#FamilyTalk #46: Cita-cita Terhadap Anak

8 Replies

Family Talk Keluarga Parenting

Berhubung kemarin kita ngomongin homeschooling, ada yang komen di postingan Icha, dia pikir kemarin itu kita ngomongin homeschooling A-Z gitu. jadinya kita minggu ini mau ngomongin homeschooling A-Z. Tadinyaaa.. Begitu mau mulai nulis kok malah bingung ya. Harus mulai dari mana dan apa yang diceritain. Soalnya, kami berdua sama-sama bukan praktisi orangtua homeschooler kan, huehehe.

Yaudahlah ganti aja temanya jadi cita-cita kita terhadap anak.

Baca punya Icha di:
#FamilyTalk: Cita-cita Bebe

whatsapp-image-2016-10-08-at-05-42-14

Kalau ditanya, saya punya gak cita-cita atau impian anak-anak saya kelak itu mau kayak gimana? Maunya mereka kuliah ampe S3 atau gimana? Atau gak usah kuliah asal agamanya bagus? Dan lain sebagainya deh.

Kalau ditanya punya mimpi, saya jelas punya impian anak-anak saya mau seperti apa. Tapi yang jelas juga, saya gak mau memaksakan impian saya tersebut ke anak-anak. Karena jelas ya,  maunya anak happy dengan impian-impian yang kita tanam kepada mereka 🙂

Ah, anyway, ini impian-impian saya terhadap anak-anak.

Anak-anak Akur dan Saling Membantu dalam Kebaikan

Uhuk. Intinya sih pengen anak-anak nanti selalu adem ayem akur dan kompak dalam segala hal-hal yang baik. Gak muluk-muluk banget lah poin pertama ini, hahaha. Kayak yang sering saya bilang, saya pengennya sih punya anak lebih dari 2, biar rumah rame.

Baca juga: Mau Punya Anak Berapa?

Karena di keluarga saya pun begitu, ramai kalau berkumpul. Saya anak kelima btw, jadi udah terbiasa dengan keramaian dan ngerasa gimanaa gitu kalau sepi. Jadi ya maunya anak banyak juga (minimal 3 lah xp). Dan semoga kelak mereka hidup damai aman tentram sejahtera, wkwkwk. Apa itu damai aman tentram sejahtera? hahahah.

Pondasi Agamanya Kuat

Yaa secara saya orang beragama ya, dan maunya anak-anak nanti pondasi agamanya lebih baik lagi dari saya. Yang bisa mengamalkan Al-Qur’an dan menghafalkannya, yang bisa menyeimbangkan hubungan pada Tuhan dan hubungan sesama manusianya, yang bisa bermanfaat bagi orang banyak, dan yang bisa menginspirasi banyak orang dari kebaikan-kebaikan yang dikerjakannya. Karena buat saya, agama adalah penjagaan paling tinggi, panduan paling lengkap tentang hidup, dan pengatur hidup yang paling baik.

Bermanfaat

Buat siapa? Seenggaknya buat dirinya sendiri dan keluarganya. Alhamdulillah kalau bisa memberi manfaat ke lebih banyak orang, nusa bangsa mungkin? hehehe.

Karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat  untuk orang lain, hehe. Dia akan terus haus akan memberi, selalu dan selalu ingin memberi yang terbaik buat sekitarnya, karena itu yang akan mendatangkan kebahagiaan untuknya.

Pendidikan Tinggi dan Pengetahuan Luas

Karena pendidikan tinggi bukan hanya tentang ijazah. Tapi pola pikir dan kemampuan bersosialisasi dengan lebih banyak macam orang. Dengan catatan, pendidikan tinggi di tempat terbaik dan yang bisa memberi kesempatan kepada mereka untuk mengenal dunia lebih luas.

Kalau saya S1, maunya sih anak S2. Kalau saya nanti melanjutkan ke S2, maunya anak sampai S3. Kalau saya S3? Seenggaknya anak juga S3 gitu, huehehe. Tapi bebaslah. Yang penting pengetahuannya luas dan pemikirannya gak sempit. Yang penting anak bisa belajar terus sepanjang hidupnya. Yang penting mereka terus mengembangkan kemampuan yang mereka miliki dan terus haus akan ilmu. Dan yang lebih penting lagi ya itu, dengan ilmu yang mereka miliki nantinya, mereka bisa terus bermanfaat bagi orang sekitarnya, lingkungannya, bahkan nusa bangsanya 😀

Bermoral Baik

Apa yah definisi bermoral baik, hahahah.

Buat saya sih, anak bisa selalu jujur di manapun dan kapanpun. Mereka bisa menghormati sesama manusia. Mereka juga bisa memikirkan resiko, baik buruk, dan dampak dari segala hal yang akan mereka lakukan. Mereka bisa memberi contoh yang baik, terhadap teman maupun orang lain yang lebih banyak lagi.

Saya mau mereka menjadi cerminan orang beragama yang dihormati dan bisa bertindak sesuai dengan panduan agamanya yang BENAR. Yang tidak menyakiti perasaan orang lain. Yang tidak berbuat seenaknya sendiri. Yang tidak merasa tidak apa-apa kalau menghasilkan sesuatu dari perbuatan yang salah. Yang merasa punya tanggung jawab sosial. Karena “with great power comes great responsibility” *hayah xp

Dan kebaikan-kebaikan lainnya *udahmalesnulisjadigini* :p

Terus, apalagi yah. Hmmm, baru segitu yang kepikiran sih, hehehe.

Jadiii.. Semoga postingan ini bisa menjadi doa yang didengar dan diijabah yah. Karena satu hal yang saya yakini, semua yang saya pikirkan dan keluarkan, baik secara lisan ataupun tulisan akan menjadi doa yang kita tidak akan pernah tau kapan akan terkabul 🙂

Kalau kalian sendiri, apa cita-cita yang kalian miliki terhadap anak? Share donk! 😉

8 comments

  1. Hastira

    entah mengapa aku orang yang gak suka dipkasa makanya aku membebaskan anak memilih apa yg diinginkannya. Saat bungsuku meutuskan mau masuk ips aku iyakan saja, walau ada yg protes , kan anaknya bisa wong nilai ipanya bagus. Tapi aku mah tetap membebaskan pilihan mereka asal mereka bertanggung jawab terhadap pilihannya

  2. fanny fristhika nila

    kalo utk akademis, aku jg ga mau mba maksain anak.. biar ajalah dia memilih ssuai ama hobi dan strength nya dia di mana.. ga pgn kyk aku, yg dipaksa harus masuk IPA, harus kuliah ini itu, ama ortu.. hasilnya ketebak.. aku jg jd males belajarnya.. hasilnya walo ga jelek, tp juga ga istimewa.. ga pengen hal sama kejadian ke anakku..

    kita sbg ortu nyediain wadahnya aja lah yaa :)..

  3. dianramadhani

    wah sepakat semua cita cita nya mba.. sama banget sama suamiku, jadi apapun anak kita nanti(profesi), dia harus jadi anak yang kuat agamanya, berakhlak baik, bermanfaat, dan mencintai ilmu (mau belajar),, semoga kita sebagai ortu bisa mengarahkan mereka ya mba.. aamiiin

Leave a Reply

%d bloggers like this: