pengen dibacain lagi, hahaha. Akhirnya sekarang dia terkadang menghabiskan waktu buat baca buku (walau belum ngerti bacaannya apa, seringnya ya dilihat gambarnya aja).

Buku

Eh tapi ini mah bukan termasuk mainan yah, hahaha. Biarlah, kan yang penting bikin dia belajar toh. Belajar emosi, belajar karakter, belajar untuk sikat gigi dan mandi sendiri. Iya lho, saya lumayan terbantu dengan adanya buku. Karena sewaktu dia malas sikat gigi, ya saya belikan buku yang berjudul “jangan jorok donk” yang bercerita tentang anak yang malas mandi dan mengurus dirinya sendiri sampai akhirnya sakit. Makanya harus rajin mandi, sikat gigi, dan keramas. Gitu-gitu deh.

Puzzle

Puzzle

Sesungguhnya, puzzle yang pertama kali juga saya beli yang ada di dalam buku, buku puzzle gitu jadi ceritanya. Nah, dia mah waktu itu ya belum tertarik yaa, soalnya baru dibaca aja bukunya. Baru setelah mendapat puzzle binatang dari dokter, dia tertarik deh sama puzzle-puzzle buku ituh. Dan dimainin deh setiap hari jadinya. Tapi sekarang udah gak gitu tertarik lagi, udah cukup tertinggal dibanding anak seumurnya.

Terus saya sedih? Enggak juga, haha. Ya karena Naia memang punya ketertarikan di hal yang lainnya, menggambar misalnya. Akhir-akhir ini dia lagi seneng banget menggambar. Gambar apa aja yang ada dalam pikirannya lah. Makanya akhirnya saya abadikan di kaos ya kan, hehe. Dan itu berhasil bikin dia seneng donk! Ih emang ya orangtua seneng banget kalo liat ekspresi seneng dari anaknya, priceless banget deh. Makanya emang banyak ortu yang mau melakukan apa aja yaa demi anaknya bahagia 😀

Balok Kayu

Balok Kayu

Ini hadiah dari yangtinya saat Naia berumur 1 tahun. Dan ternyata bermanfaat untuk melatih anak menyeimbangkan benda yaa. Karena kan Naia mainnya ya ditumpuk-tumpuk gituu deh sampai tinggi, jadi ya gimana caranya supaya tumpukannya itu gak jatuh. Atau, mainan ini bisa juga untuk mengenalkan bentuk. Karena biasanya kan satu balok kayu gitu bentuknya berbeda setiap tiang kan yaa. Nah, bentuk apa di tiang mana ini yang membuat mereka belajar mengenal bentuk 🙂

Lego

Ish, ini sih kayaknya mainan sejuta umat ya, haha. Semua orang kayaknya emang seneng sama lego. Soalnya apa? Soalnya sangat-sangat memancing kreatifitas dan imajinasinya banget kan. Ples memancing kecerdasan visual spasialnya juga kalau udah membangun semacam bangunan, ya rumah lah, ya pesawat lah, apapun deh yang ada dalam pikiran anak ya bisa direalisasikan dengan lego ini.

Walau ada juga sih emang yang gak begitu antusias dengan lego. Ya karena itu tadi, minatnya dia bukan ke lego. Bisa saja dia sangat tertarik sama musik ya kan? Atau sama hal lainnya lah gitu. Jadi ya kalau anak gak suka lego jangan dipaksa ya *siapa juga yang maksa, hahaha*

Etapi Naia sampai saat ini belum main lego yang kecil-kecil, haha. Masih yang semacam duplo gitu yang besar. Walaupun kalau di playground manalah itu, saat ketemu lego beneran yang kecil ya dia juga tertarik dan bisa anteng mainan itu sih 😀

Playparq Kemang - Bermain Lego

Playparq Kemang – Bermain Lego

Matras Alfabet

Yang ini dia kepengen banget matras untuk tujuan lain. Tujuannya yaitu, bikin rumah-rumahan! haha.

Matras Alfabet

Tapi ternyata matras yang ada dan akhirnya saya beli yang berjumlah 26, sesuai dengan jumlah alfabet. Dan emang setiap satuannya ya terdiri dari huruf A-Z sih, hehe. Dan akhirnya karena matras ini, Naia makin hafal dengan huruf-huruf alfabet. Yang tadinya masih bingung ditanya huruf selain huruf penyusun namanya, sekarang bisa dengan lancar menunjuk huruf apapun 😀

Laptop Mainan

Yang ini dibeliin utinya saat Naia masih berumur 6 bulan cobak, hahaha. Ngerti apa diaa buat main iniii? Jadilah selama ini ya saya simpan saja. Daan bener aja baru kepake sekarang. Karena ya, laptop mainan ini mengeluarkan suara dan ada beberapa mode gitu. Kayak misalnya mode menghitung, menebak huruf, menyebutkan huruf atau angka yang ada di sana, dan masih banyak lagi. Sekarang dia lagi sibuk main penjumlahan dan pengurangan donk dari laptop mainan ini, hahahaha. Saya sih gak pernah maksa, kalaupun dia belum bisa dan belum mau berhitung, yaudah. Kalau dia sudah tertarik, ya sok atuh ya.

Rush Hour

Oh, ini judul mainannya, tapi nama permainannya saya bingung sih apa, haha. Intinya kalau dimainkan secara benar sih, ini tentang mengeluarkan mobil yang terjebak gitu. Nah, berhubung Naia belum sampai tahap itu mainannya, jadilah dia memainkannya dengan cara lain. Sebenernya sih mainan ini masih mau saya simpan, etapi Naia nemu dan tertarik dengan mobil kecil-kecilnya,  yasudahlah yaa.

Rush Hour

Dia memainkan ini dengan cara menyusun semua mobilnya ke tempatnya. Karena kalau semua diletakkan di tempatnya, akan persis muat dan gak menghasilkan ruang kosong. Nah, caranya dia untuk mengisi semua tempatnya itu deh yang bikin otaknya bekerja mencari solusi supaya semua muat. Soalnya bentuk mobilnya ada yang 4 roda ada yang 6 roda *ceritanya*, jadi gak seragam bentuknya, jadilah agak menantang buat anak seumur Naia untuk meletakkan kesemua mobilnya agar muat masuk ke tempatnya 🙂

Dan mainan ini juga bikin Naia meletakkan benda apapun secara teratur. Dia jadi seneng menyusun dan merapikan benda yang dilihatnya kurang rapi. Dia belajar keteraturan deh intinya dari mainan ini.

***

Pokoknya mainan apapun itu tergantung anaknya lagi deh. Kalau tertarik ya lanjutkan, kalau enggak, ya berarti emang ketertarikannya bukan di situ, cari bidang lainnya lagi. 😉

Banyak sih ya sebetulnya kalau dijabarin satu persatu, hehe. Yaudah lah saya akhiri sampai sini saja, jangan syedih ya sist. Soalnya saya juga udah sering sih ngeshare mainan-mainan edukatif bikinan sendiri. Malah akhirnya saya taro aja di blog buat tulisan setiap hari Rabu dengan tema Playful Wednesday. Jadilah setiap hari rabu blog ini memang selalu diisi dengan mainan yang saya mainkan di rumah bareng Naia, hehe. Pantengin aja ya kalau mau tau banyak. Eh, bisa baca-baca yang sebelumnya juga kok, cuss aja ke kategori Playful Wednesday *promosi boleh ya kakaaaa* 😉

Oiya, pelajaran lain yang bisa dikembangkan oleh anak selama bermain adalah apa hayooo. Belajar mengendalikan emosi, belajar kesabaran, belajar keteraturan, belajar menyelesaikan masalah sendiri, dan lain sebagainya. Gak jarang kok saya cuma dijadikan kamus doank sama Naia. Dia cuma mau tau itu kenapa dan biar dia yang menyelesaikannya sendiri, kalau dibantu malah ngambek dan sebel, huee.

Baca: [Parenting] Jadi Kamus

Jadi, udah ngasih mainan edukatif apa aja niih ke anak? 😀

Selamat bermain ya! Eh, sampai jumpa minggu depaan yaaa 😉

12 comments

  1. Pingback: Ajak Anak Bermain Sesuai Kecerdasannya Dengan MI PlayPlan Yuk! – Momopururu

Leave a Reply to uci Cancel reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: