Category Archives: Infografis

5 Tips Ala Saya untuk Hidup Tanpa Uang Tunai

Siapa yang suka males bawa uang tunai banyak-banyak kayak saya? Ayook ngacuung! hehehe. Bukan apa-apa ya, masalahnya kalo bawa uang tunai banyak-banyak itu suka gak sadar tuh uang abis untuk apa aja, dan yang paling penting, gak tercatat! Jadinya lupa aja dan menguap aja deh itu uang yang diambil tadi untuk apa aja. Makanya, saya cukup sering bepergian tanpa bawa uang tunai banyak-banyak.

Apalagi sejak 2010, Bank Indonesia memang sedang mencanangkan adanya transaksi tanpa uang tunai untuk membentuk cashless society kan. Jadi, kenapa gak kita mulai aja lah ya, hitung-hitung ikut berperan dalam mendukung BI membentuk cashless society laah 😀 Continue reading

Published by:

Ajak Anak Bermain Sesuai Kecerdasannya Dengan MI PlayPlan Yuk!

“Mama, kenapa ada yang itu tu, yang nempel2 di tembok, itu apa?” *sambil menunjuk sarang laba-laba yang menempel di tembok
“Oh, itu sarang laba-laba ka”
“Kenapa ada sarang laba-laba?”
“Ya laba-labanya bikin rumah di situ”
“Kenapa bikin rumah di situ”
“Mungkin dia mau tinggal bareng sama kita kali ya”
“Kenapa….”

Dan pertanyaan kenapa-nya pun gak berhenti, berlanjuuut terus, hahaha. Continue reading

Published by:

Membawa Anak ke Acara Blogger

Membawa Anak ke Acara

Hari Selasa minggu lalu, 13 Oktober 2015, saya ke acara blogger #SahabatJKN yang diadakan oleh kementrian kesehatan. Acara tersebut membicarakan mengenai Nusantara Sehat, program pemerintah untuk menjembatani gap pengetahuan mengenai kesehatan ke daerah-daerah terpencil. Etapi saya bukan mau cerita hal itu lagi yak, itu sih udah pernah saya bahas di postingan tersendiri, hehe. Saya mau cerita kalau Naia saya bawa dan Alhamdulillah bisa anteng. Sampai ada yang bilang kalau dia mah anteng ya, gak berlarian ke sana kemari. Alhamdulillaah, kata saya.  Continue reading

Published by:

Nusantara Sehat Membuat Indonesia Semakin Sehat

Infografis Review

Ada sebuah cerita di salah satu sudut Indonesia, daerah terpencil Kalimantan Timur, kecamatan Long Pahangai lebih tepatnya. Di sana mereka menemukan cara baru meminum pil KB, yaitu dengan menghancurkannya terlebih dahulu baru dibagi-bagikan untuk dikonsumsi bersama, lebih hemat dan berpikir akan sama saja efeknya menurut mereka. Namun, begitu ada yang “kebobolan” mereka lalu protes dan teriak kalau pil tersebut gak manjur, dan akhirnya menyalahkan pemerintah akan obat yang tidak ampuh tersebut. 🙁

Kita gak bisa menyalahkan siapa-siapa sih ya dalam hal ini. Karena mereka melakukan hal tersebut juga kan karena kurangnya pengetahuan akan kesehatan ya. Pemerintah juga susah sih untuk menjangkau penduduk-penduduk yang seperti itu. Tapi kan hal tersebut sangat mungkin terjadi bukan hanya di satu daerah saja, tapi pedalaman-pedalaman lainnya pun bisa melakukan hal yang sama. Pemerintah makin bingung deh gimana cara menjangkau mereka untuk meningkatkan pemahaman kesehatan serta meningkatkan awareness akan pencegahan penyakit pada mereka.

Gerakan Nusantara Sehat

Dalam kebingungan itu, Kementrian Kesehatan RI (Kemenkes) periode 2015-2019 mulai melakukan sebuah perubahan, mereka mulai merancang sebuah gerakan untuk menguatkan pelayanan kesehatan (Yankes) primer yang merata ke seluruh Indonesia, “Membangun dari Pinggiran” istilahnya. Mereka membuat gerakan Nusantara Sehat yang utamanya bertujuan untuk menjembatani gap pengetahuan masyarakat tentang kesehatan. Ya biar penduduk-penduduk daerah terpencil seperti tadi bisa mendapat fasilitas dan layanan kesehatan yang sama dengan yang di daerah perkotaan. Atau setidaknya, mereka bisa mendapat pengetahuan kesehatan yang sama.

Program Nusantara Sehat ini disampaikan oleh Diah Saminarsih (@Adetje) dalam acara temu blogger #SahabatJKN selasa minggu  yang lalu tanggal 13 Oktober 2015 di Hotel Artotel Menteng, Jakarta Pusat. Beliau adalah perwakilan dari kementrian kesehatan untuk menjelaskan apa itu Nusantara sehat lebih rinci kepada kami para blogger #SahabatJKN. Hadir juga eyang Anjar (@anjarisme) selaku moderator dan kang Maman (@maman1965).

kang Maman, mbak Diah, dan eyang Anjar

kang Maman, mbak Diah, dan eyang Anjar

Continue reading

Published by:

Panggilan “Kakak” dan Pertimbangan Memberi Adik

Infografis Kehamilan Keluarga Parenting

“Naia, mandi dulu yuk terus kita main!”
“Kakak ma!”
“Oiya, kakak, maaf ya. Kakak Naia, mandi dulu yuk terus kita main!”
Naia langsung mau bergerak dan senyum-senyum dipanggil kakak xp

Di lain waktu

“De, ayo sikat gigi dulu, kan udah mau tidur”
“Kakaaaaakk!”, jawab Naia sambil setengah teriak xp
“Oiya, kakak Naia.., sikat gigi yuk, kan udah mau tidur” sambil senyum

Kakak Naia

Begitulah, akhir-akhir ini Naia pengennya dipanggil kakaaak melulu, haha. Berhubung…

Published by:

Bye Rumah Rapi!

Infografis Parenting Pribadi

Waktu belum punya anak sih saya PeDe banget rumah tetep bakal bisa rapi kalau saya betul-betul disiplin dan mendidik anak yang bertanggung jawab juga. Yaa, sayanya aja kurang disiplin sih, jadi sebelum punya anak aja membiasakan untuk rumah rapi itu kerja keras banget.

Lha setelah anak lahir? Masih bisa sih rutin nyapu atau ngepel gitu, malah masih sempet banget buat ngerapiin pakaian yang dicuci dan disetrika sendiri. Tapiii, begitu Naia udah gedean, begitu udah bisa “main” deh, baik sama temennya atau main sendiri di rumah gitu, rumah rapi tinggallah harapan *menatap nanar mainan yang belum beres*.

Apalagi kalau di siang hari saat Naia sama temennya main di rumah. Itu rumah udah gak ketauan deh bentuknya gimana, mainan menyebar di segala penjuru pojokan ruang depan, hahaha. Udah gitu, saya yang tadinya berharap Naia gak corat-coret tembok, ya pupus juga, temboknya akhirnya jadi korban kretivitasnya dia juga, haha. Eh, sebetulnya Naia sih udah ngerti kalo gak boleh coret-coret di tembok, tapi saat temennya main di rumah dan megang krayonnya, mereka nulisnya di tembok. Dan Naia sebagai teman yang baik, ikutan donk nulis di tembok juga T_T.

Messy House

Continue reading

Published by:
%d bloggers like this: