Kompromi

Comment

Pribadi

Pagi2 sebelum anak2 bangun saya menyempatkan diri bikin mainan untuk Nawa. Lumayan, me time sebentar. Begitu Naia bangun, dia jadi mau ikutan bikin2. Dia minta salah satu kotak yang saya punya untuk dia hias sendiri.

Berhubung Naia belum mandi, saya lalu memintanya untuk mandi di sela sela dia menghias kotak yang dia punya. Awalnya dia keberatan. Kemudian dia meminta tolong saya untuk membantunya menggunting bunga2 yang sudah digambar untuk hiasan. Akhirnya saya beri dia pilihan “mandi sekarang, mama bantuin gunting bunga2 selagi dia mandi, atau mandi nanti tapi yang menggunting bunga2 untuk hiasannya dia sendiri”. Setelah berpikir agak lama, akhirnya Naia memutuskan untuk mandi sekarang sambil saya bantu menggunting bunganya, hehee.

Saya dan suami memang cukup sering memberi pilihan gini ke Naia, supaya dia bisa memutuskan apa yang akan dia lakukan dan supaya dia bisa paham dengan konsekuensi tindakannya. Belum lancar banget sih, walau sudah dilatih sejak Naia 2 tahunan.

Tapi akhir-akhir ini memang jadi lebih enak kok. Dengan lebih memikirkan apa yang dia rasakan dan lebih bersabar, interaksi dengan Naia jadi lebih lancar dan Naia jadi lebih enak diajak kompromi.

Begitu pula di sore hari. Kami mau menghadiri arisan keluarga besar suami. Tapi sebelum itu, saya mau mengikuti workshop fotografi, sendirian. Suami sih sudah mengijinkan saya pergi sendiri dan nantinya menyusul mereka ke arisan itu. Dia juga bersedia memenuhi tantangan untuk menjaga 2 anak sekaligus.

Tapi kan saya belum minta ijin sama Naia. Jadilah saat kami main bersama lagi di siang hari, saya sampaikan ke Naia kalau saya mau belajar sendiri dan Naia sama Papa sama Nawa pergi duluan ke arisan. Awalnya Naia menolak, tapi setelah dia bertanya apa ada tempat main di tempat belajar saya yang saya jawab dengan gelengan, dia lalu jadi merelakan deh, hehehe. Alhamdulillah komunikasi kami enak, saya juga bisa menyampaikan dengan kata2 yang baik, jadi obrolan kami tidak diikuti dengan drama deh xp

Oh, Saya juga minta ijin ke Nawa tentu saja. Walau dia belum bisa menjawab dengan kata2 (baru 1 tahun 4 bulan), dan baru bisa menunjukkan lewat bahasa tubuh ya. Sebelum pergi dan masih main2 sih dia ngangguk2 aja saat saya bilang nanti saya mau pergi sendiri jadi Nawa sama papa aja, haha.

Tapi saat saya mau pergi, dia agak sedih sedikit, yang dengan cepat bisa ditenangkan oleh suami. Alhamdulillah anak2 deket dan senang juga main sama papanya, jadi ditinggal begitu bisa lancar.

Aah, semoga bahasa dan pilihan kata2 saya yang baik ini bisa terus dijalankan sama saya, pun juga suami. Terasaaa banget anak2 jadi enak diajak kerja sama saat apapun disampaikan dengan baik.

Leave a Reply

%d bloggers like this: