Lahiran Caesar atau Normal

5 Replies

Family Life

Saya pernah baca kata-kata tentang melahirkan, dalam bahasa inggris sih, yang kira-kira artinya “gak ada itu lahiran caesar atau normal, yang ada caesar atau vaginal, karena semua lahiran ya normal”. Hahaha, kayanya itu untuk menenangkan ibu-ibu yang lahiran caesar yaa, tapi kalau dipikir emang bener sih. Emangnya lahiran caesar gak normal gitu maksudnya? Kalau lahiran caesar gak bisa jadi ibu yang baik gitu? Enggak kan?

Ah, btw, ini topik #Familife saya sama Noni nih, hihi. Baca punya Noni di sini ya:

Melahirkan Normal atau Caesar

Mau lahiran secara caesar ataupun melalui vagina, kita tetap bisa jadi ibu yang baik, kita tetap dianggap sebagai ibu, dan kita tetap ibu sah, ibu kandung dari anak yang kita lahirkan. Intinya, kita tetap seorang ibu! Makanya udah deh ya stop ngebanding-bandingin ibu-ibu yang lahiran caesar dengan yang -katanya- normal.

Eh, kok jadi emosi sendiri gini ya, hahaha. Padahal saya dulu sesungguhnya termasuk ibu-ibu yang gak mau banget lahiran caesar. Kalau bisa “normal” ya normal, selain lebih murah (katanya) juga lebih gak sakit kan? Jadi, ya buat apa operasi caesar saat lahiran nanti? Apalagi waktu itu kandungan saya sehat-sehat aja, jadi ya sama sekali gak ada alasan untuk lahiran secara caesar. Pokoknya anti lahiran caesar lah, ceritanya mau jadi ibu yang ideal gituuh (pemikiran yang dangkal, ibu ideal diukur cuma dari cara lahirannya, huee)

Karena kesombongan saya itulah, akhirnya Allah seakan mau membuat saya sadar. Saya malah ditakdirkan untuk lahiran secara caesar saja di anak pertama, Naia. Setelah melahirkan saya pun sedih, nangis, dan ngerasa gak berguna karena kok bisa-bisanya lahiran caesar, padahal harusnya bisa normal. Pokoknya saya dulu itu menganggap lahiran melalui operasi itu gak gentle dan pengecut, makanya saya sampe gak terima kalau saya sendiri itu lahirannya caesar.

Saya masih aja sombong.

Tapi setelah suami menenangkan dengan bilang yang penting saya dan anak kami sehat-sehat, saya mulai membaik. Sedikit demi sedikit mulai menerima takdir kalau sudah melahirkan secara caesar. Walau tetap masih sedih sih dan menyayangkan kenapa bisa lahiran secara caesar. Akhirnya saya cerita lah di blog proses lahiran anak pertama itu, cerita mengenai alasan sampai saya bisa lahiran caesar lah gitu. Lumayan mengurangi tingkat penyesalan lah. Oh iya, saya operasi caesar waktu itu karena ketuban yang sudah sangat keruh, sudah sampai tahap kayak air rawa yang kental dan hitam kehijauan itu kalau kata suami (saya gak liat langsung air ketubannya seperti apa).

Baca juga: Penyebab Ketuban Hijau Keruh

Selanjutnya, ternyata ada beberapa komentar yang menceritakan kondisi kandungan yang sama tapi kurang beruntung, ada yang bayinya harus dirawat beberapa waktu, ada juga yang meninggal setelah beberapa hari. Setelah itu, sedikit demi sedikit saya mulai bersyukur karena lahiran dengan operasi caesar. Dan setelah itu juga lah saya mulai memaafkan semua ibu yang lahiran dengan operasi caesar (termasuk memaafkan diri sendiri). Saya jadi sadar, terkadang bukan kita sendiri lah yang memilih untuk menjalani suatu keadaan (dalam  hal ini lahiran secara caesar ya) tapi bisa jadi karena kondisi yang memang mengharuskan kita memilih keadaan itu.

Mulai saat itu saya ngerasa lebih bahagia dan lebih bisa menerima semua perbedaan ibu-ibu lahiran. Mau lahiran normal kek, mau caesar kek, yang penting kita dan bayi kita selamat dan sehat. Dan yang lebih terpenting lagi, ya setelah melahirkan itu. Ibu yang lahiran normal maupun caesar ya gak ada bedanya lah dalam menyayangi anaknya, sama-sama sayang, sama-sama bisa mengasuh dengan baik, sama-sama bisa jadi ibu yang terbaik. Jadi ngapain lagi mempersoalkan ibu itu lahiran normal ataupun caesar? Toh yang terpenting ya itu tadi, ibu dan bayinya bisa selamat dan sehat.

Baca juga: We Are Parents First

Gak sedikit juga kan ibu-ibu yang kehilangan nyawa saat lahiran? Dan gak sedikit juga kan kasus-kasus bayinya harus dirawat ataupun kurang sehat saat dilahirkan. Makanya bersyukuuuurrr banget banget lah kalau ibu dan bayinya sehat.

Jadi buat yang punya temen, kakak, ibu, atau siapa lah yang lagi  hamil, doakan saja semoga melahirkan dengan lancar, ibu dan bayinya selamat dan sehat wal afiat. Udah.

Doa yang klise tapi sarat makna.

Buat yang belum ngalamin sih mungkin belum tau ya. Atau buat yang masih punya kesan kalau lahiran secara caesar itu artinya pengecut dan gak mau sakit, kalian perlu masuk ruang operasi dan liat gimana operasi caesar itu berlangsung hehehe.

Oh iya, yang bilang lahiran caesar lebih lama masa pemulihannya, kayanya tergantung dokter dan penanganannya sih ya. Soalnya saya kok ngerasanya 2x lahiran caesar Alhamdulillah banget gk lama masa pemulihannya. Malah 1 hari setelah operasi juga udah bisa jalan. 2 minggu luka operasi udah lumayan kering dan gk terasa sakit lagi.

Jadi maksudnya, jangan terlalu takut juga lah sama operasi caesar. Juga jangan terlalu gimana gimana gitu sama lahiran secara caesar. Yang memang memilih untuk lahiran secara caesar dari awal walau bisa lahiran melalui vagina pun gk masalah kok. Semua orang punya hak untuk memilih apa yang terbaik buat dirinya.

Terlebih lagi gak akan jadi masalah selama (balik lagi) bayinya lahir dengan selamat, ibunya juga lahiran dengan selamat, keduanya dalam kondisi sehat. Dah lah, itu yang paling penting!

Jadi sepakat ya semua ibu itu sama, mau lahiran melalui vagina maupun melalui operasi caesar 😉😉

5 comments

  1. ayanapunya

    aku juga berusaha untuk tidak terlalu men-judge ibu-ibu yang lahiran cesar. karena pasti ada alasan kenapa mereka lahiran cesar. lagian melahirkan cesar itu udah beban di biaya jadi mending nggak usah dibebani lagi dengan menghakimi para ibu tersebut. hehe

  2. ennylaw

    Aku tkt bgt lahiran SC krn gk kuat liat luka di badan sendiri, haha. tp apa pu cara melahirkannya yg penting selamat semua

Leave a Reply

%d bloggers like this: