Momopururu » Blog Archives

Tag Archives: blogger

#FamilyTalk #16: Mainan Edukatif

Baca #FamilyTalk lainnya!

Yuhuu.. Sudah seminggu berlalu dan saya baru nulis 2 tulisan di blog sama ini, huhuhu. Padahal targetnya seminggu seenggaknya 3 tulisan. Yaudah, marii lanjut nulis, huehue.

Hokeh, kali ini Icha ngasih ide buat ngomongin mainan edukatif, lanjutan tentang #FamilyTalk anak dan mainan beberapa waktu lalu ih ini, hehehe.

Baca punya Icha:
Mainan Edukatif dan Buku Continue reading

Published by:
Hobi Pribadi

Bandung – Jakarta Tidak Memisahkan

Berhubung saya orangnya seneng banget ketemu dan berkenalan dengan orang baru, saya antusias banget sama tantangan networking ke blogger yang belum pernah saya kenal atau yang belum kenal dekat. Saya lalu memilih yang sama sekali belum pernah saya kenal, bahkan bertemu pun belum (yang saya ingat ya, hee). Akhirnya muncullah nama Noniq dan saya ajaklah ia untuk mengikuti tantangan tersebut.

Tapii, saya ngajak kok ya asal ngajak aja yaa, huhu. Padahal niat nih kalau mengajak networking begitu pengennya ya ketemu langsung. Tapi, begitu Noniq bilang ia berdomisili di Bandung, saya yang agak ketar-ketir. Haduh, gimana yak, saya kan di jakarta, huaa. Akhirnya ya cari-cari cara ajalah saya buat bisa ketemuan, entah di Bandung atau di Jakarta. Oiya, sebetulnya Noniq sempat ke Jakarta di salah satu weekend, tapi sayangnya saya sudah ada acara weekend itu, jadi gak sempet ketemuu, hiks. Diundur lah yaa ketemuannya.

Bertemu di Bandung

Akhirnya, saya deh yang punya kesempatan untuk ke Bandung. Minggu kemarin, tanggal 27 September 2015, saya berkesempatan untuk mengisi acara pelatihan infografis KEB di Bandung (sebagai asisten aja sih xp). Nah, saya gunakanlah kesempatan tersebut untuk mengajak ketemuan Noniq. Alhamdulillah banget tanggapannya positif dan ia bisa untuk nyaperin saya di tempat janjian. Nyamperin loh dia, bukannya janjian di tempat mana lagi gitu, huhu. Terharu deh

Oiya, saya sama sekali belum pernah ketemu ataupun berkenalan dengan Noniq ini loh. Atau mungkin udah pernah ya, tapinya kami aja yang sama sama gak engeh, hehe. Saat bertemu, kami sama-sama canggung sebetulnya, karena bingung apa yang ingin diobrolin, hahaha. Manggilnya aja mbak sama mbak xp. Untungnya waktu itu teman blogger yang lain masih ada dan bisa mencairkan suasana supaya ngobrol kami bisa lebih santai.

Ketemuan di Banduuung

Setelah ngobrol lebih santai, satu per satu teman yang lain pulang, tinggal kami berdua deh. Tapi, setelah yang lain pulang, kami udah lebih santai donk, udah manggil nama aja pulak. Soalnya udah tau kalau ternyata kami seumuran, hihihi.

Awalnya sih Noniq yang dengan canggung bertanya umur saya berapa, setelah saya jawab, dia bilang, “waah, seumuran!”. Saya yang langsung “horeee!” dan berpikir kami akan bisa lebih nyambung kalau begini, hehe. Continue reading

Published by:
Pribadi Review

#DigitalCommuity Hangout with ICITY

Saat ngeliat ada undangan #DigitalCommunity hangout with ICITY beredar di grup, saya langsung semangat mau ikutan. Soalnya, saya itu kayak ngikutin perkembangannya ICITY ini sejak pertama kali berdiri dan waktu itu namanya masih forum ngobrol bareng. Waktu itu *sampai sekarang sih* banyak banget kontes-kontes beredar di forum tersebut dan saya pernah dapet pulsa 500ribu donk dari salah satu kontesnya, saya sampe gak beli pulsa selama 5 bulan tuh, haha. Forum itu juga akhirnya mengadakan kontes memberi nama untuk forum, demi perkembangan yang lebih baik. Yang namanya dipilih, jadi pemenangnya deh dan mendapat hadiah *lupa waktu itu hadiahnya apa, heu, kayaknya sih gadget*.

#DigitalCommuity Hangout with ICITY

#DigitalCommuity Hangout with ICITY

Daan, akhirnya jadilah ICITY ini dipakai sampai sekarang. Terus apa kabar saya? Masih jadi member? Sebetulnya masih, tapi waktu itu, saat pergantian sistem, semua password member di-reset, dan saya termasuk donk. Nah, saat itu saya udah coba berkali kali kali buat masuk lagi, tapi gagal maning gagal maning, jadilah saya tinggalkan saja itu forum. Eternyata sekarang jadi sebesar ini forumnya, berasa nyeseeell T_T

Continue reading

Published by:
Hobi Pribadi

#ArisanIlmu: 6 Etika Job Review Yang Harus Diingat

Saya semangat banget deh tiap kali ada kesempatan untuk belajar, apalagi rame-rame kayak gini. Sebetulnya sih saya juga dateng di #ArisanIlmu perdana bulan November lalu, tapi kali ini saya juga pengen banget ikutan. Berhubung udah beberapa kali ketemu dan lumayan banyak ngobrol dengan mamanya Diana ini, jadi saya excited buat ikut serta. Awalnya sih agak kecewa karena ternyata namanya tidak tercantum sebagai peserta (padahal slot pesertanya lebih banyak yak, tapi ya yang mau ikutan juga lebih banyak lagi, haha). Tapi beberapa hari sebelum hari-H saya dihubungi langsung sama ketua arisannya, mak Widy Dharma kalau ada peserta yang tidak bisa hadir, dan saya yang berada di waiting list ini bisa menggantikannya. Alhamdulillah yah :3

Nah, kalau di Arisan Ilmu perdana tema yang diangkat adalah Branding Trough Social Media, kali ini temanya adalah Etika Job Review oleh mak Isnuansa Maharani. Walaupun saya telat setengah jam, tapi tetep donk saya nyatet di twitter lewat livetwit, hihi. E gak taunya livetwit ini dipantau lagi sama mbak Thia. Dan 3 orang yang livetwit mendapat kejutan dari IDBlognetwork. Saya salah satu yang dapet voucher deh 😀

Livetwit Berhadiah

Livetwit Berhadiah

Langsung aja ya, ini nih beberapa ilmu etika dalam mengerjakan job review yang kemarin berhasil saya ekstrak, muahaha.

1. Menerima job yang sesuai

Sesuai dengan apa? Dengan kesan blog yang kita buat selama ini. Misalnya saja, dari tulisan-tulisan sebelumnya, kita termasuk orang yang tidak merokok dan bahkan membenci mereka yang merokok. Tapi, begitu ada tawaran yang cukup menggiurkan dari perusahaan rokok besar langsung kita terima. Wah, langsung jatuh deh kesan yang kita timbulkan selama ini, malah bisa mengakibatkan pembaca jadi tidak percaya lagi dengan apa yang kita sampaikan lewat blog.

So, make sure ya kalau yang memberi kita job review adalah mereka yang memang sesuai dengan kesan yang kita buat selama ini ^^

2. Beri label atau kategori khusus

Kalau yang ini sih lebih etika untuk pembaca ya. Saya sedikit banyak sudah melakukan ini sih, terutama untuk tulisan yang diikutsertakan dalam lomba blog atau tulisan review suatu produk. Dengan begini, pembaca nantinya tidak akan terjebak dan tidak jadi berpikir “yaah, ujung2nya iklan deeh” karena sudah jelas dari awal kita beri label 😉

3. Tidak menulis untuk 2 brand berbeda namun berada pada bidang bisnis yang sama secara bersamaan

Tidak ada larangan untuk menerima job dari 2 brand yang berbeda namun berjalan di bisnis yang sama sih. Tapi hal itu bisa dilakukan asal tidak dikerjakan dalam waktu bersamaan ya. Alangkah kita tidak menghormati brand yang sudah membayar kita itu dengan menerima tawaran dari brand lain kan? Tapi biasanya sih ini memang diatur dalam surat kerja sama yaa.

Misalnya saja dengan menerima tawaran dari 2 merk pospak berbeda dalam bulan Januari ini. Menurut saya sendiri sih gak etis dan jadi gak menghormati si pemberi job review yaa  🙂

4. Tanya secara detail segala hal mengenai perjanjian sebelum menandatangani surat kerja sama

Nah, ini penting banget! Jangan sampai kita nantinya terjebak sendiri atau melanggar hal yang diatur dalam perjanjian karena kita tidak teliti membaca atau tidak mengetahui kalau ada peraturan mengenai hal yang kita langgar tersebut. Poin ini terhitung wajib sih menurut saya 😀

5. Buat laporan tertulis

Setelah kita menandatangani surat kerja sama, berikutnya kita ya mengerjakan kewajiban kita donk ya. Entah itu menulis 1 postingan saja, atau menghadiri event, atau keduanya. Setelah kita melakukan kewajiban tersebut, jangan lupa juga untuk memberi laporan tertulis kepada pemberi job agar terlihat seberapa besar pengaruh yang berhasil didapat dari memberi job review pada kita.

6. Menunggu bayaran

Setelah menyelesaikan semua kewajiban kita pada job review, pastinya kita berhak donk atas kompensasi yang telah disepakati. Nah, kompensasi ini biasanya berupa bayaran uang. Dan biasanya bayaran tersebut juga hampir tidak tepat waktu, alias suka molor #ups. Tapi, tetap ya kita harus bersabar dan menunggu saja, jangan terlalu banyak atau terlalu sering bertanya bayarannya akan dibayarkan kapan. InsyaAllah pasti dibayar kok kata mba Thia mah. Oiya, mbak Thia ini adalah karyawan IDBlognetwork yang biasa “mengincar” blogger-blogger untuk diberi job review loh, jadi deket2 deh sama beliau yah, hihi.

Tapi, biasanya kata mak Isnuansa, bayaran itu diterima 45 hari setelah kita menunaikan kewajiban kita, malah bisa jadi 2 sampai 4 bulan, jadi betul-betul harus sabar yaah.

Beruntung banget deh saya bisa ikutan 2x gini di Arisan Ilmu, heheh. Jadi bisa dapet ilmu tambahan dan jadi ada bahan tulisan buat blog deh. Dan di kedua arisan tersebut adalah kesempatan me-time buat saya, jadi keuntungannya berganda deh, hihi. Di sana saya juga akhirnya ketemuan langsung sama mak Myra Anastasia, yang blognya jadi inspirasi buat saya dalam mengasuh anak, hihi. Alhamdulillaah, jadi penutup tahun yang menyenangkan.

Published by:
%d bloggers like this: