Momopururu » Blog Archives

Tag Archives: menikah

Family Life Pribadi

#Familife: Menikah Itu

Tentang komitmen dan kerja sama seumur hidup. Juga tentang menghargai perbedaan dan menyelaraskannya. *tsaaah

Yap yap, kali ini saya sama Noni mau sharing arti pernikahan buat kita. Sebenernya karena baca #Sassythursday 2 minggu lalu yang pernikahan dalam satu kata, saya juga jadi pengen nulis ini juga. Tapi kita jatohnya bukan 1 kata, wehehe.

Anw, sebenernya sih tadinya saya mau ngajuin topik tentang pendidikan seksualitas ya, berhubung lagi rame banget juga kan akhir-akhir ini, huehehe. Tapi kelupaan jadi Noni udah keburu nulis ini, jadi yaudah lah lanjut lah dengan topik ini lah 😀

family-life-3

Baca punya Noni di sini ya:
Marriage is the Art of Compromise Continue reading

Published by:

#FamilyTalk #24: Usia Ideal Menikah

Baca juga #FamilyTalk lainnya ya!

Gambarnya provokatif banget yak. Kapan nikah? Pertanyaan yang disebelin sama jomblo2 tapi jadi pertanyaan favorit tiap pertemuan keluarga xp. And yes, minggu ini ngomongin pernikahan lagi euy. Tapi kali ini bukan tentang calon suami ataupun poligami, tapi tentang usia. Ish, pasti yang perempuan sensitif deh kalo udah ngomongin umur atau usia begini, hihi. Apalagi dari judulnya juga udah keliatan kalo kita bakal ngomongin usia ideal menikah menurut kami (saya dan Icha). Dan #FamilyTalk kali ini ide Icha yang merasa saat menikah kemarin bukanlah usia ideal dia untuk menikah, wahahaha… Saya jadi penasaran sendiri, jadi usia ideal menikah buat dia umur berapa deh?

Baca punya Icha di sini:
#FamilyTalk Usia Ideal Menikah Continue reading

Published by:

Hal-hal Yang Mengubah Hidup

Judulnya serius banget gak sih? hahaha. Sebenernya sih ini berdasarkan pengalaman sendiri aja, dan baru sampai tahap sekarang juga ya, menikah 4,5 tahun dan baru punya anak 1 (mau 2) umur 3,5 tahun dan rumah pun masih mengontrak, jadi yaa kalau yang pengalamannya lebih banyak dari saya mungkin masih banyak lagi hal yang bisa mengubah hidupnya 🙂

Kalau di saya, beberapa hal ini betul-betul mengubah hidup, dalam artian mengubah kebiasaan saya serta hampir mengubah segalanya deh pokoknya. Continue reading

Published by:
Keluarga

Menikah Harus Siap Mental

Sebenernya banyak sih yang harus dipersiapkan sebelum menikah, siap fisik pastinya, siap hati harus, siap finansial apalagi. Tapi di sini saya mau ngomongin tentang persiapan mental menghadapi kehidupan setelah pernikahan. Karena di situlah yang paling penting -> kehidupan setelah pernikahan.

Gimana gak jadi yang paling penting, kehidupan setelah pernikahan kan akan dijalani insyaAllah seumur hidup. Maka dari itu, mentalnya bener2 harus siap sesiap-siapnya karena pernikahan benar2 menjadi perubahan terbesar dalam hidup.

Kalo dari pengalaman saya sih (pengalaman saya baru sedikit yak, maklum, baru juga 1 tahun menikah :P), yang bener2 perlu diperhatikan dan berhubungan dengan kesiapan mental itu ada beberapa. Saya list aja deh 😀

1. Sampaikan harapan sebelum menikah.

Yap, penting nih. Harapan-harapan kita terhadap pasangan harus disampaikan kepada yang bersangkutan sebelum menikah. Biar sang pasangan bisa sedikitnya berusaha untuk memenuhi harapan tersebut. Atau, kalaupun si pasangan sudah memenuhi harapan2 itu, bisa jadi semakin yakin kalau ia memang pasangan yang tepat ~PD banget yak~

2. Buang jauh harapan yang tinggi-tinggi.

Kenapa? Karena biar hati kita tenang dan jadi gak kecewa kalau pasangan ternyata jauh dari harapan.

Kalau misalkan ia bisa memenuhi harapan kita sih Alhamdulillah bangeet, tapi kalau enggak kan kita bakal kecewa berat, betul?

Contoh nih, misalkan kita berharap suami kita ~karena saya perempuan, jadi saya nyontohinnya ya harapan perempuan, hehe~ bakal rajiin banget ngurusin rumah dan gak segan-segan buat bantu2 istri. Nah, kalau misalkan ternyata setelah tinggal serumah dan ketauan aslinya kalau si suami itu malesss banget dan gak mau sama sekali buat bantuin istri kan jadinya kita ngedumel mulu tiap hari karena capek semua-muanya dikerjain sendiri 😛

Tapi harapan2 terhadap pasangan itu jangan dilupain juga ya. Bisa diusahakan sedikit demi sedikit kok untuk menjadikan pasangan kita sesuai harapan.

Tapi satu lagi, jangan dipaksain juga, let it go with the flow aja, hehe. Buatlah ia berubah dengan kebaikan dan kesungguhan kita ~jyaah~ 😉

3. Siap berusaha mewujudkan harapan pasangan.

Yap, selain kita tadi menyampaikan harapan-harapan kita, dia juga harus menyampaikan harapan-harapannya biar kita bisa bersiap dan berusaha untuk mewujudkan harapan itu demi kelangsungan pernikahan *jyah, bahasanyaa*

Dengan kita bersungguh hati ~lagi2 bahasanyaaa~ berusaha mewujudkan harapan pasangan, bukan gak mungkin kan dia pun jadi berusaha mewujudkan harapan kita, hehe.

Intinya dimulai dari diri sendiri. Susaaah banget ngubah orang tanpa diawali dari kita 😉

4. Bersiap untuk hidup berdua saja

Kita harus siap kalau nantinya harus hidup bener-bener terpisah dengan kedua orang tua. Kaya saya dan suami sih. Walaupun masih deket sama ortu suami, intinya kita tinggal terpisah.

Yang tadinya ~mungkin~ enak di rumah yang lega bin nyaman, sekarang harus membiasakan diri hidup dengan suami di rumah yang sempit.

Kalau udah mampu beli rumah yang lega dan nyaman sih enak, tinggal membiasakan diri hidup berduanya 😛

Nah, tapi yang jadi permasalahan itu ngurus rumahnya nih, hihi. Tadinya bisa kerja bakti seisi rumah, sekarang kerja bakti berdua saja 😛 ~kalau punya pembantu sih ya bertiga, hehe~

Kalau akhirnya bukan tinggal terpisah dari ortu, katakanlah di ortu kita atau mertua, kita tetap harus membiasakan diri.

Kalau tinggal di rumah ortu kita, ya berarti kita harus membiasakan diri ada tambahan orang di rumah. Selain itu, harus pinter2 meng-klop-kan ~bahasanya apa ya yang pass~ pasangan dengan ortu kita dan saudara2 kita yang tinggal serumah.

Kalau di rumah mertua, ya kita harus berusaha biar klop dengan mertua dan saudara2 ipar yang tinggal serumah.

5. Bersiap untuk kebiasaan baru pasangan

Sebenernya bukan kebiasaan baru, tapi kebiasaan yang baru kita tau setelah menikah. Kita mungkin akan terkaget2 banget dengan kebiasaan yang belum kita tau itu, jadi bener2 harus siap dengan segala kemungkinan 😛

Yang ini emang abstrak banget, karena kita bener2 gak bisa ngira2 kebiasaan apa yang bakal muncul dari pasangan.

Bukan hal yang gak mungkin juga kalau kebiasaannya itu kebiasaan yang bertolak belakang banget dengan kebiasaan kita.

Contohnya, saya dan suami 😛

Saya tidur dengan lampu menyala, suami tidur dengan lampu yang harus mati. Saya gak bisa tidur kalau sunyi senyap, suami gak bisa tidur kalau ada suara2. ~ini sih cuma kebiasaan kecil~ hehe

6. Jadi orang yang lebih komunikatif

Setidaknya sama pasangan ya.

Kenapa? Karena yang saya dapet dari pengalaman-pengalaman rumah tangga yang pernikahannya langgeng2 itu dan dari pengalaman-pengalaman ortu kita, komunikasi itu hal yang paling pentiing banget..

Karena, dalam berumah tangga, kepala kita bukan cuma satu. Kita gak bisa ngurus rumah tangga sendirian. Harus berdua, dan segala sesuatu harus disampaikan, komunikasii.

Jadi, kalau kita orang yang malu-malu untuk menyampaikan sesuatu. Atau selalu memendam sesuatu, segeralah berubah..!!

Latihan aja sama sahabat terdekat atau saudara (kakak / adik) kita untuk selalu cerita, biar terbiasa menyampaikan apapun yang kita alami atau kita pikirkan.

Saya dan suami yang sama-sama komunikatif aja kadang2 masih suka misskomunikasi, hehe.

Jadi, segeralah jadi orang yang komunikatif 😉

Heheh, baru segitu aja kayanya yang ada di pikiran saya saat ini untuk persiapan mental menuju pernikahannya, semoga bermanfaat untuk yang mau dan sedang merencanakan pernikahan yak 😀

Daaan semoga rumah tangga saya dan suami bisa langgeng seumur hidup serta dipertemukan di akhirat kelak. Amiiiin ^^

Terakhir, I looove this picture soo much 😛

~Ada artikel menarik mengenai komunikasi nih: http://littlerosetrove.blogspot.com/2012/03/relationships-always-show-love.html *dapet waktu gugling gambar terakhir 😛

Published by:
%d bloggers like this: