Mengukir Kisah dalam Setiap Perjalanan dengan Asus ZenBook S UX391UA

Comment

Lomba Blog Review Traveling

Begitu kami sampai Bali tahun lalu, siang harinya, bandara Ngurah Rai kemudian ditutup sampai waktu yang belum bisa ditentukan. Tentu bandara ditutup bukan tanpa alasan. Bandara ditutup karena ternyata tepat pada saat kami tiba di Bali, gunung Agung yang memang sedang aktif, bererupsi, sehingga menghasilkan asap tebal yang berbahaya dan memiliki jangkauan luas sampai bandara.

Bagi kami sebetulnya itu bukan masalah, karena kami memang berencana di Bali sampai seminggu ke depan. Tapi, yang membuat kami khawatir adalah, apakah kami kemudian bisa melanjutkan perjalanan kami selama di Bali ini tanpa masalah? Apakah pada jadwal penerbangan kepulangan kami ke Jakarta, bandara sudah bisa aktif kembali? Mengingat gunung Agung masih terus bererupsi selama kami di sana. Para wisatawan dan penduduk juga disarankan menggunakan masker agar debu-debu dampak letusan gunung Agung tidak sampai terhirup. Kami juga sudah menyiapkan masker untuk berjaga-jaga.

Bukan hanya kami saja yang khawatir, keluarga di Jakarta pun khawatir dengan kami sehingga tidak absen menelpon untuk menanyakan kabar, takut-takut kami kena dampak gunung Agung yang bererupsi tersebut.

Selalu Terhindar dari Dampak Gunung Agung Erupsi

Namun, untungnya, perjalanan pertama kami adalah menuju Bali Utara, lokasi yang bisa dibilang lumayan jauh dari gunung Agung, sehingga dampaknya hanya sedikit, bahkan hampir tidak terasa. 3 Hari di Bali Utara, kondisi cukup mereda namun bandara masih saja ditutup, masih belum ditentukan kapan akan dibuka kembali. Akhirnya kami beranjak ke Selatan sedikit, menuju desa wisata Penglipuran. Di desa wisata ini, kami, terutama saya dan anak-anak mulai menggunakan masker yang telah kami sediakan sebelumnya, karena debu-debu kecil dampak letusan gunung Agung masih terasa.

Baca juga: Wisata Bali Utara bersama Balita

Namun Alhamdulillaah, sekali lagi kami beruntung, karena apabila kami berkunjung ke desa Penglipuran sehari sebelumnya, awan tebal masih meliputi desa tersebut sehingga akan berdampak buruk bagi kesehatan pernapasan kami. Tidak sekali dua kali kami beruntung seperti ini, saat menuju tempat wisata berikutnya pun masih sama. Kami luput dari dampak yang bisa membahayakan akibat letusan gunung Agung.

Sampai kami pulang, rasanya kami selalu dilindungi oleh Tuhan karena selalu terhindar dari dampak gunung Agung yang sedang erupsi tersebut. Bahkan, bandara pun betul-betul baru dibuka sehari sebelum jadwal kepulangan kami. Rasanya tak terbayangkan diliputi keberuntungan dan dilindungi olehNya seperti itu.

Nyaris Ketinggalan Pesawat dari Solo

Di lain kesempatan, kami nyaris saja ketinggalan pesawat di bandara Adi Sumarno, Solo.

Kisah ini terjadi saat kami melakukan perjalanan ke Jogja, yang berlanjut ke Madiun lalu terakhir ke Solo, sehingga kami terbang ke Jakarta dari bandara Adi Sumarno tersebut.

Kebetulan hari terakhir kami di Madiun, tepatnya di Magetan, kami terlalu asik bersilaturahmi bersama teman kami yang berada di sana. Sehingga, kami harus berkejaran dengan waktu untuk bisa sampai di bandara.

Saat itu kami melewati daerah Sarangan yang sangat dipenuhi dengan kabut sehingga jarak pandang hanya sekitar beberapa meter ke depan. Hal ini makin memperlambat laju kendaraan yang kami kendarai. Walau begitu, kami tetap bersenang-senang dengan menikmati kabut yang kami lewati tersebut. Melupakan sejenak kekalutan kami akan jadwal pesawat yang mungkin akan mepet 😀

Untunglah, tepat 30 menit sebelum jadwal yang ditentukan, kami sampai bandara. Kami sudah khawatir waktunya sudah tidak cukup untuk melakukan check in. Namun, Alhamdulillahnya lagi, petugas check in masih berbaik hati membantu kami. Kami akhirnya bisa masuk pesawat kira-kira sekitar 10 menit sebelum take off.

Sungguh kami merasa sangat beruntung dengan kejadian ini. Kami juga jadi belajar agar bisa mengatur waktu lebih baik lagi saat melakukan perjalanan jauh seperti itu. Selain itu, kami juga merasakan asiknya tetap menikmati apapun dalam kondisi bagaimanapun. We have to live in the present, yes? 🙂

Never worry about anything. Live in the present. Live now. Be happy. ~ Marsilio Ficino

Butuh Laptop On-The-Go

Kisah-kisah seperti ini sebetulnya sangat ingin saya ceritakan sesegera mungkin. Bahkan kalau diberi kesempatan, saya mau langsung menuliskannya tepat setelah suatu kejadian terjadi. Terlebih lagi, dalam seminggu perjalanan di Bali, kami memang punya cukup waktu untuk bersantai sehingga bisa digunakan untuk menulis cerita yang terjadi pada kami saat itu.

Tapi, apa daya, saya tidak membawa laptop yang biasa saya gunakan. Semata-mata hanya karena laptopnya tidak cukup tangguh serta bobotnya yang lumayan berat pada tas yang kami bawa. Karena, berat laptop saya sendiri sudah mencapai 2.5kg, jadi akan terlalu membuang cukup banyak kuota bagasi pesawat dari yang disediakan bukan? Itulah yang selalu mengurungkan niat saya untuk bisa membawa laptop ke manapun saya melakukan perjalanan bersama anak-anak.

Padahal, pasti dalam setiap perjalanan akan selalu menciptakan kisahnya atau pelajaran tersendiri seperti yang telah terjadi di dua kisah yang telah diceritakan di atas. Setiap perjalanan akan selalu ada hal baru yang bisa dipelajari, bahkan dari anak-anak kita sendiri. Dalam setiap perjalanan pula terukir kenangan manis, pahit, serta haru yang membuat kenangan tersebut akan terus diingat. Maka, akan sungguh sayang ketika cerita dan pelajaran tersebut tertahan lama hingga akhirnya luput untuk diceritakan.

Ingin rasanya memiliki laptop baru yang bisa diajak ke mana-mana hingga saya bisa langsung menuliskan kisah kami di perjalanan tersebut saat itu juga. Kisah yang masih hangat dalam ingatan. Kisah yang penuh akan pelajaran. Kisah yang akan menjadi kenangan yang terus diingat sepanjang masa.

Asus ZenBook S UX391UA Memenuhi Kriteria Laptop On-The-Go

“Laptop yang bisa diajak ke mana-mana” ini sebetulnya sudah mempersempit jenis laptop yang diinginkan ya. Seperti, laptopnya harus portable, harus tangguh, juga tahan lama.

Portable agar cukup ringan dan ringkas sehingga tidak memakan terlalu banyak ruang dan tidak terlalu membebani tas.

Tangguh agar tahan dari segala beban dan kemungkinan-kemungkinan kejadian yang tidak diinginkan. Yah, kita semua mungkin sudah tahu kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi dengan anak-anak dan gadget. Entah tidak sengaja terjatuh, tidak sengaja terinjak, bahkan yang mungkin paling sering adalah… Tidak sengaja terkena tumpahan air. :’)

Lalu juga tahan lama agar bisa digunakan seharian tanpa harus pusing mencari sumber listrik ke manapun kami pergi. Bahkan jadinya bisa digunakan di tempat yang minim listrik.

Menimbang kriteria yang telah saya sebutkan di atas, pilihan jadi mengerucut kepada laptop ASUS ZenBook S UX391UA. Laptop keluaran ASUS terbaru ini memang ultra-portable dan memiliki performa serta body yang tangguh sehingga cocok dijadikan perangkat on-the-go.

Cocok untuk Mengukir Kisah dalam Setiap Perjalanan

Kenapa laptop ini jadi pilihan yang cocok untuk menuliskan kisah dalam setiap perjalanan? Ini dia sebabnya:

1. Ringkas

Laptop ringkas agar memudahkan untuk dibawa ke manapun kita pergi. Bentuknya yang tidak terlalu besar, cenderung kecil bahkan imut-imut untuk ukuran laptop, membuat Asus ZenBook S UX391UA bisa diselipkan dalam tas tanpa mengambil terlalu banyak tempat. Juga tidak memberatkan karena bobotnya yang juga ringan.

Ukuran yang diukur bukan hanya dari dimensinya yang kurang lebih sama seperti kertas A4 saja ya, namun juga dari ketipisannya. Asus ZenBook S UX391UA ini memiliki ketebalan hanya 12.9mm saja (hanya 1 cm lebih sedikit saja lho!). Laptop paling tipis di kelasnya.

Dengan ukuran setipis itu, maka bobotnya pun menjadi ringan, hanya sekitar 1kg saja. Meanwhile laptop milik saya sekarang beratnya 2.5kg sendiri. -_- Signifikan ya bedanya? Makanya memungkinkan banget kan untuk bisa dibawa-bawa saat melakukan perjalanan? 😀

2. Nyaman

Dengan dimensinya yang imut, tipis, serta ringan, Asus ZenBook S UX391UA juga memberikan sudut kemiringan keyboard yang dirancang untuk memaksimalkan kenyamanan dalam posisi mengetik. Selain untuk memberikan kenyamanan mengetik, sudut kemiringan tersebut juga memang dirancang untuk memaksimalkan kinerja pendingin dan audio.

Kemiringan sudut layar yang mencapai 145 derajat juga mempengaruhi kenyamanan pandangan mata terhadap layar. Menjadikan jarak pandangan ke layar berada pada jarak yang pas sehingga menambah kenyamanan dalam membaca atau menonton.

Hal-hal seperti ini menjadikan pemakaian laptop dalam jangka waktu lama akan tetap nyaman dari awal hingga akhir lho. Kinerja laptop tidak akan melambat karena adanya sistem pendingin yang baik sehingga suhunya tidak akan cepat panas.

Ngerasain sendiri gak sih kalau laptop dipakai terlalu lama, suhunya akan selalu meningkat sehingga lama kelamaan kinerjanya pun terpengaruh. Jadi lebih lambat itu karena panas. Akan sangat disayangkan ketika masih belum selesai dengan pekerjaan atau tulisan, laptop jadi tidak bisa diandalkan kan? Makanya, sistem pendingin yang baik memang jadi salah satu kriteria yang penting dalam memilih laptop sih 😉

3. Performa yang Baik

Karena didukung oleh prosesor Intel® Core™ i7 8th generation dan dengan RAM 16GB serta memori internal mencapai 512 GB, performanya menjadi sangat baik.

Baik karena memakai prosesor generasi terbaru sehingga kemampuannya tidak diragukan lagi. Serta, dengan memori internal yang sangat mumpuni dan RAM yang bisa mencapai 16GB, membuat kinerjanya sangat cepat. Laptop saya yang memiliki RAM 2GB saja sudah terasa cepat, apalagi ini bisa mencapai 16 GB ya. Bisa melaju secepat kilat kayanya, bahkan sangat mungkin mengaktifkan beberapa aplikasi tanpa mempengaruhi kecepatan mesinnya untuk memproses semua aplikasi yang dikerjakan. Membuat waktu kita di depan laptop menjadi sangat efisien! 😀

4. Tangguh

Bentuknya yang kecil serta beratnya yang ringan, tidak menjadikan laptop ini laptop yang ringkih dan terkesan lemah. Bahkan, terbilang cukup tangguh karena telah melewati berbagai macam uji ketangguhan sehingga bisa dikatakan ketangguhannya memiliki standar military-grade MIL-STD 810G. 

Uji ketangguhan yang dijalani membuat Asus ZenBook S UX391UA mampu menahan beberapa macam cobaan yang sering dikhawatirkan oleh kebanyakan kita, terutama saya. Beberapa macam cobaan tersebut berupa:

  1. Terbentur dengan benda keras lainnya. Biasanya, laptop rentan sekali dengan benturan semacam ini. Pernah, laptop yang saya pinjam dari teman dan terbentur langsung tidak bisa dinyalakan karena ternyata benturannya memberi dampak yang cukup serius pada hardware laptop tersebut. Namun, Asus ZenBook S UX391UA ini berbeda karena sudah diuji cukup tahan terhadap benturan yang lumayan keras.
  2. Terinjak. Pernah, laptop saya hampir saja terinjak oleh anak. Dan itu cukup bikin was was, karena apa jadinya kalau benar terinjak? Bisa jadi laptop saya tidak bisa dinyalakan kembali. Karena efeknya hampir sama dengan benturan tadi ya, sama-sama beradu dengan benda keras. Terbentur beradu dengan benda keras lainnya, terinjak beradu dengan kaki yang menampung berat badan yang tidak bisa dibilang ringan.
  3. Goncangan. Hal lain selain terbentur yang juga dikhawatirkan adalah goncangan. Betapa saya khawatir saat membawa laptop dalam perjalanan karena takut saat terjadi goncangan, laptopnya lalu ringkih dan terbentur sana-sini. Perjalanan dengan cukup banyak goncangan pun menjadi gak masalah 🙂
  4. Percikan air. Nah, kadang saat membawa laptop di perjalanan yang membawa anak-anak, hal ini jadi salah satu kekhawatiran yang cukup mengganggu juga. Takut laptop terpercik air yang dibawa oleh anak-anak. Tau sendiri ya, barang elektronik yang terkena air besar kemungkinan akan rusak karena terjadi hubungan pendek antar komponennya (korsleting) . ZenBook S UX391UA mampu bertahan dalam menghadapi percikan air ini. Please note percikan ya. Karena takutnya berhubung memang bisa terkena air, laptopnya jadi sembrono diletakkan di sembarang tempat atau sengaja dicelupkan ke dalam air untuk menguji laptopnya benar-benar tahan air atau tidak :’)

5. Aman

Aman karena didukung oleh fingerprint sensor yang terpasang pada touchpadnya. Hal ini memungkinkan kita untuk membuka laptop tanpa repot mengingat password. Juga dapat mencegah orang lain menggunakan laptop kita tanpa ijin.

Jadi, kendali laptop benar-benar akan ada di tangan kita sendiri 🙂

6. Tahan Lama

Teknologi lain yang membuat laptop ini layak dibeli adalah memiliki daya tahan baterai yang tahan lama. Bisa mencapai 13,5 jam pemakaian wajar. Jadi, kita tidak perlu pusing untuk mencari-cari tambahan daya saat melakukan perjalanan.

Sungguh akan membuat perjalanan kita makin terasa menyenangkan dan terasa lebih produktif. Dengan selalu membawa laptop ke manapun kami melakukan perjalanan, saya jadi terpacu untuk langsung menuliskan kisah yang kami alami selama perjalanan. Karena memang dalam setiap perjalanan selalu akan ada kisah yang patut untuk diceritakan.

Traveling – it leaves you speechless, then turns you into a storyteller – Ibnu Battuta

Leave a Reply

%d bloggers like this: