Category Archives: Uncategorized

Berlomba Dalam Kebaikan

Uncategorized

وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا ۖ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ ۚ أَيْنَ مَا تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللَّهُ جَمِيعًا ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

(QS Al- Baqarah : 148)

Published by:

Ketulusan

Uncategorized

Beberapa waktu lalu saya sedang mengurus baju-baju yang sudah menumpuk dan minta segera dilipat agar bisa segera masuk lemari lagi. Lemari sampai kosong waktu itu karena bajunya sampai terpakai semua karena saya sedang malas mencuci, huhu.

Selayaknya anak kecil yang serba ingin tau dan serba ingin menolong, si Naia beraksi untuk membantu saya. Yasudah saya berikan saja satu baju saya, itung2 menyenangkan hatinya. Daan, yak, dia mengikuti gaya saya untuk melipat-lipat baju *padahal mah diuwel-uwel gak jelas sama dia, ihihi*. Saya jadi senyum-senyum sendiri dan memperhatikan mukanya.

Subhanallah yah, mukanya itu lho! Tuluuus banget, gak ada yang bisa menandingi deh, raut mukanya benar-benar menunjukkan rasa ingin menolong tanpa pamrih. Rasanya dia itu bekerja keras demi membuat kita (orangtua) senang, huaah.

Tapi begitu Naia mulai bosan, yaudah ditinggalin gitu aja deh, hahaha. Saya pengen deh mempelajari bagaimana caranya menjaga ketulusan itu dan bagaimana nantinya menjaga mood. Menjaga mood sih udah tingkatan atas lagi yah, namanya anak kecil ya tingkat konsentrasinya masih sebentar-sebentar, jadi gak heran sih kalau mereka masih cepat bosan, hehe.

Satu hal yang pasti, saya ingin selalu menghargai Naia dalam melakukan segala hal. Menurut saya dengan menghargainya, Naia jadi sangat merasa bermanfaat untuk kita. Bukan buat Naia aja sih, buat adik-adiknya juga kelak *emang mau punya anak berapaaa?* XP Menghargainya saya lakukan dengan selalu menyampaikan rasa terima kasih setiap dia melakukan hal baik, termasuk dalam membantu melipat-lipat pakaian ini. Terima kasih ya nak atas bantuannya, ciuum :*

Sejak saat itu saya baru sangat percaya kalau ketulusan sudah dimiliki sejak kecil. Tinggal tergantung orangtua serta lingkungan sekitar yang punya andil dalam perubahan ketulusan tersebut. *gak ngerti yah perubahan ketulusan itu gimana? sama! XP* Intinya, anak kecil itu tuluss banget, dan saya mau banget belajar untuk menjaga ketulusan itu pada mereka! Semoga bisa. Aamiin

Published by:

Menuruti Orangtua

Uncategorized

Menuruti orangtua itu banyak hikmahnya. Dan juga berkah. Saya dan suami membuktikannya malam ini.

Jadi malam ini ada acara pernikahan teman di taman mini. Alangkah lebih dekat kalau kita berangkat ke acara itu dari rumah kontrakan kita di pasar minggu.

Tapi… Karena kita sudah cukup lama tidak berkunjung ke rumah orangtua saya di priuk, jadilah saya dan suami memutuskan untuk menginap di priuk saja sampai besok dengan tetap akan ke acara tersebut dari priuk. Jauuh yah. Apalah artinya jarak untuk menyenangkan orang yang kita cintai *cieeeh*.

Nah, saat saya menyampaikan ke ibu saya kami mau ke acara pernikahan itu, ibu saya menyarankan agar kami berangkat setelah sholat ashar saja agar tidak pulang terlalu malam. Awalnya saya dan suami mau berangkat setelah maghrib, tapi dipikir2 benar juga sih sarannya. Dengan mempertimbangkan lalu lintas juga, kami menuruti saran itu deh, walaupun akhirnya tetap berangkat jam 5 sore.

Alhamdulillah lalu lintas saat kami berangkat itu lancaar jaya, jadi sampai di taman mini baru jam 6.15 sore. Suami bisa sholat dulu *kebetulan saya sedang libur sholat :D* dan kita bisa bersantai sejenak.

Ngomong-ngomong berkah, banyak banget yang kami dapatkan karena berangkat lebih awal. Kalau dituliskan, inilah berkah yg kami dapatkan malam ini:

1. Jalan2. Hihi, jalan2 sekeluarga itu memang sesuatu banget xp. Jadi merasa family time banget.
2. Malam mingguan. Haha, awalnya gk engeh kalau sekarang malam minggu, tapi pas bersantai sejenak karena datang awal jadi terpikir dan senyum2 berdua deh 😀
3. Reuni/ silaturahmi. Iya banget nih, jadi kaya reuni fasilkom, secara berhubung yg menikah itu “orangtua” dan “anak” kita, hehe. Sesama angkatan ganjil, yg satu mendidik angkatan saya dan suami, yg satu lagi angkatan yg kita didik.
4. Makan enak. Acara pernikahan itu emang satu paket dengan makan enak kan? Hehehe
5. Kembang api. Ini salah satu acara yang bikin acara pernikahan ini beda dari yang lain.
6. Boneka. Ini satu lagi yang bikin beda dari yg lain. Mereka bagi-bagi 10 buah boneka dan saya dapet satuuu, buat Naia doonk pastinya 😀

image

Boneka Gratisan XP

Yg terakhir, pernikahannya berbeda dari biasanya jadi memberikan kesan tersendiri dan pastinya akan diingat terus 😉

Nah yg paling utama…

Kalau kita berangkat sedikit lebih lama saja, kita tidak akan sampai secepat itu dan tidak bisa bersantai deh. Berhubung yang mengadakan acara pernikahan di taman mini itu banyak, jadi sedikit lebih lama lagi akan lebih banyak mobil dan membuat lalu lintas menjadi macet. Dan memang itu yang terjadi, jalanan macet cet cet.

Ada seorang teman yang menghabiskan waktu 2 jam untuk menuju tempat acara padahal hanya dari daerah Depok. Ada lagi 2 orang yang akhirnya terpaksa membatalkan kehadirannya, padahal mereka sudah berada di sekitaran taman mini.

Karena menuruti orangtua,kami jadi tidak terkena macet sama sekali. Jalanan pergi dan pulang lancaar jaya jadi kami bisa mendapatkan berkah sebanyak itu *malam penuh berkah doonk xp

Alhamdulillah yah.

Published by:

101 Young CEO

Review Uncategorized

Itu judul buku pertama suami saya 😀

101 Young CEO

Alhamdulillah sebentar lagi bukunya terbit. Bukunya merupakan cerita perjuangan membangun bisnis para 101 pengusaha muda di bawah 30 tahun yang sudah sukses. Selain itu, buku ini juga “ngomporin” kita buat jadi young CEO selanjutnya, hehe. Keren nih, terutama buat anak-anak SMA atau anak kuliahan yang mau mulai usaha sendiri.

Untuk info lengkapnya ada di websitenya: http://101youngceo.com/. Yap, suami saya sudah bikin websitenya juga, hehe.

Sukses terus yaa teruntuk suamiku tercinta, Ilman Akbar.

Published by:

Tobat

Uncategorized

Akhir-akhir ini entah kenapa kok saya lupa ya memberi link di gambar yang saya gunakan sebagai konten blog, dooh *merasa berdosa*. Lalu kemarin ujug-ujug saya baca blog cara mendapatkan gambar gratis yang sangat menampar saya dan benar-benar mengingatkan. Saya kok udah jarang ngasih link sumber di gambar yang saya pake siiih, hadoooh *tepokjidat*.

Saya juga bingung sih nih ama diri saya sendiri kenapa akhir-akhir ini jadi jarang nyantumin sumber gambar. Mungkin banget sih karena saya memposting gambar yang memang koleksi pribadi. Jadi, kebiasaan gak nyantumin sumber gambar di koleksi pribadi kebawa deh.

Jadi ceritanya mulai hari ini dan insyaAllah seterusnya saya tobat, heheh. Kemarin sempet nyari-nyari gambar yang pernah saya pake, tapi capek juga ya. Jadi saya mohon maaf sebesar-besarnya yaa buat gambarnya yang saya pake tapi gak saya kasih link ke sumbernya, huhuhu.

Dengan baca postingan itu saya jadi inget dulu juga saya sering banget pake stok foto yang gratisan dan saya dapat dari sxc.hu. Dulu sih biasanya saya pakai untuk gambar dummy dari web yang saya bikin. Tapi sekarang setelah saya pikir bisa juga donk jadi gambar di web. Kok baru kepikiran yak? Yaudahlah, yang penting tobat, hehe.

Hasil search “tulip” di dreamstime dan sxc.hu 😀

Published by:

Sekedar Update Blog

Yap, demi memenuhi keinginan buat jadiin 30 hari berturut-turut ngeblog, saya sempatkan menulis hari ini di penghujung hari 😀

Jadi, hari ini adik ipar saya berulang tahun ke-18 dan seperti tradisi di keluarga suami, setiap ada anggota keluarga yg berulang tahun, kami sempatkan untuk makan bersama, entah di restoran ataupun delivery ke rumah. Biasanya kami melakukan itu di malam hari, tapi karena hari ini ada motoGP dan mertua saya sama sekali tidak ingin melewatkan itu, jadi jadwal makannya diimprovisasi jadi makan siang, hehehe.

Berhubung hari ini hari minggu juga dan belum ada yg punya rencana apa2, ya akhirnya jalan deh siang tadi ke pejaten village. Dari rumah belum memutuskan ingin makan dimana, baru saat sampai di sana kita memutuskan untuk makan di restoran secret recipe.

Saya dan suami baru 1 kali pernah makan di situ dan kami sangat puas akan makanannya, jadi kamilah yg merekomendasikan itu ke mereka, hehe. Dan, mereka mau, horee.

Kali ini Naia sudah bisa makan sendiri, hihi. Di secret recipe ada menu untuk anak kecil juga, jadi kami pesan menu kids itu deh, fish & chips kids judulnya. Kami putuskan makanan yg bisa dipegang karena Naia suka banget makan sendiri dan baru bisa menggunakan tangan.

Karena daging ikannya lembut banget, dan ada kentang gorengnya, Naia memegang kentang goreng sambil saya suapi daging ikannya, dan dia hampir menghabiskan makanannya. Alhamdulillah, Naia suka 🙂

Published by:
%d bloggers like this: