Boneka Little Pony, Buku, dan Pelajaran Keuangan untuk Anak

4 Replies

Kid's Activity Parenting Pribadi

Buku di sini adalah buku bikinan Naia sendiri, wekekek. Jadi seminggu yang lalu, kita (saya dan Ilman) dapet progress report dari sekolah Naia. Di situ gurunya Naia bilang kalau dia suka sekali menggambar, di sekolah setiap istirahat atau ada waktu luang, dia lebih memilih menggambar. Walau kalau main di luar sama temen mah tetep maunya main ya, tapi saat di kelas ya gitu. Apalagi kata gurunya gambar Naia sudah “bercerita”, jadi walau menggambar sedikit, tapi Naia bisa menceritakan gambarnya panjang lebar.

Beberapa kali juga Naia menggambar di rumah dikirim ke grup WA kelasnya dia. Iya, grup kelas ini untuk orangtua supaya tau update harian aja sih, hehe. Akhirnya berkali-kali gurunya bilang kalau gambar-gambar Naia ini coba dijadikan buku. Ya dikumpulkan dan dibukukan ya maksudnya. Saya sudah coba mengumpulkan gambar-gambar Naia yang lama kok, dan bener mau saya jadikan buku (kliping mungkin ya namanya yang lebih tepat, hee).

Buku Bergambar Buatan Naia

Terus begitu liburan, di progress report yang dikirim ke email, gurunya bilang kalau coba deh Naia selama liburan bikin semacam buku gitu dari ceritanya dia sendiri. Saat saya sampaikan ide ini ke Naia dia semangat dan mau mencoba. Langsung deh dia ambil beberapa kertas, digambar-gambar plus ditulis-tulis. Oiya tulisannya itu dia yang bikin kalimatnya, saya yang diminta mendiktekan kata apa terdiri dari huruf apa gitu-gitu. Tapi untuk kata-kata yang memang dia udah tau, dia tulis sendiri sih.

Tapi di pembuatan buku pertama tersebut, di halaman terakhir udah mulai capek, jadilah ada campur tangan gambar mamanya (yang gak gitu bagus, hahaha). Keesokan harinya, dia gambar-gambar aja kayak biasa, gambarnya di beberapa kertas dan saya liat saling menyambung. Akhirnya saya kasih ide untuk disambung dan dijadikan buku juga. Dia mau!

Jadi udah ada beberapa buku yang udah berhasil dibikin deh sama Naia, hehe.

Boneka Little Pony

Saat kehabisan lem, saya lalu mengajak Naia untuk membelinya di ruko deket rumah. Dia semangat donk kalau pergi-pergi gitu, sekalian jalan-jalan dan cuci mata, siapa tau dibeliin sesuatu juga ya kan sama mamanya, hahaha. Begitu di ruko, ada gantungan kunci boneka little pony gitu dipajang. Dia tipe anak yang gak langsung minta beliin, tapi ngeliatin terus diem aja gak bergerak di depan boneka itu, hihi. Jadi ya saya tanya aja dia mau apa, supaya menyampaikan keinginannya.

Begitu ditanya, dia bilang mau minta dibeliin boneka little pony tersebut. Saya gak mau mengabulkan gitu aja, soalnya tujuan kita ke sana kan bukan untuk itu yaa. Saya kasih pengertian gitu sih ke anaknya, kalau tujuan kita ke sana untuk membeli lem yang kurang kalau-kalau kaka Naia mau bikin buku lagi. Tapi dia kekeuh mau minta beli itu. Akhirnya saya kasih ide aja untuk beli pakai uangnya Naia sendiri. Caranya?

Menjual Buku Sendiri

Saya bilang ke Naia kalau saat ini kebetulan kan dia lagi bikin buku, nah buku yang dia bikin itu dijual ke saya atau papanya, atau yangtinya atau om tantenya aja. Dijual misalnya 5000 per buku aja, begitu 4 buku terjual uangnya cukup deh untuk beli bonekanya. Terus dia setuju donk. Dia bilang bukunya udah ada 2, kaka Naia mau bikin 2 buku lagi!! Jadi semangat pulang lah dia dan semangat bikin buku lagi, hahahaha.

Begitu udah jadi 4, dia lalu menawarkan buku itu ke papanya. Dia bilang harganya ada yang 10.000 ada yang 5.000, hihi. Berhubung emang beda ketebalan sih, yang 10.000 lebih tebal halamannya lebih banyak. Kok dia udah ngerti ya yang lebih tebal biasanya lebih mahal? wekekek.

Tapi lalu papanya inget, minggu sebelumnya di sekolah Naia ada bookweek gitu, dan tiap anak menjual buku cerita yang mereka punya (ini buku dari toko buku lho ya, buku bekas aja yang sudah lama gitu), 5.000 per buku. Berhubung tiap anak menjual 2 buku, jadi Naia udah punya uang 10.000 ternyata. Dia tambah seneng karena tinggal nyari 1 pembeli buku lagi kalau gitu, hihi. Uangnya lalu dikumpulkan di amplop deh.

Saat keesokan harinya ke rumah yangtinya, dia bilang deh kalau dia menjual buku yang dia beli, yangtinya mau beli gak? (sambil saya cerita juga kenapa dia jualan buku bikinannya sendiri). Yangtinya beli deh. Ternyata belinya bukan seharga yang Naia tawarkan, tapi melebihi itu. Begitu saya lihat amplopnya, uangnya jadi banyak bangeet, itu sih bisa beli lebih dari 1 boneka pony, hahaha.

whatsapp-image-2016-12-21-at-05-32-19

Karena uangnya cukup untuk membeli lebih dari 1 boneka pony, saya lalu bilang lagi kalau uangnya dibagi aja jadi 3. 1 bagian untuk beli bonekanya, 1 bagian untuk dikasih ke orang lain (belajar memberi), 1 bagian ditabung. Bagian dikasih ke orang lainnya ini yang paling gampang ngasih ke adiknya dulu aja deh. Dia akhirnya beliin 1 boneka yang sama untuk Nawa. Beda warna aja paling. Eh, tapi ini namanya siapa aja sih? Saya gak tauu sama sekali sama tokoh2 little pony, hee.

Anw, seneng yaa kalau anak mau dan dengan senang hati berbagi 🙂

Berusaha untuk Mendapatkan Sesuatu

Dari kejadian itu, hal yang mau saya tanamkan ke Naia adalah untuk mendapatkan sesuatu, dia harus usaha terlebih dahulu. Gak langsung minta dan langsung dikasih, tapi dia harus mengusahakannya sendiri!

Plus pelajaran keuangan juga sih. Gimana mengatur uang yang dia punya itu. Enggak deh, gak terlalu kecil untuk pelajaran kayak gini ya gak? hehehe. Ini sebenernya udah kedua kalinya uang yang dia punya saya sarankan untuk dibagi 3 gitu. 1 untuk berbagi, 1 untuk keperluan sendiri, 1 bagian lagi untuk ditabung lagi.

Kesempatan sebelumnya itu saat dia membongkar celengannya dan membeli mainan lego yang besar (apa namanya ya? yang dari plastik itu deh pokoknya). Dia semangat masukin uang ke celengan karena motivasi mau beli mainan ini. Tapi uang yang terkumpul malah jauuuuhhh melebihi harga mainannya itu, hahaha. Akhirnya dia jadi bisa membelikan hadiah untuk 3 orang sekaligus.

Sepulang membeli boneka pony di rumah, Naia lalu saya peluk dan saya ucapkan terima kasih karena mau berbagi. Sekaligus saya ucapkan hebat juga karena dia berhasil beli boneka pony dengan hasil usahanya sendiri, hehehe. Good job kaka Naiaa!!!

Sekarang, setiap kali dia meminta sesuatu jadi ajang kesempatan mengajarkan Naia tentang berusaha dan juga tentang keuangan deh 😉

4 comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: