Bersyukur

5 Replies

Pribadi Review

Konon katanya bersyukur itu adalah menerima keadaan yang sekarang tanpa banyak menuntut. Apa iya sesederhana itu? Apa iya kita semua pasti bisa benar-benar memahami dan menjalani rasa syukur ini segenap hati?

Beberapa waktu lalu saya baru saja menonton ulang serial Nodame Cantabille, serial Jepang yang bercerita mengenai Nodame dan Chiaki yang mengejar mimpinya masing-masing dalam bidang musik sampai ke Eropa. Chiaki ingin menjadi Conductor profesional, Nodame ingin menjadi pemain piano dalam orkestra yang dipimpin Chiaki.

Yang menarik adalah, Chiaki sejak kecil sudah memiliki ‘guru’ dalam bidang memimpin orkestra tadi di Eropa bernama Vieira dan berjanji begitu dewasa akan kembali untuk berguru dengannya. Tapi karena suatu kecelakaan pesawat yang membuat Chiaki trauma, dia jadi tidak yakin dan tidak bisa kembali ke Eropa.

Di episode pertama, Chiaki sangat putus asa karena mimpinya sejak kecil tidak bisa ia capai. Keinginan untuk berguru lagi pada Vieira sensei dan menjadi conductor profesional rasanya sudah jauh sekali dengan keadaan yang sekarang. Apalagi sekarang, dia bukan berada di jurusan conducting tapi justru nyasar ke jurusan piano. Walaupun permainan pianonya sangat baik, bahkan menjuarai kompetisi, tetap tidak menjadikannya puas. Bahkan, ia tidak hanya menguasai alat musik piano, biola pun sangat fasih ia mainkan. Tapi, karena bukan 2 hal itu yang ia tuju, ia tetap tidak menjadi apa-apa. Ia tetap menjadi Chiaki, seorang murid sekolah musik biasa. Dengan talenta yang luar biasa padahal.

Nah, sejak bertemu dengan Nodame, kehidupannya berangsur membaik. Terutama saat ia menyadari bahwa dirinya bisa mengikuti permainan piano Nodame yang walaupun tekniknya bagus, tapi berantakan. Jangan tanya saya berantakan di sini maksudnya apa, saya juga gak ngertii. Saya buta banget tentang musik, hehehe. Walaupun begitu, Nodame bermain dengan hati dan terlihat bahwa ia sangat menikmati musik.

Melihat permainan Nodame yang sangat menikmati musik, Chiaki kembali diingatkan betapa musik adalah passion hidupnya. Dan bahwa hidupnya di Jepang pun bisa bermanfaat dan menyenangkan. Bahwa tanpa pergi ke Eropa pun ia bisa mendapat sesuatu dan bisa melakukan sesuatu. Ia kemudian mulai mensyukuri hidupnya sekarang dan kembali bersemangat, bahkan memutuskan untuk pindah ke jurusan conducting.

Tentu perpindahan jurusannya tidak mudah. Ia ditentang oleh conductor ternama yang berkunjung ke sekolah musiknya yang akhirnya malah menjadi gurunya nanti. Nah, selanjutnya, karena suatu hal, ia diberi kesempatan untuk memimpin sebuah orkestra. Isinya orkestra ini adalah orang-orang yang sejenis dengan Nodame, orang yang bermain dengan hati dan sangat menikmati permainan mereka *walaupun tidak bagus sih, perlu dirapikan sedikit teknik serta performance-nya*. Walaupun begitu, Chiaki bersyukur, ini pengalaman pertamanya memimpin orkestra secara langsung. Dan sesuai dugaan, hasilnya sungguh memuaskan sampai-sampai penampilannya ini diliput oleh suatu majalah musik ternama.

Kejadian baik demi kejadian baik terus dialami Chiaki sejak ia mulai mensyukuri hidupnya dan berusaha memaksimalkan bakat yang ia punya di Jepang. Long story make short, karena ia berhasil dalam beberapa kali memimpin orkestra dan traumanya akan pesawat terbang sembuh, akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke Eropa. Serial Nodame berakhir di Chiaki dan Nodame yang memutuskan belajar di Eropa. Mimpi Chiaki akhirnya terwujud untuk kembali belajar conducting di Eropa sana.

NodameCantabile-1

credits

Chiaki sudah memahami apa arti bersyukur sesungguhnya. Yaitu menyadari potensi dan segala hal yang kita miliki dan memanfaatkannya semaksimal mungkin. Dengan itu ia terus berkembang dan menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Nah, tidak mudah untuk bisa mencapai tahap bersyukur seperti itu. Walaupun teorinya mudah, tapi pelaksanaannya sungguh sulit, terutama buat perempuan seperti saya.

Sejak menikah, tidak sekali dua kali saya cemburu dengan keadaan pasangan baru yang lebih baik, saya selalu melihat ke atas dan merasa kehidupan saya tidak lebih baik dari mereka. Rupanya selama 2,5 tahun lebih menikah, walaupun saya merasa sudah bersyukur, saya tetap saja tidak puas dengan kehidupan yang saya jalani dan selalu mau melangkah mengikuti orang lain. Selalu iri dengan keberhasilan orang lain.

Namun, beberapa bulan lalu, saat saya mencoba mengikuti kesuksesan orang lain dengan berjualan online dan memfokuskan diri di situ, saya lupa satu hal. Saya lupa tujuan saya untuk tetap di rumah dan tidak bekerja kantoran. Saya lupa bahwa tujuan saya hanya satu, ingin bisa bermain sepenuh hati sama anak di rumah.

Maka, saat saya menyadari kalau rasanya saya tidak sepenuhnya lagi milik Naia dalam keseharian, saya mulai merenung dan mencoba memikirkan solusinya. Saya lalu memutuskan untuk berhenti mengurusi toko online hijaiya. Berhenti berusaha menjadi orang lain. Berhenti mengikuti langkah orang lain. Berhenti untuk tidak menjadi diri sendiri.

Saya mencoba kembali mensyukuri apa yang saya punya dan mencoba memaksimalkannya. Mencoba mengurus rumah sepenuh hati. Mencoba mengurus Naia juga sepenuh hati. Mencoba menggali potensi lain yang saya punya dan bisa dilakukan sebelum Naia bangun tidur. Saya kembali mengerjakan pengembangan website yang bisa dilakukan pagi hari sebelum Naia terjaga. Saat Naia terjaga, saatnya saya berhenti bekerja. Saatnya saya bermain dengannya seharian 😀

Saya kembali mensyukuri betapa banyaknya cinta yang telah diberikan suami selama ini. Dia sedikit sekali mengeluh tentang sikap saya yang masih egois dan sikap saya yang masih mencemburui keadaan banyak orang. Dia juga selalu membantu pekerjaan rumah yang terkadang tidak bisa saya selesaikan. Dia juga tidak segan bermain dengan Naia saat saya sudah kelelahan dan mengantuk. Betapa butanya saya kalau tidak mensyukuri itu semua. Mensyukuri cinta yang saya punya, mensyukuri cinta yang saya terima.

Sekarang, tepat hari ini, pernikahan saya menginjak umur 3 tahun. Umur  yang masih muda yah. Punya anak juga lagi lucu-lucunya. Tapi semoga di umur yang masih muda ini, rasa bersyukur saya akan tetap ada sampai selamanya. Begitupun dirimu ya suamiku.

Happy 3rd Anniversary M. Ilman Akbar. Semoga kita selalu diberkahi dan selalu dilimpahkan rejeki yang halal. Semoga waktu hidup kita di dunia benar-benar bermanfaat. Semoga kita bisa menjadi suami dan istri yang makin soleh dan sholeha yang akan membentuk anak2 yang soleh soleha pula. Semoga kita bisa terus bersyukur dan bersabar. Semoga kita semakin memiliki mental kaya. Semoga kita bisa menjadi pribadi yang selalu lebih baik lagi dari sebelumnya. Semoga hati kita selalu dipautkan satu sama lain olehNya. Semoga kita selalu saling mencintai karenaNya. Semoga kita akan dijodohkan selamanya, di dunia dan akhirat. Dan semoga-semoga lainnya yang baik-baik, aamiin. Love you :-*

5 comments

  1. Pingback: Hijaiya is Back | momopururu

Leave a Reply

%d bloggers like this: