Momopururu » Blog Archives

Tag Archives: buku

Boneka Little Pony, Buku, dan Pelajaran Keuangan untuk Anak

Buku di sini adalah buku bikinan Naia sendiri, wekekek. Jadi seminggu yang lalu, kita (saya dan Ilman) dapet progress report dari sekolah Naia. Di situ gurunya Naia bilang kalau dia suka sekali menggambar, di sekolah setiap istirahat atau ada waktu luang, dia lebih memilih menggambar. Walau kalau main di luar sama temen mah tetep maunya main ya, tapi saat di kelas ya gitu. Apalagi kata gurunya gambar Naia sudah “bercerita”, jadi walau menggambar sedikit, tapi Naia bisa menceritakan gambarnya panjang lebar. Continue reading

Published by:

Eternal Flame

Wiih, udah lama banget gak review buku-bukuan, hahaha. Daan kali ini mau ngereview buku lagi gegara inih… Buku.. karangan…. anak Fasilkoooommm, aaakk. Sekaligus dia juga teman yang cukup dekat sama saya daan pastinya menginspirasi dooonk, Naya Corath. Sebetulnya ini buku karangan lima orang penulis. Saya pikir awalnya kumpulan cerpen gitu dari kelima penulis tersebut, gak taunyaa ini novell, haha. Dan, buku ini udah ada juga lho di goodreads, buat yang mau baca review lebih banyaknya sebelum membeli, silakan ke sana┬áyaa ­čÖé Continue reading

Published by:
Fiksi Flash Fiction

[Prompt #52] Gudang Harta

“Kita laksanakan malam ini?” tanya rekanku di seberang sana.

“Oke,” jawabku.

Segera aku memutus telpon itu karena Tuan Peter sudah keluar kantor. Ini baru jam 4 sih, terlalu siang untuk mengakhiri pekerjaan. Tapi begitulah keseharian tuanku yang kaya raya ini. Seminggu sekali dia pasti pulang sekitar jam 4 sore menghabiskan waktu di gudang yang dibangun persis di sebelah rumah bersama istrinya. Entah apa saja dilakukannya di situ. Tapi, kudengar gudang itu adalah tempatnya menyimpan harta yang paling berharganya.

Setelah menjadi supirnya 3 bulan yang lalu, aku menjadi tau, kunci untuk masuk ke dalam gudang itu sungguh tidak bisa kami temukan atau kami buat sendiri. Karena, kuncinya selalu bersama Tuan dan Nyonya Peter.

Setiap akan masuk ke gudang itu mereka selalu menyanyikan lagu kenangan mereka. Lalu pintu akan terbuka sendirinya. Maka satu-satunya kesempatan adalah masuk setelah mereka membuka pintunya.

Seperti biasa, aku mengantar Tuan Peter langsung ke gudang untuk bertemu istrinya di pintu depan dan masuk meninggalkanku di luar. Tapi, rekanku yang sedari tadi sudah menunggu di dekat gudang langsung menahan pintunya sebelum tertutup rapat saat Tuan dan Nyonya Peter masuk tadi.

“Ayo,” katanya.

Aku beranjak masuk tapi terkesima dengan apa yang kulihat.

Prompt 52

Sumber Gambar

Sejak masuk dari pintu masuk, hanya terdapat jalan kecil untuk menuju ruangan yang dipenuhi buku dan terdapat sofa hijau serta kursi kayu di seberangnya. Gudang ini dibangun bergaya klasik dan semua buku tersebut mengisi rak yang tingginya mencapai langit-langit gudang. Di ujung ruangan terdapat celah sedikit untuk menuju ruang selanjutnya.

“Apa ini, hah?” tanya rekanku.

“Aku juga tidak tau, kita masuk lagi saja ke dalam, mungkin di sanalah hartanya,” kataku.

Begitu kami masuk ke ruang satunya, kami hanya mendapati Nyonya Peter sedang membuat minuman serta Tuan Peter yang berdiri di menghadapnya. Nyonya Peter sangat terkejut dengan kedatangan kami dan langsung memecahkan gelas yang ada di tangannya. Tuan Peter yang tadinya membelakangi kami seketika itu juga berbalik dan terlihat kecewa mendapati diriku sedang bersama orang yang tidak dikenalnya.

“Henry, sedang apa kamu di sini? Dan siapa dia?” tanya Tuan Peter.

“Cepat serahkan harta kalian yang tersimpan di sini,” teriak rekanku.

“Tapi inilah harta kami, semua buku yang tersimpan rapi di gudang ini.” Jawab Tuan Peter.

“Kami tidak butuh buku, kami butuh UANG,” balas rekanku.

“Uang kami ada di bank tentu saja. Di sini tempat kami menyimpan ‘harta’ kenangan kami berdua,” jawab Nyonya Peter sambil merangkul lengan suaminya.

“Aaaarrrrrggghhh….” Jerit rekanku yang seketika itu langsung berlari keluar. Takut kalau lebih lama di situ kami akan dilaporkan ke polisi oleh Tuan Peter.

***

Fyuh, akhirnya mereka pergi. Untunglah mereka tidak menyadari adanya loteng di sini. Emas-emas yang kami simpan di sana jadi masih aman. Istriku tersenyum lega.

467 kata

Published by:
Keluarga Review

Semiliar Cinta untuk Ayah

Baru saja menyelesaikan baca buku ini: “Semiliar Cinta untuk Ayah”.

Semilyar Cinta untuk Ayah

Image by me @momopururu

Yak, dari judulnya aja ini adalah kisah tentang ayah. Dan memang buku ini adalah kumpulan cerpen yang semuanya mengisahkan tentang ayah mereka dan pendapat mereka mengenai ayahnya. Mulai dari yang ayahnya galak, aneh, baik, sampai yang gak punya ayah.

Ada 1 cerpen yang sampai si penulis menuliskan cerpennya, si penulis tetap gak tergugah hatinya untuk mulai menyukai ayahnya ini. Bahasa gampangnya sih, masih membenci ayahnya sampai saat si penulis nulis itu. Judul cerpennya “Produk Gagal”.

Ada juga yang menceritakan pamannya, bukan ayahnya. Karena memang, dia ditinggal ayahnya sejak kecil. Bukan karena ayahnya meninggal, tapi karena ayahnya meninggalkan ia dan ibunya dan menikah dengan wanita lain. Dan sejak saat itu, dia bener2 putus hubungan/komunikasi dengan ayahnya itu. Judulnya “Hidup Tanpa Ayah”

Ada lagi yang kisahnya sedikit bikin saya sedih ~sampe bikin saya nangis, huhu~. Eh, tapi sedihnya bukan karena ceritanya yang sedih, tapi bikin saya inget gimana kehidupan saya sendiri dan jadi mensyukuri yang ada sekarang.

Tapi, ada juga beberapa cerpen yang agak sedikit monoton. Maksudnya monoton adalah, kisahnya sama aja, sejenis gitu. Jadi, begitu baca awalnya mirip, saya udah nebak akhirannya gimana.

Afterall, buku ini bagus untuk mengingatkan kita kembali tentang ayah. Jadi, gak melulu tentang ibu.

Ibu memang harus kita hormati, bahkan tiga tingkat di atas ayah. Namun, tahukah kalian, di hari akhir nanti saat pengadilan Tuhan tiba, di pundak seorang ayahlah tanggung jawab terberat itu berada

~Mancing Ikan Penuh Makna, Aki Rehiko~

Published by:
%d bloggers like this: