Category Archives: Uncategorized

Koleksi

Hobi Uncategorized

Sebelum menikah saya senang mengoleksi barang-barang yang tidak biasa ~apa biasa juga ya~ seperti plastik, kertas surat, dan tiket nonton. Kebiasaan mengoleksi barang-barang seperti itu terbawa sampai setelah menikah, malah nambah koleksinya, hihi.

Ini nih koleksi-koleksi saya sekarang.

Souvenir Pernikahan

Koleksi Souvenir

Koleksi Souvenir

Yang ini terinspirasi dari mertua :p. Souvenir pernikahan memang banyak yang berguna dan bisa digunakan, tapi kalau dibuka dan malah gak kepake kan sayang, yaudah dikumpulin aja deh. Jadi, semenjak nikah saya menyediakan 1 kotak di rak untuk tempat koleksi souvenir ini, hehe.

Kebanyakan sih ya dari nikahan temen, ya darimana lagi? hee. Baru sedikit juga sih, ya namanya juga temen yang nikah juga baru sedikit :D.

Ah iya, yang bisa dipakai ya saya pakai. Kaya souvenir Leni-Sidik berupa tempat tissu, jadinya ya kita pake deh. Terus souvenir Fithri-Yudha berupa pohon belimbing sudah tumbuh tinggi di rumah mertua 😀

Ada juga yang souvenirnya saya yang mendesain, cuma 1 sih, tapi ya lumayan buat kenang-kenangan saya ~jadi inget pernah mendesain souvenir~ 😀

Souvenir Gema-Nasrul

Souvenir Gema-Nasrul

Undangan Pernikahan

Gak jauh-jauh dari yang berhubungan dengan pernikahan, kali ini saya ngumpulin undangannya, hihi. Kalo yang ini semenjak undangannya Fithri-Yudha (temen kuliah) nih saya ngumpulinnya. Undangan saya sendiri juga ada :P, sengaja disimpen buat kenang-kenangan *halah*.

Plastik

Iya, plastik. Yang ini sih dari sejak sebelum menikah seperti yang saya ceritakan di awal. Plastik-plastik belanjaan (biasanya bekas belanja baju, sepatu, makanan, atau aksesoris) saya simpan dan saya lipat rapi di tempatnya. Tempat penyimpanan yang saya pakai berupa kardus dan map. Map untuk plastik-plastik berukuran kecil, kardus kecil ya untuk plastik-plastik yang lebih besar.

Oiya, selain ngumpulin untuk hobi, saya juga ngumpulin untuk plastik sampah dapur dan sampah daur ulang. Plastik yang agak besar saya gunakan sebagai plastik sampah, yang ini biasanya plastik bekas belanja bulanan. Nah, plastik yang besar banget untuk plastik daur ulang karena biasa untuk membuang kardus-kardus tidak terpakai atau ya sampah-sampah yang bisa didaur ulang.

Segel Roti Tawar

Hehehe, yang ini juga semenjak saya menikah nih mulai koleksinya. Jadi ya ada deh dari tahun 2011-an, terutama tengah tahun terakhir. Kebetulan suami punya gelang USB, nah tempatnya saya pakai deh untuk tempat segel-segel ini. Gelang USBnya ya dipakai suami 😀

Tas Simple ~apa bisa dibilang goodie bag ya~

Kebanyakan si ya emang goodie bag dari berbagai acara, tapi saya emang suka tas-tas sederhana kaya gini. Tas yang paling awal saya punya yang akhirnya bikin saya mengoleksi tas-tas sejenis itu tas yang saya beli sewaktu acara di kampus, CGT (Computer Get Together) pada tahun 2008. Ada yang tas bekas beli sepatu dan tas dari kantor sewaktu saya KP.

Nah, ada beberapa tas yang bisa dilipet kaya tas dari kantor tempat KP dan tas dari acara TEDx Jakarta. Saya suka banget dengan tas-tas itu, simple, bisa dibawa2 untuk belanja. Pernah saya belanja pake itu aja, jadinya gak pake plastik dari tokonya, lumayan menghemat penggunaan plastik laah 😀

Tas Lipat

Tas Lipat

Waktu persiapan pernikahan, saya mau souvenir saya adalah barang yang bisa dipake dan berguna. Sempet kepikiran beberapa barang, ya kaya tempat lilin, magnet kulkas, dompet HP, tempat tissue, dan yang terakhir tas lipat. Karena saya dan suami benar-benar suka tas lipat yang dari TEDx itu, akhirnya diputuskan jadi tas lipat aja deh.

Sempet nyari-nyari online yang tas lipat dan sempat bertanya juga ke produsen tas TEDx, tapi ternyata harganya mahal, jauh banget di atas budget yang ada, huhu. Udah mau desperate aja dan memutuskan souvenir yang lain saja. Tapi saya akhirnya jalan sendiri ke pasar Jatinegara sama kakak saya, eh nemu deh tas lipat batik yang bagus yang akhirnya jadi souvenir saya dengan harga yang lebih terjangkau *Alhamdulillah yah* 😀

Tiket Nonton

Yap, yang ini juga lanjutan dari sebelum menikah. Tapi sekarang-sekarang agak berkurang karena sejak melahirkan saya tau diri untuk jarang nonton. Berhubung saya gak tega juga ninggalin anak dan gak tega juga sama penonton yang lain kalo bawa anak, jadinya ya jaraaang banget nonton.

Kayanya sih baru sekali deh saya nonton sejak melahirkan. Itu juga gak gampang, saya dan suami minta adik ipar untuk ikutan nonton tapi gantian. Jadi saya dan suami nonton, adik ipar jagain Naia, baru setelah saya selesai nonton, dia deh yang nonton, repot yah. Saya perlu keluar beberapa kali juga kalau Naia minta nenen. Yaudah, sekarang-sekarang mikir-mikir lagi deh kalau mau nonton di bioskop 😀

Published by:

Supir Taksi & Gendongan

Uncategorized

Sebelum kejadian kemarin, saya percaya sekali dan yakin kalau memang masih banyak orang-orang baik yang akan mengembalikan barang temuannya, apapun barang itu. Tapi, saya hanya sebatas yakin tanpa ada rasa kagum yang begitu sangat.

Kemarin, ketika saya mengalami sendiri dan membuktikan bahwa memang ada orang seperti itu, saya benar-benar menjadi kagum akan kebaikannya dan semakin sangat kagum akan kebesaranNya.

Jadi, ceritanya kemarin itu kita (saya, suami, dan Naia) ingin pulang dari rumah orangtua di priuk dan kembali ke kontrakan. Karena barang bawaan kita cukup banyak, akan merepotkan sekali kalau kita nekat naik angkutan umum, akhirnya kita memutuskan untuk naik taksi.

Biasanya kalau kemana-mana itu Naia pasti saya gendong pake gendongan, tapi kemarin enggak karena saya ingin Naia bisa bergerak bebas di taksi itu. Jadilah gendongan yang saya bawa saya pegang-pegang aja, di taksi juga digeletakin aja.

Begitu sampai rumah dan turun, saya bertugas bawa Naia dan tas kecil dan suami bertugas bawa barang-barang besar yang ada di bagasi. Begitu cerobohnya saya sampai melupakan si gendongan bayi itu ~padahal itu paling penting~ huhu.

Baby Carier

Gendongan

Ketika mengecek barang di bagasi, suami yakin kalau sudah tidak ada barang apapun lagi. Sedangkan saya, saya mengecek barang yang ada di bangku, dan saya sangat yakin kalau sudah gak ada barang apapun lagi.

Pas di rumah, ketika suami mau menjemur pakaian  yang dicuci, barulah kita sadar kalau gendongan itu tidak ada, hiks. Dicari-cari di dalam dan sekitar perjalanan ke rumah gak ada. Begitu diingat-ingat lagi saya yakin kalau gedongan itu ketinggalan di taksi yang tadi, dan mungkin ada di bawah bangku penumpang. Hiks, hiks, saya benar-benar sedih. Masalahnya, gendongan yang kita punya itu bagus dan itu merupakan hadiah dari teman-teman kuliah kita. Dan saya sangat menyesal sudah menghilangkan itu.

Sampai suami ke warung dan membelikan saya minuman untuk menyegarkan diri, saya masih sedih. Walaupun akhirnya suami berusaha membujuk dan menenangkan hati saya, tetap saja gak mempan menghilangkan kesedihan saya. Sampai akhirnya suami mengeluarkan kata-kata yang benar-benar membuat saya sadar.

Sudahlah, kembalikan ke yang punya

Jleb, seketika itu saya tersadar dan hati saya benar-benar menjadi tenang. Kenapa saya harus bersedih? toh semua memang hanya titipan bukan? hehe. Yang punya itu maksudnya siapa? Ya Allah. Apapun jenis dan bentuknya, semua yang ada di dunia pasti milikNya kan? Dan Dia berhak menitipkan itu pada siapa saja 😀

Sudah tenang akhirnya kita lanjut makan sambil bersantai ~oiya, di luar sedang hujan saat kita makan ini~. Saat makan tiba-tiba pintu kontrakan kita diketuk dan orang itu mengucapkan “Assalamu’alaikum”. Ternyata, jeng-jeeeng, si bapak supir taksi yang tadi balik lagi dan mencari rumah kontrakan kita untuk ngembaliin gendongan yang tadi ketinggalan di taksinya, huhu. Sangat-sangat terharuu Kita mau ngasih sekedar uang ganti dan uang repot sebenernya, tapi begitu dikejar dia sudah pergi dan sudah tak terlihat lagi.

Kita sama sekali lupa siapa namanya, gak nyatet nomor taksinya, apalagi nyatet nomor plat taksinya. Yang kita benar-benar ingat itu dia adalah supir taksi Putra.

Taksi Putra

Taksi Putra

Sekarang balasan untuknya benar-benar hanya bisa diserahkan kepada Allah. Semoga si bapak supir taksi itu selalu diberkahi dan dilimpahkan rejekinya serta dijaga keikhlasannya, Aamiin.

Published by:

Ibu Ainun Habibie

Uncategorized

It’s the note of mrs. Ainun Habibie 😀

Mengapa saya tidak bekerja?
Bukankah saya dokter? Memang.
Dan sangat mungkin saya bekerja waktu itu.
Namun saya pikir : buat apa uang tambahan dan kepuasan batin yg barangkali cukup banyak itu jika akhirnya diberikan pada seorang perawat pengasuh anak bergaji tinggi dengan resiko kami kehilangan kedekatan pada anak sendiri? Apa artinya tambahan uang dan kepuasan profesional jika akhirnya anak saya
tidak dapat saya timang sendiri, saya bentuk pribadinya sendiri ? Anak saya akan tidak memiliki ibu.
Seimbangkah anak kehilangan ibu bapak, seimbangkah orang tua kehilangan anak, dengan uang dan kepuasan pribadi
tambahan karena bekerja? Itulah sebabnya saya memutuskan menerima hidup pas-pasan. Bertahun- tahun kami bertiga hidup begitu.”
Jangan biarkan Anak-anak mu hanya bersama pengasuh mereka.

Bagaimana bila dibantu pengasuhan dengan kakek neneknya?

~ Sudah cukup rasanya membebani orangtua dengan mengurus kita sejak lahir sampai berumah tangga.
Kapan lagi kita mau memberikan kesempatan kepada orangtua untuk penuh beribadah sepanjang waktu di hari tuanya.
Mudah2an ini bisa jadi penyemangat dan jawaban utk ibu-ibu berijazah yang rela berkorban demi keluarga & anak2nya.
Karena ingin Rumah Tangganya tetap terjaga & anak2 bisa tumbuh dgn penuh perhatian, tdk hanya dalam hal akademik, tp jg utk mendidik agamanya, karena itulah sejatinya peran orangtua.

Belajar dari kesuksesan orang2 hebat, selalu ada pengorbanan dari orang2 yang berada dibelakangnya, yang mungkin namanya tidak pernah tertulis dalam sejarah.

Berbanggalah Engkau sang Ibu Rumah Tangga, karena itulah pekerjaan seorang wanita yg paling mulia. 🙂

Published by:

Recently Liked

Uncategorized

Running man 😀

Running Man

Running Man

http://kshowonline.com/category/2/running-man

I heard this show from my bestfriends, they said I should watch the show because it’s so funny and so entertaining. The episode I watched for the first time is not so funny at the beginning, so I skipped those and loosing the will to watch the show. But, there is sometimes I feel so bored, then I tried another episode of them. And, the result is, I completely fall in love with the show XP

The guest that I like so much is Yong Hwa, hihi

Published by:

10 Things Make You Happy Today

Uncategorized

I want to list the 10 things make me happy everyday starting last Sunday, November 25th 2012.

Happy

No, I don’t want to write down all of those in this blog. I’m just saying and sharing those 10 things with my husband right before we go to sleep 😀

So, I have an idea to think about things that make me happy everyday right before I’ve watched the “Hitam Putih” show with Dian Sastro as a guest. She said that to get the mood to do everything is to set our mind with happiness. And, a way to make her happy everyday is to think all the good stuff happened that day. So, she listed 10 things that make her happy everyday.

Yea, I kind of like her idea. So the next day, I tried to do that. And it worked. All the good stuff just popped out in my mind when I think about the things make me happy. That way, we can decrease all the bad feelings we have and remembering just the good ones.

And, this can make you happy everyday. Everyday.

even though you have 1000 reasons to be sad, there will always be a reason to be happy

Published by:

Pilih Mana?

Uncategorized

Jalanin dulu sambil menyempurnakan, atau cari tau dulu ilmu selengkap-lengkapnya baru menjalankan?

Kalau buat saya pribadi sih, buat ibadah saya pilih yang pertama, hehe. Kenapa begitu?

Kalau untuk ibadah kita harus cari tau selengkap-lengkapnya, kapan donk mau mulai menjalani? Lebih baik jalanin dulu sambil terus menerus menyempurnakan dengan ilmu.

Contohnya, memakai jilbab. Waktu dulu saya pertama kali memakai jilbab, apakah saya tau selengkap-lengkapnya mengenai islam secara mendetail? Enggak. Sekarang juga masih jauh dari sempurna sih tapi setidaknya sudah lebih baik dari waktu itu. Oiya, saya pertama kali pake jilbab itu sejak kelas 1 SMA dan alasannya karena ngikut kaka-kaka saya yang sudah lebih dulu pake jilbab.

Sekarang juga banyak ko yang berpendapat “kalau gak dimulai dari sekarang, nanti gak pake-pake”. Kalau menunggu siap hati dan sempurnanya ilmu, mau nunggu sampai kapan? Bukankah berjilbab itu kewajiban?

Oke, itu salah satu contoh aja. Intinya saya berpendapat kalau untuk ibadah, ya lebih baik dijalankan terlebih dahulu. Allah maha pemaaf. Jadi selama kita berniat kalau itu untuk ibadah benar-benar karenaNya, walaupun salah karena kita belum tau, Dia akan selalu memaafkan.

Tapi ketidaktahuan itu jangan selamanya dipelihara. Teruslah mencari tau apakah yang kita lakukan sudah benar atau belum. Maka dari itu sambil memulai ibadahnya, sambil menyempurnakan ilmunya.

Dari selalu belajar, kita jadi tau pertama kali menjalankan ibadah itu sudah benar atau masih salah. Kalau sudah benar Alhamdulillah, kalau salah ya dibenarkan 😀

Published by:
%d bloggers like this: