Momopururu » Blog Archives

Tag Archives: sekolah

Pribadi

Guru, Orangtua, dan Sikap Menghormati

Bangun tidur baca berita guru dianiaya murid itu sedih banget. Apalagi si guru baru akan mau menjadi ayah. Istrinya sedang mengandung 4 bulan dan anaknya nanti akan lahir tanpa ayah. Belum lahir sudah yatim itu nyesekk banget banget, huhu. Terus ya marah juga pasti, kenapa sampai ada anak murid sekejam itu ke gurunya. Guru seni rupa pula, yang pelajarannya sekedar jadi tambahan kalau di sekolah biasa. Bukan pelajaran yang diangap penting (kalau di sekolah biasa lho ya)

Sedih dan marah.

Tapi terus scroll Facebook lalu menemukan beberapa status malah memamerkan galaknya guru jaman dulu. Hmm, saya juga marah sih sama murid itu tapi gak sampai yang menyetujui perlakuan guru galak yang main fisik di jaman dulu juga. Gak ngerti aja gitu kenapa malah jadi memamerkan dirinya digalakin gurunya dulu. Iya sih mau nunjukin kalau dulu gurunya tuh satu suara sama orangtua. Mau nunjukin dulu ya anak akan takut sama guru karena nantinya guru akan dibela sama orangtua. Inget ya takut. Bukan menghormati. Continue reading

Published by:

#FamilyTalk #45: Homeschooling, Yes or No?

Sejak Naia lahir, tepatnya sejak dia sekitar 2 tahunan sih, di pikiran saya mulai terdengar kata-kata “homeschooling”. Karena saat itu semakin pesimis dengan pendidikan Indonesia, khususnya di sekolah-sekolah dasar, yang kebanyakan rasanya malah “mematikan rasa ingin tahu anak”. Malah saat saya mengikuti kuliah online ibuprofesional.com, bu Septi pun menyatakan, biasanya keingintahuan anak-anak akan mati saat mereka memasuki gerbang sekolah. Jreeeng.

Ah, anyway, sebelum panjang lebar, baca juga punya Icha ya di:
Homeschooling Yay or Nah Continue reading

Published by:

Sekolah Biasa atau Homeschooling?

Fuah, umur Naia sekarang tuh ya umur dia mau masuk sekolah TK, TKA karena sebentar lagi 4 tahun. Sampai sekarang saya sama Naia ya paling main-main yang edukatif aja kan di rumah. Tadinya sih mau sok homeschooling-in Naia gitu deh sampai dia masuk SD atau umur 5 tahun lah. Etapi kok ya dia udah excited banget dengan yang namanya konsep sekolah ya. Gak tau sih kenapa dia bisa excited gitu. Malah udah sering banget ngajakin mama papanya main guru dan murid kalau di rumah. Mama atau papa jadi guru dia jadi murid atau sebaliknya, hahaha. Continue reading

Published by:
Uncategorized

Kriteria Memilih Sekolah

Iyes, saya setuju banget sama 25 kriteria tambahan ini untuk memilih sekolah. Justru mungkin inilah yang terpenting buat saya dan suami saat memilih sekolah untuk anak nantinya. Selain tentu saja si anak suka atau tidak dengan kondisi sekolahnya ya 😀

checklist
Photo Credit: StockMonkeys.com via Compfight cc

Biasanya orangtua memilih sekolah baik berdasarkan kriteria: nilai ujian siswa, passing grade, atau biayanya. Namun pakar pendidikan Ian Gilbert dalam bukunya, Independent Thinking, mengajukan 25 parameter yang bisa jadi panduan bagi orangtua dalam memilih sekolah yang baik untuk anaknya. Bagi pengelola sekolah, daftar ini bisa jadi panduan tambahan untuk menciptakan atmosfer pembelajaran yang kondusif.

1. Apakah para siswa menikmati belajar di sekolah itu?
2. Apakah para guru menikmati mendidik di sekolah itu?
3. Apakah para siswa merasa tertantang dengan kegiatan-kegiatan di sekolah itu?
4. Apakah para siswa juga mengembangkan kompetensi, tidak hanya mendapat nilai tinggi belaka?
5. Apakah para siswa juga mempelajari keterampilan dan tidak hanya fakta-fakta pengetahuan?
6. Apakah nilai-nilai moral juga menjadi fokus dan diteladankan oleh setiap anggota komunitas sekolah?
7. Apakah terdapat cukup atmosfer inklusif di mana semua siswa dihargai berdasar jati diri mereka dan apa yang mereka bisa?
8. Apakah isu-isu penting seperti bullying dan berbagai aspek sosial dan emosional lain dalam kehidupan sekolah didiskusikan secara terbuka dan positif?
9. Apakah kemampuan untuk berpikir sendiri didorong dan dikembangkan bagi seluruh siswa?
10. Apakah sekolah memiliki unsur kesenangan dan keriangan?
11. Apakah aspek-aspek seperti rasa ingin tahu, kekaguman, keberanian, kegigihan dan ketahanan didorong dan disambut secara aktif?
12. Apakah para guru terbuka terhadap ide-ide baru dan tertarik melakukan berbagai kegiatan bersama – bukan terhadap – para siswa?
13. Apakah sekolah mengikuti perkembangan terbaru dalam dunia pendidikan dan pembelajaran?
14. Apakah sekolah mengikuti perkembangan terbaru dalam dunia teknologi pendidikan?
15. Apakah harapan yang tinggi juga disematkan kepada para guru dan pengelola sekolah, seperti juga disematkan kepada para siswa?
16. Apakah kepala sekolah “terlihat” dan mudah diajak berinteraksi?
17. Apakah para siswa disadarkan bahwa mengeluarkan yang terbaik dari diri sendiri tidak harus berarti menjadi lebih baik dari orang lain?
18. Apakah sekolah terbuka terhadap hal-hal di luar dugaan (yang positif)?
19. Apakah para siswa diajak berpikir tentang, berinteraksi dengan, dan berusaha berkontribusi pada kehidupan di luar dinding sekolah?
20. Apakah sekolah sadar bahwa pembelajaran adalah sesuatu yang bisa dilakukan siswa kapan pun, di mana pun, dan hanya sebagian di antaranya saja yang perlu dilakukan di dalam dinding sekolah?
21. Apakah komunitas sekolah terbentang sampai keluar dinding sekolah (melibatkan masyarakat)?
22. Apakah proses belajar mengajar di dalam sekolah memasukkan berbagai variasi kemungkinan dan kesempatan pembelajaran?
23. Apakah para siswa diberi kesempatan untuk bertanggung jawab terhadap sesuatu dan untuk mengambil keputusan yang berdampak penting?
24. Apakah hasil pembelajaran yang didapatkan cukup sebagai bekal siswa untuk melangkah ke fase hidupnya berikutnya?
25. Apakah resepsionis, guru, petugas kebersihan, dan seluruh staf sekolah tersenyum kepada orangtua dan pengunjung sekolah?

Emang mungkin susah sih nyari sekolah yang benar-benar ideal. Dan jaman sekarang sudah banyak yang menerapkan home schooling. Tapi saya merasa saya dan suami masih akan menyekolahkan anak di lembaga sekolah yang paling tidak mendekati sekolah ideal menurut kami. Semoga kami mendapatkan yang terbaik 🙂

Daan, credits go to Kreshna Aditya. Dialah yang membuat status Facebook berisi 25 kriteria itu ^^

Published by:
%d bloggers like this: