Category Archives: Lomba Blog

Ideku Untuk PLN: Meningkatkan Kebermanfaatan untuk Masyarakat

Lomba Blog

Malam itu hujan tidak begitu deras mendera rumah mertua yang kami inapi. Karena hujannya hanya rintik-rintik, mertua tidak begitu khawatir dengan anggota keluarga yang belum lengkap di rumah karena belum pulang dari aktivitasnya masing-masing. Pun tidak begitu khawatir dengan adanya kemungkinan mati listrik karena petir menyambar. ~ya karena gak ada petir juga, judulnya aja hujan rintik-rintik xp~

Namun, kami dikagetkan dengan kabar dari adik ipar kalau terjadi kebakaran di rumah depan tepat di kabel listrik yang membentang di atas rumah tetangga kami. Saat kami ikut menyaksikan kejadian itu, kebakarannya ternyata tidak besar, hanya terjadi percikan api sedikit-sedikit dan sering serta terbakarnya kabel dekat tiang listrik. Namun demikian, bahaya kan kalau tidak segera dihentikan apinya. Kejadian seperti itu berpotensi menyebabkan kebakaran rumah bukan? Akhirnya suami pun menelepon PLN agar mereka mengirimkan orang untuk memeriksa kabel-kabel tersebut. Setelah menelepon, tidak sampai 15 menit, terlihat mobil PLN datang. Mereka segera bergerak untuk mematikan api yang ada. Keesokan harinya mereka mengganti kabel yang terbakar itu.

Melihat cepatnya pelayanan PLN ini, saya sungguh punya rasa optimis bagi perkembangan pelistrikan. Pasalnya, saya merasakan pelayanan yang cepat dan ramah ini sudah beberapa kali, bukan hanya hari itu saja. Namun, seperti kutipan yang sudah sering kita dengar “No body’s perfect”, begitu pula PLN. Masih cukup banyak yang perlu PLN benahi dan tingkatkan.

Saya cukup bangga juga karena PLN sudah banyak berupaya demi meningkatnya kualitas serta pelayanannya. Mereka terus berupaya mensosialisasikan gerakan penghematan listrik serta mengupayakan beberapa energi alternatif. Bahkan, tahun kemarin, PLN juga mengkampanyekan PLN bersih. Hal itu menandakan PLN ingin selalu memperbaiki wajahnya serta meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Untuk menyambut hari listrik nasional tanggal 27  Oktober nanti, kita diberi kesempatan memberi ide dan gagasan untuk PLN demi semakin meningkatnya pelayanan, kualitas, serta pelistrikan di Indonesia. Mengetahui hal itu dada saya langsung berdebar. Bukan karena banyaknya ide yang muncul, tapi karena semakin kagum akan kinerja PLN dan sebisa mungkin saya ingin berpartisipasi dalam memberikan ide tersebut yang saya tuangkan dalam postingan blog kali ini.

Mempersering Perawatan Infrastruktur Listrik

Kejadian yang saya ceritakan di atas, bisa disebabkan mungkin karena kabelnya sudah terkelupas sedikit sehingga mudah terjadi arus pendek yang mengakibatkan munculnya percikan api. Bukan tidak mungkin hal itulah yang sering menjadi penyebab banyaknya kebakaran saat terjadi hujan. Nah, infrastruktur yang kurang terjaga tersebut sungguh banyak perlu diperbaiki.

Maintenance

Maintenance

Image Credits

Demi menghindari kejadian serupa, ada baiknya PLN memperbanyak kunjungan ke berbagai wilayah demi merawat kabel-kabel atau tiang listrik yang ada. Memang sih akan membutuhkan waktu yang panjang serta karyawan yang banyak untuk sering-sering merawat dan mengecek sambungan-sambungan kabel apakah masih baik atau tidak. Namun demikian, hal tersebut lebih menurunkan resiko kerugian para masyarakat sekitar bukan? Kebermanfaatan PLN akan lebih terasa dan lebih dinikmati oleh banyak masyarakat kan? 😉

Memperbanyak Sosialisasi Penghematan Listrik

Sampai saat ini sih saya sudah pernah mendengar PLN melakukan sosialisasi ke berbagai lapisan masyarakat demi menghemat listrik. Tapi, saya masih belum pernah merasakan apalagi mendenger cerita langsungnya. Oleh sebab itu keluarga saya serta lingkungan sekitar masih susah untuk menghemat listrik. Masih banyak sekali yang menggunakan listrik pada alat yang sebetulnya tidak terpakai. Seperti televisi  yang terus menyala sepanjang malam dan lampu yang terus menyala di dalam rumah juga sepanjang malam.

Untuk itu, rasanya perlu sekali PLN memperbanyak sosialisasi penghematan listrik seperti ini. Selain hemat listrik menghemat biaya, sumber energi untuk menghasilkan listriknya juga bisa semakin lama umurnya. Lagi-lagi kebermanfaatan PLN akan semakin terasa dan PLN bisa semakin dikenal baik oleh masyarakat.

Membuat sayembara sosialisasi

Bisa juga PLN membuat semacam sayembara atau lomba sosialisasi. Peserta adalah tim yang melaksanakan sosialisasi ke tempat-tempat terdekat mereka. Setiap peserta yang melakukan sosialisasi terbanyak dalam sebulan bisa mendapat kompensasi atau hadiah yang cukup menarik. Selain membuat semakin menyebar dan semakin banyaknya masyarakat yang sadar akan pentingnya penghematan listrik, cara ini juga menghemat waktu, tenaga, serta biaya dari PLN sendiri untuk melakukan sosialisasinya kan? 😉

Lakukan Pengawasan Teratur

Pengawasan ini dilakukan demi menghindari terjadinya banyak listrik yang “dicolong”. Dengan teratur mengawasi dan menangkap pelaku-pelaku pencuri listrik ini, PLN telah membuktikan juga kalau mereka tegas dan semakin bersih. 🙂

—–

Rasanya hanya itu ide sederhana yang terbersit dalam kepala saya saat ini. Semoga dengan begini, PLN bisa terus maju dan bisa semakin dipercaya oleh masyarakat.

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba “IdeKU Untuk PLN

Lomba Blog Ideku untuk PLN

Lomba Blog Ideku untuk PLN

Published by:

Waspada Bahaya Gadget untuk Anak: Parenthood Style Era Digital

Lomba Blog Parenting

Sewaktu berkumpul bersama sahabat-sahabat saya, ada salah satu anak ~yang baru berumur 3 tahun~ dari sahabat saya yang matanya pasti akan langsung tertuju dengan gadget yang ada di tangan orang sekitarnya. Bisa punya ayahnya, ibunya, bahkan milik teman-teman orangtuanya sendiri. Setiap melihat ada gadget di dekatnya, tangannya secepat kilat menyambar dan langsung memainkanya. Hummm  sampai segitunya ya kalau sudah dikenalkan gadget.

Saya lalu teringat cerita lain dimana saat satu keluarga makan di pusat perbelanjaan, anak yang mereka ajak terlihat sudah bosan dan lapar sehingga mulai “berulah”. Ia menjadi tidak tenang dan hampir tantrum. Sesaat sebelum ia tantrum, orangtuanya mengambilkan tablet dari tas mereka dan langsung diberikan kepada si anak. Walhasil si anak langsung terdiam dan menjadi anteng deh.

Gadget Kid

Gadget Kid

Image by Thiago Marques

Banyak ya sekarang orangtua yang seperti itu? Menjadikan gadget sebagai alat pendiam dan “penutup mulut”. Atau malah bisa dibilang jadi “pengasuh ketiga”nya anak, hihi. Sebelum adanya gadget-gadget canggih seperti sekarang, sebetulnya orangtua juga sudah banyak sih yang menjadikan alat elektronik sebagai “pengasuh ketiga” anak, yaitu TV. Sayangnya TV tidak bisa diajak dan dibawa kemana-mana saat itu serta bentuknya yang kurang bersahabat bagi tangan anak. Nah, karena gadget sekarang bisa dipegang langsung sama anak dan bisa dibawa kemana-mana, jadilah ia bisa menjadi “pengasuh ketiga” setiap saat dan di setiap tempat.

Sebetulnya sih sah-sah saja untuk memperkenalkan gadget ke anak sejak dini. Maklum, jaman sekarang kan memang anak sudah terpapar gadget sejak ia lahir sehingga ia menjadi generasi digital native. Yaitu orang yang sejak kecil mengenal gadget dan internet serta dengan cepat belajar fitur gadget. Nah, kita sendiri adalah generasi digital migrant. Dimana kita memang sudah mengenal beberapa alat digital atau gadget namun tidak separah dan sebanyak sekarang.

Memangnya apa saja sih bahaya gadget ke anak?

Published by:

Pure It Menghasilkan Air Layak Dikonsumsi

Lomba Blog Review

Dulu, saat galon belum setenar sekarang, keluarga saya itu kalau minum selalu dari air keran yang dimasak. Jadi, dari kecil yang terpatri dalam otak saya air yang layak diminum adalah air yang sudah dimasak terlebih dahulu.

Masak Air

Masak Air

Image credits

Tetiba saat menonton film, film orang “bule” dulu mah bilangnya, saya melihat orang-orang itu minum langsung saja dari air keran tanpa memasaknya terlebih dahulu. Saya mikir, orang-orang itu gak mementingkan kesehatan banget yak, masa air kotor begitu bisa langsung diminum sih? Tapi, ternyata saya salah. Air yang mengalir melalui keran-keran di lingkungan itu *saya betul2 lupa itu negara apa* ya sudah merupakan air layak minum.

Air Layak Dikonsumsi

Etapi air layak minum atau layak dikonsumsi itu sebenernya yang kaya gimana sih? Nah, standar air minum layak dikonsumsi di Indonesia itu merupakan standar yang berdasarkan pada Permenkes no. 492/ MENKES/ PES/ IV/ 2010 dan sama seperti yang digunakan oleh WHO. Intinya sih, harus memenuhi persyaratan fisik, mikrobiologis, kimiawi, dan radioaktif.

Syarat lengkapnya air layak dikonsumsi itu apa donk?

Published by:

Pantaskah Kita Mencintai Ibu?

Keluarga Lomba Blog Review

Bentuk Cinta Ibu

Pernah menonton film korea berjudul “Hello Ghost?“. Film itu bercerita mengenai seseorang yang mengalami amnesia, hidup seorang diri, dan hanya ditemani oleh 4 sosok hantu yg mengikutinya kemanapun. Di akhir cerita, barulah ia sadar dan teringat bahwa keempat hantu tersebut ternyata adalah keluarganya. Ia baru ingat kalau dalam suatu kecelakaan yang membuatnya amnesia itu, semua keluarganya meninggal dan hanya ia yg tersisa untuk hidup di dunia ini. Ia masih hidup sampai saat itu tidak lain tidak bukan adalah berkat jasa ibunya yg melindungi dengan mendekapnya saat terjadi kecelakaan tersebut.

Hello Ghost

image credits

Kisah yg sama juga pernah kita dapati pada kejadian seorang ibu di Cina yg melindungi anaknya saat terjadi gempa. Saat itu, ia bahkan tidak peduli nantinya ia akan selamat atau tidak. Yg terpenting baginya adalah anaknya masih tetap bisa hidup dan masih bisa menikmati dunia. Pertaruhan hidup dan mati sekali lagi selain saat melahirkannya dahulu.

Baca selengkapnya…

Published by:

Membuat Second’s Anniversary Album dengan Pictalogi

Hobi Lomba Blog

*Updated*

Sejak menikah dengan Ilman Akbar, saya sudah punya keinginan untuk mencetak foto-foto kenangan kita bersama seiring waktu berlalu. Salah satu proyek tahunan hidup saya adalah dengan adanya album foto di setiap tahun pernikahan. Jadi, umur pernikahan kita bisa dilihat dari berapa banyak album foto yang kita punya, hehe. Pastinya setelah dikurangi album foto saat menikah yaa 😀

Nah, di tahun pertama kemarin, saya suksess merealisasikan keinginan saya itu dengan baik. Alhamdulillah saya mengetahui ada salah satu studio foto yang sedang melakukan promo sehingga membuat album cetak jadi lebih murah. Mulai deh saya mengumpulkan foto sejak awal menikah sampai kira-kira foto tahun pertama menikah.

Album Setahun Pernikahan

Album Setahun Pernikahan

Sayangnya walaupun sekarang pernikahan kami sudah hampir memasuki tahun

Published by:

Magic [Mister] Potato

Lomba Blog

Salah satu kebiasaan saya sampai saat ini adalah ngemil. Kebetulan cemilan yang paling saya suka itu adalah kripik kentang berbumbu. Kalian tau apa? Yap, persis, cemilan favorit saya adalah mister potato.

Nah, sambil ngemil itu saya suka membayangkan tempat-tempat indah yang sangat ingin saya kunjungi. Seperti sore itu saat ngemil, saya membayangkan mengelilingi kota London. Iya, London. Tempat Ratu Elizabeth tinggal dan memerintah serta salah satu negara wajib dikunjungi kalau ke Eropa.

Tapi rasanya seperti ada yang berbeda kali ini. Semuanya terasa sangat nyata.

Keping pertama yang saya gigit langsung membuat saya membayangkan berada di tempat dimana saya bisa melihat seluruh kota London. Seakan-akan saya berada di titik tertinggi London Eye yang memungkinkan untuk melihat keseluruhan inggris sejauh 40km. Saya bisa melihat dengan jelas menara jam yang sangat terkenal di seluruh dunia, Big Ben. Salah satu tempat yang saya ingin kunjungi juga.

london eye

Credits

Tapi, bayangan itu tidak bertahan lama, begitu keping pertama habis, bayangan itu berakhir. Saya langsung melahap keping kedua, berharap kalau saya bisa membayangkan tempat indah lagi di London.

Ternyata, saya sekarang membayangkan berada tepat di bawah menara jam yang sebelumnya saya lihat dari atas London Eye, Big Ben. “Waah, impian saya langsung jadi nyata,” pikir saya. Langsung secepat itu pula saya mengelilingi tempat yang dijadikan istana parlemen itu. Kapan lagi kan? Sebelum bayangan ini berakhir, hehehe.

bigben

Credits

Tapi, saking bersemangatnya, saya pun mengunyah dengan sangat cepat. Dan, tanpa menunggu waktu lama, seketika itu juga bayangan saya habis mengiringi kepingan kedua yang habis saya makan.

Cepat-cepat saya mengambil keping selanjutnya untuk dimakan dan seketika itu saya berada di

Published by:
%d bloggers like this: