Wisata Bali Utara Bersama Balita

Comment

Family Traveler Review Traveling Traveling With Babies

Heey.. Kalian kalau jalan-jalan ke Bali biasanya ke mana sih? Pantai Kuta atau Sanur? Atau malah pantai Lovina di Bali Utara? hehe. Pantai Lovina ini kok ya saya baru tau 2 tahun lalu loh, huhuhu. Kudet bener yak. Kalau gak pergi ke hotel Melamun, mungkin kami sekeluarga kalau ke Bali ya sekitar Kuta, Sanur, atau Nusa dua aja deh kayaknya.

Jadi ya tahun lalu, ya sekitar bulan November tahun lalu sih, saya sekeluarga berkesempatan untuk jalan-jalan ke Bali. Berhubung Alhamdulillah punya voucher hotel dari hotel Melamun, yang letaknya di bagian Utara Bali, jadi kami mulai deh mencari tau apa yang bisa dilakukan di bagian Utara sana. Ternyata gak sedikit loh pilihan aktivitas yang bisa dilakukan kalau kita menginap di Bali Utara.

Kalau kami sih ya, kemarin berniat ke 4 tempat wisata yang bisa ditempuh dari Bali Utara situ. Tapi ternyata ada lebih dari 4 tuh tempat wisata atau aktivitas yang bisa kita lakukan di Bali Utara itu. Nih, aktivitas-aktivitas yang bisa dilakukan di sana bersama anak-anak atau balita:

1. Mengejar Lumba-lumba di Pantai Lovina

Saya bilang mengejar karena literally mengejar lumba-lumba yang pagi-pagi memang berada di sekitar pantai Lovina dengan menaiki perahu kecil. Iya harus dateng pagi, karena jam 8 aja udah terlalu panas untuk lumba-lumba jadinya udah sepi di pinggir pantai. Jadi harus ke laut lebih tengah lagi. Makanya jam setengah 6 harus sudah stand by jadi jam 6 teng udah harus bisa jalan ke tengah laut deh.

Wisata lumba-lumba ini memang terkenal di pantai Lovina, jadi hampir setiap hotel sekitar pantai itu pasti menyediakan tour lumba-lumba ini, tidak terkecuali hotel Melamun. Tarifnya itu lumayan lah, gak terlalu mahal. 70ribu per orang untuk dewasa, 50ribu untuk anak-anak.

Kalau membawa balita bisa gak? Saya sih kemarin ya bawa 2 anak, 1 umur 5,5 tahun, 1 lagi umur 20 bulan (hampir 2 tahun lah ya). Naia (yang berumur 5,5 tahun) mah udah bisa duduk sendiri dan anteng Alhamdulillah. Nawa sendiri karena belum 2 tahun dan masih bisa digendong, jadi saya gendong-gendong deh sepanjang perjalanan dan sepanjang menaiki kapal menonton lumba-lumba mencari makan. Eh, dilepas deng sebentar dan anaknya berani 😀

Kakaknya lagi gak mau difoto xp

Anak-anak antusias, kami orangtuanya juga senang karena bisa menunjukkan ke anak kalau habitat asli lumba-lumba ya di perairan luas gitu. Walau saya juga gak masalah kalau menonton pertunjukan lumba-lumba di kebun binatang atau wahana lainnya ya. Tapi suka kepikiran aja gitu, kasian sama lumba-lumbanya kolamnya kecil dan gak tau mereka melakukan itu karena beneran happy atau karena merasa tertekan, hee.

Ini dia rekaman lumba-lumbanya. Keliatan gak? hehehe. Klik aja untuk play videonya yaa

Mengejar lumba-lumba ?? Rasanyaaa.. Amazing bangeett liat lumba-lumba sedeket inih, mereka main dan cari makan di habitat aslinya. Huah, worth watching & worth waiting banget banget pokoknya.. Lumba-lumba ini banyaakk di pantai Lovina, pantai di Utara Bali. Mereka biasa ke daerah dekat pantai gini di pagi hari, saat matahari belum tinggi, sekitar jam 6-8 lah. Hotel-hotel di daerah ini rata-rata menyediakan tur lumba-lumba gini yang biayanya berkisar 100 ribu per orang. Anak2 bayar setengah harga. Kalau ada kenalan yang punya kapalnya sih bisa lebih murah ya. Gak bakal nyesel deh ambil turnya. — #kids #kidsactivity #family #familytime #momblogger #mommyblogger #motherhood #trip #familytrip #rekreasi #instakids #puncak #Bali #BaliTrip2017 #BaliTrip #travelingwithkids #traveling #familytraveler #familytravelers #baliActivities #LovinaBeach #LovinaBeachBali

A post shared by Istiana Sutanti (@momopururu) on

Jadi buat saya, perasaannya jadi puasss banget bisa ngasih unjuk ke anak-anak bagaimana bentuk, sifat, serta habitat asli lumba-lumba. Terus saya juga jadi terharu, karena saat masih di Bali dan Naia lagi bosen, dia menggambar di bukunya tentang lumba-lumba ini, hee. Makin ngerasa puas bisa membuat memori indah untuk anak. Kalau Nawa, kayanya belum tentu inget sih ya, haha. XP

Terharu saat Naia langsung menggambar apa yang kami lakukan saat jalan2 ke Bali akhir bulan lalu. Ini sebetulnya langsung digambar sama dia di Bali, hari senin liat lumba-lumba, hari Rabu nya dia menggambar ini sambil nunggu papanya ngisi acara. Waktu liat lumba-lumba ternyata terekam di kepalanya ya gimana lumba-lumba dan bentuk kapal serta posisi duduk saat di kapal waktu itu… Makin mau bawain buku ini deh biar dia bisa tiap saat meluangkan apa yang di kepalanya dengan menggambar saat bosan… ? — #naia #kids #kidsactivity #family #familytime #momblogger #mommyblogger #motherhood #trip #familytrip #rekreasi #instakids #bali #travelingwithkids #traveling #familytraveler #familytravelers #BaliTrip2017 #BaliTrip

A post shared by Istiana Sutanti (@momopururu) on

Air Terjun Colek Pamor, Gitgit

 

View this post on Instagram

 

Air terjun Gitgit, Bali 😊 @uploadkompakan — #traveling #uploadkompakan #ukairterjun_bandung #kompakersjakarta

A post shared by Istiana Sutanti (@momopururu) on

Tadinya antusias ke air terjun gini buat mandi di bawah air terjunnya persis. Tapi begitu sampe sana, karena masih pagi dan masih sepi jadi pengunjungnya kami doank, saya jadi takut sendiri, hahahaha. Karena begitu ngedeket ada kesan horor gimanaa gitu, haha *anaknya cemen*. Jadinya ya cuma foto-foto aja deh, sama main2 di aliran air yang lebih kecilnya sama anak-anak. Tetep nyemplung nyemplung dikit laah, hehehe.

*klik di bagian kanan untuk liat lebih banyak fotonya yaa

Nah, saya lupa nih, perjalanan dari pintu masuk sampai air terjunnya itu berapa lama, kayanya sekitar 15 menit kali ya. Gak terasa jauh karena… emang gak jauh *eeaaa. Tapi waktu itu saya ke sana masih pagi banget (eh, padahal udah sekitar jam 8 ah, gak pagi2 banget lah ya), jadinya toko-toko (toko souvenir sih) masih pada tutup, yowis deh. Kalau toko-toko ini udah pada beroperasi, ya makin gak kerasa deh beneran perjalanannya.

Tracknya juga kids friendly banget *hayah*. Bukan yang bisa bawa stroller juga sih ya, tapi gak yang sempit dan terjal gitu. Plus bukan yang di dalam hutan banget kayak ke curug Cibeureum di Gunung Gede Pangarango. 🙂

Nawa aja kuat tuuh (kuat sampe belokan doank xp)

Pemandangan saat menuju air terjunnya cukup beragam, jadi gak bikin anak-anak bete. Malah sempet ngeliatin ular yang melintas. Diliatin sama anak-anak sampai ularnya turun ke bawah. Oiya, ini tracknya agak pinggir jurang gitu, tapi jalanannya lebar dan sudah ramah penduduk banget. Sampe ada toko-toko souvenir ya kan, jadi yah aman lah yaa insyaAllah untuk membawa anak-anak ke sini. Tempat yang pas banget saya rasa buat mengenalkan medan air terjun ke anak 😉

Pura Ulun Danu Beratan

Kalau yang ini mah udah pada kenal lah yaa, terkenal banget kan soalnya. Belum ke Bali kalau belum ngunjungin ini kayaknya. Pokoknya tempat wisata wajib lah kalau ke Bali. Mesti deh foto di depan Pura Ulun Danu Beratan ini 😀

Dan ini gak yang utara-utara banget sih ya, jadi masih bisa ditempuh banget dari Kuta atau Sanur (buat yang nginep di sekitar situ ya :D). Kami ke Pura ini di hari pertama, bahkan sebelum ke pantai Lovina. Karena mikir, bisa sekalian lewat saat menuju ke hotel Melamun. Jadi, hari pertama ini kami dapet mengunjungi 2 tempat wisata, Tanah Lot dan Pura Ulun Danu Beratan.

Soalnya dari Pura Ulun Danu Beratan ini, menuju pantai Lovina itu gak sebentar, sekitar 1 jam gitu kali ya (apa lebih ya, lupa, huhu). Plus medannya itu ngelewatin hutan-hutan gitu sampai bikin kami ragu sendiri ini bener gak sih jalannya begini untuk menuju pantai Lovina. Maklum ya, kami bener-bener ngandelin Google Maps banget lah, haha. Aku cinta Google Maps lah pokoknya.

Danau kembar (Buyan & Tamblingan)

Ini ya, sumpah, serius masyaAllah banget banget deh pemandangannya. Apalagi kalau makan di restoran Puncak Bagus. Karena letak restoran ini persis banget di tengah-tengah kedua danau Buyan dan Tamblingannya. Serius deh ini gak terlupakan banget pemandangannya.

 

View this post on Instagram

 

Salah satu danau dari danau Kembar. Danau Buyan. Satunya lagi namanya danau Tamblingan.. Viewnya… MasyaAllah baguusss banget. Apalagi pas ada di tengah antara 2 danau ini. Kita bisa lihat kedua danau ini dari atas dan ya emang asiknya dilihat dari atas, bukan mengunjungi danaunya, hee. Disebut danau kembar karena ya ada 2 danau besar berdekatan, dipisahkan oleh hutan. Danau yang lebih besar sih yang ini, danau Buyan. Ada restoran yang view nya bener-bener persis di tengah antara 2 danau ini tadi lho. Namanya restoran Puncak Bagus. Ini restoran pinggir jalan gitu aja, jadi bukan yang bagus gimana gimana apalagi instagramable. Emang karena viewnya bagus aja dari situ, hehe. Tapi makanannya emang enak2 dan harganya standar kok, jadi ya lumayan laah. Oiya, tapi untuk ngeliat danau kembar ini cukup tricky juga sih. Berhubung sekarang musim hujan, jadi sebentar sebentar kabut turun dan jadinya menutupi view si danau kembar ini. Alhamdulillah walau kemarin sampai sana lagi hujan dan berkabut, begitu selesai makan, kabutnya bilang, jadi danau kembarnya terlihat jelas 😍😍 — #naia #nawa #kids #kidsactivity #family #familytime #momblogger #mommyblogger #motherhood #trip #familytrip #rekreasi #instakids #kidsoninstagram #Bali #travelingwithkids #traveling #familytraveler #familytravelers #BaliTrip2017 #BaliTrip #danauKembar

A post shared by Istiana Sutanti (@momopururu) on

Tadinya mau maksain ke sini saat perjalanan menuju pantai Lovina, tapi akhirnya harus diikhlaskan karena hari sudah terlalu sore plus hujan waktu itu. Jadilah ke sini setelah dari air terjun Colek Pamor tadi dan menuju ke Ubud. Iya, berikutnya kami menginap di Ubud untk lanjut pindah tempat dan mengeksplor Bali lebih banyak lagi, hehe 😀

Krisna Watersport

Wisata yang satu ini impulsif banget, hahaha. Karena gak merencanakan ke manapun setelah liat lumba-lumba. Begitu sampai hotel abis liat lumba-lumba, kok agak sayang ya kalo gak ke mana-mana, karena masih menginap 1 malam lagi kan di hotel Melamun itu, jadinya yaa gitu lah. Akhirnya kami ke sana.

Tau tempat ini juga karena brosurnya ada di hotel ya, jadi yaudah deh jadi kepikiran dan berniat ke sana deh tiba-tiba, ahhaha.

Di sini buanyaaakkk banget aktivitas yang bisa dilakukan. Olahraga pinggir pantai gitu lah. Ada parasailing, banana boat, flying fish, dan lain sebagainya lah (padahal lupa apaan aja xp). Termasuk ada juga glass bottom boat. Ini yang paling cocok untuk keluarga yang membawa balita. Mirip snorkelingan, tapi dari kapal. Karena ada bagian bawah tengah kapalnya itu dipasang kaca untuk melihat jauh ke dasar laut (ngeliat ke bawah lautnya aja sih, dasar lautnya keliatan karena masih di laut dangkal, hehehe).

semacam itulah 😀

Terus kami waktu itu ya naik glass bottom boat itu deh. Lumayan ya glass bottom boat ini bisa jadi sarana kita memperlihatkan ke anak-anak, bagaimana pemandangan yang ada di dasar laut, ada apa saja dan bagaimana ikan-ikannya. Jadi pengalaman tersendiri lah buat mereka bisa ngeliat terumbu karang asli di bawah laut 🙂

Plus saya naik flying fish sendirian, wekekek. Ditemenin mas-masnya sih ujung-ujungnya, karena flying fish itu harus berdua sebagai penyeimbang. Bertiga malah sama di tengah sebagai kemudi.

 

View this post on Instagram

 

Sejak nonton running man (episode berapa ya lupa, huhu), jadi mupeenngg banget sama watersport yang satu ini, flying fish. 2 sih sama blobjump, pengen banget banget beneran deh. Pas nyampe hotel (saya nginep di hotel @melamunhotel btw), dikasih liat brosur tempat watersport ini. Langsung excited deh. Biayanya sedikit mahal, tadinya ragu, tapi suami udah acc, jadinya cuss deh laksanakan, daripada penasaran. 😃 Puaass.. At least 1 wishlist hidup syudah terlaksana 😃 Oiya, ini di @krisnawatersports ya. Lengkap banget kayanya aktivitas airnya. Dari banana boat, flying fish ini, sampai parasailing ada. Anak2 belum bisa sih ikutan main ini. Paling glass bottom boat aja buat mereka, untuk ngeliat ikan2 dan terumbu karang dari dalam kapal melalui celah di bawah kapal yang dilapisi kaca. Harga semua watersportnya lumayan juga sih, harus merogoh kocek lebih dalam (uhuuy, bahasanya udah yang kayak traveler lagi ngereview yak 🤣), jadi better nabung lebih banyak lagi untuk bisa puas main di sini. Tapi untuk turis lokal, harganya lebih murah kok, tenang aja. 😉 — #naia #nawa #kids #kidsactivity #family #familytime #momblogger #mommyblogger #motherhood #trip #familytrip #rekreasi #instakids #puncak #bali #BaliTrip #BaliTrip2017 #travelingwithkids #traveling #familytraveler #familytravelers #familytraveling #watersport #BaliWatersport #BaliWatersports #FlyingFish

A post shared by Istiana Sutanti (@momopururu) on

gambarnya pecah banget, karena di zoom banget xp

Tadinya ditawarin suami buat parasailing sekalian. Tapi gak usah ah, agak terlalu banyak. Tapi ternyata agak menyesal waktu itu gak menyambut tawaran itu, hahaha. Gak tau lagi ya kan kapan ada kesempatannya untuk main itu.  😀

Anw, di brosur yang ada di hotel, harga2nya wow banget, serasa gak sanggup gitu. Waktu memutuskan akhirnya ke sana juga udah dengan perasaan ikhlas, yaudahlah naik glass bottom boat aja deh ini deh, biar rame2. Lumayan ya tarif segitu buat rame2, beda sama yang lain harganya per orang, hee.

Tapi ternyata harga yang di brosur itu harga untuk wisatawan mancanegara (atau sebut saja turis asing). Buat lokal kayak kami cuma dikenakan tarif setengahnya saja, yeaaay. Langsung lah makanya flying fish aja tanpa ragu, huehehehe

Suksesss jadi highlight pribadi kunjungan ke Bali 😀

Krisna FuntasticLand

Kalau yang ini belum sempat ke sana, tapi udah sempet ngincer juga, karena di peta gak terlalu jauh. Tapi abis main di Krisna Watersport tadi, rasanya agak sayang untuk ngeluarin uang lagi ke sini hahahaha. Plus udah capek juga sih. Akhirnya malah beli oleh-oleh di Krisna (iya, ada juga lho di bagian utara si Krisna ini 😉 )

Krisna Funtastic Land ini ya wonderland gitu. Mirip-mirip Dufan lah yaa, karena ya emang isinya permainan-permainan gitu. Terus gak menyesal juga donk gak ke sini, karena tujuan kami waktu ke Bali itu lebih untuk mengunjungi tempat-tempat wisata yang lebih alam gitu. Makanya yang watersport tadi juga impulsif, karena memang belum direncanakan 😀

Tapi, ini cukup terkenal juga lho di bagian utara Bali. Soalnya gak ada yang lain, hihihi.

Hokeh, itu aja yang saya tau tentang wisata di Bali Utara. Berhubung bukan orang Bali ya, jadi mungkin ini juga terbatas banget dan mungkin banget ada lagi yang lainnya. Tapi lumayan kaaan buat referensi kunjungan ke Bali, biar gak itu-itu aja gitu. 😉

Semoga bermanfaat yaaa

Leave a Reply

%d bloggers like this: