Category Archives: Pribadi

Fenomena Jastip yang Harus Mulai Dipikirkan Penyelenggara Event

Buat yang belum tau, jastip itu jasa titip. Jadi, biasanya saat ada event-event besar di Jakarta (atau di manapun sih), toys fair atau books fair gitu lah, ada beberapa (cukup banyak sebetulnya sekarang) pihak yang melayani jasa titip menitip ini. Jadi, orang-orang yang tinggalnya jauh bahkan di beda pulau, atau berada di wilayah yang sama dengan event tapi gak punya waktu untuk hadir, atau yang malas ikut mengantri (di mana biasanya kan di event-event besar itu bisa antri berpuluh-puluh kilometer ya *lebay*, untuk masuknya ataupun bayar di kasir), intinya yang gak punya kesempatan untuk dateng langsung lah ke eventnya, bisa juga ikut serta dalam event besar itu, ya melalui jasa titip ini.

Biasanya jastip ini meminta uang jasa (ya namanya juga jasa titipan kan ya) per item yang dititipkan. Besarnya tergantung penyedia jastip itu sendiri (apa tergantung barangnya ya? saya kurang tau karena belum pernah ikutan jastip secara langsung). Biasanya sih uang jasa ini berkisar 5.000 sampai 10.000 per item. Lumayan yah 🙂 Hitung-hitung uang capek nyari barang yang dititipkan plus capek antri berpuluh kilometernya (lebay lagi) itu lah yaa. Continue reading

Published by:

Berutang Demi Pencitraan

Bisa nebak gak kita ngomongin ini karena apa? hihihi. Beneerr, karena sekarang lagi rame kan ya perempuan yang berhutang banyak tapi gak taunya malah jalan-jalan ke luar negeri, hehe.

Tapi tenang, kita gak ngomongin dianya kok, yang mau dibahas itu berutang demi pencitraannya. Dari judulnya aja udah gak bener sih ya, berutang. Kalau terpaksa karena kebutuhan hidup gak bisa terpenuhi plus gak ada jalan lain sih ya sah-sah aja ya berutang, dengan niatan baik juga untuk dikembalikan sesegera mungkin. Dan usaha lebih keras lagi lah untuk ngembaliin utang-utang. Beberapa orang malah lebih semangat kerja katanya kalau ada utang :’D

Oiyaa, topik ini emang buat #Familife saya sama Noni di kamis ini. Baca yang punya Noni di sini yaa:
Demi Pencitraan Continue reading

Published by:

Naia dan Lomba Menggambar

Keluarga Kid's Activity Parenting Pribadi

Pertengahan bulan Februari lalu, di buku komunikasi Naia ada pemberitahuan tentang acara PORSENI se-Depok tanggal 18 Maret 2017. Di PORSENI itu diadakan beberapa lomba, salah satunya lomba menggambar. Naia yang emang suka menggambar, saya tawarkan untuk ikutan itu. Awalnya sih ragu, takutnya dengan lomba gitu Naia malah merasa tertekan di hal yang dia lagi suka ini. Tapi udah lah saya percaya aja deh.

Eh, sempet nanya beberapa kali sih sama Naia, apa bener dia mau ikutan lomba menggambar? Sampai 3 kali nanya deh kayanya saya, dia masih mau dan antusias, jadilah saya mendaftarkan Naia untuk ikutan lomba itu.

Latihan di Sekolah

Kata bunda gurunya, yang ikutan lomba akan “dilatih” gitu. Jadi tiap Selasa dan Kamis, anak-anak memang pulang 1 jam lebih lama dari hari yang lain karena ada kegiatan klub. Nah, di sela-sela kegiatan klub itu deh mereka menyempatkan melatih anak-anaknya. Di sini sih kekhawatiran saya mulai muncul. Takutnya, dengan dilatih dan ditetapkan mau menggambar apa, Naia malah jadi gak mau gambar apa. Soalnya dia emang belum mau sih untuk menggambar sesuai yang saya minta. Sampai saat ini ya dia menggambar apa yang dia mau gambar aja. Continue reading

Published by:

#Familife Guilty Pleasure

Hmm.. guilty pleasure, kayak namanya ya, kegiatan semacam menyenangkan diri sendiri tapi ada sedikit perasaan bersalah saat ngelakuinnya xp. Sebenernya agak-agak mirip sama me time sih buat saya, yah sama-sama kegiatan yang menjaga kewarasan dan kesehatan jiwa lah, hehehe. Tapi ya itu tadi bedanya, me time sih tanpa punya perasaan bersalah, lha wong emang kebutuhan. Kalo guilty pleasure? Dari namanya aja udah guilty, ya jadi punya perasaan bersalah abis ngelakuinnya. Tapi bukan kejahatan sih ya, punya perasaan bersalah dikit laah. Bersalah ke badan, bersalah ke kantong, bersalah kee apa lagi yaa. Yang jelas bukan bersalah ke masyarakat lah (((masyarakaaattt)))

Anw, saya ngomongin ini dalam rangka #Familife bareng Noni lagi niih hehe. Baca punya Noni di sini yaa:
Sebuah Pengakuan Dosa Continue reading

Published by:

#Familife: Hal yang Mau Saya Ajarkan untuk Anak Perempuan

Fuah, Bismillah dulu ah. Bingung deh ni. Sebenernya gak bingung ya, tapi gimana ya, agak-agak ngeri gitu saat mau nulis hal ini. Gak ngeri yang gimana-gimana sih ya, ngeri karena saya juga masih terus belajar dan bukan manusia apalagi perempuan yang sempurna banget. Tapi, seenggaknya saya punya juga nilai-nilai yang mau saya tanamkan ke anak perempuan saya kelak. Apalagi sekarang saya diamanahkan 2 anak perempuan yah, jadi ya emang harus punya bekal juga untuk mereka. Seenggaknya, ini hal-hal yang mau saya katakan & ajarkan ke anak-anak perempuan saya nanti. Yah, semacam pesan dari mama papa gitu lah ya, hehehe.

Oiya, postingan ini dibuat sebagai topik #Familife minggu ini bareng Noni. Baca punya Noni di sini ya:
5 Hal Penting yang Anak Perempuan Saya Harus Tau

Ah anw, saya jadi kayak menulis surat untuk anak perempuan saya kelak nih jadinya. Silakan dibaca yaa 😉

Continue reading

Published by:

Buku “Aku Belajar Mengendalikan Diri” dan Pendidikan Seksualitas

Jadi beberapa hari lalu, dalam minggu lalu lah ya, ada satu buku anak yang jadi viral karena isinya yang dianggap gak sesuai untuk anak. Judulnya “Aku Bisa Mengendalikan Diri”. Buku itu dianggap bisa merusak otak anak karena isinya yang bisa mengajarkan anak untuk melakukan mast**basi.

Awal peringatan yang disertai gambar buku itu tersebar, saya kok gak mau komentar macem-macem dan menyudutkan penulis juga isi bukunya ya. Soalnya ya, pertama, saya gak punya bukunya, jadi ya percuma aja komentar kalo gak tau isinya ya kan. Apalagi saya juga waktu itu belum tau penulisnya siapa. Continue reading

Published by:
%d bloggers like this: