Hal Yang Perlu Kamu Tahu dari SaleStock dan #SuperAffordableStyle

8 Replies

Lomba Blog Pribadi Review

Kalau ngomongin soal fashion itu emang gak ada matinya deh ya. Soalnya bagian dari kebutuhan dasar kita banget sih, yakni pakaian. Tapi kenapa kata fashion itu seakan-akan identik dengan harga yang mahal ya? Iya gak sih? Apa saya aja ya yang mikirnya begini, hahaha. Mikir kalau rasanya untuk menjadi fashionable itu ya dengan cara membeli barang yang bermerk dan mahal. Karena biasanya yang mahal itu memang kualitasnya jauh lebih bagus dari yang murah kan? Ada harga ada kualitas laah. Gitu kan mikirnya? Walau memang gak semua yang mahal itu berkualitas kok, ada yang mahalnya emang cuma naikin harga aja, padahal kualitasny gak seberapa.

Pengalaman Membuka Toko Online

Eh, anyway, saya mau cerita dulu ya pengalaman saya tentang harga pakaian ini. Soalnya saya berdua sama sahabat saya pernah punya toko online gitu, toko online baju muslim yang harganya affordable alias gak mahal-mahal. Nah, niat kita itu dimulai dengan cara menjadi reseller. Berhubung saya bisa bikin web, jadilah saya jual di web yang saya bikin dan kembangkan sendiri, hijaiya namanya.

Hijaiya - jual gamis terbaru dan terjangkau

Hijaiya – jual gamis terbaru dan terjangkau

Saat itu saya yang beli dan melihat sendiri kualitas-kualitas produk yang saya jual. Awalnya, kami semangat dengan konsep harga yang terjangkau. Terjangkaunya beneran terjangkau banget sampai harganya di bawah 100ribu semua. Nah, tapi ternyata barang-barang yang saya beli (kalau mau dijual dengan harga segitu berarti harga belinya murah donk yaa) kualitasnya gak bagus-bagus amat. Seenggaknya, saya yang ngejualin aja gak mau pakai sendiri barang itu. Walau ada beberapa juga kok yang berhasil menarik perhatian saya dan malah saya pakai sendiri, hahaha. Tapi dengan itu saya jadi belajar, berarti ya emang bener ada harga ada kualitas.

Akhirnya mulai deh cari-cari toko lain dengan kualitas yang lebih oke, walau harga lebih mahal. Walau tetap diusahakan terjangkau ya, kalau bisa harganya kurang dari 150ribu. Alhamdulillah berhasil dan sempat berjalan beberapa bulan. Sampai akhirnya saya yang capek sendiri, kewalahan karena anak udah lebih gede dan gak ada yang bantu-bantu lagi, jadilah dihentikan. Walau masih tersimpan impian untuk membeli baju-baju muslim dengan kualitas sebaik baju branded dengan harga yang terjangkau. 😀

Baju Murah Saat Cuci Gudang

Yang saya herankan, kenapa ya baju-baju yang bermerk di saat cuci gudang bisa semurah baju-baju yang saya beli di tanah abang itu? Soalnya saya pun pernah belanja beberapa kali saat cuci gudang, dan itu bisa dapet harga 30%an dari harga awal. Dengan kualitas yang jauh lebih baik, yaa selevel banget sama baju-baju bermerk dari desainer-desainer laah. Misalnya harga awalnya 300ribu, saya bisa mendapat hanya dengan harga 100ribu saja.

Yang saya pikirkan, berarti penjualannya sudah menguntungkan dan mereka hanya mau menghabiskan stok aja *yaiyalah, namanya aja cuci gudang, hahaha*. Tapi kan ada keinginan gitu ya, baju baru yang kualitasnya begitu gak usah mahalnya selangit kek, biar semua kalangan bisa fashionable. Karena ini lah saya tetap berpikir, untuk bisa jadi fashionable itu ya mesti beli atau punya barang yang bermerk atau mahal.

#SuperAffordableStyle

Tapi beberapa bulan lalu, saya dikejutkan sama postingan mbak Nuniek Tirta yang menjadi viral mengenai istri direktur yang tidak malu menggunakan baju seharga 50 ribu dengan hashtag #SuperAffordableStyle. Walau viralnya agak kurang pas ya karena yang disorot malah “istri direktur”nya, bukan pesan yang ingin disampaikan oleh mbak Nuniek lewat kampanye #SuperAffordableStyle-nya, hehehe.

Pernah ada yang bilang, wajar saja saya bisa tampil gaya karena suami saya @nataliardianto seorang Direktur, yang pasti mampu membiayai lifestyle saya. Iya, dia mampu. Tapi kami nggak pernah belanja melampaui kemampuan. Asal tahu saja, baju paling mahal yang saya punya “hanya” seharga 1,5 juta itupun diendorse suatu brand. Tidak ada apa2nya dibanding kawan saya yang beli 1 kaos harga 13 juta. Suami, saya tawarkan sepatu Tod’s atau Bally harga super spesial pas bazaar saja menolak, padahal sepatu kerjanya cuma ada satu. Bahkan saat Wakai diskon 50% pun cuma lihat2 tapi ngga beli karena merasa masih mahal. Meski income terus bertambah (alhamdulillah), tapi lifestyle kami tidak banyak berubah. Setiap ada kenaikan pendapatan, langsung diputar lagi untuk investasi, tabungan masa depan, atau beli properti. Yah sekali2 jalan2 liburanlah :)) Inilah stage hidup kami saat ini. Jika beberapa tahun ke depan kami sudah mencapai keamanan finansial total yang uangnya nggak habis2, mungkin akan beda lagi. Tapi tulisan ini akan mengingatkan kami untuk tetap menginjak bumi. Jadi, kembali lagi ke pertanyaan 2 hari lalu: berapa harga dress ? (tanpa outer) yang saya pakai ini? Ada yang tebak 300rb, 200rb, 150rb, ? rb… Jawaban yang benar datang dari seorang teman di Facebook: 50ribu! Yes, dress merah ini saya beli baru (bukan bekas!) cuma 50rb di @plazapondokgede minggu lalu 🙂 Nggak malu istri direktur pakai baju 50ribu? Hmm.. gimana kalo dibalik: istri direktur aja nggak malu pakai baju 50ribu, kamu nggak malu pake barang mahal tapi gaji habis buat bayar / nyicil / nunggak / ngutang / pake uang orang? ? #thoughts #ootd #fashion #style #superaffordable #superaffordablestyle #instafashion #instastyle #moneymanagement #investment #lifestyle #blogger #lifestyleblogger #nutslyfe

A photo posted by Nuniek Tirta (@nuniektirta) on

Sesuai namanya ya, #SuperAffordableStyle, mba Nuniek mau mengedukasi kita-kita aja kalau kita bisa kok bergaya atau jadi fashionable walau yang kita pakai gak mahal dan gak bermerk. Asal pintar-pintar saja mencari dan menemukan barang yang berkualitas baik dengan harga yang terjangkau, setidaknya sesuai dengan kemampuan kita lah yaa. Juga pintar-pintar dalam memadupadankan pakaian. Mix & match pakaian lama dan baru, juga aksesori yang pas juga bisa bikin kita jadi stylish. Intinya gak harus bermerk dan mahal lah untuk bisa memenuhi hasrat kita untuk bergaya 😉

Eh, tapi bukan berarti gak boleh beli barang bermerk ya. Siapa sih yang gak suka juga pakai barang bermerk yang kualitasnya bagus? Pesannya adalah… ya sesuaikan aja dengan kemampuan beli kita, jangan jadi orang konsumtif, gayanya selangit, tapi kehidupan sehari-hari malah susah. 😀

#ILDIGathSaleStock

Berita mba Nuniek yang viral dan tersebar di banyak media tentang #SuperAffordableStyle-nya akhirnya membuat founder Sale Stock, mas Lingga Madu melirik. Beliau merasa kok pesan yang ingin disampaikan mba Nuniek terasa selaras sama visinya membangun sale stock ya. Jadilah beliau meminta bertemu langsung untuk ngobrol-ngobrol sama mba Nuniek. Oiya, visinya sale stock sendiri untuk menghadirkan fashion yang affordable untuk semua kalangan dan semua daerah tanpa terkecuali. Iya, semua daerah, mas Lingga emang membayangkan wanita di pelosok papua pun bisa mengakses baju yang bagus tanpa menguras dompet. “Fashion untuk kita semua” singkatnya 🙂

*

***

Berhubung mba Nuniek membentuk grup ILDI, Indonesian Lifestyle Digital Influencer, yang setiap bulannya rutin mengadakan gathering, akhirnya terpikir untuk semakin menyebarluaskan misi dan kampanye #SuperAffordableStyle ini lewat gathering ILDI yang kedua di kantor Sale Stock di kawasan Cikokol Tangerang. #ILDIGathSaleStock ini diadakan tanggal 20 November 2016 yang lalu btw. Hahaha, iyaah, udah lama tapi baru sempet saya tulis sekarang, maaf ya mba Nuniek dan mas Linggaa 😉

Dengan disediakan bis untuk transportasi pulang pergi sampai FX, banyak deh member ILDI  yang mau ikutan, termasuk saya (dengan membawa Nawa tentu) 😀 Tadinya sih Ilman juga mau ikut, berhubung dia juga member ILDI. Tapi dia milih untuk istirahat di rumah saja berdua sama Naia, yaah, father daughter’s day gitu lah ceritanya.

Karena meeting pointnya adalah FX, jadilah kita-kita yang ikutan harus sampai FX pada jam 11 supaya gak ketinggalan bis. Eh, jam 10 malah sih harusnya, berangkatnya aja yang jam 11. Walau akhirnya berangkatnya jadi jam 11.30 ya karena bisnya baru bisa masuk pada jam segitu, ada car free day soalnya.

ildifx

Estimasi perjalanan sih 1 jam, makanya berangkatnya gak mau siang-siang. Tapi ternyata berhubung jalanan kosong, jadi sampai dalam waktu hanya setengah jam aja, cepet!

Begitu sampai sana, kita disuguhi makanan dan dipersilakan untuk sholat dulu. Karena sholat ini, saya jadi bisa intip-intip sedikit deh gimana kantor sale stock itu. Saya pikir jarang-jarang ya kan kita bisa intip sampai ke daleman kantor startup gitu. Tapi ternyata pada akhirnya tetep kita berkeliling kantornya, hahaha. Yang saya cermati itu dan mendapat perhatian dari semua yang hadir adalah, dinding-dindingnya yang penuh mural, lucuuu deh. Paling suka sih sama dinding yang ini.

A photo posted by Istiana Sutanti (@momopururu) on

Karena ada saya di dalamnya dan bagus fotonya, wekekek. Makasih ya mak Icoel *ketjuup

Super Affordable Style ala Kita

Oiya, hari-hari sebelumnya kita sudah diberitahu sih kalau akan ada kontes #SuperAffordableStyle. Jadi, yang hadir saat itu diharapkan memakai baju yang affordable dan stylish. Dalam sesi ini, kita diminta maju satu persatu, perkenalan diri sekaligus membeberkan harga dari semua yang kita pakai. Kebetulan waktu itu saya pakai baju yang emang saya beli murah meriah sekali seharga 25 ribu rupiah saja.

Ah iya, sesi ini yang menang adalah mba Ajeng Lembayung dan mba Prita HW. Mba Ajeng ini pakai jaket yang emang keren tapi harganya cuma 30 ribu (apa 25 ribu ya?) gitu.

Dari semua harga murah yang disebutkan, kebanyakan dapetnya ya gitu, kalau gak dari hasil cuci gudang, ya dari bazaar. Jarang yang mendapat harga murah dan memang barang baru. Yang gini gini nih yang mau diubah sama mas Lingga. Kalau kita bisa kok tetep dapet barang dengan harga murah tanpa menunggu bazaar atau cuci gudangnya sebuah toko. Beliau menyediakan “sumber”nya. Oiya, setelah sesi kontes #SuperAffordableStyle, ada sesinya mas Lingga sharing apapun mengenai sale stock ini.

Hal yang Perlu Diketahui dari Sale Stock

Di sesi sharingnya mas Lingga, kita jadi tau banyak tentang sale stock itu sendiri. Tentang visinya, tentang kisahnya, juga tentang teknologinya. Karena ternyata banyak yang salah kaprah dan salah kira tentang sale stock ini, termasuk saya. Salah kiranya di mana?

Jadi ya, saya pikir tuh sale stock itu importir pakaian dalam jumlah besar loh, makanya bisa memberi harga yang semurah itu. Ternyata hampir semua yang hadir pun punya pikiran yang sama, gak nyangka aja gitu kalau ternyata sale stock itu:

1. Produksi Sendiri

Yap, mereka produksi sendiri loh. Kisah awalnya sih dari reseller juga, tapi lama kelamaan untuk menekan biaya dan harga yang diberikan, mas Lingga memutuskan untuk produksi sendiri deh. Lebih enak juga ya kan, bisa lihat bahan bakunya sendiri, bisa mendesain sendiri, juga bisa menentukan harga jualnya sendiri, gak tergantung dari produsen. Ya kan udah jadi produsen, huee.

Anyway, dengan sale stock memproduksi barangnya sendiri, barangnya jadi bisa diakses langsung deh sama pembeli, gak melewati tahapan yang panjang makanya harganya bisa ditekan dan tetap bisa terjangkau.

2. Harganya Jujur

Mas Lingga emang maunya gini, harganya jujur sejujurjujurnya. Soalnya beliau pernah punya pengalaman buruk sama harga pakaian. Jadi, saat beliau jalan berdua sama istrinya, mba Ariza Novianti di mall, ada baju bagus yang menarik perhatian istrinya yang akhirnya dibeliin dong sama mas Lingga ini. Tapi, seminggu kemudian mas Lingga kaget banget karena kok harga baju yang dibelinya waktu itu jadi didiskon gede-gedean sampai jauuh di bawah harga beli mas Lingga sebelumnya. Mas Lingga kesal karena merasa dibohongi. Kenapa pakai cara begitu (menaikkan harga jauh di atas saat pertama keluar) untuk berbisnis. Hal ini juga yang akhirnya mendorong mas Lingga untuk bikin sale stock, supaya bisa ngasih harga yang jujur ke pembeli sejak pertama kali diproduksi.

3. Tanpa Diskon

Iya, gak ada sistem diskon di sale stock. Karena apa? Karena harganya yang jujur tadi itu sejak pertama diproduksi, jadi sampai stok habis ya harganya tetap segitu.

4. Ongkir Gratis ke Seluruh Indonesia

Selain harganya yang jujur, demi menjalankan misinya untuk memberi kemudahan akses fashion ke semua lapisan masyarakat, mas Lingga juga menggratiskan ongkos kirim ke seluruh Indonesia. Saya cuma mikir berani juga ya mas Lingga untuk melakukan langkah ini, ongkir di daerah, terlebih pelosok kan bukan terbilang murah ya.

5. Pakai Sistem Canggih

Oiya, tapi kan sebenernya harga baju yang dinaikkan di awal tersebut untuk mengganti resiko ada model baju yang kurang laku ya. Iya kan? Di setiap toko atau merk baju, kan modelnya macam-macam, mungkin ada yang sangat disukai sampai stok habis terus, ada juga yang gak jadi idaman dan menumpuk saja stoknya. Nah, resiko-resiko kayak gini deh yang bikin harga baju jadi mahal dan dinaikkan jauh di awal itu.

Berhubung mas Lingga punya background IT, jadi mas Lingga berpikir gimana caranya supaya gak ada stok baju yang menumpuk. Terpikirlah sama mas Lingga ini untuk membuat sistem yang bisa mencatat pergerakan user alias pengguna aplikasi atau web sale stock. Sistem ini fungsinya untuk memprediksi keinginan pengguna tersebut. Hal itu dicatat dari beberapa hal, salah satunya dari berapa lamanya pengguna berhenti di suatu produk saat browsing sale stock, atau berapa banyak jenis yang sama yang dilihat oleh pengguna.

Jadi, iya, keliatan banget mas Lingga emang berjuang penuh demi menjalankan misinya untuk memberi kemudahan akses fashion ke seluruh wanita Indonesia. Mulai dari harga yang jujur, ongkir yang gratis tadi, sampai membuat sistem khusus seperti ini. Semoga makin berkah ya mas dan visinya makin terwujud 🙂

6. Pengiriman Cepat

Selain 5 hal yang dipaparkan oleh mas Lingga, 1 hal ini dialami oleh saya sendiri loh. Beberapa malam yang lalu, sekitar jam 1an gitu lah saya gak bisa tidur, terbangun karena anak yang lagi sakit. Isenglah saya buka-buka web sale stock, dan akhirnya kepincut dong sampe beli dan bayar saat itu juga, wekekek. Saya pikir akan sampai keesokan harinya. Tapi ternyata jam 10 di hari yang sama saya sudah terima barangnya. Saya langsung puas sama pelayanannya yang cepet dan makin punya pandangan yang positif deh dari saya. Jadi nilai plus banget nih!

Keliling Kantor Sale Stock

Setelah sesi sharing dari mas Lingga, saatnya beliau menunjukkan keseluruhan isi kantornya. Saya pikir kantor tersebut mentok di tempat sholat kita sebelumnya loh, gak taunya masih luaaasss ke belakang. Karena, kantornya sekaligus gudang tempat bahan baku, konveksi, dan barang hasil produksi. Aaah, seru deh berkeliling kantornya sale stock pokoknya! 😀

Oiya, setelah berkeliling itu, waktunya pengumuman doorprize. Agak-agak berharap dapet sih xp. Yang beruntung membawa pulang Samsung Galaxy J2 waktu itu ada mba Suci Santy Risalah & Herry Fahrur Rizal. Selamat yaaa, emang kalau rejeki gak bisa ditebak ya datang dari mana aja 😉

Ah, kok postingannya jadi panjang banget yah, padahal mau ngomongin hal-hal tentang sale stock dan pengalaman mengunjungi kantornya aja tadi. Anw, saya doakan selalu supaya sale stock bisa terus berkembang dan maju sehingga visinya bisa terwujud dengan cepat yaa 😉

*** = courtesy of Nuniek Tirta

8 comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: