Category Archives: Review

Pantaskah Kita Mencintai Ibu?

Keluarga Lomba Blog Review

Bentuk Cinta Ibu

Pernah menonton film korea berjudul “Hello Ghost?“. Film itu bercerita mengenai seseorang yang mengalami amnesia, hidup seorang diri, dan hanya ditemani oleh 4 sosok hantu yg mengikutinya kemanapun. Di akhir cerita, barulah ia sadar dan teringat bahwa keempat hantu tersebut ternyata adalah keluarganya. Ia baru ingat kalau dalam suatu kecelakaan yang membuatnya amnesia itu, semua keluarganya meninggal dan hanya ia yg tersisa untuk hidup di dunia ini. Ia masih hidup sampai saat itu tidak lain tidak bukan adalah berkat jasa ibunya yg melindungi dengan mendekapnya saat terjadi kecelakaan tersebut.

Hello Ghost

image credits

Kisah yg sama juga pernah kita dapati pada kejadian seorang ibu di Cina yg melindungi anaknya saat terjadi gempa. Saat itu, ia bahkan tidak peduli nantinya ia akan selamat atau tidak. Yg terpenting baginya adalah anaknya masih tetap bisa hidup dan masih bisa menikmati dunia. Pertaruhan hidup dan mati sekali lagi selain saat melahirkannya dahulu.

Baca selengkapnya…

Published by:

Bersyukur

Pribadi Review

Konon katanya bersyukur itu adalah menerima keadaan yang sekarang tanpa banyak menuntut. Apa iya sesederhana itu? Apa iya kita semua pasti bisa benar-benar memahami dan menjalani rasa syukur ini segenap hati?

Beberapa waktu lalu saya baru saja menonton ulang serial Nodame Cantabille, serial Jepang yang bercerita mengenai Nodame dan Chiaki yang mengejar mimpinya masing-masing dalam bidang musik sampai ke Eropa. Chiaki ingin menjadi Conductor profesional, Nodame ingin menjadi pemain piano dalam orkestra yang dipimpin Chiaki.

Yang menarik adalah, Chiaki sejak kecil sudah memiliki ‘guru’ dalam bidang memimpin orkestra tadi di Eropa bernama Vieira dan berjanji begitu dewasa akan kembali untuk berguru dengannya. Tapi karena suatu kecelakaan pesawat yang membuat Chiaki trauma, dia jadi tidak yakin dan tidak bisa kembali ke Eropa.

Di episode pertama, Chiaki sangat putus asa karena mimpinya sejak kecil tidak bisa ia capai. Keinginan untuk berguru lagi pada Vieira sensei dan menjadi conductor profesional rasanya sudah jauh sekali dengan keadaan yang sekarang. Apalagi sekarang, dia bukan berada di jurusan conducting tapi justru nyasar ke jurusan piano. Walaupun permainan pianonya sangat baik, bahkan menjuarai kompetisi, tetap tidak menjadikannya puas. Bahkan, ia tidak hanya menguasai alat musik piano, biola pun sangat fasih ia mainkan. Tapi, karena bukan 2 hal itu yang ia tuju, ia tetap tidak menjadi apa-apa. Ia tetap menjadi Chiaki, seorang murid sekolah musik biasa. Dengan talenta yang luar biasa padahal.

Sejak bertemu dengan Nodame,

Published by:

Tetangga Masa Gitu di Net TV

Hobi Review

Kalau beberapa bulan lalu saya sudah membicarakan acara-acara favorit saya yang ada di Net TV, sekarang acaranya nambah lagi, hihi. Yaa, berhubung acara ini juga baru muncul sih, sekarang malah baru sampe episode 28 dan tayang setiap hari Sabtu-Minggu jam 18.30 malam. Sudah tau serial apa? Yaa, dari judul juga udah tau kalii XP

Iyes, “Tetangga Masa Gitu?”. Ini serial lucu deh. Gak komedi-komedi banget sih, tapi cukup menghibur. Menghibur saya dan suami sih khususnya. Nah, suami tadinya gak aware tiap kali saya ngomongin ini. Tapi, 2 minggu terakhir malah dia yang keranjingan nonton. Terlebih karena ada si Chelsea Islannya -_- Etapi dia emang lucu imut gitu sih, haha.

Tersebutlah ada dua pasangan suami istri tetanggaan. Yang satu baru saja menikah, yaa mungkin 1 bulanan laah. Yang lainnya sudah 10 tahun menikah. Yang lucu adalah, si Adi (suami dari pasangan 10 tahun menikah) ini sering belajar bagaimana caranya bersikap romantis pada Bastian (si suami dari pasangan baru menikah).

Nah, berhubung kita gak ada TV, kita jadinya nonton dari YouTube deh, hihihi. Di situ ada channelnya tersendiri, lengkap loh dari episode 1. Jadi, sekarang saya dan suami kalo mau menghabiskan waktu santai yang tidak begitu lama, tinggal nonton Tetangga Masa Gitu aja, hihi.

Btw, ada playlist YouTube-nya juga lho:

Sebenernya ada 1 lagi sih serial yang lucu. Judulnya “Keluarga Masa Kini”. Kalau yang ini menceritakan keluarga yang unik gitu deh. Walaupun sama-sama lucu, tapi saya gak bisa bercerita banyak, karena jarang-jarang nonton ini, lebih kepincut sama Tetangga Masa Gitu soalnya, hehe.

Makin demen deh mantengin Net TV kalo begini, hihi.

 

Published by:

Lampu Teman Berimajinasi Anak dari Philips Disney

Hobi Review

Terkadang saat menjelang tidur, kami suka menceritakan Naia kisah-kisah apa saja. Bisa dongeng, bisa membacakan buku yang Naia punya, bisa juga ngarang sendiri. Lumayan, memancing imajinasinya Naia menjelang tidur gitu, siapa tau tidurnya bisa lebih nyenyak plus mimpi indah.

Nah, kalau kita mau bercerita gitu tetapi lampu kamar sudah dimatikan *yes, kita tidur dengan lampu mati*, biasanya kita menyalakan lampu satu lagi yang lebih temaram. Lampu tidur gitu istilahnya. Lampu tidur yang kami punya itu walaupun untuk menghidupkan dan mematikannya mudah, cukup sentuh saja, tapi karena bahan rangkanya terbuat dari besi serta lampunya bukan lampu LED, jadi saya cukup takut juga kalau-kalau Naia kena setrum atau panas lampu tidur. Karena jujur saja, Naia senang sekali memainkan lampu itu. Bahkan kalau saya dan suami sudah sangat mengantuk, tapi dia masih mau main, dia memilih memainkan lampu itu. Sayanya kan jadi gak tenang dan gak bisa tidur  -_-

Kemudian, hari Rabu kemarin, tanggal 11 Juni 2014, Philips mengadakan acara Launching Imaginative Lighting Philips Disney

Published by:

Brain Child

Parenting Review

brainchild

image credits

Judul: Brain Child – Cara Pintar Membuat Anak Menjadi Pintar
Karangan: Tony Buzan
Tahun: 2003
Rating: 4/5

Preview

Tahukah anda jumlah sel otak anak saat dilahirkan mencapai 166 kali lipat jumlah seluruh manusia yang saat ini tinggal di planet kita? Jumlahnya yang juta-jutaan itu membuat kemampuan otak anak sungguh tak terbatas. Tetapi, kemampuan tersebut harus diasah, dirangsang, dan diberi lingkungan yang tepat agar bisa digunakan secara maksimal.

Ini adalah buku petunjuk bagi para orangtua untuk membimbing anak agar mereka memanfaatkan setiap sel otaknya secara optimal. Di dalamnya terdapat cara-cara untuk:

  • Menggali potensi otak anak
  • Membesarkan anak agar menjadi pribadi yang bahagia dan percaya diri
  • Melatih kecerdasan majemuk anak
  • Berbagi keceriaan bersama anak dengan menggunakan permainan memori, keterampilan berhitung, dan Mind Map berwarna

Melalui buku ini, Tony Buzan mengajak Anda menempuh sebuah perjalanan mengasyikkan untuk menyusuri seluk beluk otak anak dan memunculkan kegeniusannya yang selama ini terpendam.

***

Buku ini sudah saya baca sejak saya lahiran. Untuk mengisi waktu di rumah gitu selain mengurus Naia, hehe.

Buku ini membahas semua hal mengenai

Published by:

Teka-Teki Terakhir

Review

Yap, ini judul buku Teenlit karangan teman saya, Annisa Ihsani. Salah satu buku yang gak bisa ditutup sekali dibuka. Walaupun saya menyelesaikannya selama 2 hari juga sih, itu juga karena terpotong bermain sama anak. Untung esok harinya suami libur, jadi saya bisa melanjutkannya sampai habis dan menghilangkan rasa penasaran, hehehe.

teka_teki_terakhir

Image Credits

Judul: Teka-Teki Terakhir
Karangan: Annisa Ihsani
Tahun: 2014
Rating: 5/5

Sinopsis

Gosipnya, suami-istri Maxwell penyihir. Ada juga yang bilang pasangan itu ilmuwan gila. Tidak sedikit yang mengatakan mereka keluarga ningrat yang melarikan diri ke Littlewood. Hanya itu yang Laura tahu tentang tetangganya tersebut.

Dia tidak pernah menyangka kenyataan tentang mereka lebih misterius daripada yang digosipkan. Di balik pintu rumah putih di Jalan Eddington, ada sekumpulan teka-teki logika, paradoks membingungkan tentang tukang cukur, dan obsesi terhadap pernyataan matematika yang belum terpecahkan selama lebih dari tiga abad. Terlebih lagi, Laura tidak pernah menyangka akan menjadi bagian dari semua itu.

Tahun 1992, Laura berusia dua belas tahun, dan teka-teki terakhir mengubah hidupnya selamanya…

***

Saya ikut senang saat buku pertama karangan teman saya ini dicetak oleh penerbit ternama sekelas GPU (Gramedia Pustaka Utama). Dari ceritanya, dia hanya mengirim 1 kali saja ke penerbit dan langsung diterima. Wow banget kan? Begitu ada di toko buku, gak pake mikir 2 kali lagi deh untuk beli ini.

Dari kategorinya *Teenlit*, saya udah ngebayangin

Published by:
%d bloggers like this: