Momopururu » Blog Archives

Tag Archives: lomba blog

Lomba Blog

Ideku Untuk PLN: Meningkatkan Kebermanfaatan untuk Masyarakat

Malam itu hujan tidak begitu deras mendera rumah mertua yang kami inapi. Karena hujannya hanya rintik-rintik, mertua tidak begitu khawatir dengan anggota keluarga yang belum lengkap di rumah karena belum pulang dari aktivitasnya masing-masing. Pun tidak begitu khawatir dengan adanya kemungkinan mati listrik karena petir menyambar. ~ya karena gak ada petir juga, judulnya aja hujan rintik-rintik xp~

Namun, kami dikagetkan dengan kabar dari adik ipar kalau terjadi kebakaran di rumah depan tepat di kabel listrik yang membentang di atas rumah tetangga kami. Saat kami ikut menyaksikan kejadian itu, kebakarannya ternyata tidak besar, hanya terjadi percikan api sedikit-sedikit dan sering serta terbakarnya kabel dekat tiang listrik. Namun demikian, bahaya kan kalau tidak segera dihentikan apinya. Kejadian seperti itu berpotensi menyebabkan kebakaran rumah bukan? Akhirnya suami pun menelepon PLN agar mereka mengirimkan orang untuk memeriksa kabel-kabel tersebut. Setelah menelepon, tidak sampai 15 menit, terlihat mobil PLN datang. Mereka segera bergerak untuk mematikan api yang ada. Keesokan harinya mereka mengganti kabel yang terbakar itu.

Melihat cepatnya pelayanan PLN ini, saya sungguh punya rasa optimis bagi perkembangan pelistrikan. Pasalnya, saya merasakan pelayanan yang cepat dan ramah ini sudah beberapa kali, bukan hanya hari itu saja. Namun, seperti kutipan yang sudah sering kita dengar “No body’s perfect”, begitu pula PLN. Masih cukup banyak yang perlu PLN benahi dan tingkatkan.

Saya cukup bangga juga karena PLN sudah banyak berupaya demi meningkatnya kualitas serta pelayanannya. Mereka terus berupaya mensosialisasikan gerakan penghematan listrik serta mengupayakan beberapa energi alternatif. Bahkan, tahun kemarin, PLN juga mengkampanyekan PLN bersih. Hal itu menandakan PLN ingin selalu memperbaiki wajahnya serta meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Untuk menyambut hari listrik nasional tanggal 27  Oktober nanti, kita diberi kesempatan memberi ide dan gagasan untuk PLN demi semakin meningkatnya pelayanan, kualitas, serta pelistrikan di Indonesia. Mengetahui hal itu dada saya langsung berdebar. Bukan karena banyaknya ide yang muncul, tapi karena semakin kagum akan kinerja PLN dan sebisa mungkin saya ingin berpartisipasi dalam memberikan ide tersebut yang saya tuangkan dalam postingan blog kali ini.

Mempersering Perawatan Infrastruktur Listrik

Kejadian yang saya ceritakan di atas, bisa disebabkan mungkin karena kabelnya sudah terkelupas sedikit sehingga mudah terjadi arus pendek yang mengakibatkan munculnya percikan api. Bukan tidak mungkin hal itulah yang sering menjadi penyebab banyaknya kebakaran saat terjadi hujan. Nah, infrastruktur yang kurang terjaga tersebut sungguh banyak perlu diperbaiki.

Maintenance

Maintenance

Image Credits

Demi menghindari kejadian serupa, ada baiknya PLN memperbanyak kunjungan ke berbagai wilayah demi merawat kabel-kabel atau tiang listrik yang ada. Memang sih akan membutuhkan waktu yang panjang serta karyawan yang banyak untuk sering-sering merawat dan mengecek sambungan-sambungan kabel apakah masih baik atau tidak. Namun demikian, hal tersebut lebih menurunkan resiko kerugian para masyarakat sekitar bukan? Kebermanfaatan PLN akan lebih terasa dan lebih dinikmati oleh banyak masyarakat kan? 😉

Memperbanyak Sosialisasi Penghematan Listrik

Sampai saat ini sih saya sudah pernah mendengar PLN melakukan sosialisasi ke berbagai lapisan masyarakat demi menghemat listrik. Tapi, saya masih belum pernah merasakan apalagi mendenger cerita langsungnya. Oleh sebab itu keluarga saya serta lingkungan sekitar masih susah untuk menghemat listrik. Masih banyak sekali yang menggunakan listrik pada alat yang sebetulnya tidak terpakai. Seperti televisi  yang terus menyala sepanjang malam dan lampu yang terus menyala di dalam rumah juga sepanjang malam.

Untuk itu, rasanya perlu sekali PLN memperbanyak sosialisasi penghematan listrik seperti ini. Selain hemat listrik menghemat biaya, sumber energi untuk menghasilkan listriknya juga bisa semakin lama umurnya. Lagi-lagi kebermanfaatan PLN akan semakin terasa dan PLN bisa semakin dikenal baik oleh masyarakat.

Membuat sayembara sosialisasi

Bisa juga PLN membuat semacam sayembara atau lomba sosialisasi. Peserta adalah tim yang melaksanakan sosialisasi ke tempat-tempat terdekat mereka. Setiap peserta yang melakukan sosialisasi terbanyak dalam sebulan bisa mendapat kompensasi atau hadiah yang cukup menarik. Selain membuat semakin menyebar dan semakin banyaknya masyarakat yang sadar akan pentingnya penghematan listrik, cara ini juga menghemat waktu, tenaga, serta biaya dari PLN sendiri untuk melakukan sosialisasinya kan? 😉

Lakukan Pengawasan Teratur

Pengawasan ini dilakukan demi menghindari terjadinya banyak listrik yang “dicolong”. Dengan teratur mengawasi dan menangkap pelaku-pelaku pencuri listrik ini, PLN telah membuktikan juga kalau mereka tegas dan semakin bersih. 🙂

—–

Rasanya hanya itu ide sederhana yang terbersit dalam kepala saya saat ini. Semoga dengan begini, PLN bisa terus maju dan bisa semakin dipercaya oleh masyarakat.

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba “IdeKU Untuk PLN

Lomba Blog Ideku untuk PLN

Lomba Blog Ideku untuk PLN

Published by:
Pribadi

Ngeblog Dengan Jujur

Pertama banget saya mulai ngeblog niatnya semata-mata karena ikut-ikutan temen plus menggantikan diary fisik saya yang memang sudah akan habis dengan diary online.

writing

credits

Terus akhir-akhir ini kok saya kayak kehilangan arah gitu yah *hayah*. Dengan banyaknya blog-blog yang mengkhususkan isinya dengan berbagai tema. Ada yang blog isinya tentang parenting semua, ada yang mengenai pelajaran keuangan, atau tutorial blog, atau hal lainnya deh yang bisa dibagi. Saya ceritanya mau ikut-ikutan, tapi kok ya gak bisa ya.

Memang ada satu hal yang bertambah sih dalam pikiran saya. Saya mau blog saya berisi

Published by:
Lomba Blog

Giveaway Idul Adha Hijaiya

*Update 26 Oktober 2013

Bismillaah…

Jadi dalam rangka menyambut Idul Adha dan syukuran kecil karena toko kami aktif kembali, saya dan kawan saya pemilik online store hijaiya memutuskan untuk membuat giveaway ini.

Tapii, walaupun namanya GA Idul Adha, deadline lombanya sampai akhir Oktober lhoo, hehehe. *karena mulainya juga telat* XP Disimak yaa syarat dan ketentuannya serta hadiahnya. Hadiahnya gak seberapa siih, tapi lumayan 😉

SYARAT DAN KETENTUAN :

1. Peserta WNI serta pemilik blog berplatform apa saja ~wordpress, blogspot, blogdetik, dll~, sampai yang memiliki domain sendiri.

2. Like facebook dan follow twitter hijaiya.

3. Menuliskan cerita pribadi bertema “Gaya Hijab”. Bisa menceritakan gaya berjilbab sendiri, teman, saudara, sampai gaya berhijab yang disukai 😀

4. Terdapat kata “hijab gaya tanpa banyak biaya” setidaknya 1 kata dan ditautkan ke link hijaiya.

5. Pada akhir tulisan cantumkan “Give Away Idul Adha dari Hijaiya” yang dihubungkan pada postingan ini

6.  Daftarkan nama, email dan link blog kamu dengan berkomentar di postingan ini.

7. Pemenang pilihan juri dinilai berdasarkan: Kesesuaian tema, Kenyamanan cerita dan tata penulisan. Juri adalah saya pribadi dan blogger serta penulis buku “101 Young CEO“, Ilman Akbar yang secara kebetulan adalah suami saya sendiri XP

8. Periode Give Away: 04 Oktober 2013 –  25 Oktober 2013 pk. 23.59

9. Pengumuman Pemenang 31 Oktober 2013 di blog ini

HADIAH

Pemenang pertama akan mendapat gamis satu setel “miss flower”

Flower Dress

Flower Dress

Pemenang kedua akan mendapat blazer “renata blazer”

Renata Blazer

Renata Blazer

Pemenang ketiga akan mendapat baju atasan “ribbon shirt”

Ribbon Shirt

Ribbon Shirt

Hihi, hadiahnya gitu ajaa, semangat yaa yang mau ikutan 😀

*Tambahan: Semua peserta akan mendapatkan kupon diskon yang bisa digunakan untuk belanja di hijaiya hingga akhir tahun 2013.

*Deg-degan pertama kali bikin giveaway gini, ehehe.

PESERTA GIVEAWAY

  1. Oci YM. Hijab Gaya, Tanpa Banyak Biaya, dan Sesuai AturanNya
  2. Erfi Susanti/Umi Azzahra. Nyaman di Tubuh dan di Hati
  3. Laily Fitriani. Lomba Menulis
  4. Leyla Hana. Tiga Gaya Hijap tanpa Banyak Biaya
  5. Ingke. Hijab Gaya Tanpa Banyak Biaya Seperti Kata Si Mbok
  6. Melati. Kerudung, Jilbab, Hijab … (Setelah dua puluh tahun …)
  7. Yulia Rahmita. Hijab, Jilbab, gaya jilbab favorit
  8. Dian R.N. Perjalanan Berhijab Perjalanan Ikuti Perintahnya
  9. Susanti Dewi. Kewajiban Berjilbab
  10. Yuni Fawwaaz Rudy. Cantik dengan Berhijab
  11. Meitri Sulistianingtyas. Ini Gaya Hijabku,.  Kalau Kamu?
  12. Diah Dwi Arti. Jilbab Gadis vs Hijab Ibu-ibu
  13. Siti Sofiah. (Penutup Auratku) Hijab Syar’i Sederhana….
  14. Novia Erwida. Hijab Simple
  15. Intan Novriza Kamala Sari. Solusi Cantik Berhijab Tanpa Banyak Biaya
  16. Kanianingsih. 2S, Gaya Hijab Pilihanku
  17. Inna Riana. Tips Hijab Gaya Tanpa Banyak Biaya
  18. Yudiastuti. Gaya Hijabku
  19. Dian Maharani. Cantik Berhijab Tanpa Banyak Biaya
  20. Khaira Hisan. Fadia dan Hijabnya
  21. Luckty Giyan Sukarno. Membingkai Diri
  22. Orin. Gaya Hijab Anti Ribet
  23. Yusi Anita. Aku dan Hijabku
  24. Yanuarty Paresma Wahyuningsih. Berhijab Syar’i dengan Double Paris
  25. Ade Delina Putri. Hijab itu, Nggak Ribet kok!
  26. Bunda Aisykha. Jilbab itu Jati Diri
  27. Efi Fitriyyah. Gaya Hijab, Antara Segi Empat dan Pashmina
  28. Astin Astanti. Gaya Jilbab Sederhana
  29. Siti Latifah. Hijab Gaya, Gak Harus Banyak Biaya
  30. Ananda Putri Bumi. Perjalanan dalam Berhijab
  31. Nurul Fuaziah. Gaya Hijabku dari Masa ke Masa
  32. Sari Widiarti. Gaya Hijabku yang Gaya Tanpa Banyak Biaya
Published by:
Lomba Blog

Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen

Yak, berhubung saya lumayan suka belanja online dan sehari-hari juga memang melakukan transaksi jual beli, jadi saya harus paham apa saja hak dan kewajiban sebagai konsumen. Dengan kata lain, saya harus jadi konsumen cerdas paham perlindungan konsumen.

Know Your Rights

Know Your Rights

Menurut Pasal 4 Undang-undang Perlindungan Konsumen (UUPK), Hak-hak Konsumen antara lain:

  1. Hak atas kenyamanan, keamanan dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa;
  2. Hak untuk memilih barang dan/atau jasa serta mendapatkan barang dan/atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan;
  3. Hak atas informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa;
  4. Hak untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang dan/atau jasa yang digunakan;
  5. Hak untuk mendapatkan advokasi, perlindungan dan upaya penyelesaian sengketa perlindungan konsumen secara patut;
  6. Hak untuk mendapat pembinaan dan pendidikan konsumen;
  7. Hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif;
  8. Hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi/penggantian, apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya;
  9. Hak-hak yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya.

Salah satu hak kita adalah adanya perlindungan konsumen dari pemerintah, khususnya dari kementrian perdagangan Republik Indonesia, demi menciptakan perasaan yang aman terhadap transaksi jual-beli.

Kementrian Perdagangan

Kementrian Perdagangan

Pemerintah telah berupaya banyak lho demi melindungi konsumen yang ada di Indonesia dan menjadikan masyarakat Indonesia sebagai konsumen cerdas paham perlindungan konsumen. Contohnya saja, seperti yang dilakukan oleh Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan bersama dengan Kepala Bareskrim POLRI Irjen Pol Sutarman pada akhir Januari 2013 lalu. Mereka menandatangani Nota Kesepahaman yang disaksikan oleh Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan terkait peningkatan penegakan hukum di bidang perlindungan konsumen dan metrologi legal di Tanah Air.

Selain itu, dilakukan juga penandatanganan Nota Kesepahaman antara Direktur Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen Nus Nuzulia Ishak dengan Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian yang juga selaku Kepala Badan Karantina Pertanian Banun Harpini dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Lucky S. Slamet tentang Kerjasama Pengawasan Barang Untuk Produk Non Pangan, Pangan Olahan, dan Pangan Segar.

Upaya pemerintah pastinya tidak terbatas hal tersebut di atas saja, masih banyak lagi usaha lainnya demi meningkatkan kenyamanan konsumen dan kepastian konsumen akan perlindungan hukum. Undang-undang perlindungan konsumen pun sudah ada sejak tahun 1999.

Undang-undang perlindungan konsumen no. 8 th. 1999

Dari hal di atas, kita sebagai konsumen harusnya sudah memiliki perasaan aman untuk melakukan transaksi jual-beli di negara Indonesia tercinta ini :D. Tapiii, jangan dengan yakinnya kita akan dilindungi, kita jadi melupakan kewajiban kita sendiri sebagai konsumen ya.

Kewajiban sebagai konsumen pun sudah diatur sedemikian rupa dalam undang-undang. Berikut ini merupakan kewajiban-kewajiban konsumen yang harus dipenuhi sesuai dengan Pasal 5 Undang-undang Perlindungan Konsumen.

  1. Membaca atau mengikuti petunjuk informasi dan prosedur pemakaian atau pemanfaatan barang dan/atau jasa, demi keamanan dan keselamatan;
  2. Beritikad baik dalam melakukan transaksi pembelian barang dan/atau jasa;
  3. Membayar sesuai dengan nilai tukar yang disepakati;
  4. Mengikuti upaya penyelesaian hukum sengketa perlindungan konsumen secara patut.

Paham akan hak dan kewajiban merupakan salah satu cara kita untuk menjadi konsumen yang cerdas. Selain memahami hak dan kewajiban sebagai konsumen, kita juga perlu banget teliti sebelum melakukan transaksi jual beli.

Teliti sebelum membeli itu penting banget biar kita gak terjebak dengan produk yang tidak kita inginkan :). Nah, ada 10 hal yang bisa dijadikan panduan nih sebelum konsumen melakukan transaksi jual beli (menurut ketua YLKI, Taufik husni). 10 hal tersebut antara lain:

  1. Cari dan bandingkan informasi (mengenai harga, merek, spesifikasi produk, layanan purna jual). Dalam kasus saya, suami pernah ingin membeli HP android dan dia benar-benar membandingkan beberapa produk mengenai spesifikasi, merk, harga, serta kecanggihannya dari berbagai situs.
  2. Dapatkan saran dari pihak lain (mengenai teknis, cara pakai, pengalaman menggunakan merek tertentu dari teman atau   saudara). Kalau di langkah ini, saya dan suami biasanya baca-baca pengalaman yang udah pernah beli produk yang kita incer biar lebih sreg atau tercerahkan kalau ternyata produknya gak worth it  😀
  3. Simpanlah bukti tertulis (mengenai kartu garansi, dsb, serta ke mana akan mengadu apabila terdapat masalah pada barang atau jasa yang dikonsumsi). Saya sih menyediakan tempat khusus untuk menyimpan kartu-kartu garansi, kuitansi pembelian, dsb sehingga mudah dicari.
  4. Kenali hak Anda dan lakukan langkah yang benar (apabila masalah tidak selesai, laporkan kepada lembaga konsumen atau pemerintah terkait). Hak yang udah saya sebut di atas tadi yaa.
  5. Kontrol diri Anda saat membeli produk (beli hanya apa yang Anda butuhkan, buat daftar belanja). Kalau belanja bulanan termasuk gak yaa? :P. Prinsip saya dan suami Alhamdulillah sama, jadi kita membeli barang yang benar-benar kita butuhkan bukan yang kita inginkan. Sayang kan uangnya kalau ternyata barang yang kita inginkan dan terbeli malah gak bermanfaat? 😀
  6. Jangan ragu membeli produk lokal.
  7. Biasakan membaca label produk. (yang berisi kandungan bahan, masa kadaluarsa, dan petunjuk penggunaan). Biasanya sih produk makanan, yaa biar kita tau halal enggaknya. Kalau produk yang bukan makanan ya biar tau sudah memenuhi persyaratan SNI (Standar Nasional Indonesia) atau belum 😉
  8. Beli dari sumber yang terpercaya (hindari rantai distribusi yang panjang atau dari perusahaan yang tidak dikenal melalui internet). Hihihi, berhubung saya malah lebih banyak beli lewat internet, saya punya cara sendiri memastikan transaksinya aman dan terpercaya. Biasanya sih saya menilai dari CSnya, yang responsiflah yang saya percaya, hehe.
  9. Laporkan langsung setiap komplain yang ada. Bener nih, harus dilaporkan sesegera mungkin biar masalahnya gak berlarut-larut.
  10. Lindungi generasi mendatang (dengan membeli produk daur ulang, gunakan isi ulang dsb).
Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen

Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen

Jadi, jika disimpulkan, menurut saya pribadi konsumen yang cerdas adalah konsumen yang paham akan hak dan kewajibannya serta selalu berhati-hati sebelum melakukan transaksi.

Nah, definisi resminya sendiri, konsumen cerdas adalah konsumen yang kritis dan berani memperjuangkan haknya apabila barang/jasa yang dibelinya tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan tidak sesuai dengan yang diperjanjikan, tetapi konsumen juga harus mengerti akan kewajibannya.

Dengan menjadi konsumen cerdas, kita jadi paham akan perlindungan konsumen kan? 😀

Selamat menjadi konsumen yang semakin cerdas dan paham perlindungan konsumen yaa 😉

Lomba Menulis & Kontes SEO 2013 – Konsumen Cerdas

Lomba Menulis & Kontes SEO 2013 – Konsumen Cerdas

Sumber lain:

YLKI

Buletin Metropolis

Published by:
Hobi

Beberapa Lomba Blog yang Saya Ikuti

Urutin dari yang pertama kali saya ikutin aah 😀

  1. Lomba blog BCA, berbagi cerita bersama BCA. Yap, ini percobaan pertama saya ikutan lomba blog dan berhasil menang jadi juara 3, senangnyaa. Gara-gara ini nih saya jadi ketagihan ikutan lomba blog 😛 Oiya, tulisan yang saya buat judulnya “Rumah Impian“.
  2. Restoran favorit dari streetdirectory. Saya kurang beruntung nih, hehehe. Padahal hadiahnya cukup banyak, tapi gak dapet satupun 😛 Gapapa lah yaaa, toh saya memang hobi ngeblog plus pizza hut memang restoran favorit saya, asli, suer, gak boong *penting*. Judul tulisan yang saya bikin “Pizza Hut Kapan Saja“.
  3. Lomba blog Indonesia Berkibar. Temanya guruku pahlawanku dan saya menulis tentang Bapak Anies Baswedan. Lagi-lagi saya belum beruntung, hehe. Tapi berhubung saya benar-benar sangat mengidolakan Pak Anies Baswedan, jadilah saya menulis tentang beliau walaupun saya tidak pernah diajar ataupun dibimbing olehnya. Saya puas menulis tentang dia, dan walaupun gak berhasil menang, saya senang 😀
  4. Lomba blog PLN. Hadiahnya lumayan banget, motor scoopy. Saya bikin tulisan “PLN Penerang Nusantara” tapi lagi-lagi saya gak beruntung. Tapi lagi-lagi gapapa, yang penting ngeblog 😀
  5. Andai aku jadi ketua KPK. Yup, lomba ini dari KPK, dan saya kemarin termasuk yang diundang ke acara temu bloggernya. Kayanya yang di Jakarta emang diundang semua ya 😀 Lagi-lagi belum beruntung. Tapi saya menulis postingan kali ini dengan sepenuh hati dan sungguh-sungguh loh, beneran pengen ngelakuin itu semua deh. Semoga ketua KPK yang sekarang bisa membaca aspirasi saya yah dari blog itu. Oiya, judulnya “Harus Kerja Keras Lebih Mengagumkan Lagi
  6. Kali ini lomba yang diadain VOA. Saya membaca artikel VOA dan mengulasnya di artikel “Belajar Bahasa Inggris Sejak Dini“.
  7. Yang ini sebenernya lomba SEO, tapi yaa kan di blog juga yaa, hehehe. Lomba dari situs jual beli baru ~one stop shopping online sih~ ekiosku.com. Nah, berhubung lomba SEO, jadi judulnya saya samain dengan keyword deh, “Ekiosku.com Jual Beli Online Aman Menyenangkan

Ikut lomba-lomba blog begini cukup mengasah kemampuan menulis sih sebenernya. Dengan begini, saya pengen ikutan lomba blog lagi kalo ada ah. Hitung-hitung saya harus terus mengasah kemampuan menulis, berhubung udah jadi hobi 😀

*lagi iseng bener padahal banyak kerjaan ‘-_-

Published by:
Lomba Blog

PLN Penerang Nusantara

Pada tahun 2010, saya pernah membaca CEO notes pak Dahlan Iskan yang berjudul “Resiko Dihujat” ketika beliau masih menjabat sebagai Dirut PLN. Yang paling tertanam saat itu ialah ceritanya mengenai petugas yang sedang memulihkan tiang listrik di bibir jurang yang dalam di tengah kegelapan malam yang berhujan.

Oke, mungkin gambarnya gak pas ya, hehe 😛

Kala itu, setiap di rumah saya terjadi pemadaman (kalau kata kami sih mati lampu :D), kami sekeluarga hanya bisa menghujat PLN. Tidak puas dengan hanya menghujat, kami pun selalu menghubungi PLN meminta kejelasan kenapa terjadi pemadaman dan sampai kapan pemadaman akan berlangsung.

Saat itu sama sekali tidak terbersit dalam benak saya bahwa mungkin saja terjadi kerusakan yang sangat sulit diperbaiki atau bahwa mungkin saja di luar sana petugas PLN sedang berupaya sekuat tenaga dan bersusah payah memperbaiki kerusakan yang ada.

Sejak membaca postingan tersebut, saya langsung merasa bersalah dan berpikir apabila yang sedang memperbaiki listrik di tepi jurang yang dalam dan di tengah hujan lebat seperti itu adalah keluarga saya, betapa sedih dan terharunya saya. Dan saya pastinya tidak akan serta merta menyalahkan dan menghujat PLN setiap kali ada pemadaman.

Ada satu lagi yang teringat juga sampai sekarang, yaitu semangat pak Dahlan Iskan dalam membuat PLN lebih terkenal dari Bandara Soekarno-Hatta.

Saya harus membuat PLN lebih terkenal daripada bandara Soekarno-Hatta. Dengan demikian kalau suatu saat ada mati lampu lagi di Bandara Soekarno-Hatta, orang tidak lagi menghujat PLN.

Dahlan Iskan

Dalam benak saya, terkenal di sini bukanlah sekedar terkenal, namun terkenal karena PLN berhasil bangkit dan menjadi perusahaan BUMN yang bersih dari korupsi serta kinerjanya sangat cemerlang.

Ya, semangat membara seperti itu tercermin dari tulisan dan hasil kerjanya.

Beliau menjadikan tulisannya sebagai bahan renungan dalam pedoman perilaku yang digunakan untuk dokumen pendukung diterapkannya Good Corporate Governance (GCG).

Bebaskan Indonesia dari kegelapan,

Bebaskan konsumen dari keluhan,

Bebaskan warga PLN dari cap yang hina ini:

Cap sebagai sarang korupsi

Cap sebagai pengemis subsidi

Penghisap uang negeri

Dahlan Iskan

GCG merupakan tata kelola suatu perusahaan secara baik. Dengan kata lain, GCG merupakan sistem dan cara suatu perusahaan dikelola dengan benar dan bersih. Sistem tersebut menyangkut berbagai aspek dan merupakan salah satu upaya dalam menjadikan perusahaan bebas dari korupsi.

Sampai saat ini, upaya PLN dalam menerapkan GCG sudah cukup baik dan transparan. Bukti ketransparanannya adalah disebarkannya dokumen-dokumen pendukung GCG dalam situsnya: http://www.pln.co.id/?p=6498. Dengan begitu, yang menjadi pengawas dalam penerapan GCG nantinya bukan hanya jajaran direksi PLN sendiri, melainkan semua yang membaca serta yang mempelajari dokumen tersebut.

Harapan saya? Pasti ada, apalagi untuk pemasok listrik negara seperti PLN ini. Namun, harapan saya tidaklah secemerlang harapan pak Dahlan Iskan juga bukanlah harapan yang muluk-muluk. Saya hanya berharap agar komitmen serta semangat PLN dalam menerapkan GCG akan terus terjaga. Jajaran direksi, staff, serta karyawannya dapat bertindak sesuai dengan pedoman perilaku yang telah dibuat dan disepakati.

Dan, saya juga terus berharap agar lebih banyak lagi karyawan-karyawan serta pemimpin-pemimpin berdedikasi seperti petugas yang memulihkan tiang listrik di bibir jurang yang dalam di tengah malam yang berhujan tersebut dan seperti pak Dahlan Iskan selaku mantan Dirut PLN.

Yap, harapan tersebut saya buat agar PLN dapat terus menjadi penerang nusantara kita ini dan menjadi sumber pelita di tengah kegelapan negeri ini 🙂

Published by:
%d bloggers like this: