Meningkatkan Gizi Keluarga

Comment

Hobi Keluarga

Sudah 1 bulan terakhir ini saya meningkatkan gizi untuk keluarga saya. Baik gizi untuk Naia, suami, juga saya sendiri yang ketiganya memiliki prioritas kepentingan yang sama.

Kebetulan saya baru saja memiliki anak pertama yang sekarang berumur 10 bulan bernama Naia. Seperti bayi-bayi lain, Naia saya beri MPASI sejak umur 6 bulan (yap, 6 bulan pertama dia saya beri ASI eksklusif tanpa tambahan susu formula). Nah, awal-awal pemberian MPASI, makannya cukup lahap, dari yang awalnya setengah mangkuk kecil (mangkuk bayi) sampai 1 mangkuk penuh bisa dihabiskan.

Tapi sayangnya, sekarang Naia memiliki berat dan tinggi badan di bawah rata-rata (mengacu pada grafik perkembangan berat badan bayi perempuan dari WHO di bawah). Sedih? sudah pasti. Merasa bersalah? iya banget. Saya jadi benar-benar merasa tidak bisa mencukupi gizi Naia, padahal hal itu sangat penting sekali demi perkembangan otak dan fisiknya.

Grafik Berat Badan Bayi Perempuan

Grafik Berat Badan Bayi Perempuan

Masalah makan Naia terjadi setelah dia sakit batuk lendir pada umur sekitar 8 bulan. Sampai sekarang Naia jadi susah sekali untuk makan. Selain nafsu makan Naia yang sedikit, dia juga mudah bosan akan suatu makanan. Maka dari itu saya harus pintar-pintar membuat berbagai macam variasi MPASI. Mulai dari bubur bayi, nasi tim, sampai nasi panggang dan banyak lainnya saya coba. Lumayan sih, sejak MPASInya bervariasi dia jadi lebih doyan makan.

Namun, memperbaiki gizi Naia saja masih kurang cukup bukan? Bagaimana saya bisa memperbaiki gizinya kalau gizi saya juga kurang. Apalagi saya masih menyusui, yang memang harus dan wajib terpenuhi gizi setiap harinya demi Naia. Nutrisi ibu menyusui sangat penting demi buah hati kita kan? Maka saya mulai memperbaiki gizi keluarga juga.

Seperti telah saya ceritakan di postingan saya sebelumnya mengenai penjadwalan menu masakan, saya mulai rajin masak sekarang. Dengan mempertimbangkan gizi seimbang dan dengan mempertimbangkan pentingnya ibu menyusui mendapat nutrisi yang cukup, saya menjadwalkan setiap harinya ada 2 jenis lauk dan 1 jenis masakan sayuran.

Gizi Seimbang

Gizi Seimbang

Ya, sekarang namanya bukan lagi 4 sehat 5 sempurna, melainkan gizi seimbang. Dari gambar tumpeng gizi seimbang tersebut sudah cukup tergambar apa-apa saja yang diperlukan untuk memenuhi gizi kita. Seperti contoh, dalam 1 hari saya mencoba masak ayam goreng, sayur sop, dan tempe goreng tepung. Dari menu tersebut kira-kira saya sudah memenuhi kandungan protein hewani, protein nabati, sayuran, serta sumber karbohidrat (terpenuhi dari nasi sebagai makanan utama).

Saya juga mengusahakan untuk mengkonsumsi buah-buahan setiap harinya. Alhamdulillah di dekat rumah ada tukang buah yang buah-buahannya cukup lengkap jadi saya dan keluarga bisa mengkonsumsi buah yang berbeda setiap harinya.

Sekarang penjadwalan menu masakan tersebut sudah berjalan selama 4 minggu dan insyaAllah akan terus konsisten demi kepentingan kesehatan keluarga (khususnya saya dan Naia) 😀

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: