Mobil Pertama Kami

3 Replies

Pribadi Review

Alias Nissan Sunny Neo 2007 kami, mobil eks taksi Gamya yang baru kami beli sekitar 2 bulan yang lalu. Iya, Alhamdulillah banget seminggu sebelum lebaran kemarin kami akhirnya membeli mobil. Tanpa berhutang, alias cash, yeaaay!

Sungguh prestasi buat saya, hahaha. Prestasi karena akhirnya bisa nabung uang untuk cukup membeli mobil secara cash. Walau ditambah sama THR juga sih, hehehe.

Prestasi juga buat kami karena gak perlu berhutang atau ambil kredit, hihi. Karena pengalaman 2x berhutang sudah cukup membuat kami kapok, jadi sebisa mungkin kami menghindari hutang. Semoga nanti saat membeli rumah pun bisa deh yaaa tanpa berhutang. Aaamiiinnn.

Omong-omong mobil, ini diaa Sunny kamii:

Kami memutuskan beli yang second tentu alasan pertama karena jauh lebih terjangkau lah ya dibanding mobil baru. Nah, karena tabungan kami cukup untuk membeli mobil second ini, kami jadi hati-hati sekali (khususnya Ilman sih) dalam memilih supaya gak kecewa. Supaya gak dapet mobil yang udah gak enak. Dan supaya gak banyak biaya untuk servis ini itu setelah pembelian mobil ini.

Ilman tuh yang sibuk banget cari-cari eks taksi ataupun avanza/xenia bekas. Cari-cari tipsnya, sampai membawa teman yang mengerti tentang otomotif saat bertemu dengan penjual mobil bekasnya.

Awalnya sih, kami pilih dulu sebetulnya, jenis mobil apa yang mau dibeli, yang pastinya disesuaikan dengan kebutuhan kami ya. Mau mobil imut yang cukup untuk keluarga kecil kami saja atau yang 7 seater sekalian supaya nantinya bisa jalan-jalan sekalian bersama keluarga.

Piihan saya sebetulnya mau hatchback atau MPV. Tapi, Ilman kepincut sama sedan eks taksi, terserah eks taksi apa yang penting masih bagus dan terawat. Milih sedan karena bagasinya lebih besar dibanding hatchback, selain lebih nyaman juga sih. Ini dengan mempertimbangkan kami nantinya cukup sering bepergian yang menginap sehingga membutuhkan ruang penyimpanan barang bawaan yang banyak 😀

Oiya, sekilas tentang jenis-jenis mobil yang baru saya tau juga dari hasil pengalaman mencari jenis mobil yang cocok kemarin, akhirnya saya ngerti perbedaan 4 jenis mobil ini, hahaha

  1. Hatchback. Ini yang jaman sekarang sedang banyak beredar, lebih terkenal dengan jenis city car kayanya. Karena dia bentuknya imut dan memang ditujukan untuk penggunaan dalam kota. Apalagi bagasinya juga gak gitu gede ya, karena menyatu sama bangku belakang. Jadi bagasi cukup accessible dari bangku belakang. Udah tau Ayla donk ya yang baru banget viral kemarin karena Aylaviewnya hahaha. Nah, Ayla ini termasuk tipe hatchback nih.
  2. MPV. Atau Multi Purpose Vehicle. Mobil jenis ini biasanya penggunaannya untuk mobil keluarga, karena bagian dalam yang memang lebih lega dan memang mampu menampung lebih banyak orang (7 seater). Ini macam Avanza atau Xenia. Level lebih atasnya lagi adalah Honda Freed. Memang lebih nyaman dari Avanza atau Xenia sih menurut pengalaman saya, hehehe. Pengalaman karena sering naik Uber jadi bisa ngerasain macem-macem jenis mobil, hahaha. Sienta aja saya pernah, dan itu enakk banget. Lega plus nyaman, minim merasakan guncangan lah pokoknya.
  3. SUV. Kepanjangannya Sport Utilities Vehichle. Semacam Fortuner gitu, yang tangguh (cie tangguh *apasi*) di segala medan dan memang untuk menjangkau medan-medan berat. Lebih seperti perpaduan antara sedan dan jeep. Karena walau menjangkau medan berat dan biasanya penuh rintangan, mobil masih tetap nyaman untuk ditumpangi.
  4. Sedan. Bedanya sedan dengan hatchback apa ya. Hmm, sedan lebih nyaman plus bagasinya lebih luass. Plus kalau kata suami, sedan lebih nyaman dikemudikan.

Saya gak mau sok tau lebih jauh ya, hehe. Itu yang saya bisa pahami dari pencarian mobil bekas kemarin. Dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kesanggupan kami, akhirnya pilihan kami pun jatuh pada eks taksi Gamya, Nissan Sunny Neo 2005. Menurut saya, kami cukup beruntung dipertemukan sama mobil ini dan sama penjual (yang sekaligus pemilik)nya. Soalnya, orangnya tuh apik, dia bener-bener merawat mobilnya ini. Walau baru dibeli setahun yang lalu juga sih, jadi belum begitu banyak dipakai dan dimacem-macemin juga, tapi tetep aja baguuss.

Walau eks taksi, mobil ini gak keliatan seperti bekas taksi karena sudah dicat ulang. Ini sebenernya memang salah satu servis Gamya sendiri ya. Mereka itu, setelah 5 tahun mobilnya digunakan untuk taksi, mobilnya kemudian diremajakan untuk dijual kembali. Nah, peremajaannya ini yang mengkostumisasi dan mengubah atau menambah beberapa fungsi di mobilnya.

Nah, mobil yang kami beli juga sudah dikostumisasi untuk layak jual dari Gamya. Seperti tadi ya, salah satunya dengan cat ulang tersebut. Bagian argo juga diganti dengan wood panel untuk tempat tape dan AC, dan beberapa fungsi lainnya lah, hehe. Terus, jendela juga sudah dibuat power window sehingga kami gak merasakan harus engkol seperti pada taksi kebanyakan 😀

Walau kami sudah kepincut dan percaya sama penjualnya, tetep sih harus bawa orang yang memang ngerti otomotif ya, terutama mobil. Nah, Ilman tadinya mau minta saudara (apa temennya ya) yang memang mengerti mobil, tapi saat hari ketemuan, temennya itu ternyata gak bisa. Untungnya Ilman sempet cari-cari (siapa tau ada) layanan pemeriksa mobil bekas gitu, dapet deh Otospector. Sempet menghubungi juga sih. Tadinya memang untuk cadangan, tapi ternyata beneran kepake. Untungnya walau mendadak, tetep bisa dan mau di weekend, hari Sabtu.

Ternyata, saya malah bersyukur kita akhirnya pakai jasa otospector itu. Karena yang kami dapet melebihi ekspektasi, haha. Soalnya mereka ngasih laporan secara lisan (langsung setelah melihat mobilnya) juga melalui dokumen, yang langsung dikirim keesokan harinya. Dan laporan tulisannya ini yang lengkap buanget beserta foto dan keterangan apa yang diperiksa, masih baikkah atau sudah enggak. Apakah ada yang mencurigakan atau gimana-gimana? Pokoknya malah lengkap banget banget lah, sukak. Jadi gak sayang mengeluarkan uang (berapa ya waktu itu lupa, huhu) untuk tau dengan rinci kondisi mobil yang akan kita beli ini.

contoh laporan tertulis otospector

Setelah ngeliat laporannya itu, kami makin sreg untuk membeli mobilnya. Dan memang setelah penggunaan selama 2,5 bulan ini, mobilnya nyaman banget dipakai. Kondisinya masih sangat baikkk. Udah ditambahin beberapa hal juga sih sama Ilman. Kayak nambahin alarm sama mengganti lampu depan.

Ah iya, kekurangan Nissan Sunny Neo ini adalah di suku cadang yang cukup langka. Waktu mau ganti lampunya aja, Ilman sekalian business trip makanya dapet yang murah, karena langsung di Malaysia belinya.

Oiya, berikut ini hal-hal yang kami perhatikan dalam mempertimbangkan mobil bekas yang kami beli itu:

Kegunaan

Kayak yang udah saya bilang di atas. Sebelum membeli apapun sih sebetulnya, kami memikirkan kegunaannya dulu. Apa betul kami butuh? Apa betul akan bermanfaat? Gitu gitu. Ini saya pelajari dari Ilman juga sih dalam upaya menekan sifat konsumtif serta melatih pengaturan keuangan.

Untuk mobil sendiri, kami mempertimbangkan 2 kegunaan. Untuk kami sehari-hari dan untuk penggunaan luar kota. Sempat mempertimbangkan jenis MPV sih agar bisa menampung lebih banyak orang, tapi karena budget belum mencukupi serta ada tawaran menarik berupa Nissan Sunny Neo ini, jadilah diputuskan untuk membeli mobil itu. Sungguh keputusan yang bener deh insyaAllah buat saya 😀

Penjual Tangan Pertama

Dengan kata lain gak pake perantara gitu. Ribet sih kalo kata saya mah kalo pake perantara segala. Udah gitu keluar uang lebih banyak kan karena perantara pasti akan dapet komisi dari si penjual, jadi harga jualnya mesti udah dinaikkan sekian rupiah. Iya kan?

Test Drive

Ini sih gak baru gak second harus ya. Fungsinya udah jelas lah buat apa, buat ngerasain mobilnya gimana, sebagai penumpang, pun sebagai pengemudi. Ilman juga jadi lebih sreg setelah test drive beberapa kilometer dengan beberapa medan juga. Saya juga lebih sreg setelah test drive sebagai penumpang (belum bisa nyetir, uhuhu). Karena nantinya kan saya memang lebih sering sebagai penumpang sama anak-anak di kursi belakang, jadi penting deh harus memperhatikan kenyamanan di kursi belakang. Sekaligus ngerasain shock breakernya, apakah masih bagus atau bermasalah. Alhamdulillah sih masih bagus, nyamannn deh buat saya 🙂

Ajak Teman yang Mengerti Otomotif

Nah ini yang sudah kami lakukan kemarin. Karena jujur aja, jangan sekali sekali deh nekat mau beli mobil bekas tapi gak ngerti segala tetek bengek mobil tanpa mengajak orang yang paham akan mobil. Takutnya dibohongin kan? Penjualnya sih bilang masih bagus dsb, tapi taunya kurang di mana-mana gimana? Banyakan biaya after salesnya nanti, hee.

Kelengkapan Surat

Termasuk kuitansi sebelumnya. Si penjual mobil kami ini punya surat lengkap sampai kuitansi saat dia membeli langsung mobilnya dari Gamya. Dia juga menyediakan dokumen uji emisi gitu yang membuktikan mesih mobil betul betul masih bersih dan sangat layak untuk berada di jalan.

Kelengkapan surat ini yang paling paling penting sih. Betul memastikan mobilnya baik, nomor rangka dan nomor mesinnya sesuai, dsbnya yang memastikan mobilnya bukan mobil curian, hehehe.

Semoga sih mobil pertama kami ini awettt yaa. Semoga kaminya juga apik dalam merawat dia, hehe. 🙂

 

3 comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: