Category Archives: Review

Teka-Teki Terakhir

Review

Yap, ini judul buku Teenlit karangan teman saya, Annisa Ihsani. Salah satu buku yang gak bisa ditutup sekali dibuka. Walaupun saya menyelesaikannya selama 2 hari juga sih, itu juga karena terpotong bermain sama anak. Untung esok harinya suami libur, jadi saya bisa melanjutkannya sampai habis dan menghilangkan rasa penasaran, hehehe.

teka_teki_terakhir

Image Credits

Judul: Teka-Teki Terakhir
Karangan: Annisa Ihsani
Tahun: 2014
Rating: 5/5

Sinopsis

Gosipnya, suami-istri Maxwell penyihir. Ada juga yang bilang pasangan itu ilmuwan gila. Tidak sedikit yang mengatakan mereka keluarga ningrat yang melarikan diri ke Littlewood. Hanya itu yang Laura tahu tentang tetangganya tersebut.

Dia tidak pernah menyangka kenyataan tentang mereka lebih misterius daripada yang digosipkan. Di balik pintu rumah putih di Jalan Eddington, ada sekumpulan teka-teki logika, paradoks membingungkan tentang tukang cukur, dan obsesi terhadap pernyataan matematika yang belum terpecahkan selama lebih dari tiga abad. Terlebih lagi, Laura tidak pernah menyangka akan menjadi bagian dari semua itu.

Tahun 1992, Laura berusia dua belas tahun, dan teka-teki terakhir mengubah hidupnya selamanya…

***

Saya ikut senang saat buku pertama karangan teman saya ini dicetak oleh penerbit ternama sekelas GPU (Gramedia Pustaka Utama). Dari ceritanya, dia hanya mengirim 1 kali saja ke penerbit dan langsung diterima. Wow banget kan? Begitu ada di toko buku, gak pake mikir 2 kali lagi deh untuk beli ini.

Dari kategorinya *Teenlit*, saya udah ngebayangin

Published by:

NET TV Berbeda!

Hobi Review

Saya dan suami masih belum sepakat masalah adanya TV di rumah, walaupun sampai sekarang masih belum ada juga sih, hehe. Hal itu terjadi karena suami merasa TV itu lebih banyak membawa kerugian daripada kebaikan. Menghindari 1 mudharat memang lebih baik kan? Tapi saya merasa saya banyak tau karena saya banyak menonton, selain membaca juga sih pastinya. Dan saya percaya kalau tontonan TV bisa kita saring sendiri. Acara-acara yang tidak bagus dan penting, apalagi yang tidak menambah wawasan, ya tidak perlu kita tonton. Ditambah, kita perlu mengajarkan anak cara menyaring tontonan itu dengan menghadirkan TV di rumah. Tapi suami tetap tidak setuju akan hal itu, menurutnya semua stasiun TV itu sama, isinya gak jauh-jauh dari gosip, perdebatan politik, berita kriminal, sampai sinetron.

Tapi buat saya, saya percaya pasti ada acara yang bermanfaat. Karena ya jujur saja, saya memang dibesarkan oleh TV. Bukan karena orangtua saya sangat sibuk, bukan sama sekali. Ibu saya malah ibu rumah tangga kok, tapi ya memang kalau di rumah, TV selalu menyala seharian *gak patut dicontoh sih*. Nah, saya itu entah sejak kapan, sepertinya sejak SMP sih, sudah tidak tertarik dengan yang namanya sinetron. Saya lebih memilih film kartun daripada sinetron *yaiyalah*. Saya suka kuis2 juga dibanding berita politik :P, karena itu sedikit banyak menambah pengetahuan saya. Gosip artis? Saya sih gak tertarik, tapi tetap aja gak munafik yaa, tiap hari nonton karena penasaran *itu juga kalau sempat sih, kalau enggak,  yaudah gak nonton lah toh saya gak rugi, hehe*. Jadi saya benar-benar memilah-milah acara TV yang saya tonton dan bisa kok!

Nah, beberapa bulan lalu, saat saya dan suami sedang menginap di rumah mertua, saya nonton channel random dan nyasar di NET TV dan langsung tertarik dengan acaranya. Kebetulan waktu itu saya nyasar di acara entertainment news. Saya pikir itu salah satu acara infotainment yang konsepnya sedikit berbeda dibanding stasiun TV lain, walaupun saya pikir masih tetap gosip juga sih. Akhirnya saya pantengin deh tu entertainment news. Ternyata isinya pun berbeda dibanding stasiun TV lain. Penasaran sama acara-acara lainnya yang saya tau dari iklan, di lain waktu pun saya terpancing untuk menonton di channel tersebut. Dari setelah menonton beberapa acara sampai sekarang mantaplah hati ini menyebutkan kalau NET TV memang beda dari stasiun TV yang lain. Beberapa acara andalannya pun menjadi acara favorit saya.

Indonesia Morning Show -> Berita Beragam

Indonesia Morning Show

Nah, ini saya suka banget. Waktunya memang panjang, dari jam 6 pagi sampai jam 9 pagi. Tapi sama sekali tidak membuat kita bosan untuk menontonnya karena beritanya beragam. Jadi gak melulu mengenai berita-berita politik, berita kriminal, sampai berita bencana.

Iya, ada kan stasiun TV yang isinya politiik melulu. Ada juga yang isinya berita kriminaal melulu. Kayak gak ada yang bagus di Indonesia ini. Padahal kalau saja media-media mau melirik, ya banyak banget yang baik-baik yang terjadi di Indonesia. Seperti komunitas-komunitas apa saja yang ada, trend anak muda yang sedang in, sampai prestasi-prestasi yang dicapai yang luput dari media.

Ada salah satu episode yang paling saya ingat mengenai prestasi yang dicapai, yaitu mengenai angklung otomatis. Yang biasanya permainan angklung itu dimainkan oleh banyak orang, kali ini cukup masukkan lagu di komputer, lalu dikonversi lagi ke suatu alat, nah alat itu lah yang menggerakkan tiap-tiap angklungnya. Sangat menarik lho.

Kalau komunitas yang paling saya ingat adalah yang baru saja kemarin (26 November 2013) ditampilkan, komunitas levitasihore. Levitasihore ini komunitas fotografi yang menampilkan foto-foto levitasi (anti gravitasi). Kalau mau bukti lebih banyak mengenai beritanya yang beragam banget dan menunjukkan Indonesia yang berbeda, liat aja di webnya: http://www.netmedia.co.id/program/indonesia-morning-show/ atau ya tonton langsung aja setiap hari jam 06.00-09.00 *kayak iklan jadinya :P*.

Entertainment News -> Bukan Gosip

Entertainment News

Saya baru kali ini mendapatkan informasi dunia hiburan yang benar-benar informasi, bukan gosip. Entertainment news menyajikan update terbaru dari artis-artis Indonesia, luar negeri juga sih sedikit. Tapi benar-benar jauh dari yang namanya gosip. Update-nya itu sekitar kegiatan apa yang sedang dijalani sekarang atau prestasi artis. Bahkan pernah memberitakan artis Indonesia asal Bandung yang sudah sering aktif di beberapa film anak-anak di Amerika. Dia memang mengawali karirnya di Amerika sana. Sayangnya saya lupa namanyaaa, huhuhu.

Tapi beneran deh, entertainment news beneran berita seputar selebritis, hal yang mereka sedang kerjakan dan hadapi sekarang, bukannya gosip apalagi sensasi.

Sarah Sechan

Sarah Sechan

Sarah Sechan ini acara talkshow gitu, satu episode ada beberapa tamu yang dibagi ke dalam beberapa segmen. Bukan beberapa tamu digabung dari segmen satu sampai segmen terakhir. Jadi ya satu segmen satu tamu. Saya sih termasuk yang gak suka dengan talkshow yang menghadirkan beberapa tamu sepanjang acara. Karena jadi gak fokus. Karena kan tiap orang kegiatannya belum tentu sama, jadi ya pertanyaannya juga gak bisa disamain.

Saya liat setiap hari Sabtu adalah harinya anak-anak, hehe. Cukup menghibur lho di hari Sabtu ini. Karena anak-anak yang hadir itu ya yang unyu2, hihihi. Anak-anak yang diundang itu juga berbagai macam. Ada yang menginspirasi, juara little miss Indonesia, punya prestasi tertentu, sampai yang punya hobi unik *memilin-milin bantal misalnya*. Daan Sarah Sechan ini muncul tiap hari lho jam 19.00, exist banget kan?

The Comment -> Hiburan Berbeda

The Comment

Ini acara hiburan  yang beda. Biasanya kan acara hiburan kaya komedi gitu gak jauh-jauh dari sketsa panggung dengan skenario tertentu. Kalau ini, namanya aja the comment, isinya ya komen, haha. Jadi the comment menayangkan beberapa video yang selanjutnya dikomentari oleh pembawa acaranya, Bung Dharto dan Mas Danang. Mereka berdua ini cocok banget, bisa baca pikiran satu sama lain kayaknya. Soalnya terkadang saya bingung dengan garingan yang dimaksud oleh Mas Danang misalnya, tapi Bung Dharto bisa aja menebak dengan benar. Ah, jodoh memang kalian berdua! Nikah gih! #eh

Sebenernya masih banyak lagi sih acaranya, tapi yang sering banget saya tonton ya acara-acara itu aja, hehe. Maklum, kalo nonton juga bisanya di rumah orang tua atau di rumah mertua, di rumah sih kebanyakan laptopan :P. Sayangnya belum ada acara tausiyah-tausiyah yaa, hehehe. Yup, acara tausiyah atau ceramah islami begitu salah satu acara favorit saya di stasiun TV lain.

Adanya NET TV yang berbeda ini bisa jadi salah satu bahan pertimbangan lagi nih buat suami kalau ada lho TV yang berbeda, hehehe.  Keren lah pak Wishnutama sebagai salah satu pemiliknya.

Terakhir, sampai sekarang NET TV gak ada iklan komersil lho, masih iklan acara-acara mereka. Just wondering, emang konsepnya tanpa iklan atau memang belum ada yaa? hehe

Btw, postingan ini bukan postingan berbayar lho ya *walaupun gak keberatan kalau dibayar, ahaha*, bukan juga untuk lomba blog, hee.

image credits

Published by:

Kotornya Mencuci Sepeda

Lomba Blog Review

Tulisan ini diikutsertakan dalam Laiqa & Rinso Writing Competition

Suatu hari Minggu di bulan Juni *hayah* saya, suami, dan Naia berdiam diri di rumah sekedar bersantai untuk merecharge kembali tenaga kami untuk menghadapi minggu berikutnya, family time laah istilah kerennya 😀

Etapi bersantai dan family time itu juga diisi dengan membereskan rumah dan mengerjakan segala sesuatu yang berguna kok, hehe. Jadi ya gak nganggur-nganggur banget gituu. Saya sekalian membereskan cucian dan tumpukan pakaian serta membereskan rumah, si suami juga gak ketinggalan untuk mencuci sepeda yang biasa digunakannya untuk kerja. Iya, suami pulang pergi kantor naik sepeda lho, cuma 15 menit soalnya, hihi.

Nah, di saat suami mencuci sepeda itu, Naia kepo *seperti anak kecil lainnya yang serba ingin tahu* papanya itu sedang apa dan kalau bisa dia ikutan deh. Berhubung saya dan suami memiliki pemahaman yang sama, tidak melarang segala kegiatan  yang dilakukan Naia kecuali yang berbahaya, jadi ya kita mempersilakan saja dia kalau ingin main membantu, hehe. Dan berhubung waktu itu juga si Naia belum mandi ya sekalian saja deh. Bukan sekalian mandinya lho, tapi sekalian kotornya 😀 Iya, kita tau dia pasti akan terkena kotoran, terlebih dia memakai celana putih waktu itu. Tapi, apalah artinya pakaian kotor kalau dibandingkan dengan kebahagiaan anak *lebay*. Berani kotor itu baik kan? Gak kotor gak belajar 😀

nyuci sepeda

nyuci sepeda

Dan  hasilnyaa, ya sepedanya bersih doonk *bangga*. Nih terlihat foto sepedanya dengan si Naia yang seneng dan bangga sudah membantu ngerecokin papanya nyuci sepeda. Berhasil deh membuat Naia senang sekaligus belajar caranya merawat barang yang kita punya, hehehe.

Tapi gimana dengan celananya yang super duper kotor itu? Nah, kali ini giliran saya deh yang berperan. Saya tidak khawatir mencucinya akan susah lho, berhubung saya menggunakan Rinso cair, ya langsung saja saya oleskan di celananya yang kotor itu lalu direndam selama 15 sampai 30 menit. Selanjutnya saya tinggal menguceknya sebentar saja *tanpa kekuatan penuh juga XP* dan hasilnya langsung kelihatan bersih. Benar-benar tidak tertinggal lho nodanya *banggalagi*

image

Ah iya, saya dan suami juga cukup sering membiarkan Naia bermain di luar. Karena dengan begitu dia bisa bergerak dan tidak selalu berdiam diri di depan TV *gak punya TV juga sih, hihi*. Kami berpikir dengan membiarkannya bermain di luar, dia bisa belajar banyak, belajar tentang alam, binatang, juga permainan fisik seperti bermain pasir, ayunan, juga bola. Saya benar-benar tidak peduli dengan pakaiannya yang akan menjadi kotor nantinya. Ya karena nantinya akan diatasi dengan Rinso cair, karena Rinso cair 2x lebih efektif, meresap lebih ke dalam serat kain saat perendaman, untuk seluruh cucian sehari-hari. Jadi, buat apa khawatir kan? 😀

Sebelum menikah sih saya belum menggunakan Rinso cair jadi sewaktu mencuci pakaian yang terkena lumpur tidak bisa sebersih celana Naia itu. Jadi, saya pernah mengikuti reli sepeda dan kebetulan saat itu hujan deras mengguyur saat kira-kira baru 45 menit start. Nah, karena sepeda saya tidak berbemper belakang, jadilah kaos putih yang saya kenakan saat itu penuh dengan cipratan lumpur. Tidak tanggung-tanggung, cipratannya sampai kerah *hiks, nangis T_T*. Tapi karena waktu itu saya mencuci masih dengan deterjen bubuk, ya noda lumpurnya masih aja ada walaupun sudah dicuci berkali-kali. *mau ngasih gambarnya e kaosnya udah gak ada XP*.

Begitu nikah, saya kok ya tertarik sama Rinso cair, yaudah ampe sekarang pakainya itu deh. Apalagi sekarang tersedia web http://www.rinso.co.id/ tempat mencari segala info dan tips mencuci, jadi makin cinta deh sama Rinso :*

image

*yak, hari ini hari paling produktif ngeblog kayaknya. udah 3 postingan diposting pada hari yang sama, ahaha. 2 untuk lomba, 1 pengumuman lomba, fyuh*

Published by:

101 Young CEO

Review Uncategorized

Itu judul buku pertama suami saya 😀

101 Young CEO

Alhamdulillah sebentar lagi bukunya terbit. Bukunya merupakan cerita perjuangan membangun bisnis para 101 pengusaha muda di bawah 30 tahun yang sudah sukses. Selain itu, buku ini juga “ngomporin” kita buat jadi young CEO selanjutnya, hehe. Keren nih, terutama buat anak-anak SMA atau anak kuliahan yang mau mulai usaha sendiri.

Untuk info lengkapnya ada di websitenya: http://101youngceo.com/. Yap, suami saya sudah bikin websitenya juga, hehe.

Sukses terus yaa teruntuk suamiku tercinta, Ilman Akbar.

Published by:

37 Kebiasaan

Parenting Review

Oke, jadi beberapa waktu lalu saya dan suami sepakat untuk memberikan bacaan ringan ke tetangga sebelah tentang pengasuhan anak. Heheh, bukan berarti kita udah paham, ya sama-sama belajar sih, cuman pengen aja ilmunya gak cuma kita yang punya, tapi semua orang tua juga punya, dimulai dari yang terdekat 😀

Nah, nemu buku bagus deh waktu jalan sambil kondangan ~heheh~ karangan ayah Edy, judulnya sih “Mengapa Anak Saya Suka Melawan dan Susah Diatur?” tapi sub judulnya “37 Kebiasaan Orangtua yang Menghasilkan Perilaku Buruk Pada Anak”, hihi. Jadi, kalau sekilas sih ini kaya di pihak orangtua yang menyetujui anaknya susah diatur, padahal di balik itu buku ini menjelaskan kesalahan yang sering dibuat oleh para orangtua secara tidak sadar. Bagus kan? 😀

Buku 37 Kebiasaan

Buku 37 Kebiasaan

Ah iya, maksud saya nulis ini adalah mau membagi apa saja 37 kebiasaan itu. Eh, tapi gak saya jelaskan satu-satu yaa, kalau mau lebih jelas mungkin beli bukunya aja, gak mahal juga kook, hehehe.

37 Kebiasaan yang salah dan dapat menghasilkan perilaku buruk pada anak itu antara lain: *di bukunya, 1 kebiasaan 1 bab*

  1. Selalu menyalahkan orang lain atau hal lain. Di buku sih judulnya “Raja yang Tak Pernah Salah”
  2. Berbohong kecil dan sering. Contohnya: kalau kita mau pergi, sering berbohong “Mama/papa hanya pergi ke depan sebentar, gak lama”, padahal perginya bisa seharian penuh 😛
  3. Banyak mengancam.
  4. Bicara tidak tepat sasaran. Kaya apa tuh? Misalnya, padahal kita marah karena barang kesayangan kita dipecahkan oleh anak, tapi kita jadi mengungkit-ungkit kesalahannya yang lama2 bukannya menjelaskan apa yang harus diperbuat lain kali.
  5. Menekankan pada hal-hal yang salah. Mirip dengan yang nomer 4 sih 😀
  6. Merendahkan diri sendiri. Misalnya dengan menekankan kalau main PS terus nanti papa marah *yang ngomong mamanya*.
  7. Papa dan mama tidak kompak. Yang satu membela, yang satu menghukum. Harusnya dalam mengasuh anak, orangtua sudah sepakat dan satu suara.
  8. Campur tangan kakek, nenek, tante, atau pihak lain. Di sini kita jadi harus memastikan kepada siapapun untuk tidak ikut campur atau justru mendukung pola pengasuhan kita.
  9. Menakuti anak. Contohnya itu saat mendiamkan anak nangis, “Hayo, kalo nangis terus nanti disuntik lho”.
  10. Ucapan dan tindakan tidak sesuai. Misalnya kita udah berjanji mau memberikan hadiah, tapi ternyata tidak. Atau akan menghukum anak tapi karena tempat dan waktunya belum pas, jadi terundur dan lupa. Anak akan jadi sulit percaya kepada orangtua nantinya.
  11. Hadiah untuk perilaku buruk anak. Misalnya anak merengek untuk membeli jajanan tidak sehat dan kita gak mengabulkannya. Tapi dia terus merengek sampai kita tidak tahan dan akhirnya mengalah. Jajanan itu termasuk hadiah untuk perilaku rengekan tersebut.
  12. Merasa salah karena tidak memberikan yang terbaik. Mungkin karena kedua orangtua bekerja, jadi merasa bersalah jarang bertemu akhirnya memaklumi perilaku buruk anak.
  13. Mudah menyerah dan pasrah.
  14. Marah yang berlebihan.
  15. Gengsi untuk menyapa.
  16. Memaklumi yang tidak pada tempatnya. Misalnya anak kita bertengkar dengan temannya dan anak kita memukul. Terkadang dimaklumi dan bicara “Maklumlah, namanya juga anak2”.
  17. Penggunaan istilah yang tidak jelas maksudnya. Misalnya, “Awas, jangan macam-macam ya”. Definisikan “macam-macam” itu.
  18. Mengharap perubahan instan.
  19. Pendengar yang buruk. Sebelum anak menjelaskan panjang lebar dan baru 1 kalimat keluar, kita sudah memarahi dan menasehatinya panjang lebar. Nantinya anak jadi enggan bercerita dan enggan terbuka.
  20. Selalu menuruti permintaan anak.
  21. Terlalu banyak larangan.
  22. Terlalu cepat menyimpulkan. Mirip dengan no. 19 sih. Anak baru menjelaskan, kita seolah2 sudah mengerti dan membuat kesimpulan yang salah, jadi langsung memarahi panjang lebar.
  23. Mengungkit kesalahan masa lalu.
  24. Suka membandingkan. Ingat selalu bahwa setiap manusia itu unik, termasuk anak kita dengan anak-anak lainnya.
  25. Paling benar dan paling tahu segalanya.
  26. Saling melempar tanggung jawab.
  27. Kakak harus selalu mengalah. Kita harus selalu bertindak adil. Walaupun si adik masih kecil, tetap harus diberitahukan mana yang benar dan mana yang salah.
  28. Menghukum secara fisik. Sudah pasti tau ya, memukul.
  29. Menunda atau membatalkan hukuman.
  30. Terpancing emosi. Agak mirip dengan nomor 11 nih sepertinya. Jadi, kita harus bersabar dan tahan dengan rengekan anak dan tetap konsisten dengan yang kita katakan.
  31. Menghukum anak saat kita marah. Sebaiknya jika sudah tidak bisa tertahan lagi, segera menjauh dari anak dan pilih cara terbaik untuk menenangkan diri.
  32. Mengejek.
  33. Menyindir.
  34. Memberi julukan yang buruk. Julukan ini seperti “cengeng”. Jika anak terus-menerus diberi julukan cengeng sejak kecil, maka akan tertanam di otak kalau dia adalah pribadi yang cengeng.
  35. Mengumpan anak yang rewel.
  36. Televisi sebagai agen pendidik anak.
  37. Mengajari anak untuk membalas.

Yah, kira-kira begitulah isi buku itu, walaupun bukan penjelasan lengkap dan cuma daftar kebiasaannya saja, tapi lumayan kan? 😛

Dan yang terakhir, pengasuhan dan pendidikan itu dilakukan oleh kedua orangtua. Jadi, jangan ragu-ragu menghabiskan banyak waktu untuk mengkomunikasikan pengasuhan dan pendidikan anak kita kelak seperti yang diinginkan. Komunikasi antar orang tua itu sangat penting untuk menjaga kekompakan dan menghasilkan kesepakatan pola pengasuhan. 🙂

Published by:

Buku Perencanaan Keuangan

Hobi Keluarga Review

2 buku ini sangant-sangat direkomendasikan buat yang baru belajar perencanaan keuangan.

Yang pertama, buku karya Ligwina Hananto yang berjudul “Untuk Indonesia yang Kuat, 100 Langkah untuk Tidak Miskin”

Untuk Indonesia yang Kuat

Untuk Indonesia yang Kuat

Sebulan kemarin saya dan suami belajar bagaimana merencanakan keuangan keluarga. Kebetulan tahun lalu suami saya punya buku yang berisi mengenai betapa pentingnya kita merencanakan keuangan kita itu. Sudah selesai dibaca dari kapan tau sih, tapi akhirnya bulan lalu kita baca ulang lagi karena kita berniat perencanaan keuangan keluarga kita HARUS lebih baik mulai dari sekarang.

Bukan, manfaatnya bukan cuma untuk diri kita sendiri, bukan untuk memperkaya diri sendiri, tapi dengan merencanakan keuangan kita hingga bisa mencapai kebebasan finansial, kita bisa membantu orang lain dan bisa menguatkan perekonomian negara tercinta kita ini, Indonesia. Kalau ingin “dikomporin” mengenai betapa pentingnya kita merencanakan keuangan, baca deh. Dan, bisa jadi buku ini benar-benar mengubah cara kita mengatur keuangan setiap bulannya.

Saya dan suami baru bener-bener engeh langkah-langkah yang harus secepatnya dilakukan untuk memperbaiki pengaturan keuangan keluarga kita setelah kita baca ulang buku ini lagi.

Yang kedua, buku karya Andreas Hartono yang berjudul “Nasibmu di Dompetmu”

Nasibmu DI Dompetmu

Nasibmu DI Dompetmu

~buat saya judul dan covernya agak norak sih~ 😛

Tapii, buku ini berisi teknis perencanaan keuangan, dan gak kalah pentingnya dengan buku yang pertama tadi. Di sini menjelaskan lebih ke teknis atau perhitungan kasar perencanaan keuangannya. Apa instrumen investasi yang pas serta perhitungan ke depannya. Yap, buku ini mengupas tuntas cara memperhitungkan nilai di masa depan dan cara investasinya.

Nah, perbedaan buku pertama sama buku kedua menurut saya.

Buku pertama lebih ke “why” > mengapa kita harus melakukan perencanaan keuangan dan mengapa hal itu sangat penting. Cara pemaparan buku ini adalah maju ke depan. Jadi dimulai dari penjelasan mengapa kita harus melakukan perencanaan keuangan, menentukan tujuan finansial, menghitung besarnya nilai uang pada tujuan finansial tersebut, lalu menentukan instrumen investasi yang tepat.

Buku kedua lebih ke “how” > bagaimana langkah konkrit kita dalam merealisasikan perencanaan keuangan  yang telah kita bikin dan bagaimana menentukan instrumen investasi yang tepat sesuai tujuan keuangan yang direncanakan. Dan cara pemaparannya adalah mundur ke belakang. Pembaca dibuat tergiur terlebih dahulu dari betapa besarnya yang kita bisa dapatkan dari investasi, menentukan investasi yang tepat baru diakhiri dengan tujuan finansial yang dicocokkan dengan instrumen investasi  yang tepat tadi.

Begitulah, setelah membaca kedua buku tersebut, kita mulai merealisasikan dan melakukan perencanaan keuangan keluarga sendiri. Pusing juga ngurusin perencanaan keuangan ternyatah sodara-sodara, hahaha. *pusing demi hidup yang lebih baik* 😛

Published by:
%d bloggers like this: