Category Archives: Hobi

5 Tips Mendapat Job Review

Hobi

Walau tema #ArisanIlmu kedua yang lalu itu adalah “Etika Job Review”, mbak Isnuansa tetep ngasih beberapa tips agar blognya dilirik sama brand supaya dapet job review-nya loh. Iya lah, kalau job review aja gak ada, gimana mau ngelaksanain etikanya yak, heu. Ini nih beberapa tipsnya:

1. Rajin Nulis

Ini nih hal yang paling penting. Gimana coba brand mau nemuin dan mau kerja sama sama kita kalau kitanya aja gak rajin nulis? Pertama-tama sih nulis apa aja deh yang kita suka, campur-campur ya campur-campur deh. Tapi lama-kelamaan keliatan kok kita paling suka yang mana. Yang penting eksis dulu yah kakaaa, hihi.

2. Kontak Mudah Ditemukan

Nah, satu lagi yang penting. Kalau sudah rajin nulis tapi tidak memudahkan orang untuk mengontak, gimana coba menjalin hubungannya? Kontak harus ditempatkan di bagian yang mudah terlihat, bisa di halaman tersendiri mengenai diri kita atau di bagian sidebar *brb nyantumin kontak di sidebar & about xp*. Atau, bisa juga lhoo kita bikin kartu nama untuk dibagi-bagi kalau-kalau kita diundang atau menghadiri event-event blogger. Dan, jangan malu-malu juga untuk berkenalan dengan orang baru saat menghadiri event yah, siapa tau dari orang-orang tersebut kita mendapat job review ini 😀

Oiya, jangan lupa juga untuk ikut komunitas-komunitas blogger. Banyak lho justru yang mendapat job review karena tergabung komunitas. Jangan malu-malu deh buat sharing tulisannya di komunitas-komunitas itu. Sebelum mendatangkan job review, komunitas tersebut banyak mendatangkan traffic ke blog kita. Lumayan kan, posisi blog kita bisa meningkat kalau begini 😉

3. Tampilan Blog yang Menarik

Berikutnya, buat tampilan blog yang menarik dan enak untuk dibaca. Gak perlu yang ribet-ribet ada musik dan bintang berkelip di sana sini kok. Justru yang simple lebih enak untuk berlama-lama dihampiri 😀 Di web Emak2Blogger pernah juga membahas bagaimana tampilan blog yang enak dibaca alias reader-friendlyDan mungkin beberapa tampilan seperti yang telah saya sampaikan di sini bisa jadi bahan pertimbangan dalam memilih themes yang bagus yaa 🙂

4. Interaktif

Selain tampilan blognya menarik, engagement terhadap pembaca juga biasanya diperhatikan lho. Engagement  ini seperti seberapa banyaknya komentar yang masuk dan seberapa tanggapnya kita terhadap komentar tersebut.

Eh, tapi ini termasuk faktor ke sekian kok. Jarang untuk dipertimbangkan. Biasanya yang lebih dipertimbangkan itu yang memiliki:

5. Statistik yang Bagus

Iya, gak selalu blog sepi komentar itu berarti statistiknya jelek lho. Statistik yang bagus biasanya ditentukan oleh berapa total visits per month, total unique visitors per month, total page views per month dan average time on site. Nah, beberapa tools yang bisa membantu kita menentukan posisi blog kita ada page rank, alexa rank, dan data dari Google Analytics. Nah, ternyata hampir 90% viewer  yang terlihat di statistik tadi itu datangnya dari mesin pencari lho, makanya ilmu SEO itu penting! Gak sedikit juga blogger-blogger yang akhirnya memakai jasa SEO profesional untuk menaikkan peringkatnya di google atau meningkatkan posisi pagerank. Ya biar itu tadi, biar statistik blognya semakin meningkat.

Hal ini berhubungan erat banget dengan tema #ArisanIlmu yang pertama nih, hihi. Untuk bisa meningkatkan posisi kita (baik di mesin pencari maupun posisi pagerank), penting banget untuk melaksanakan personal branding yang telah diajarkan sebelumnya. Semoga dengan beberapa langkah itu, kita bisa kebanjiran job review yah (ayo Aamiin yang kenceng xp).

Published by:

#ArisanIlmu: 6 Etika Job Review Yang Harus Diingat

Hobi Pribadi

Saya semangat banget deh tiap kali ada kesempatan untuk belajar, apalagi rame-rame kayak gini. Sebetulnya sih saya juga dateng di #ArisanIlmu perdana bulan November lalu, tapi kali ini saya juga pengen banget ikutan. Berhubung udah beberapa kali ketemu dan lumayan banyak ngobrol dengan mamanya Diana ini, jadi saya excited buat ikut serta. Awalnya sih agak kecewa karena ternyata namanya tidak tercantum sebagai peserta (padahal slot pesertanya lebih banyak yak, tapi ya yang mau ikutan juga lebih banyak lagi, haha). Tapi beberapa hari sebelum hari-H saya dihubungi langsung sama ketua arisannya, mak Widy Dharma kalau ada peserta yang tidak bisa hadir, dan saya yang berada di waiting list ini bisa menggantikannya. Alhamdulillah yah :3

Nah, kalau di Arisan Ilmu perdana tema yang diangkat adalah Branding Trough Social Media, kali ini temanya adalah Etika Job Review oleh mak Isnuansa Maharani. Walaupun saya telat setengah jam, tapi tetep donk saya nyatet di twitter lewat livetwit, hihi. E gak taunya livetwit ini dipantau lagi sama mbak Thia. Dan 3 orang yang livetwit mendapat kejutan dari IDBlognetwork. Saya salah satu yang dapet voucher deh 😀

Livetwit Berhadiah

Livetwit Berhadiah

Langsung aja ya, ini nih beberapa ilmu etika dalam mengerjakan job review yang kemarin berhasil saya ekstrak, muahaha.

1. Menerima job yang sesuai

Sesuai dengan apa? Dengan kesan blog yang kita buat selama ini. Misalnya saja, dari tulisan-tulisan sebelumnya, kita termasuk orang yang tidak merokok dan bahkan membenci mereka yang merokok. Tapi, begitu ada tawaran yang cukup menggiurkan dari perusahaan rokok besar langsung kita terima. Wah, langsung jatuh deh kesan yang kita timbulkan selama ini, malah bisa mengakibatkan pembaca jadi tidak percaya lagi dengan apa yang kita sampaikan lewat blog.

So, make sure ya kalau yang memberi kita job review adalah mereka yang memang sesuai dengan kesan yang kita buat selama ini ^^

2. Beri label atau kategori khusus

Kalau yang ini sih lebih etika untuk pembaca ya. Saya sedikit banyak sudah melakukan ini sih, terutama untuk tulisan yang diikutsertakan dalam lomba blog atau tulisan review suatu produk. Dengan begini, pembaca nantinya tidak akan terjebak dan tidak jadi berpikir “yaah, ujung2nya iklan deeh” karena sudah jelas dari awal kita beri label 😉

3. Tidak menulis untuk 2 brand berbeda namun berada pada bidang bisnis yang sama secara bersamaan

Tidak ada larangan untuk menerima job dari 2 brand yang berbeda namun berjalan di bisnis yang sama sih. Tapi hal itu bisa dilakukan asal tidak dikerjakan dalam waktu bersamaan ya. Alangkah kita tidak menghormati brand yang sudah membayar kita itu dengan menerima tawaran dari brand lain kan? Tapi biasanya sih ini memang diatur dalam surat kerja sama yaa.

Misalnya saja dengan menerima tawaran dari 2 merk pospak berbeda dalam bulan Januari ini. Menurut saya sendiri sih gak etis dan jadi gak menghormati si pemberi job review yaa  🙂

4. Tanya secara detail segala hal mengenai perjanjian sebelum menandatangani surat kerja sama

Nah, ini penting banget! Jangan sampai kita nantinya terjebak sendiri atau melanggar hal yang diatur dalam perjanjian karena kita tidak teliti membaca atau tidak mengetahui kalau ada peraturan mengenai hal yang kita langgar tersebut. Poin ini terhitung wajib sih menurut saya 😀

5. Buat laporan tertulis

Setelah kita menandatangani surat kerja sama, berikutnya kita ya mengerjakan kewajiban kita donk ya. Entah itu menulis 1 postingan saja, atau menghadiri event, atau keduanya. Setelah kita melakukan kewajiban tersebut, jangan lupa juga untuk memberi laporan tertulis kepada pemberi job agar terlihat seberapa besar pengaruh yang berhasil didapat dari memberi job review pada kita.

6. Menunggu bayaran

Setelah menyelesaikan semua kewajiban kita pada job review, pastinya kita berhak donk atas kompensasi yang telah disepakati. Nah, kompensasi ini biasanya berupa bayaran uang. Dan biasanya bayaran tersebut juga hampir tidak tepat waktu, alias suka molor #ups. Tapi, tetap ya kita harus bersabar dan menunggu saja, jangan terlalu banyak atau terlalu sering bertanya bayarannya akan dibayarkan kapan. InsyaAllah pasti dibayar kok kata mba Thia mah. Oiya, mbak Thia ini adalah karyawan IDBlognetwork yang biasa “mengincar” blogger-blogger untuk diberi job review loh, jadi deket2 deh sama beliau yah, hihi.

Tapi, biasanya kata mak Isnuansa, bayaran itu diterima 45 hari setelah kita menunaikan kewajiban kita, malah bisa jadi 2 sampai 4 bulan, jadi betul-betul harus sabar yaah.

Beruntung banget deh saya bisa ikutan 2x gini di Arisan Ilmu, heheh. Jadi bisa dapet ilmu tambahan dan jadi ada bahan tulisan buat blog deh. Dan di kedua arisan tersebut adalah kesempatan me-time buat saya, jadi keuntungannya berganda deh, hihi. Di sana saya juga akhirnya ketemuan langsung sama mak Myra Anastasia, yang blognya jadi inspirasi buat saya dalam mengasuh anak, hihi. Alhamdulillaah, jadi penutup tahun yang menyenangkan.

Published by:

TMII Part Two: Playdate Time

Hobi Keluarga Kid's Activity

Kalau sebelumnya saya ke Taman Mini Indonesia Indah hanya berdua saja dengan Naia, kali ini saya mengajak sahabat saya (Gema) untuk *ceritanya* playdate di sana. Awalnya sih bingung, mau ke TMII atau ke musemum Nasional. Tapi, berhubung sahabat saya itu sedang menginap di rumah kakaknya yang kebetulan tidak begitu jauh dari TMII, jadilah kami memutuskan untuk ke sana saja 😀

Taman Mini Indonesia Indah ini emang sangat luaaas, makanya gak bakal cukup untuk mengunjungi semuanya dengan 1 hari kunjungan saja. Dari pengalaman 2 kali ke sana bareng Naia saja, sehari paling cuma bisa mengunjungi 3 sampai 5 tempat. Nah, TMII sendiri kan di dalamnya banyaak sekali tempat yang layak dikunjungi, heu. Di pengalaman pertama saja, saya hanya sempat naik kereta gantung, main layangan, berkunjung ke anjungan Jawa Tengah sebentar, lalu ke dunia air tawar dan museum serangga (karena dunia air tawar dan museum serangga tiketnya jadi satu, jadi sayang kalau hanya mengunjungi salah satunya saja, hehehe)

Oiya, berhubung Naia demen banget dengan pesawat, jadilah saya kepikiran untuk ke museum transportasi saja (biar gampang ngajaknya juga, ihihi). Alhamdulillah beneran gampang ngajak Naia padahal dia lagi asik main dengan anak tetangga, haha.

Kali ini saya tetep donk naik angkot. Dan berhubung hari kerja juga, jadi saya dan Gema cuma berdua dengan anak kita masing-masing deh, hihi. Saya dengan Naia, dia dengan Zalika. Kali ini saya masuk melewati pintu utama, ya walaupun harus jalan agak jauh sih dari turun angkot sampai pintu masuk (sampai alun-alun malah). Di alun-alun itu saya menemukan lagi banyak anak-anak TK yang sedang berkunjung. Mungkin ya memang TMII ini pengunjung setianya ya anak2 ini lah yaa, haha. Kalau gak ada mereka seriusan sepi banget deh ini Taman Mini.

Lalu apa saja yang kami lakukan di TMII? Simak yaa

Published by:

10 Barang Bermanfaat dari Kardus Bekas

Hobi Kid's Activity

Berhubung Naia setiap bulan beli susu yang kardusan, setelah susunya habis kita jadi punya limbah lumayan banyak kardus bekas deh. Saya sih membuangnya di plastik khusus barang2 yang bisa didaur ulang biar bisa langsung dikasih ke pemulung. Tapi, banyak kardus gitu kok ya bikin saya pengen bikin sesuatu yah dari kardus2 itu. Entah mainan Naia atau sesuatu yang berguna lah.

Akhirnya niat membuat sesuatu itu gak cuma niat tapi sedikit sedikit dilaksanakan, hihi. Sampai sekarang barang-barang ini lah yang berhasil saya bikin dari memanfaatkan kardus bekas tadi. Oiya, gak cuma kardus besar sih, karton bekas susu atau biskuit juga saya manfaatkan kalau sedang iseng, hehe 😀

Here goes the list:

1. Mainan Warna

6 Warna

6 Warna

Yang ini pernah saya ceritakan di sini sih. Saya pakai karton bekas bungkus pasta instan (baca: spageti La Fonte xp). Naia jadi bisa belajar mengenal lebih jauh tentang warna dari sini. Saat saya bikin inipun sebetulnya dia sudah lumayan mengenal warna sih, dia sudah hafal warna hitam dan merah. Tapi, berkat ini, dia jadi hafal semua warna yang saya bikin itu deh. Sekarang malah berlanjut ke warna-warna yang bukan warna primer seperti pink, ungu, dan coklat. Dia malah sekarang sudah bisa membedakan dan menyebutkan mana hijau tua mana hijau muda, hihi. Alhamdulillah ya nak, mainan kamu gak mahal 😛

Barang apa lagi yang bisa dibikin dari kardus?

Published by:

Pilih-pilih Pujian ke Anak

Hobi Parenting

Kemarin saya dikagetkan dengan salah satu tulisan di mommiesdaily yang berjudul “Jangan Memuji Anak” dan ditulis oleh mbak Lita. Dibuat penasaran dengan judulnya yang cukup anti mainstream, dimana semua orangtua ramai-ramai justru ingin banyak-banyak memuji anak, saya akhirnya membacanya sampai akhir.

Setelah membaca dan paham akan alasannya, saya jadi teringat dengan artikel “Why I’ll never tell my son he’s smart” dan video TEDx yang pernah saya tonton mengenai growth vs fixed mindset. Video TEDx berdurasi 11 menit itu cukup membuka mata saya akan adanya perbedaan yang menonjol tentang seorang yang sukses dengan yang tidak. Perbedaan tersebut ada pada pikiran bawah sadar mereka. Orang-orang sukses kebanyakan cenderung memiliki growth mindset. Sebaliknya, orang-orang yang biasa saja sepintar apapun dia cenderung memiliki fixed mindset.

Lalu apa itu growth dan fixed mindset?

Published by:

Pesta Blogger Paling Berkesan: Selamat Hari Blogger Nasional!

Hobi Lomba Blog
Pesta Blogger 2010

Pesta Blogger 2010

Pesta blogger di tahun 2010 yang lalu, tanggal 30 Oktober 2010 kalau tidak salah, merupakan event yang paling berkesan. Berkesan karena saya sedang berproses (baca: merencanakan pernikahan) dengan calon suami saya *yang sekarang sudah sah menjadi suami xp* yang kebetulan seorang blogger juga dan pendiri anakUI.com. Saat itu kami janjian untuk datang ke sini dengan memakai warna baju yang sama-sama kami sukai, warna biru. 😀

Di event ini juga saya baru tau kalau sepupu saya, mas Heru (Aris Heru Utomo) adalah ketua blogger bekasi. Taunya juga karena beliau maju untuk mewakili komunitas blogger bekasi untuk menerima penghargaan Blog Komunitas Wilayah Terbaik *ngerasa kudet banget deh jadinya, heu*. Mengetahui suami dan sepupu adalah blogger yang cukup aktif dan bermanfaat bagi lingkungannya, membuat saya semakin semangat ngeblog dan semakin gak mau kalah memberi dan menyebarkan manfaat lewat blog.

Selamat #HariBloggerNasional!!

Semoga kebermanfaatan blogger makin besar ke depannya. Aamiin ^^

Published by:
%d bloggers like this: