Fast Furious 7 #ForPaul

8 Replies

Review
Fast Furious 7

Fast Furious 7 – courtesy of IMDB

Begitu fast furious 7 muncul di bioskop kesayangan, saya dan suami langsung antusias dan mulai mencari-cari waktu untuk bisa nonton berdua. Berhubung kita memang mengikuti cerita filmnya ya dari yang pertama. Makanya kita ngerasa punya ikatan gitu sama film ini *tsaaah* dan harus banget nonton jadinya, hehe. Alhamdulillah banget malam minggu kemarin akhirnya kesampaian ngedate berdua, walaupun nonton yang midnight, hihihi.

Ngedate

Ngedate

Saya bukan mau ngomongin gimana filmnya ya. Yang jelas bagus lah, hihi. Apalagi banyak aktor keren yang berperan. Buat pecinta film action kaya saya kayanya ini memang film wajib ya buat ditonton, hee.

Sebelum nonton, saya sempat membaca salah satu review dari mak Winda yang mempertanyakan siapa yang memerankan Brian O’Connor? Apa tetap Paul Walker atau adiknya yang terlihat sangat mirip?

Nah, saya agak sangsi dengan pendapat yang menyatakan Brian O’Connor itu sebetulnya adiknya Paul Walker. Entah kenapa gak terima aja gitu kalau Brian O’Connor diperankan oleh aktor lain, huhu. Mulai deh saya mencari tau timeline pembuatan film ini dan meninggalnya Paul Walker. Tepatnya kapan dia meninggal dan pada saat bagian apa dia meninggal. Apakah produksi sudah selesai tinggal diproses (post production), atau masih saat produksi. Ternyata gak jauh-jauh mencari, di imdb sudah dibicarakan pada bagian trivia.

Ternyata, beliau meninggal saat film ini masih menjalani proses produksi. Sehingga proses produksi sempat terhenti beberapa bulan dan sutradara sempat bingung juga harus bagaimana. Akhirnya dipilihlah metode CGI untuk setiap bagian Brian O’Connor. Dia memanggil dua adik Paul Walker (Caleb and Cody) untuk menggantikannya berperan sebagai Brian O’Connor. Dengan bantuan vissual effects artists, wajah kedua adiknya pun bisa diubah menjadi wajah Paul Walker. Sampai saat ini saya masih amazed banget sih sama teknologi CGI ini, yang juga dipakai dalam film Benjamin Button serta film Maleficent.

Mereka begitu canggih memasukkan detail muka serta mimik ke dalam wajah aktor pengganti. Mulai dari bagaimana dia berbicara sampai bagaimana ekspresi wajahnya saat mengalami berbagai emosi. Saat bahagia, saat sedih, saat marah, dan sebagainya itu dilihat dari file-file lama di film-film sebelumnya serta penuturan orang-orang terdekat. Termasuk Vin Diesel, yang banyak mengusulkan bagaimana Paul Walker seharusnya berekspresi dan merespon.

“Vin actually helped me fill in a lot of gaps,” said Wan. “A lot of times he would say, ‘You know, James, the way this is scripted now, Paul wouldn’t do that. Paul would maybe say it more like this.’ It was really cool to have that.” – The Daunting Task Of Making “Furious 7” Without Paul Walker

Walau begitu, suara tetap berbeda ya. Nah, untuk mengatasi ini, sutradara menggunakan file-file suara Paul Walker yang lama untuk kemudian memasukkan suara tersebut ke aktor pengganti tadi. Namun, untuk beberapa kata-kata yang belum pernah diucapkan oleh Paul Walker, dia tetap menggunakan suara aktor pengganti tersebut.

Jadi, bila dijabarkan, beberapa adegan memang Paul Walker sendiri yang memerankannya sebelum meninggal, tapi di beberapa lainnya, adiknya lah yang berperan dengan bantuan banyak teknologi perfilman. Keren yah?

Terakhir, saya masih sangat sedih setiap kali mengingat adegan terakhir di film tersebut serta mendengar lagu “See You Again”nya Wiz Khalifa ft. Charlie Puth. Serius sedih, liriknya apalagi, hiks.

You will always be in our heart, Paul. #ForPaul

8 comments

  1. Ca Ya

    saya belum ntn nih 🙁
    hmmm kok sedih ya tp tetep acungin banyak jempol buat tim produksi filmnya, memang ya teknologi bisa sangat membantu meski kita berpikir tidak mungkin mengganti peran seseorang…

    salam kenal, mampir2 ya hehhee 😀

  2. Pingback: Tentang Star Wars – The Force Awakens – Momopururu

Leave a Reply to Dewi Dedew Rieka (@dewirieka) Cancel reply

%d bloggers like this: