[Parenting] Meminta Maaf

6 Replies

Kid's Activity Parenting

Siang itu saya asik menjemur sambil melihat Naia (2y 10m) bermain sama teman-temannya di rumah. Aah, nikmatnya hidup, batin saya. Padahal pagi harinya emosi saya sedikit tidak stabil karena sudah memasuki masa PMS 🙁

Tapi Alhamdulillah siang itu Naia bisa diajak bekerja sama. Saat saya menjemur, dia mengajak Aska dan Amar (anak tetangga yang seumuran sama Naia) bermain masak2an, hihi. Lumayaan, waktu saya jadi sedikit longgar kalau dia asik bermain sendiri gitu bareng temennya, jadi menjemur bisa lebih cepet deh 😀

Nah, saat selesai menjemur itu saya kaget dengan adanya cairan kuning di bawah meja dapur. Aaaarrggh, karena hormon sedang tinggi, jadilah saya langsung sedikit emosi dan langsung mengasumsikan kalau itu adalah cairan pipis.

“Ya ampuuun, siapa ini yang pipis?” *tanya saya sedikit emosi*
“Aska pipis ya? Amar? Apa Naia yang pipis?” *masih dengan emosi yang langsung dijawab oleh Aska dan Amar dengan gelengan*
“Naia ambil sendooookk” *jawab Naia akhirnya sedikit berteriak* ini karena emaknya agak teriak juga nih, huhuhu.

Jadi ternyata, Naia mau mengambil sendok kecil untuk tambahan properti bermain masak-masakan mereka. Nah, karena salah saya juga yang meletakkan minyak gak jauh dari tempat sendok itu, jadilah Naia dengan tidak sengaja menyenggol minyak tersebut sampai tumpah. *hoo, langsung ngangguk2 dan segera meredakan emosi*

Setelah emosi saya mereda, saya mensejajarkan tubuh saya agar bisa berbicara bertatapan sama Naia. Saya jelaskan ke Naia kalau itu minyak goreng untuk memasak dan sayang akhirnya harus tumpah begitu. Saya bilang juga kalau saya sedih banget karena minyak yang tumpah tidak sedikit. Dengan muka polosnya dia menjawab:

“Naia mau ambil sendok, nyenggol minyak, tumpah deeh” *pastinya dengan bahasa cadel namun dengan ekspresi muka yang sedikit sedih*
“maaf ya” *sambil nyodorin tangan minta salim*

Huaaaaah, langsung deh hati ini luluh lantak, emosi yang tadi hinggap langsung segera menguap. Subhanallah banget. Saya lalu meminta maaf juga karena udah emosi dan akhirnya kami berpelukan :3

Im Sorry

gambar dari sini

Setelah dipikir2, saya itu gak pernah memaksakan Naia untuk meminta maaf saat dia berbuat salah yang disengaja maupun yang tidak disengaja sih. Saya dan suami hanya mengingatkan saja kalau dia perlu meminta maaf setelah melakukan sesuatu yang menyakiti/ merugikan saya ataupun suami, ataupun lingkungan sambil meneladani sikap meminta maaf juga.

Karena ortu kan juga manusia ye, gak lepas dari yang namanya kesalahan. Jadilah saya terkadang meminta maaf ke Naia. Pastinya kalau saya melakukan kesalahan ya, seperti kelepasan ngomel atau kelupaan mengingatkannya membawa mainan saat kita pergi. Saat itu saya menatap mata Naia sambil bilang “haduh, Naia maaaaf banget mama lupa bawa mainan Naia yang itu, maafin yaa” *sambil nyodorin tangan buat salim juga tanda meminta maaf*

Ternyata dari situ deh dia belajar. Namanya anak kecil, otaknya cemerlang banget, sampe2 ya dia ternyata memperhatikan sikap kita dan belajar dari situ.

Saat itu, saya tanpa sadar mengajarkan sedikit demi sedikit ke Naia untuk mengakui kesalahan kita sambil meminta maaf kepada orang yang dirugikan. Saya sih memang berharap sikap saya itu bisa jadi teladan yaa buat Naia. Tapi gak nyangka aja Naia ternyata menyerap hal itu secepat ini. Subhanallah ya nak. Semoga papa dan mama bisa terus meneladani sikap2 baik ya, hehe. ^^

6 comments

  1. PutriKPM

    Aku inget banget waktu di GI Naia numpahin milo ke steaknya dan mukanya sedih sambil ngelapin tumpahan milo di meja. Anakmu emang cerdas, Mbak. Suka deh. Sehat – sehat ya Naia 🙂

  2. Pingback: Kenapa Gak Senyum? | Momopururu

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: