Category Archives: Keluarga

Beragam Perasaan Ibu Baru

Keluarga

image by ello.org

Bahagia. Karena akhirnya merasa sempurna sebagai perempuan, bisa nikah, hamil, dan melahirkan. Apalagi waktu pertama kali denger suara tangisan bayi pas lahir 😀

Super Seneng. Waktu liat Naia lagi melek dan main sendiri, waktu diajak ngobrol sama saya atau papanya dan diam mendengarkan dengan tampangnya yang sangat polos, dan waktu Naia melet2.

Damai. Waktu liat Naia lagi tidur dengan tenang rasanya damaaaai banget. Langsung hilang deh rasa lelah dan capek yang terasa.

Gemes. Saat Naia sedang menyusu dan saya melihat mukanya dari dekat. Juga saat dia mengeluarkan tampang lucunya atau tampang bengongnya, lucuuu banget. Rasanya pengen meluk sekenceng-kencengnya deh 😛

Gugup. Saat pertama kali menyusui Naia sewaktu di Rumah Sakit. Saat pertama kali memandikan Naia. Dan saat pertama kali belajar menggendong Naia dengan kain. Pokonya yang serba pertama kali itu rasanya gugup banget.

Bingung. Kalau Naia nangis lebih kencang dan lebih lama dari biasanya. Kalau Naia tiba-tiba gumoh buanyak. Dan kalau pupnya lebih banyak dan lebih sering dari biasanya.

Sedih. Saat mendengar tangisannya yang terisak-isak karena keadaannya yang sedang tidak enak.

Takut. Takut saya tidak bisa mendidiknya dengan baik. Takut saya tidak bisa memberinya lingkungan, tempat tinggal, dan pendidikan yang baik.

Semangat Luar Biasa. Ketakutan yang saya sebutkan tadi membuat saya jadi semangat untuk melakukan apapun untuk bisa menjadi ibu yang baik untuknya. Memberi lingkungan, tempat tinggal, dan pendidikan yang baik.

Yang jelas, menjadi ibu baru itu rasanya campur aduk. 😀

Published by:

Ketika Dijalankan dengan Ikhlas

Keluarga

Baru saja blogwalking di sela-sela waktu kerja. Dan kali ini saya baca blog kawan saya, Meri 😀

Dan berhenti sejenak di postingan “Keutamaan Seorang Ibu dan Istri dalam Islam”. Subhanallah banget baca betapa banyak ganjaran yang PASTI akan diberikanNya kepada para Ibu dan Istri shalihah, yang dengan ikhlas menjalankan perannya.

Dan ketika semua itu ~tugas seorang ibu dan istri~ dijalankan dengan ikhlas dan senang hati, maka tidak akan terpikirkan lagi ganjaran apa yang akan didapatkannya. Maksudnya adalah ketika semuanya itu ~keinginan untuk selalu melayani suami dan mendapatkan ridho suami serta mendidik anak yang dititipkanNya~ dilakukan dengan penuh kesadaran dan keikhlasan, maka akan keasikan sendiri menjalani itu dan menikmatinya sampai lupa semua tentang balasan yang akan diberikan.

Tapi terkadang, ketika merasa sangat lelah dan capek, mengingat betapa banyak dan besarnya balasan yang akan diberikan meningkatkan semangat untuk bisa bangkit lagi dan menghilangkan rasa lelah dan capek itu. Apalagi kalau bukan kita sendiri yang mengingatkan, melainkan suami. Semangatnya bisa berkali-kali lipat. ^^

Semangat buat para wanita di luar sana yang akan menjadi istri dan seorang ibu..!! ~terlebih buat yang sudah menjadi istri dan seorang ibu~ 😀

Published by:

Semiliar Cinta untuk Ayah

Keluarga Review

Baru saja menyelesaikan baca buku ini: “Semiliar Cinta untuk Ayah”.

Semilyar Cinta untuk Ayah

Image by me @momopururu

Yak, dari judulnya aja ini adalah kisah tentang ayah. Dan memang buku ini adalah kumpulan cerpen yang semuanya mengisahkan tentang ayah mereka dan pendapat mereka mengenai ayahnya. Mulai dari yang ayahnya galak, aneh, baik, sampai yang gak punya ayah.

Ada 1 cerpen yang sampai si penulis menuliskan cerpennya, si penulis tetap gak tergugah hatinya untuk mulai menyukai ayahnya ini. Bahasa gampangnya sih, masih membenci ayahnya sampai saat si penulis nulis itu. Judul cerpennya “Produk Gagal”.

Ada juga yang menceritakan pamannya, bukan ayahnya. Karena memang, dia ditinggal ayahnya sejak kecil. Bukan karena ayahnya meninggal, tapi karena ayahnya meninggalkan ia dan ibunya dan menikah dengan wanita lain. Dan sejak saat itu, dia bener2 putus hubungan/komunikasi dengan ayahnya itu. Judulnya “Hidup Tanpa Ayah”

Ada lagi yang kisahnya sedikit bikin saya sedih ~sampe bikin saya nangis, huhu~. Eh, tapi sedihnya bukan karena ceritanya yang sedih, tapi bikin saya inget gimana kehidupan saya sendiri dan jadi mensyukuri yang ada sekarang.

Tapi, ada juga beberapa cerpen yang agak sedikit monoton. Maksudnya monoton adalah, kisahnya sama aja, sejenis gitu. Jadi, begitu baca awalnya mirip, saya udah nebak akhirannya gimana.

Afterall, buku ini bagus untuk mengingatkan kita kembali tentang ayah. Jadi, gak melulu tentang ibu.

Ibu memang harus kita hormati, bahkan tiga tingkat di atas ayah. Namun, tahukah kalian, di hari akhir nanti saat pengadilan Tuhan tiba, di pundak seorang ayahlah tanggung jawab terberat itu berada

~Mancing Ikan Penuh Makna, Aki Rehiko~

Published by:

Papa..

Keluarga Pribadi

Baru saja usai membaca email yang berisi cerita ini.. Dan, saya tidak kuat untuk menahan air mata ini keluar.. Mungkin sudah pernah denger juga kali ya cerita kaya gini, tapi saya hanya ingin berbagi saja. Thanx to my friend who forwarded it to me..

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..

Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.

Lalu bagaimana dengan Papa?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,

tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,

tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil……

Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.

Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu…

Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya” ,

Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka….

Tapi sadarkah kamu?

Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.

Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”

Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :

“Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”.

Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.

Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja….

Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”.

Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?

Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga..

Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu…

Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama….

Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,

Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia…. :’)

Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..

Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.

Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir…

Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut…

Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?

“Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa”

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.

Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti…

Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa

Ketika kamu menjadi gadis dewasa….

Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain…

Papa harus melepasmu di bandara.

Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?

Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .

Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.

Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.

Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.

Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan…

Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak…. Tidak bisa!”

Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”.

Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.

Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.

Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.

Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..

Karena Papa tahu…..

Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya….

Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia….

Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?

Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa….

Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik….

Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik….

Bahagiakanlah ia bersama suaminya…”

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…

Dengan rambut yang telah dan semakin memutih….

Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya….

Papa telah menyelesaikan tugasnya….

Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita…

Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…

Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…

Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .

Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal..

Published by:
%d bloggers like this: