Little lessons in the morning

1 Reply

Hobi Pribadi

Hoho, pagi-pagi tadi udah liat twitternya pak Didin Hafiduddin dan membaca banyak pelajaran.. Senangnya pagi-pagi sudah mendapatkan pelajaran 🙂

Sebenarnya postingan ini hanya akan me-repost tweet-tweet-nya beliau saja :p

Pelajaran pertama yang saya baca hari ini yaitu mengenai jilbab bagi perempuan. Jadi, jilbab merupakan perintah wajib dari Allah setelah turunnya surat An-nuur ayat 31 dan surat Al-Ahzab ayat 59.

An-nuur 31:

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.

Surat Al-Ahzab 59:

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Dan jilbab itu sendiri bukanlah kebudayaan arab semata, namun benar-benar ajaran islam dan perintah dari Allah SWT. Sebelum adanya kedua ayat ini, wanita-wanita arab juga tidak berjilbab bahkan saat menggunakan pakaian, kadangkala betis serta dadanya terlihat.

(Dua paragraf di bawah ini pendapat saya pribadi yaa :p)

Dari kedua ayat tadi sudah jelas menunjukkan bahwa jilbab itu merupakan kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap muslimah yang sudah jelas tujuannya untuk melindungi mereka sendiri. Al-ahzab 59 (“Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu”). Di surat An-nuur 31 juga dijelaskan siapa-siapa saja yang menjadi mahram atau siapa-siapa saja yang berhak melihat aurat wanita. Jadi, apakah kita sudah berjilbab??

Banyak sih yang menyatakan bahwa mereka ingin mengenakan jilbab namun mereka belum siap. Apa yang mesti dipersiapkan ya? (banyak sih, pakaian, perilaku, juga lingkungan). Tapi kalau hanya menunggu tanpa menyiapkan apa-apa, kapan siapnya yaa? :p. Jadi, ya karena itu kewajiban yang harus dipenuhi, maka penuhilah secepatnya :p. Banyak juga teman saya yang awalnya berpendapat belum siap berjilbab tapi berpikir kembali “kalau menunggu siap, kapan siapnya” dan akhirnya memutuskan untuk mengenakan jilbab (siap gak siap) dan seiring waktu, mereka (termasuk saya juga sih :p) belajar sedikit demi sedikit untuk memperbaiki sikap, pakaian, juga mencari lingkungan yang lebih baik.

Pelajaran kedua yang saya dapatkan, yaitu tentang beberapa krisis yang dapat muncul ketika manusia berpaling dari aturan Allah (krisis yang diprediksi oleh Rasulullah). Beberapa krisis tersebut antara lain:

  1. Krisis kepribadian, yg ditandai dgn mudahnya seseorg bersumpah tp mengingkarinya
  2. Krisis keimanan, yg ditandai dgn keengganan mengikuti ajaran Allah dan Rasul-Nya
  3. Krisis moral, yg ditandai dgn merebaknya perzinaan, pergaulan bebas, korupsi, dll
  4. Gaya hidup materialis, yg tdk peduli bgm cara mendapatkan harta, apakah halal haram, merugikan orang lain atau tidak

Dan kesemuanya ini akan mengundang musibah dan berbagai bencana (baik bencana alam maupun bencana kemanusiaan).

~hum,,melalui postingan ini saya tidak bermaksud ingin menggurui,, tetapi hanya ingin berbagi pendapat ^_^

1 comment

Leave a Reply

%d bloggers like this: