Quick Escape to Kawah Putih, Bandung

8 Replies

Hobi Keluarga Kid's Activity

Saat hari pertama menikah dulu, kami (saya dan suami) langsung menuju Bandung untuk ceritanya sih berbulan madu. Saat itu semua rencana kami tinggallah rencana. Karena apa? Kecapekan berdiri terus di pelaminan sepanjang acara pernikahan plus perjalanan ke Bandung (perjalanan ke hotel lebih tepatnya) yang menghabiskan waktu hampir 4 jam x(. Akhirnya yah kami pasrah saja dan menjadikan itu pelajaran. *Lain kalii, kalo bulan madu gak usah langsung juga kale, nunggu seminggu dulu juga boleh, biar badannya lebih fit dan sehat gituu! hihihi. Tapi kan namanya bulan madu gak ada lain kali yaa xp

Tapi kali ini, setelah tertunda hampir 3,5 tahun, suami saya tetiba mengajak untuk melakukan apa yang belum bisa kami lakukan dulu. Mengunjungi tempat wisata di Bandung. At least satu atau dua tempat wisata juga sudah cukup laah. Dia sebetulnya ingin refreshing dari aktivitas pekerjaan sebelum memulai pekerjaan baru di kantor barunya hari senin nanti. 😀

Beberapa minggu lalu akhirnya suami mulai memesan hotel yang sama seperti bulan madu itu, yaitu Galeri Ciumbuleuit serta merencanakan perjalanan ke kawah putih dan situ patenggang. Alhamdulillah di hari Rabu-Kamis kemarin akhirnya terlaksana walaupun akhirnya tetap gagal juga sih ke situ patenggang karena sudah terlalu sore, huhu. Tapi, akhirnya tergantikan dengan petik Strawberry, ihihi.

Ah iya, sebetulnya saya mau cerita lengkap perjalanan kemarin secara singkat. Silakan disimak yaa 😀

Kawah Putih

Suami sudah merencanakan akan melakukan perjalanan langsung ke Kawah Putih dari Jakarta sini dan berangkat kira-kira sekitar pukul 07.00 pagi. Hari sebelum serta malamnya kami mengingatkan Naia kalau akan melakukan perjalanan jadi memintanya untuk bangun lebih pagi. Alhamdulillah Naia bisa bangun pagi hari itu, sekitar pukul 05.00 dia sudah bangun yang langsung saya mandikan biar kalau tidur lagi bisa langsung dibawa 😀 Tapi dia jadinya malah gak sabar mau pergi karena sudah siap dan tidak mau tertidur lagi sampai kita benar-benar beranjak pergi, heu. Dan benar saja, baru beberapa menit kita berangkat (akhirnya berangkat jam 07.30), Naia sudah terlelap lagi sampai tiba di Bandung, hahaha.

Karena kami melakukan perjalanan ini di weekdays, Alhamdulillah lalu lintas jadi cukup bersahabat, tidak ada halangan berarti. Hanya butuh waktu sekitar 2 jam untuk tiba di Bandung. Yaa, belum sampai kawah putihnya sih ituu. Menuju kawah putihnya membutuhkan waktu sekitar 1,5-2 jam lagi. Begitu tiba di Kawah Putih, waktu sudah menunjukkan pukul 11, masih sesuai rencana laah, jadi bisa gak kesorean 😀

Tapi, begitu kita membeli tiketnya dan menunggu di angkot yang membawa kita ke kawahnya, saya sedikit tidak bisa bersabar. Soalnya, kami menunggu sudah hampir 45 menit angkotnya belum berangkat juga, huhu. Tapi ya itu karena angkot naik harus berisi 12 orang dulu baru bisa naik. Ya biar sekalian kan jadinya gak bolak-balik. Kalau memakai mobil sendiri dan parkir betul-betul dekat kawah harus membayar 150.000 siih, jadi ya kami memilih naik angkot saja yang per orang cukup menghabiskan 13.000 rupiah bolak-balik. Hemat beib.

Btw, kalau membawa satu keluarga full sih lebih enak memarkir mobilnya di atas saja yaa, tidak usah menggunakan angkot, lebih praktis karena tidak harus menunggu dan lebih aman ^^

Biaya yang kami keluarkan untuk masuk sebesar 66.000 totalnya, sudah termasuk biaya tiket masuk 2 orang (17.000 x 2), biaya angkot 2 orang (13.000 x 2), dan biaya parkir mobil di bawah sebesar 6.000 rupiah.

Di sana, Naia kami belikan masker dan dia hampir selalu menutup muka dengan masker itu jadinya, bahkan saat saya foto (saat anaknya memang pengen eksiss, dia menuju batu untuk duduk lalu minta dofoto, wkwkwk. Lucunya kamu naak :v). Alhamdulillahnya sih saat difoto bersama bertiga dia mau melepas maskernya. Tapi setelah itu langsung menutup mukanya lagi, hihihi. Padahal bau belerangnya tidak terlalu menusuk tuh, jadi kayanya hampir gak perlu memakai masker. Mungkin karena waktu itu kondisinya memang sedang bagus yaa. ^^

Setelah puas memandangi keindahan alam kawah putih dan berfoto sebagai kenangan, kami akhirnya beranjak pulang. Tadinya sih masih mau melanjutkan ke Situ Patenggang, tapi mengingat hari sudah cukup sore, akhirnya kami memutuskan untuk langsung ke hotel saja deh untuk beristirahat.

Memetik Strawberry

Dalam perjalanan turun, hampir di sepanjang jalan saya melihat cukup banyak perkebunan Strawberry yang menyediakan fasilitas untuk memetik Strawberry sendiri. Saya iseng saja mengajak suami sekaligus ingin Naia merasakan asiknya memetik Strawberry sendiri. Berhubung suami mau dan ada yang murah (1 kg cukup membayar 35.000 rupiah saja) kami menggunakan waktu yang sedikit itu untuk memetik Strawberry deh. Kami berhenti saat hari sudah mulai hujan. Walaupun hasilnya baru sedikit, tapi Naia terlihat cukup senang tuh. ^^

Makan Malam

Nah, setibanya di hotel, kami segera bebersih badan dan beberes sedikit untuk berikutnya bisa makan malam. Lapar bok makan siang hanya dengan bolu yang dibawa dari rumah doank xp Untungnya saya dan suami sudah tau makan di mana. Soalnya di awal bulan, saya kepikiran untuk mencari voucher restoran murah yang ada di Bandung melalui Groupon Indonesia. Sampailah saya pada keputusan membeli voucher Treehouse Cafe Bandung untuk 2 orang dengan menu paket (1 pasta dan 1 chicken steak) tanpa minum. Saya sebetulnya belum tau makanan di situ enak atau tidak, yaa lumayan kan dinner dengan harga murah, hehe xp. Tempatnya juga tidak begitu jauh dari hotel, tepatnya di jalan Cihampelas Bandung. Setelah merasakan makanannya, lumayan enak dan ternyata mereka memang sedang mempromosikan menu baru itu (pasta & chicken steak tadi). Harganya juga standar, tidak terlalu mahal dan tidak terlalu murah. 😀

Bermain

Paginya, kami sekedar bermain saja di lingkungan hotel. Yaa menikmati fasilitas hotel laah, membalas kedodolan 3,5 tahun yang lalu ituu, hihihi. Naia bisa bermain di kids corner hotel, melihat-lihat jogging track, juga berenang. Naia sih memang kepengen banget berenang, secara sudah beberapa hari sebelumnya selalu minta berenang dan langsung semangat begitu diajak ke Bandung untuk berenang. Etapi pas sampai di kolam renang dia malah gak mau masuk air, huhuhu. Airnya terlalu dingin sepertinya 🙁

Pulang dan Makan Siang

Begitu selesai berenang, mereka berdua tertidur pulas dan saya langsung saja bergegas untuk merapikan segala perlengkapan kami kembali. Yaa namanya juga quick escape, jadi cuma sehari saja kami menginapnya. Alhamdulillah tetap refresh. Begitu checkout, kami memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu. Saya masih penasaran banget dengan penampakan batagor asli Bandung dan suami juga masih penasaran dengan serabi aneka rasa di Bandung. Seingat kami, di daerah Dago ada tempat makan batagor dan serabi bersebelahan, jadilah kami ke sana.

Kompak Tidur

Kompak Tidur

 

Ternyata tempat yang bersebelahan itu sudah tidak ada, yang tersisa tempat serabi aneka rasanya saja, akhirnya suami membeli itu saja. Untungnya di Dago bawah ada tempat makan berjudul Kedai Mie Dago sekaligus Batagor Dago. Akhirnyaaa saya gak penasaran lagi dengan batagor asli Bandung, hahaha. Yeah, setelah rasa penasaran kami terpuaskan, kami langsung meluncur pulang deh. Alhamdulillaah 2 hari yang sangat refresh, baik bagi suami maupun bagi saya dan Naia. ^^

—–

Berikutnya pengen lagi deh mengajak Naia mengunjungi tempat-tempat alam lagi kaya gini, mari rencanakan tempat selanjutnyaa! 😀

8 comments

  1. Septiana Praditama

    Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai pariwisata dengan sejumlah wisata yang menarik. Sangat bermanfaat untuk dapat mengetahui tempat wisata yang menarik dan penuh dengan suasana baru.Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai pariwisata yang bisa anda kunjungi di pariwisata.gunadarma.ac.id

Leave a Reply to Hanifah Rachman Cancel reply

%d bloggers like this: