Category Archives: Review

Lampu Teman Berimajinasi Anak dari Philips Disney

Hobi Review

Terkadang saat menjelang tidur, kami suka menceritakan Naia kisah-kisah apa saja. Bisa dongeng, bisa membacakan buku yang Naia punya, bisa juga ngarang sendiri. Lumayan, memancing imajinasinya Naia menjelang tidur gitu, siapa tau tidurnya bisa lebih nyenyak plus mimpi indah.

Nah, kalau kita mau bercerita gitu tetapi lampu kamar sudah dimatikan *yes, kita tidur dengan lampu mati*, biasanya kita menyalakan lampu satu lagi yang lebih temaram. Lampu tidur gitu istilahnya. Lampu tidur yang kami punya itu walaupun untuk menghidupkan dan mematikannya mudah, cukup sentuh saja, tapi karena bahan rangkanya terbuat dari besi serta lampunya bukan lampu LED, jadi saya cukup takut juga kalau-kalau Naia kena setrum atau panas lampu tidur. Karena jujur saja, Naia senang sekali memainkan lampu itu. Bahkan kalau saya dan suami sudah sangat mengantuk, tapi dia masih mau main, dia memilih memainkan lampu itu. Sayanya kan jadi gak tenang dan gak bisa tidur  -_-

Kemudian, hari Rabu kemarin, tanggal 11 Juni 2014, Philips mengadakan acara Launching Imaginative Lighting Philips Disney

Published by:

Brain Child

Parenting Review

brainchild

image credits

Judul: Brain Child – Cara Pintar Membuat Anak Menjadi Pintar
Karangan: Tony Buzan
Tahun: 2003
Rating: 4/5

Preview

Tahukah anda jumlah sel otak anak saat dilahirkan mencapai 166 kali lipat jumlah seluruh manusia yang saat ini tinggal di planet kita? Jumlahnya yang juta-jutaan itu membuat kemampuan otak anak sungguh tak terbatas. Tetapi, kemampuan tersebut harus diasah, dirangsang, dan diberi lingkungan yang tepat agar bisa digunakan secara maksimal.

Ini adalah buku petunjuk bagi para orangtua untuk membimbing anak agar mereka memanfaatkan setiap sel otaknya secara optimal. Di dalamnya terdapat cara-cara untuk:

  • Menggali potensi otak anak
  • Membesarkan anak agar menjadi pribadi yang bahagia dan percaya diri
  • Melatih kecerdasan majemuk anak
  • Berbagi keceriaan bersama anak dengan menggunakan permainan memori, keterampilan berhitung, dan Mind Map berwarna

Melalui buku ini, Tony Buzan mengajak Anda menempuh sebuah perjalanan mengasyikkan untuk menyusuri seluk beluk otak anak dan memunculkan kegeniusannya yang selama ini terpendam.

***

Buku ini sudah saya baca sejak saya lahiran. Untuk mengisi waktu di rumah gitu selain mengurus Naia, hehe.

Buku ini membahas semua hal mengenai

Published by:

Teka-Teki Terakhir

Review

Yap, ini judul buku Teenlit karangan teman saya, Annisa Ihsani. Salah satu buku yang gak bisa ditutup sekali dibuka. Walaupun saya menyelesaikannya selama 2 hari juga sih, itu juga karena terpotong bermain sama anak. Untung esok harinya suami libur, jadi saya bisa melanjutkannya sampai habis dan menghilangkan rasa penasaran, hehehe.

teka_teki_terakhir

Image Credits

Judul: Teka-Teki Terakhir
Karangan: Annisa Ihsani
Tahun: 2014
Rating: 5/5

Sinopsis

Gosipnya, suami-istri Maxwell penyihir. Ada juga yang bilang pasangan itu ilmuwan gila. Tidak sedikit yang mengatakan mereka keluarga ningrat yang melarikan diri ke Littlewood. Hanya itu yang Laura tahu tentang tetangganya tersebut.

Dia tidak pernah menyangka kenyataan tentang mereka lebih misterius daripada yang digosipkan. Di balik pintu rumah putih di Jalan Eddington, ada sekumpulan teka-teki logika, paradoks membingungkan tentang tukang cukur, dan obsesi terhadap pernyataan matematika yang belum terpecahkan selama lebih dari tiga abad. Terlebih lagi, Laura tidak pernah menyangka akan menjadi bagian dari semua itu.

Tahun 1992, Laura berusia dua belas tahun, dan teka-teki terakhir mengubah hidupnya selamanya…

***

Saya ikut senang saat buku pertama karangan teman saya ini dicetak oleh penerbit ternama sekelas GPU (Gramedia Pustaka Utama). Dari ceritanya, dia hanya mengirim 1 kali saja ke penerbit dan langsung diterima. Wow banget kan? Begitu ada di toko buku, gak pake mikir 2 kali lagi deh untuk beli ini.

Dari kategorinya *Teenlit*, saya udah ngebayangin

Published by:

NET TV Berbeda!

Hobi Review

Saya dan suami masih belum sepakat masalah adanya TV di rumah, walaupun sampai sekarang masih belum ada juga sih, hehe. Hal itu terjadi karena suami merasa TV itu lebih banyak membawa kerugian daripada kebaikan. Menghindari 1 mudharat memang lebih baik kan? Tapi saya merasa saya banyak tau karena saya banyak menonton, selain membaca juga sih pastinya. Dan saya percaya kalau tontonan TV bisa kita saring sendiri. Acara-acara yang tidak bagus dan penting, apalagi yang tidak menambah wawasan, ya tidak perlu kita tonton. Ditambah, kita perlu mengajarkan anak cara menyaring tontonan itu dengan menghadirkan TV di rumah. Tapi suami tetap tidak setuju akan hal itu, menurutnya semua stasiun TV itu sama, isinya gak jauh-jauh dari gosip, perdebatan politik, berita kriminal, sampai sinetron.

Tapi buat saya, saya percaya pasti ada acara yang bermanfaat. Karena ya jujur saja, saya memang dibesarkan oleh TV. Bukan karena orangtua saya sangat sibuk, bukan sama sekali. Ibu saya malah ibu rumah tangga kok, tapi ya memang kalau di rumah, TV selalu menyala seharian *gak patut dicontoh sih*. Nah, saya itu entah sejak kapan, sepertinya sejak SMP sih, sudah tidak tertarik dengan yang namanya sinetron. Saya lebih memilih film kartun daripada sinetron *yaiyalah*. Saya suka kuis2 juga dibanding berita politik :P, karena itu sedikit banyak menambah pengetahuan saya. Gosip artis? Saya sih gak tertarik, tapi tetap aja gak munafik yaa, tiap hari nonton karena penasaran *itu juga kalau sempat sih, kalau enggak,  yaudah gak nonton lah toh saya gak rugi, hehe*. Jadi saya benar-benar memilah-milah acara TV yang saya tonton dan bisa kok!

Nah, beberapa bulan lalu, saat saya dan suami sedang menginap di rumah mertua, saya nonton channel random dan nyasar di NET TV dan langsung tertarik dengan acaranya. Kebetulan waktu itu saya nyasar di acara entertainment news. Saya pikir itu salah satu acara infotainment yang konsepnya sedikit berbeda dibanding stasiun TV lain, walaupun saya pikir masih tetap gosip juga sih. Akhirnya saya pantengin deh tu entertainment news. Ternyata isinya pun berbeda dibanding stasiun TV lain. Penasaran sama acara-acara lainnya yang saya tau dari iklan, di lain waktu pun saya terpancing untuk menonton di channel tersebut. Dari setelah menonton beberapa acara sampai sekarang mantaplah hati ini menyebutkan kalau NET TV memang beda dari stasiun TV yang lain. Beberapa acara andalannya pun menjadi acara favorit saya.

Indonesia Morning Show -> Berita Beragam

Indonesia Morning Show

Nah, ini saya suka banget. Waktunya memang panjang, dari jam 6 pagi sampai jam 9 pagi. Tapi sama sekali tidak membuat kita bosan untuk menontonnya karena beritanya beragam. Jadi gak melulu mengenai berita-berita politik, berita kriminal, sampai berita bencana.

Iya, ada kan stasiun TV yang isinya politiik melulu. Ada juga yang isinya berita kriminaal melulu. Kayak gak ada yang bagus di Indonesia ini. Padahal kalau saja media-media mau melirik, ya banyak banget yang baik-baik yang terjadi di Indonesia. Seperti komunitas-komunitas apa saja yang ada, trend anak muda yang sedang in, sampai prestasi-prestasi yang dicapai yang luput dari media.

Ada salah satu episode yang paling saya ingat mengenai prestasi yang dicapai, yaitu mengenai angklung otomatis. Yang biasanya permainan angklung itu dimainkan oleh banyak orang, kali ini cukup masukkan lagu di komputer, lalu dikonversi lagi ke suatu alat, nah alat itu lah yang menggerakkan tiap-tiap angklungnya. Sangat menarik lho.

Kalau komunitas yang paling saya ingat adalah yang baru saja kemarin (26 November 2013) ditampilkan, komunitas levitasihore. Levitasihore ini komunitas fotografi yang menampilkan foto-foto levitasi (anti gravitasi). Kalau mau bukti lebih banyak mengenai beritanya yang beragam banget dan menunjukkan Indonesia yang berbeda, liat aja di webnya: http://www.netmedia.co.id/program/indonesia-morning-show/ atau ya tonton langsung aja setiap hari jam 06.00-09.00 *kayak iklan jadinya :P*.

Entertainment News -> Bukan Gosip

Entertainment News

Saya baru kali ini mendapatkan informasi dunia hiburan yang benar-benar informasi, bukan gosip. Entertainment news menyajikan update terbaru dari artis-artis Indonesia, luar negeri juga sih sedikit. Tapi benar-benar jauh dari yang namanya gosip. Update-nya itu sekitar kegiatan apa yang sedang dijalani sekarang atau prestasi artis. Bahkan pernah memberitakan artis Indonesia asal Bandung yang sudah sering aktif di beberapa film anak-anak di Amerika. Dia memang mengawali karirnya di Amerika sana. Sayangnya saya lupa namanyaaa, huhuhu.

Tapi beneran deh, entertainment news beneran berita seputar selebritis, hal yang mereka sedang kerjakan dan hadapi sekarang, bukannya gosip apalagi sensasi.

Sarah Sechan

Sarah Sechan

Sarah Sechan ini acara talkshow gitu, satu episode ada beberapa tamu yang dibagi ke dalam beberapa segmen. Bukan beberapa tamu digabung dari segmen satu sampai segmen terakhir. Jadi ya satu segmen satu tamu. Saya sih termasuk yang gak suka dengan talkshow yang menghadirkan beberapa tamu sepanjang acara. Karena jadi gak fokus. Karena kan tiap orang kegiatannya belum tentu sama, jadi ya pertanyaannya juga gak bisa disamain.

Saya liat setiap hari Sabtu adalah harinya anak-anak, hehe. Cukup menghibur lho di hari Sabtu ini. Karena anak-anak yang hadir itu ya yang unyu2, hihihi. Anak-anak yang diundang itu juga berbagai macam. Ada yang menginspirasi, juara little miss Indonesia, punya prestasi tertentu, sampai yang punya hobi unik *memilin-milin bantal misalnya*. Daan Sarah Sechan ini muncul tiap hari lho jam 19.00, exist banget kan?

The Comment -> Hiburan Berbeda

The Comment

Ini acara hiburan  yang beda. Biasanya kan acara hiburan kaya komedi gitu gak jauh-jauh dari sketsa panggung dengan skenario tertentu. Kalau ini, namanya aja the comment, isinya ya komen, haha. Jadi the comment menayangkan beberapa video yang selanjutnya dikomentari oleh pembawa acaranya, Bung Dharto dan Mas Danang. Mereka berdua ini cocok banget, bisa baca pikiran satu sama lain kayaknya. Soalnya terkadang saya bingung dengan garingan yang dimaksud oleh Mas Danang misalnya, tapi Bung Dharto bisa aja menebak dengan benar. Ah, jodoh memang kalian berdua! Nikah gih! #eh

Sebenernya masih banyak lagi sih acaranya, tapi yang sering banget saya tonton ya acara-acara itu aja, hehe. Maklum, kalo nonton juga bisanya di rumah orang tua atau di rumah mertua, di rumah sih kebanyakan laptopan :P. Sayangnya belum ada acara tausiyah-tausiyah yaa, hehehe. Yup, acara tausiyah atau ceramah islami begitu salah satu acara favorit saya di stasiun TV lain.

Adanya NET TV yang berbeda ini bisa jadi salah satu bahan pertimbangan lagi nih buat suami kalau ada lho TV yang berbeda, hehehe.  Keren lah pak Wishnutama sebagai salah satu pemiliknya.

Terakhir, sampai sekarang NET TV gak ada iklan komersil lho, masih iklan acara-acara mereka. Just wondering, emang konsepnya tanpa iklan atau memang belum ada yaa? hehe

Btw, postingan ini bukan postingan berbayar lho ya *walaupun gak keberatan kalau dibayar, ahaha*, bukan juga untuk lomba blog, hee.

image credits

Published by:

Kotornya Mencuci Sepeda

Lomba Blog Review

Tulisan ini diikutsertakan dalam Laiqa & Rinso Writing Competition

Suatu hari Minggu di bulan Juni *hayah* saya, suami, dan Naia berdiam diri di rumah sekedar bersantai untuk merecharge kembali tenaga kami untuk menghadapi minggu berikutnya, family time laah istilah kerennya 😀

Etapi bersantai dan family time itu juga diisi dengan membereskan rumah dan mengerjakan segala sesuatu yang berguna kok, hehe. Jadi ya gak nganggur-nganggur banget gituu. Saya sekalian membereskan cucian dan tumpukan pakaian serta membereskan rumah, si suami juga gak ketinggalan untuk mencuci sepeda yang biasa digunakannya untuk kerja. Iya, suami pulang pergi kantor naik sepeda lho, cuma 15 menit soalnya, hihi.

Nah, di saat suami mencuci sepeda itu, Naia kepo *seperti anak kecil lainnya yang serba ingin tahu* papanya itu sedang apa dan kalau bisa dia ikutan deh. Berhubung saya dan suami memiliki pemahaman yang sama, tidak melarang segala kegiatan  yang dilakukan Naia kecuali yang berbahaya, jadi ya kita mempersilakan saja dia kalau ingin main membantu, hehe. Dan berhubung waktu itu juga si Naia belum mandi ya sekalian saja deh. Bukan sekalian mandinya lho, tapi sekalian kotornya 😀 Iya, kita tau dia pasti akan terkena kotoran, terlebih dia memakai celana putih waktu itu. Tapi, apalah artinya pakaian kotor kalau dibandingkan dengan kebahagiaan anak *lebay*. Berani kotor itu baik kan? Gak kotor gak belajar 😀

nyuci sepeda

nyuci sepeda

Dan  hasilnyaa, ya sepedanya bersih doonk *bangga*. Nih terlihat foto sepedanya dengan si Naia yang seneng dan bangga sudah membantu ngerecokin papanya nyuci sepeda. Berhasil deh membuat Naia senang sekaligus belajar caranya merawat barang yang kita punya, hehehe.

Tapi gimana dengan celananya yang super duper kotor itu? Nah, kali ini giliran saya deh yang berperan. Saya tidak khawatir mencucinya akan susah lho, berhubung saya menggunakan Rinso cair, ya langsung saja saya oleskan di celananya yang kotor itu lalu direndam selama 15 sampai 30 menit. Selanjutnya saya tinggal menguceknya sebentar saja *tanpa kekuatan penuh juga XP* dan hasilnya langsung kelihatan bersih. Benar-benar tidak tertinggal lho nodanya *banggalagi*

image

Ah iya, saya dan suami juga cukup sering membiarkan Naia bermain di luar. Karena dengan begitu dia bisa bergerak dan tidak selalu berdiam diri di depan TV *gak punya TV juga sih, hihi*. Kami berpikir dengan membiarkannya bermain di luar, dia bisa belajar banyak, belajar tentang alam, binatang, juga permainan fisik seperti bermain pasir, ayunan, juga bola. Saya benar-benar tidak peduli dengan pakaiannya yang akan menjadi kotor nantinya. Ya karena nantinya akan diatasi dengan Rinso cair, karena Rinso cair 2x lebih efektif, meresap lebih ke dalam serat kain saat perendaman, untuk seluruh cucian sehari-hari. Jadi, buat apa khawatir kan? 😀

Sebelum menikah sih saya belum menggunakan Rinso cair jadi sewaktu mencuci pakaian yang terkena lumpur tidak bisa sebersih celana Naia itu. Jadi, saya pernah mengikuti reli sepeda dan kebetulan saat itu hujan deras mengguyur saat kira-kira baru 45 menit start. Nah, karena sepeda saya tidak berbemper belakang, jadilah kaos putih yang saya kenakan saat itu penuh dengan cipratan lumpur. Tidak tanggung-tanggung, cipratannya sampai kerah *hiks, nangis T_T*. Tapi karena waktu itu saya mencuci masih dengan deterjen bubuk, ya noda lumpurnya masih aja ada walaupun sudah dicuci berkali-kali. *mau ngasih gambarnya e kaosnya udah gak ada XP*.

Begitu nikah, saya kok ya tertarik sama Rinso cair, yaudah ampe sekarang pakainya itu deh. Apalagi sekarang tersedia web http://www.rinso.co.id/ tempat mencari segala info dan tips mencuci, jadi makin cinta deh sama Rinso :*

image

*yak, hari ini hari paling produktif ngeblog kayaknya. udah 3 postingan diposting pada hari yang sama, ahaha. 2 untuk lomba, 1 pengumuman lomba, fyuh*

Published by:

101 Young CEO

Review Uncategorized

Itu judul buku pertama suami saya 😀

101 Young CEO

Alhamdulillah sebentar lagi bukunya terbit. Bukunya merupakan cerita perjuangan membangun bisnis para 101 pengusaha muda di bawah 30 tahun yang sudah sukses. Selain itu, buku ini juga “ngomporin” kita buat jadi young CEO selanjutnya, hehe. Keren nih, terutama buat anak-anak SMA atau anak kuliahan yang mau mulai usaha sendiri.

Untuk info lengkapnya ada di websitenya: http://101youngceo.com/. Yap, suami saya sudah bikin websitenya juga, hehe.

Sukses terus yaa teruntuk suamiku tercinta, Ilman Akbar.

Published by:
%d bloggers like this: